Anda di halaman 1dari 20

A.

ANALISA DATA

DATA FOCUS ANALISIS MASALAH MASALAH


DS : GGK Gangguan pertukaran gas
- Pasien mengeluh sesak nafas
- pasien mengatakan kesulitan Total CES Naik
untuk bernafas
DO: Edema
- Pasien mengalami dispnea
- Pernafasan: 26 x/menit preload naik
- Tekanan darah : 160/80 mmHg
- Nadi : 100x/menit Beban jantung naik
- Saturasi : 98%
- Memakai simple mask 5 liter Payah jantung
per menit
- PCO2:30,7 mmHg, PO2:124,7 Tekanan vena pulmonalis

Kapiler paru naik

Edema paru

Gangguan pertukaran gas


DS :
- Pasien mengatakan GFR menurun Retensi Urine
kencingnya tidak lancar
- Pasien mengatakan GGK
kencingnya sedikit-sedikit
- Pasien mengatakan kandung Retensi Na
kemihnya sering terasa penuh
- Pasien mengatakan saat Total CES naik
selesai kencing pasien merasa
belum puas dan terasa Beban jantung naik
kencingnya seperti masih ada
yang tersisa Payah jantung
DO :
- Pasien tampak tidak nyaman COP
dengan kencingnya yang
kurang puas Aliran darah ginjal turun
- Pasien tampak sering
memegang perut bagian RAA turun
bawah
- Terdapat nyeri tekan pada Retensi Na dan H2O
bagian bawah perut
- Terdapat distensi kandung Kandung kemih terasa penuh
kemih
- Creatinin = 9,8 mg/dL Retensi urin
- Ureum = 60 mg/dL
DS :
- Pasien mengatakan nafsu GFR menurun Ketidakseimbangan Nutrisi :
makannya berkurang karena Kurang dari Kebutuhan
mual GGK Tubuh
- Pasien mengatakan makan 3 x
sehari tetapi hanya Sekresi protein terganggu
menghabiskan porsi
DO : Gangguan keseimbangan asam basa
- Membran mukosa pasien
tampak pucat Produksi asam naik
- IMT = 17,72 (Gizi kurang)
Asam lambung

Mual

Nafsu makan menurun

Ketidakseimbangan nutrisi : kurang


dari kebutuhan tubuh
DS : GGK
- Pasien mengatakan cepat Intoleransi Aktivitas
kelelahan jika beraktivitas Sekresi eritropoitis menurun
seperti duduk maupun berdiri
- Pasien mengatakan jika duduk Produksi HB turun
maupun berdiri sering merasa
pusing Oksihemoglobin
DO :
- Pasien tampak lemah Suplai O2 kasar
- Pasien tampak dibantu dalam
beraktivitas, skor ADL = 14 Supply dan kebutuhan oksigen ke
- Pasien menggunakan simple jantung tidak seimbang
mask (Oksigen 5 lpm)
Supply oksigen ke miokard turun

Metabolisme anaerob

Timbunan asam laktat meningkat

Fatique

Intoleransi Aktivitas

1. Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolar kapiler


ditandai dengan Pasien mengeluh sesak nafas, pasien mengatakan kesulitan untuk
bernafas, Pasien mengalami dyspnea, Pernafasan: 26 x/menit, Tekanan darah : 100/80
mmHg, Nadi : 100x/menit, Memakai simple mask 5 liter per menit PCO2:33,5 mmHg,
PO2:188,50
2. Retensi urine berhubungan dengan inhibisi arkus refleks ditandai dengan pasien
mengatakan kencingnya tidak lancar, pasien mengatakan kencingnya sedikit-sedikit,
pasien mengatakan kandung kemihnya sering terasa penuh, pasien mengatakan saat
selesai kencing pasien merasa belum puas dan terasa kencingnya seperti masih ada yang
tersisa, pasien tampak tidak nyaman dengan kencingnya yang kurang puas, pasien
tampak sering memegang perut bagian bawah, nyeri tekan pada bagian bawah perut,
terdapat distensi pada kandung kemih creatinin = 9,8 mg/dL, ureum = 60 mg/dL
3. Keridakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan factor
biologis ditandai dengan pasien mengatakan nafsu makannya berkurang karena mual,
pasien mengatakan makan 3 x sehari tetapi hanya menghabiskan porsi, membran
mukosa pasien tampak pucat, IMT = 17,72 (gizi kurang)
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketifdakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen ditandai dengan pasien mengatakan cepat kelelahan jika beraktivitas
seperti duduk maupun berdiri, pasien mengatakan jantungnya berdebar ketika
beraktivitas, pasien mengatakan jika duduk maupun berdiri sering merasa pusing, pasien
tampak lemah, pasien tampak dibantu dalam beraktivitas, skor ADL = 14 , pasien tampak
menggunakan nasal kanul dengan O2 4 lpm
B. PERENCANAAN KEPERAWATAN

RENCANA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA
TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
1 Gangguan Pertukaran Setelah diberikan NIC :
Gas berhubungan asuhan keperawatan Airway Management
dengan perubahan selama 3x24 jam 1. Kaji keluhan pasien 1. Mengetahui
membrane alveolar diharapkan pertukaran perkembangan
kapiler ditandai dengan gas pasien membaik 2. Monitor tanda-tanda pasien
Pasien mengeluh sesak dengan kriteria hasil : vital 2. Memantau
nafas, pasien NOC : perubahan TD,
mengatakan kesulitan Respiratory status: 3. Berikan dan Monitor suhu, RR, dan nadi
untuk bernafas, Pasien Gas Exchange aliran oksigen 3. untuk memantau
mengalami dyspnea, 1. Rentang nafas oksigen yang
Pernafasan: 26 x/menit, dalam keadaan 4. Beri posisi masuk ke pasien
Tekanan darah : 100/80 normal (18-20 semifowlwer 4. Agar pasien
mmHg, Nadi : kali/menit) nyaman dan sesak
100x/menit, Memakai 2. Tidak ada dispneu 5. Ajarkan pasien dan berkurang
simple mask 5 liter per 3. Mampu batuk keluarga teknik batuk 5. Agar pasien dan
menit PCO2:30,7 efektif efektik keluarga tahu cara
mmHg, PO2:124,7 4. Frekuensi nadi batuk efektif dan
dalam rentang 6. Kolaborasi dalam sputum keluar
normal 80- 100 pemberian ventolin 6. Agar sputum cair
kali/menit nebulizer dan keluar
5. Ritme nadi kuat
6. TD sistol dalam
rentang normal
100-130 mmHg
7. TD diastole dalam
rentang normal 60-
80 mmHg

2 Retensi urine NOC NIC


berhubungan dengan Urinary elimination Urinary Retention Care
inhibisi arkus refleks Urinary continuence 1. Observasi keluhan 1. Untuk mengetahui
ditandai dengan pasien Setelah diberikan dan monitoring TTV perkembangan
mengatakan asuhan keperawatan pasien keadaaan pasien
kencingnya tidak selama 2x24 jam 2. Monitor distensi 2. Mengetahui
lancar, pasien diharapkan pasien kandung kemih tingkat distensi
mengatakan dapat mengosongkan pada kandung
kencingnya sedikit- kandung kemihnya kemih
sedikit, pasien dengan kriteria hasil : 3. Berikan kompres 3. Merangsang reflex
mengatakan kandung 1. Pasien kencingnya dingin pada kandung kemih
kemihnya sering terasa lancar dan tidak abdomen
penuh, pasien ada kesulitan 4. Jelaskan tentang 4. Supaya pasien
mengatakan saat selesai dalam kencing tanda dan gejala ISK mengetahui tanda
kencing pasien merasa 2. Kandung kemih dan gejala ISK
belum puas dan terasa pasien kosong 5. Kolaborasi dalam 5. Membersihkan
kencingnya seperti 3. Pasien tampak pelaksanaan darah pasien
masih ada yang tersisa, nyaman saat hemodialisa
pasien tampak tidak kencing 6. Delegasi dalam 6. Memperbaiki
nyaman dengan 4. Pasien tidak pemberian obat keadaan pasien
kencingnya yang memegang perut - Asam Folat 2x2
kurang puas, pasien bagian bawah dan tab @4 jam (Oral)
tampak sering tidak ada nyeri
memegang perut bagian tekan
bawah dan terdapat 5. Tidak terdapat
nyeri tekan, terdapat distensi kandung
distensi pada kandung kemih
kemih, creatinin = 9,8 6. Creatinin = 0,7-
mg/dL, ureum = 60 1,2 mg/dL
mg/dL 7. Ureum = 18-55
mg/dL

3 Keridakseimbangan NOC NIC


nutrisi : kurang dari Nutrition Status Nutrition Management
kebutuhan tubuh Setelah diberikan Nutrition Monitoring
berhubungan dengan asuhan keperawatan 1. Observasi KU / 1. Mengetahui
factor biologis ditandai selama 2x24 jam keluhan pasien perkembangan
dengan pasien diharapkan kebutuhan keadaan pasien
mengatakan nafsu nutrisi pasien 2. Kaji kemampuan 2. Untuk mengetahui
makannya berkurang tercukupi dengan pasien untuk perkembangan
karena mual, pasien kriteria hasil : mendapatkan nutrisi pasien dalam
mengatakan makan 3 x 7. Nafsu makan yang dibutuhkan memperoleh
sehari tetapi hanya pasien baik dan nutrisi
menghabiskan porsi, tidak mual 3. Pantau status gizi 3. Untuk mengetahui
membran mukosa 8. Pasien pasien status gizi pasien
pasien tampak pucat, menghabiskan 1 4. Monitor mual pada 4. Untuk mengetahui
IMT = 17,72 (gizi porsi makanan pasien keadaan mual pada
kurang) yang disediakan pasien
9. Membran mukosa 5. Anjurkan keluarga 5. Supaya pasien
pasien lembab memberikan mendapatkan
10. IMT = 18,5 25,0 makanan dengan asupan nutrisi
(Gizi baik) porsi kecil tetapi yang adekuat
sering 11.
6. Delegasi pemberian 6. Untuk
obat mempercepat
- Ranitidin 2x1 penyembuhan
amp @8 jam pasien
(IV)

4 Intoleransi aktivitas NOC : NIC :


berhubungan dengan Energy Conservation Activity Therapy
ketifdakseimbangan Activity Tolerance 7. Observasi keluhan 1. Untuk mengetahui
antara suplai dan Self Care : Adls dan monitoring TTV perkembangan
kebutuhan oksigen Setelah diberikan pasien kondisi pasien
ditandai dengan pasien asuuhan keperawatan 8. Bantu klien untuk 2. Untuk memilih
mengatakan cepat selama 2 x 24 jam mengidentifikasi aktivitas yang
kelelahan jika diharapkan pasien aktivitas yang dapat sesuai dengan
beraktivitas seperti menunjukkan toleransi dilakukan pasien pasien tanpa harus
duduk maupun berdiri, terhadap aktivitasnya memerlukan
pasien mengatakan dengan penghematan energy/konsumsi
jantungnya berdebar energy dan daya tahan O2 yang banyak
ketika beraktivitas, yang kuat dengan 9. Pertahankan tirah 3. Menurunkan kerja
pasien mengatakan jika kriteria hasil : baring pasien miokard/konsumsi
duduk maupun berdiri 12. Pasien tidak cepat O2
sering merasa pusing, kelelahan jika 10. Kaji aktivitas yang 4. Untuk mengetahui
pasien tampak lemah, beraktivitas dilakukan pasien aktivitas yang
pasien tampak dibantu 13. Jantung pasien dilakukan pasien
dalam beraktivitas, skor tidak berdebar untuk
ADL = 14 , pasien dengan cepat mempertahankan
tampak menggunakan ketika beaktivitas energy pasien
nasal kanul dengan O2 dan tidak pusing 11. Berikan O2 sesuai 5. Untuk memenuhi
4 lpm jika beraktivitas indikasi kebutuhan O2
14. Pasien tampak pasien jika hendak
bugar beraktivitas seperti
15. Pasien dapat duduk maupun
melakukan berdiri
aktivitasnya
sendiri, skor
ADL18-20
16. Pasien tidak
memerlukan
Oksigen
TGL, NO.
NO IMPLEMENTASI RESPON PARAF
JAM DX
1 Senin, 31 1,2, Mengobservasi keluhan pasien DS :
Oktober 3,4 Pasien mengatakan masih merasa
2016 sesak dan mengaku sulit bernafas,
Pukul RR 26x/menit, Pasien mengatakan
09.15 masih merasa pasien mengatakan
WITA kencingnya tidak lancar, pasien
mengatakan kencingnya sedikit-
sedikit, pasien mengatakan
kandung kemihnya sering terasa
penuh, pasien mengatakan saat
selesai kencing pasien merasa
belum puas dan terasa kencingnya
seperti masih ada yang tersisa,
pasien mengatakan nafsu
makannya berkurang karena mual,
pasien mengatakan makan 3 x
sehari tetapi hanya menghabiskan
porsi pasien mengatakan ia
merasa cepat lelah ketika
beraktifitas.
DO :
Pasien menggunakan O2 5 liter
per menit, pasien tampak tidak
nyaman dengan kencingnya yang
kurang puas, pasien tampak sering
memegang perut bagian bawah,
nyeri tekan pada bagian bawah
perut terdapat distensi pada
kandung kemih creatinin = 9,8
mg/dL, ureum = 60 mg/dL
membran mukosa pasien tampak
pucat, IMT = 17,72 (gizi kurang)

9.15 1,4 Memonitoring O2 pada pasien DS:


DO:
O2 terpasang 5 liter permenit
09.20 2 Memberikan kompres dingin pada DS :
perut Pasien mengatakan lebih nyaman
dan merasa ingin kencing
DO :
Kompres ditaruh pada perut pasien
dan Pasien tampak nyaman

10.00 4 Mengkaji kegiatan yang dapat DS:


dilakukan mandiri oleh px Pasien mengatakan cepat lelah
ketika melakukan aktivitas, dan
mengaku tidak bisa untuk ke
kamar mandi sendiri, dan
melakukn kegiatan adlnya di
tempat tidur.
11.00 1 Menjelaskan tanda dan gejala ISK DS :
Pasien mengatakan sudah
mengerti dan mengetahui tanda
dan gejala dari ISK
DO :
Pasien tampak serius
mendengarkan penjelasan dan
pasien mampu menyebutkan tanda
dan gejala ISK
12.00 1 Memberikan obat asam folat 1 tab DS :
-
DO :
Obat masuk
14.00 1 Memonitor distensi kandung DS :
kemih Pasien mengatkan merasa nyeri
jika bagian bawah perut di tekan
DO :
Teraba benjolan/gelembungan
sekitar perut bagian bawah
16.00 1,2 Memberikan obat ranitidine 1 amp DS :
-
DO :
Obat masuk
17.30 2 Memonitor mual pada pasien DS :
Pasien mengatakan masih merasa
mual ketika makan
DO :
Pasien tampak memegang perut
ketika diajak berbicara
18.00 3 Menganjurkan keluarga DS :
memberikan makanan dengan Keluarga pasien mengatakan akan
porsi kecil tetapi sering memberikan makanan dengan
porsi kecil tetapi sering
DO :
Keluarga Pasien tampak
mendengakan dengan seksama
penjelasan yang diberikan
19.30 2 Memberikan kompres air dingin DS :
pada perut Pasien mengatakan lebih nyaman
dan merasa ingin kencing
DO :
Kompres ditaruh pada perut pasien
dan Pasien tampak nyaman
20.00 1 Memberikan posisi semifowler DS: pasien mengaku mau untuk
pada pasen diberikan posisi
DO:
Pasien diberikan posisi semifowler
Selasa, 1 1,2, Memonitor TTV pasien DS :
November 3,4 -
2016 DO :
Pukul TD : 100/60 mmHg
05.00 S : 36,2 C
N :82 x/menit
RR : 17 x/menit,
08.00 1,2 Memberikan obat asam folat 1 tab, DS :
ranitidin 1 amp, -
DO :
Obat masuk
08.30 2 Mengkaji kemampuan pasien DS :
untuk mendapatkan nutrisi yang Pasien mengatakan nafsu
dibutuhkan makannya masih menurun karena
masih merasa mual kerika makan,
tetapi sudah lebih baik
DO :
Pasien tampak menghabiskan
porsi makanan yg disediakan
09.00 2 Memonitor distensi kandung DS :
kemih Pasien mengatkan masih merasa
nyeri jika bagian bawah perut di
tekan
DO :
Teraba benjolan/gelembungan
sekitar perut bagian bawah

09.30 1,2 Mengobservasi keluhan pasien DS :


3,4 Pasien mengatakan ia masih sesak,
dan masih merasa lemas, pasien
mengatakan kencingnya masih
kurang lancar, pasien mengatakan
kencingnya sedikit-sedikit, pasien
mengatakan kandung kemihnya
masih terasa penuh tetapi sudah
lebih baik dari sebelumnya, pasien
mengatakan saat selesai kencing
pasien merasa belum puas dan
terasa kencingnya seperti masih
ada yang tersisa, pasien
mengatakan nafsu makannya
berkurang karena mual, pasien
mengatakan makan 3 x sehari
tetapi hanya menghabiskan 3/4
porsi
DO :
pasien tampak tidak nyaman
dengan kencingnya yang kurang
puas, pasien tampak sering
memegang perut bagian bawah
tetapi tak sesering sebelumnya,
nyeri tekan pada bagian bawah
perut terdapat distensi pada
kandung kemih membran mukosa
pasien tampak pucat,
10.00 1 Memberikan kompres air dingin DS :
pada perut pasien Pasien mengatakan lebih nyaman
dan merasa ingin kencing
DO :
Kompres ditaruh pada perut
pasien dan Pasien tampak nyaman
12.00 1 Memberikan obat asam folat 1 tab DS :
-
DO :
Obat masuk
14.00 1 Memonitor distensi kandung DS :
kemih Pasien mengatkan masih merasa
nyeri jika bagian bawah perut di
tekan, tetapi tak seperti
sebelumnya skala 1
DO :
Teraba benjolan/gelembungan
sekitar perut bagian bawah
16.00 1,2 Memberikan obat Ca Gluconas 1 DS :
amp dan ranitidine 1 amp -
DO :
Obat masuk
17.30 2 Memonitor mual pada pasien DS :
Pasien mengatakan masih merasa
mual ketika makan
DO :
Pasien tampak memegang perut
ketika diajak berbicara
19.30 1 Memberikan kompres air dingin DS :
pada perut Pasien mengatakan lebih nyaman
dan merasa ingin kencing
DO :
Kompres ditaruh pada perut pasien
dan Pasien tampak nyaman
24.00 1 Memberikan obat ca gluconas 1 DS :
amp -
DO :
Obat masuk
Rabu, 1,2 Memonitor TTV pasien DS :
April 2016 -
Pukul DO :
05.00 TD : 100/80 mmHg
S : 36,4 C
N :88 x/menit
RR : 17 x/menit,
07.30 1 Mempersiapkan dan mengantar DS :
pasien hemodialisa Pasien mengatakan sudah siap
untuk melakukan HD dan pasien
mengatakan kondisinya bigar
DO :
TD : 110/70 mmHg
S : 36 C
N : 84 x/menit
RR : 17 x.menit
08.30 1,2 Memberikan obat asam folat 1 tab, DS :
ranitidin 1 amp, ca gluconas 1 -
amp DO :
Obat masuk
09.00 2 Mengkaji kemampuan pasien DS :
untuk mendapatkan nutrisi yang Pasien mengatakan nafsu
dibutuhkan makannya sudah membaik dan
terkadang mual-mual
DO :
Pasien tampak menghabiskan
porsi makanan yg disediakan
09.15 1 Memonitor distensi kandung DS :
kemih Pasien mengatakan sudah tidak
merasa nyeri jika perut bagian
bawah ditekan
DO :
Tidak teraba
benjolan/gelembungan sekitar
perut bagian bawah

09.30 1,2 Mengobservasi keluhan pasien DS :


pasien mengatakan kencingnya
sudah mulai lancar, pasien
mengatakan kencingnya sudah
lebih banyak dibandingkan
sebelumnya, pasien mengatakan
kandung kemihnya masih terasa
penuh tetapi sudah lebih baik dari
sebelumnya, pasien mengatakan
saat selesai kencing pasien masih
merasa terasa kencingnya seperti
masih ada yang tersisa, pasien
mengatakan nafsu makannya
sudah membaik walaupun
terkadang mual, pasien
mengatakan makan 3 x sehari
tetapi hanya menghabiskan 3/4
porsi
DO :
pasien masih tampak tidak nyaman
dengan kencingnya yang kurang
puas, pasien sudah tidak sering
memegang perut bagian
bawahnya, tidak terdapat nyeri
tekan pada bagian bawah perut
tidak terdapat distensi pada
kandung kemih membran mukosa
pasien lembab
10.00 1 Memberikan kompres air dingin DS :
pada perut pasien Pasien mengatakan lebih nyaman
dan merasa ingin kencing
DO :
Kompres ditaruh pada perut
pasien dan Pasien tampak nyaman
12.00 1 Memberikan obat asam folat 1 tab DS :
-
DO :
Obat masuk
17.30 2 Memonitor mual pada pasien DS :
Pasien mengatakan sudah tidak
mual ketika makan
DO :
-
19.30 1 Memberikan kompres air dingin DS :
pada perut pasien Pasien mengatakan lebih nyaman
dan merasa ingin kencing
DO :
Kompres ditaruh pada perut pasien
dan Pasien tampak nyaman
24.00 1 Memberikan obat ca gluconas 1 DS :
amp -
DO :
Obat masuk
Kamis, 14 1,2 Memonitoring TTV pasien DS :
April 2016 -
Pukul DO :
05.00 TD : 110/80 mmHg
WITA S : 36 C
N :88 x/menit
RR : 17 x/menit,
08.00 1,2 Memberikan obat asam folat 1 tab, DS :
ranitidin 1 amp, ca gluconas 1 -
amp DO :
Obat masuk
08.15 2 Mengkaji kemampuan pasien DS :
untuk mendapatkan nutrisi yang Pasien mengatakan nafsu
dibutuhkan makannya sudah membaik dan
sudah tidak mual
DO :
Pasien tampak menghabiskan 1
porsi makanan yg disediakan
08.20 2 Memantau status gizi pasien DS :
-
DO :
IMT = 18.42 (gizi Kurang)

09.30 1,2 Mengobservasi keluhan pasien DS :


pasien mengatakan kencingnya
sudah lancar, pasien mengatakan
kencingnya sudah lebih banyak
dibandingkan sebelumnya, pasien
mengatakan kandung kemihnya
masih terasa penuh tetapi sudah
lebih baik dari sebelumnya, pasien
mengatakan saat selesai kencing
pasien masih merasa terasa
kencingnya seperti masih ada yang
tersisa, pasien mengatakan nafsu
makannya sudah membaik dan
sudah tidak mual pasien
mengatakan makan 3 x sehari dan
sudah menghabiskan 1 porsi
makanan yang disediakan
DO :
Pasientampak nyaman dan puas
setelah kencing, pasien sudah
tidak sering memegang perut
bagian bawahnya, tidak terdapat
nyeri tekan pada bagian bawah
perut tidak terdapat distensi pada
kandung kemih membran mukosa
pasien lembab, IMT = 18,42
C. EVALUASI KEPERAWATAN

NO TGL/JAM CATATAN PERKEMBANGAN PARAF


1 Rabu, 14 S : pasien mengatakan kencingnya sudah
April 2016
lancar, pasien mengatakan kencingnya
Pukul
09.30 sudah lebih banyak dibandingkan
sebelumnya, pasien mengatakan kandung
kemihnya masih terasa penuh tetapi sudah
lebih baik dari sebelumnya, pasien
mengatakan saat selesai kencing pasien
masih merasa terasa kencingnya seperti
masih ada yang tersisa,
O : Pasientampak nyaman dan puas setelah
kencing, pasien sudah tidak sering
memegang perut bagian bawahnya, tidak
terdapat nyeri tekan pada bagian bawah
perut tidak terdapat distensi pada kandung
kemih
A : Retensi urine
P : - Observasi keluhan dan monitoring TTV
pasien
- Berikan kompres dingin pada abdomen
- Delegasi dalam pemberian obat, Ca
Glukonas 3x1 amp @8 jam (IV) , Asam
Folat 2x2 tab @4 jam (Oral)
2 Rabu, 14 S : pasien mengatakan nafsu makannya
April 2016
sudah membaik dan sudah tidak mual pasien
Pukul
09.30 mengatakan makan 3 x sehari dan sudah
menghabiskan 1 porsi makanan yang
disediakan
O : membran mukosa pasien lembab, IMT =
18,42 (gizi kurang)
A : Ketidakseimbanga nutrisi : kurang dari
kebutuhan tubuh
P : Observasi KU / keluhan pasien
Pantau status gizi pasien
Delegasi pemberian obat Ranitidin 2x1
amp @8 jam (IV)