Anda di halaman 1dari 3

Rhizopertha dominica atau Lesser grain borer(kumbang bubuk gabah)

I. Pendahuluan

II. Tinjauan Spesies Rhizopertha dominica


a. Klasifikasi
Rhyzopertha dominica atau yang sering disebut sebagai kumbang
bubuk/gabah bubuk ini merupakan salah satu hama utama pada
pertanaman sorgum, karena dapat menurunkan kualitas dan kuantitas
hasil produksi dari sorgum. Hama ini menyerang pada biji dari sorgum
pada saat masa simpan(gudang). Rhyzoperta dominica ini masuk dalam
ordo Coleptera dan famili Bostrichidae. Serangga ini mengalami
metamorfosis sempurna (holometabola) yaitu perkembangannya melalui
fase telur, larva, pupa, dan imago (Haines 1991). Serangga ini termasuk
hama primer dan banyak ditemukan di daerah tropika dan subtropika,
namun daerah hangat lebih disukai. R. dominica dikenal sebagai lesser
grain borer (kumbang bubuk gabah) dan merupakan serangga yang
sebagian besar masa hidupnya (larva dan imago) menyebabkan
kerusakan yang cukup tinggi. Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan
R.dominica yaitu biji yang diserang menjadi berlubang-lubang dan
menghasilkan banyak debu hasil gerekan (Rivai dan Indrosancoyo 2006).
Berikut adalah klasifikasi dari hama Rhyzopertha dominica :

Kingdom : Animalia (Animals)


Phylum : Arthropoda (Arthropods)
Class : Insecta (Insects)
Order : Coleoptera (Beetles)
Family : Bostrichidae (Horned Powder-post
Beetles)
Genus : Rhyzopertha
Species : dominica (Lesser Grain
Borer)

b. Distribusi dan inang


Hama ini kosmopolit di daerah tropika dan subtropika (Potter
dalam Doung 2006). Hampir di semua benua seperti Eropa, Asia, Afrika,
Amerika, dan Oseania terdapat serangan dari hama ini yang menunjukan
hama ini sangat kosmopolit. Di indonesia sendiri hama ini sampai saat ini
ada serangga ini termasuk hama penting dan hama primer pada berbagi
komoditas penyimpanan antara lain beras, gandum, jagung, dan sorgum.
Selain menyerang langsung pada biji bijian simpan, hama ini juga
menyerang bahan yang sudah diolah seperti gaplek, cabai kering. Hama
ini juga dikabarkan menyerang pada kayu

c. Kerusakan
Hama ini dikenal sebagai kumbang bubuk gabah (lesser grain
borer) dan banyak ditemukan pada penyimpanan gabah. Stadia larva dan
imago memakan bahan yang sama yaitu biji dari sorgum. Tanda serangan
R. dominica pada gabah adalah adanya serbuk gerek yang ditemukan di
sekitar gabah tersebut dan kumbang yang terbang dari tumpukan gabah
tersebut menuju ke arah cahaya. Selain itu, material yang diserang menjadi
berlubang-lubang dan menghasilkan banyak serbuk atau tepung hasil
gerekan.Serangan kumbang ini dapat meningkatkan temperatur sehingga
memicu pertumbuhan cendawan (Harahap 2009).

d. Cara hidup
Rhyzopertha dominica dikenal sebagai kumbang bubuk gabah (lesser
grain borer). Kumbang ini banyak ditemukan pada penyimpanan gabah.
Fase larva dan imago memakan bahan yang sama. Serangga dewasa
melubangi biji-bijian dan membuat lubang yang bentuk nya tidak beraturan
sehingga menghasilkan bubuk dalam jumlah yang banyak. Imago
berbentuk silindris, panjang 2 - 3 mm, dan berwarna coklat gelap sampai
hitam, tepi elitra paralel, kepala menekuk ke bawah; tidak terlihat dari
arah dorsal, antena capitate dengan tiga ruas terakhir membentuk
bendolan, pada sisi depan pronotum terdapat barisan duri-duri halus
(Harahap 2009).
Telur diletakkan pada celah-celah di permukaan biji. Larva dan
pupa terdapat di dalam biji. Fase larva lebih cepat berkembang pada biji-
bijian yang masih utuh daripada tepung. Larva kumbang ini berwarna
putih sampai kuning pucat. Larva kumbang ini berbentuk seperti huruf C
(seperti larva kumbang penggerek batang). Pupa R. dominica berukuran
hampir 2 mm, berwarna putih sampai hijau pucat (Munro 1966).
Kondisi optimum untuk perkembangannya adalah pada suhu 34 0C dan
kelembaban 70%. Pada suhu 25 0C imago betina dapat bertelur rata-rata
244 butir dan 418 butir pada suhu 34 0C (Sunjaya & Widayanti 2006).
Pada kondisi lingkungan yang mendukung perkembangannya adalah
tempat penyimpanan yang tertutup dengan bebijian yang ditimbun
dalam jumlah banyak untuk waktu yang lama. Kumbang ini menyukai
tempat yang berada di bagian bawah tumpukan bahan simpanan
(Vardeman et.al 2007).

e. Pengendalian
Pengendalian serangga R. dominica yang sering dilakukan di
gudang penyimpanan yaitu dengan sanitasi gudang, mengatur sirkulasi
udara, dan kelembaban gudang. Selain itu, pengendalian dilakukan
dengan cara fumigasi (Minarti, 2012).

III. Tinjauan Spesies Lain

DAFTAR PUSTAKA

Harahap I. 2009. Ekologi serangga hama gudang. Di dalam Prijono D, Dharmaputra


OS, Widayanti S, editor. Pengelolaan Hama Gudang Terpadu. Bogor: KLH,
UNIDO, SEAMEO BIOTROP. hlm 53-55.
http://bugguide.net/node/view/242035
http://www.cabi.org/isc/datasheet/47191
Munro JW. 1966. Pest of stored products. Hutchinson of London. The Rentokil
Library.
Rivai M. dan Indrosancoyo A. W. 2006. Hama Gudang & Pantri. Hama
Pemukiman Indonesia. FKH IPB, Bogor, Indonesia. Hal: 259- 286.
Sunjaya dan Widayanti S. 2006. Pengenalan serangga hama gudang. Di dalam
Prijono D, Dharmaputra OS, Widayanti S, editor. Pengelolaan Hama Gudang
Terpadu. Bogor : KLH, UNIDO, SEAMEO BIOTROP. hlm 39-51.
Vardeman EA, Campbell JF, Arthur FH, Nechole JR. 2007. Behaviour of female
Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae) in a mono-layer of wheat
treated with diatomaceous earth. Journal of Stored Products Research. 43:
297-301.
Wright VF, Fleming EE, Post D, 1990. Survival of Rhyzopertha dominica (Coleoptera,
Bostrichidae) on fruits and seeds collected from woodrat nests in Kansas.
Journal of the Kansas Entomological Society, 63(2):344-347