Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

SUMBER TENAGA PENGGERAK DI BIDANG PERTANIAN

Disusun Oleh:
Ade Fitra Wijaya
NIM. J1B116022
R001

Dosen Pengampu:
Zainal Arifin, S. Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahma-tNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul Sumber Tenaga Penggerak Di Bidang Pertanian.
Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Motor dan Tenaga
Penggerak (TEP 313). Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu
acuan, petunjuk maupun penambah pengetahuan bagi pembaca.
Makalah ini jauh dari kata sempurna serta masih banyak kekurangan
didalamnya, untuk itu Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun
sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.

Jambi, 29 Agustus 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. iii
BAB I PENDALUHUAN .......................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Tujuan ......................................................................................... 1
C. Manfaat ....................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................. 3
A. Tenaga Manusia .......................................................................... 2
B. Tenaga Hewan ............................................................................ 2
C. Tenaga Angin .............................................................................. 3
D. Tenaga Air .................................................................................. 4
E. Motor Listrik ............................................................................... 5
F. Motor Bakar ................................................................................ 5
BAB III PEMBAHASAN ......................................................................... 7
A. Tenaga Hewan ............................................................................ 7
B. Tenaga Angin .............................................................................. 7
C. Tenaga Air .................................................................................. 8
D. Motor Listrik ............................................................................... 9
E. Motor Bakar ................................................................................. 9
BAB IV PENUTUP ................................................................................... 13
A. Kesimpulan ................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 14

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
1. Tenaga Manusia ..................................................................................... 2
2. Tenaga Hewan ........................................................................................ 3
3. Tenaga Angin ........................................................................................ 4
4. Tenaga Air .............................................................................................. 4
5. Motor Listrik ......................................................................................... 5
6. Motor Bakar .......................................................................................... 6
7. Konstruksi Motor 2 Tak ......................................................................... 11
8. Siklus Motor Bakar 4 Langkah .............................................................. 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan
manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber
energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Di bidang pertanian telah
dikenal enam jenis sumber tenaga penggerak peralatan pertanian pertanian
diantaranya adalah manusia, ternak, angin, air, listrik dan motor bakar. Masing-
masing sumber tenaga tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-
kelemahan. Keenam sumber tenaga tersebut sampai saat ini motor bakar
memperlihatkan kemungkinan penggunaan yang lebih luas.
Sumber tenaga ternak sangat berperanan di negara-negara yang
berkembang, hal ini karena tenaga ternak cukup murah harganya, mudah didapat
dan juga menghasilkan kemampuan yang lebih besar dari pada tenaga manusia.
Sumber tenaga manusia akan dibutuhkan pada keadaan yang mana tenaga ternak
dan traktor tidak dapat dioperasikan biasanya pada lahan yang sempit dan curam.
Salah satu usaha dalam meningkatkan produksi pertanian adalah sumber
tenaga yang baik. Sumber tenga yang paling umum digunakan pada pengolahan
tanah adalah manusia, ternak dan motor bakar. Tenaga motor sebagai sumber
tenaga yang paling efisien di bidang pertanian. Penggunaan traktor dibidang
pertanian akan meningkatkan kapasitas lapang, menguragi biaya produksi,
meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi kelelahan dalam bekerja. Traktor
adalah salah satu bentuk dari motor bakar.

B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis
sumber tenaga penggerak di bidang pertanian.

C. Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah dapat mengetahui jenis-jenis
sumber tenaga penggerak di bidang pertanian.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tenaga Manusia
Manusia berfungsi sebagai motor dan hasil kerja mekanisnya dapat
digunakan dalam berbagai bentuk, baik untuk menarik atau mendorong beban
ataupun memutar engkol dan sebagainya. Seorang manusia mampu mengangkat
berat sampai dua kali berat badannya, sedangkan kemampuan tarik hanya sekitar
80% sampai 90% dari berat badannya. Penggunaan tenaga manusia dalam dunia
pertanian Indonesia saat ini masih dominan dengan ditemukannya petani yang
masih mencangkul lahannya, menanam hingga memanen dengan tangannya sendiri
dan dengan peralatan sederhana. Seorang buruh yang sehat dapat bekerja selama 8
jam sehari dengan output tenaga rata-rata 75 watt.
Penggunaan tenaga manusia sebagai pembangkit listrik tidak disarankan
karena tidak efisien. Besar energi yang dihasilkan dalam jika dihargai dengan nilai
uang tidak sebanding dengan biaya pembuatan alat konversi energi manusia (misal
konversi ke energi listrik), namun hal ini amat ditentukan dengan harga energi
listrik suatu negara.

Gambar 1. Tenaga Manusia

B. Tenaga Hewan
Tenaga hewan sudah lama digunakan manusia dalam menggantikan tenaga
manusia untuk berbagai pekerjaan di bidang pertanian, misalnya mengolah lahan

2
(penggunaan kerbau untuk membajak), memompa air, menggerakkan mesin
penggiling, pengangkutan hasil pertanian, dan sebagainya.
Di negara miskin seperti Zimbabwe, tenaga hewan tidak tergantikan meski
sudah ditawarkan untuk berpindah ke mekanisasi pertanian. Dengan mahalnya
harga traktor dan suku cadangnya, tenaga hewan masih dibutuhkan bahkan di lahan
pertanian skala besar. Dengan menghindari penggunaan traktor, sebuah lahan usaha
tani dapat menghindari penggunaan bahan bakar fosil. Petani dapat memanfaatkan
residu tanaman (brangkasan) dan gulma sebagai pakan ternak, terutama ketika
lahannya tidak ditanami.

Gambar 2. Tenaga Hewan

C. Tenaga Angin
Tenaga angin relatif terbatas penggunaanya karena susah untuk dikontrol
dan sering tidak tersedia pada saat-saat dibutuhkan. Tenaga angin relatif terbatas
penggunaannya karena susah untuk dikendalikan dan seringkali tidak tersedia di
saat yang dibutuhkan. Penggunaan tenaga angin di bidang pertanian lebih banyak
digunakan untuk memompa air untuk pengairan lahan atau pengolahan hasil
pertanian. Karena sifat tenaga angin yang tidak selalu tersedia, umumnya air yang
dipompa dengan menggunakan tenaga angin disimpan di sebuah tangki untuk
digunakan kemudian. Besarnya tenaga yang dihasilkan oleh angin tergantung dari
kecepatan angin dan diameter kincir yang digunakan.

3
Gambar 3. Tenaga Angin

D. Tenaga Air
Tenaga air merupakan sumber tenaga yang populer digunakan khususnya
pada daerah aliran air di daerah-daerah yang berbukit atau bergunung dimana
terdapat aliran-aliran terjal. Besarnya tenaga yang dapat dihasilkan tergantung dari
debit air yang mengalir dan tinggi jatuhnya air. Secara teknis, tenaga air terdapat di
banyak tempat di mana terdapat air yang mengalir, namun pemanfaatannya
tergantung pada bentuk muka bumi, kebutuhan, dan teknologi yang digunakan.
Kincir air adalah salah satu cara untuk memanfaatkan aliran air. Bukti paling
awal keberadaan kincir air adalah roda Perachora yang dibuat di Yunani pada abad
ke-3 SM dan bukti awal pemanfaatan kincir air di usaha pertanian adalah di Cabira,
Asia Minor, yang dibangun pada tahun 71 SM untuk menggiling gandum.

Gambar 4. Tenaga Air

4
E. Motor Listrik
Motor listrik adalah suatu alat yang digunakan untuk mengubah energi
listrik menjadi energi kinetik berbentuk putaran. Tenaga listrik kini sudah dapat
diakses hingga ke pedesaan sehingga memudahkan para pelaku pertanian dalam
menjalankan usaha pertanian. Penggunaan tenaga listrik di bidang pertanian
semakin populer dengan sudah tersedianya listrik sampai ke perdesaan. Tenaga
listrik dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti penerangan, pemanasan,
pendinginan, menggerakkan motor listrik untuk mesin-mesin pengolahan dan lain-
lain.

Gambar 5. Motor Listrik

F. Motor Bakar
Saat ini, motor bakar masih mendominasi pemanfaatan energi di bidang
mekanisasi pertanian terutama pada pengolahan lahan, pemanenan, hingga
pengolahan hasil pertanian. Contoh yang paling sederhana yaitu traktor dua roda.
Motor bakar yang digunakan pada umumnya yaitu motor pembakaran
dalam (internal combustion engine) yang menggunakan bahan bakar bensin.
Penggunaan motor diesel biasanya pada mesin yang lebih berat, seperti traktor roda
empat yang biasa digunakan pada perkebunan besar. Keuntungan penggunaan
motor bakar adalah kemampuannya dalam menyediakan daya yang besar dalam
waktu yang cepat.

5
Gambar 6. Motor Bakar

6
BAB III
PEMBAHASAN

A. Tenaga Hewan
Tenaga hewan adalah hewan yang dipelihara manusia dan dilatih untuk
melakukan tugas tertentu. Mereka mungkin adalah bagian dari keluarga, seperti
anjing pemandu, atau hewan yang dijinakkan dari alam liar, seperti gajah pembawa
kayu. Mereka mungkin juga dimanfaatkan untuk susunya, dan di akhir hidup
mereka daging dan kulit mereka akan dimanfaatkan.
Sejarah awal hadirnya hewan pekerja adalah masa sebelum kebudayaan
pertanian menetap ada, manusia menjinakkan anjing liar sebagai sebagai pembantu
dalam usaha perburuan hewan. Di seluruh dunia, hewan pekerja memiliki hubungan
khusus dengan pemiliknya. Hewan yang dijinakkan seringkali dikembangbiakkan
untuk berbagai kondisi dan keperluan. Contoh tenaga hewan seperti kuda, Hewan
ini telah lama merupakan salah satu hewan peliharaan yang penting secara
ekonomis dan historis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan
orang dan barang selama ribuan tahun. Kuda dapat ditunggangi oleh manusia
dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu,
seperti kendaraan beroda, atau bajak.

B. Tenaga Angin
Angin merupakan energi yang terjadi dikarenakan adanya perbedaan suhu
antara udara dingin dan panas yang mengalir. Angin adalah udara yang bergerak
sehingga memiliki kecepatan, tenaga, dan arah. Penyebab dari pergerakan ini
adalah pemanasan bumi oleh radiasi matahari. Pergerakan angin ini memiliki energi
kinetik, oleh karena itu energi angin dapat dikonversi menjadi energi lainnya seperti
energi listrik dengan menggunakan kincir angin atau turbin angin.
Tenaga angin merupakan pengumpulan energi yang berguna dari angin.
Kebanyakan tenaga angin modern dihasilkan dalam bentuk listrik dengan
mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik dengan menggunakan
generator listrik. Pada kincir angin energi angin digunakan untuk memutar
peralatan mekanik untuk melakukan kerja fisik, seperti menggiling grain atau

7
memompa air. Tenaga angin digunakan dalam ladang angin skala besar untuk
penghasilan listrik nasional dan juga dalam turbin individu kecil untuk
menyediakan listrik di lokasi yang terisolir. Tenaga angin banyak jumlahnya, tidak
terbatas, tersebar luas, bersih, dan mengurangi efek rumah kaca.

C. Tenaga Air
Energi air adalah energi yang telah dimanfaatkan secara luas di Indonesia
yang dalam skala besar telah digunakan sebagai pembangkit listrik. Pemanfaatan
energi air pada dasarnya adalah pemanfaatan energi potensial gravitasi. Energi
mekanik aliran air yang merupakan transformasi dari energi potensial gravitasi
dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin atau kincir. Umumnya turbin digunakan
untuk membangkitkan energi listrik, sedangkan kincir untuk pemanfaatan energi
mekanik secara langsung dan dari energi mekanik tersebut dikonversi menjadi
energi listrik. Pada umumnya untuk mendapatkan energi mekanik aliran air ini,
perlu beda tinggi air yang diciptakan dengan menggunakan bendungan. Akan tetapi
dalam menggerakkan kincir, aliran air pada sungai dapat dimanfaatkan ketika
kecepatan alirannya memadai.
Tenaga air yang memanfaatkan gerakan air biasanya didapat dari sungai
yang dibendung. Pada bagian bawah dam tersebut terdapat lubang-lubang saluran
air. Pada lubang-lubang tersebut terdapat turbin yang berfungsi mengubah energi
kinetik dari gerakan air menjadi energi mekanik yang dapat menggerakan generator
listrik. Energi listrik yang berasal dari energi kinetik air disebut hydroelectric.
Hydroelectric ini menyumbang sekitar 715.000 MW atau sekitar 19% kebutuhan
listrik dunia. bahkan di Kanada, 61% dari kebutuhan listrik negara berasal dari
Hydroelectric.
Pemanfaatan energi air dalam skala kecil dapat berupa penerapan kincir air
dan turbin. Dikenal ada tiga jenis kincir air berdasarkan sistem aliran airnya, yaitu
overshot, breast-shot, dan under-shot. Pada kincir overshot, air melalui atas kincir
dan kincir berada di bawah aliran air. Air memutar kincir dan air jatuh ke
permukaan lebih rendah. Kincir bergerak searah jarum jam. Pada kincir breast-shot,
kincir diletakkan sejajar dengan aliran air sehingga air mengalir melalui tengah-
tengah kincir. Air memutar kincir berlawanan dengan arah jarum jam. Pada kincir

8
under-shot, posisi kincir air diletakkan agak ke atas dan sedikit menyentuh air.
Aliran air yang menyentuh kincir menggerakkan kincir sehingga berlawanan arah
dengan jarum jam.

D. Motor Listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik disebut generator atau dinamo. Pada motor listrik tenaga listrik diubah
menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik
menjadi magnet yang disebut sebagai elektro magnet. Kutub dari magnet yang
senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama tarik-menarik, maka kita
dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah
poros yang dapat berputar dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.
Tenaga listrik kini sudah dapat diakses hingga ke pedesaan sehingga
memudahkan para pelaku pertanian dalam menjalankan usaha pertanian. Contoh
aplikasi pertanian dengan menggunakan motor listrik adalah penggilingan padi dan
traktor. Keuntungan penggunaan tenaga listrik dibidang pertanian antara lain, motor
listrik konstruksinya sederhana dan kompak, pengambilan tenaga listrik mudah
terutama setelah listrik masuk desa, membutuhkan pemeliharaan dan perawatan
yang sederhana, cara mengoperasikannya sangat mudah, yaitu hanya memutar
kontak, tidak menimbulkan suara, bersih serta menghasilkan tenaga yang halus dan
seragam dan dapat menyesuaikan dengan beban.

E. Motor Bakar
Motor bakar adalah alat yang berfungsi untuk mengkonversikan energi
termal dari pembakaran bahan bakar menjadi energi mekanis, dimana proses
pembakaran berlangsung di dalam silinder mesin itu sendiri sehingga gas
pembakaran bahan bakar yang terjadi langsung digunakan sebagai fluida kerja
untuk melakukan kerja mekanis (Wardono, 2004).
Motor bakar merupakan salah satu sumber tenaga penggerak yang banyak
dipakai di bidang pertanian. Motor bakar mempunyai peran penting di bidang
pertanian. Motor bakar banyak dipakai pada berbagai pemanfaatan, antara lain:

9
traktor, pompa air, bengkel pertanian, gilingan padi / gabah / beras, penggerak pada
mesin-mesin pengolah hasil pertanian, sarana angkut di perkebunan untuk
pengangkutan alat, bahan, dan hasil pertanian (Smith, 2003).

a. Klasifikasi Motor Bakar


1. Motor Bakar Pembakaran Luar
Motor pembakaran luar adalah suatu proses pembakaran dimana energi gerak
atau mekanis dibangkitkan di luar ruang bakar. Dalam proses pembakaran
tersebut, energi dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas yang terjadi
di luar silinder motor. Sebagai contoh adalah proses pembakaran yang terjadi
pada mesin uap, dimana proses pembakarannya terjadi didalam ruang bakar
ketel uap. Energi panas yang diberikan merubah air menjadi uap,
kemudianuap dari ketel tersebut disalurkan kedalam silinder. Didalam
silinder inilah uap tersebut menggerakan torak atau piston, sehingga tibul
tenaga gerak. Motor bakar pembakaran luar memiliki keuntungan sebagai
berikut :
 jenis-jenis bahan bakar yang dapat digunakan banyak.
 mampu mengunakan bahan bakar bermutu rendah.
 lebih minim getaran.
 mampu digunakan pada daya yang tinggi.

2. Motor Bakar Pembakaran Dalam


Motor pembakaran dalam adalah suatu proses pembakaran dimana energi
gerak atau energi mekanis dibangkitkan didalam ruang bakar. Proses
pembakarn silinder terjadi didalam silinder motor. Sebagai contoh adalah
motor bensin dan motor diesel. Didalam ruamg bakar energi mekanis
dibangkitkan oleh gerakan torak yang dihasil dari ledakan bahan bakar dalam
ruang bakar (combustion chamber). Secara umum motor pembakaran dalam
mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut :
 Lebih hemat atau irit dalam pemakaian bahan bakar.
 Kontruksi mesin yang lebih sederhana dan lebih kecil.

10
b. Jenis-Jenis Motor Bakar Berdasarkan Jumlah Langkah Kerja
Jenis motor menurut jumlah langkah persiklus, untuk motor pembakaran dalam
(internal combustion engine) dapat digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu :
1. Motor 2 Langkah (2 Tak)
Motor dua langkah adalah motor bakar yang dalam satu proses pembakaran
memerlukan 2 kali langkah kerja. Bahan bakar yang masuk kedalam ruang
bakar dicampurkan dengan pelumas (oli samping) sebagai fluida pendingin
pada saat proses pembakaran. Pada motor 2 tak proses kerja dilakukan dalam
satu putaran poros engkol, pada saat motor sedang berjalan, proses usaha
dilakukan berulang-ulang dengan urutan yang sama. Kemudian dimulai lagi
proses pengisian dan pemprosesan yang baru. Pada motor 2 tak, gerakan
torak(piston) menuju titik mati atas(TMA) disebut langkah kompresi dan
ketika torak bergerak menuju titik mati bawah(TMB) disebut langkah usahan
atau pengembangan(ekspansi). Pengisian udara baru dan pembuangan gas
hasil pembakaran terjadi hampir bersamaan, yaitu ketika torak berada pada
titik mati bawah(TMB). Pengisian bahan bakar baru dalam silinder terjadi
ketika tekanan udara melebihi tekanan gas dalam silinder. Pada keadaan
tersebut saluran pengisian dalam keadaan terbuka dan udara luar harus
memiiki tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atsmofir. Untuk lebih jelasnya
dapat diketahui dari siklus kerja motor 2 tak.

Gambar 7. Konstruksi Motor 2 Tak

11
2. Motor 4 Langkah (4 Tak)
Motor empat langkah adalah motor yang menyelesaikan satu siklus
pembakaran dalam empat langkah torak atau dua kali putaran poros engkol,
jadi dal satu siklus kerja telah mengadakan proses pengisian, kompresi dan
penyalaan, ekspansi serta pembuangan. Dibandingkan dengan motor 2 tak,
motor 4 tak lebih sulit dalam perawatan karena banyak komponen-komponen
pada bagian mesinnya. Pada motor empat tak titik paling atas yang mampu
dicapai oleh gerakan torak disebut titik mati atas(TMA), sedangkan titik
terendah yang mampu dicapai torak pada silinder disebut titik mati
bawah(TMB). Dengan asumsi bahwa katup masuk dan katup buang terbuka
tepat pada waktu piston berada pada TMA dan TMB, maka siklus motor 4
(empat) langkah dapat diterangkan sebagai berikut:

Gambar 8. Siklus Motor Bakar 4 Langkah (Heywood, 1998)

12
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sumber tenaga di bidang pertanian memiliki bermacan-macam jenisnya
seperti tenaga manusia, hewan, angin, air, motor listrik, motor bakar dan masih
banyak jenis lainnya di alam. Tenaga penggerak di bidang pertanian sangat
dibutuhkan untuk membantu dalam berbagai pekerjaan di pertanian sehingga lebih
efisien dalam pengerjaannya. Semakin baik tenaga penggerak yang digunakan
maka waktu yang dipakai untuk pengerjaan semakin cepat.

13
DAFTAR PUSTAKA

Heywood, Jhon. 1988, Internal Combustion Engine Fundamental. Singapore.


McGraw-Hill.
Smith. 2003. Mesin dan Peralatan Usaha Tani. Tiga Serangkai. Jakarta.
Wardono, H. 2004. Modul Pembelajaran Motor Bakar 4-Langkah. Jurusan Teknik
Mesin. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

14