Anda di halaman 1dari 3

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN CINTA KASIH DAN PENDERITAAN

Apa yang dimaksud dengan cinta kasih? Cinta adalah rasa suka atau sayang sedangkan kasih
adalah perasaan sayang atau cinta dengan menaruh belas kasihan. Bisa dikatakan cinta kasih adalah
perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Sedangkan penderitaan
adalah suatu keadaan dimana kita merasa disakiti atau ditindas secara fisik maupun mental. Lalu apa
hubungannya manusia dengan cinta kasih dan penderitaan? Disini saya akan jelaskan hubungan manusia
dengan cinta kasih dan penderitaan dari video yang pernah saya lihat. Pada dasarnya manusia adalah
mahluk sosial, yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan pertolongan orang lain. Contoh dari
tema yang sekarang diceritakan pada zaman ini adalah pacaran. Pacaran ialah menjalin tali kasih pada
seseorang yang kita cinta dan sayangi. Dari jalinan ini tidak hanya cinta kasih saja yang bisa di rasakan,
tapi juga penderitaan. Penderitaan yang kali ini dibicarakan berkaitan dengan kekerasan. Kekerasan ini
dapat terjadi dari suku, agama darimana saja, tingkat pendidikan tinggi maupun rendah dan tingkat
sosial atas maupun bawah. Jika kita menjalin hubungan dengan seseorang kita harus melihat bagaimana
seseorang yang menjalin hubungan dengan kita memperlakukan kita. Dari video yang pernah saya lihat,
saya menangkap kesimpulan bahwa seseorang yang terlalu protective juga bisa menjadi sebuah
kekerasan, karena tidak bisa membebaskan kegiatan yang kita inginkan , mengatur hubungan kita
dengan orang lain, bahkan karena terlalu protective dengan mudahnya melayangkan tangannya pada
kita. Walaupun protective ini diatasnamakan cinta tetap saja ini sebuah kekerasan.

Lalu bagaimana mencegah kekerasan pada hubungan ini? Yaitu melatih diri , berani berkata
tidak dengan apa yang dikatakan dengan seseorang yang mejalin hubungan dengan kita, jika kita tidak
berkenan melakukannya, dan berkomunikasi dengan keluarga serta sahabat, dengan adanya komunikasi
dan menceritakan keluh kesah kita dengan orang lain (istilahnya curhat) dapat mencegah kekerasan
pada hubungan berpacaran. Karena keluarga dan sahabat dapat menjadi tameng kita.

Yang salah pada individu yang menjalin hubungan berpacaran adalah tidak berani menolak
dengan permintaan yang menjalin hubungan dengan individu tersebut walaupun dia tidak berkenan,
serta tidak adanya komunikasi dengan keluarga dan sahabat. Jadi sebaiknya jika kita ingin menjalin
hubungan dengan orang lain kita harus melihat bagaimana seseorang yang menjalin hubungan dengan
kita memperlakukan kita. Apakah baik atau buruk. Tapi dengan adanya tulisan ini tidak memungkinkan
kita untuk menutup hubungan kita dengan orang lain.
KESENIAN GANDRUNG BANYUWANGI BERKAITAN DENGAN PANDANGAN HIDUP

Apa kalian sudah pernah mendengar kesenian Gandrung sebelumnya? Kalau belum, saya akan
menjelaskan tentang kesenian Gandrung itu sendiri. Dari gambaran yang saya lihat, kesenian Gandrung
merupakan kesenian yang berasal dari Banyuwangi. Kesenian ini dapat dikatakan sebagai ibu dari
berbagai kesenian di Banyuwangi. Angklung Banyuwangi sendiri juga sangat dipengaruhi oleh kesenian
Gandrung Banyuwangi. Penari perempuan Gandrung pertama adalah Semi, seorang anak kecil yang
pada tahun 1895 masih berusia sepuluh tahun. Namun dari catatan lain mengatakan bahwa penari
gandrung dahulu dilakukan oleh seorang lanang (laki-laki) dengan berpakaian wanita.

Fungsi dari kesenian Gandrung Banyuwangi itu sendiri adalah sebagai tari pergaulan. Tari
Gandrung memiliki ciri khas mulai dari gerakan, iringan serta vocal. Tari gandrung sendiri memiliki 3
tahap dalam penyajiannya, berikut 3 tahap penyajian itu sendiri :

1. Jejer Gandrung, penari melakukan tarian dengan sendiri dengan diiringi lagu Podo Nonton
2. Macu Gandrung, yaitu melayani para tamu, pada tahapan inilah sering terjadi kegiatan atau
adegan yang kadang-kadang di luar norma .
3. Tahap ke-3, dimana penari menyanyi dengan lirik dan pantun yang penuh dengan nasehat serta
permintaan maaf pada penonton dengaan penampilannya.

Lalu apa hubungannya kesenian Gandrung Banyuwangi dengan pandangan hidup? Pandangan hidup
merupakan pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan atau petunjuk
hidup di dunia. Pandangan hidup memiliki 3 macam yaitu pandangan hidup yang berasal dari agama,
ideologi (budaya atau norma), dan renungan. Kesenian Gandrung ini berhubungan dengan pandangan
hidup yang berkaitan dengan budaya.

Penari gandrung tidak pernah lepas dari prasangka atau citra negative di tengah masyrakat luas.
Beberapa kelompok sosial tertentu menilai dan berpandangan bahwa penari Gandrung adalah
perempuan yang amat negative dan mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, tersudut, terpinggirkan
dan bahkan terdiskriminasi dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita perhatikan sebenarnya pandangan
mereka terhadap masalah tersebut kurang tepat. Bagi seorang penari Gandrung, menari seperti itu
merupakan sumber mata pencaharian mereka, bukan hanya itu saja, akan tetapi juga melestarikan
kebudayaan itu sendiri. Pandangan buruk terhadap penari Gandrung ini, bukan karena mereka yang
melakukannya akan tetapi orang yang berpartisipasi pada kesenian ini yaitu beberapa tamu yang
berperilaku diluar norma. Jika kesenian ini tidak diwarnai hal seperti itu, kemungkinan akan terjadi
penaikan minat yang lebih pada kesenian Gandrung Banyuwangi itu sendiri.

Sebelumnya saya minta maaf atas kutipan yang telah saya buat yang kurang berkenan bagi
beberapa pihak, bantu saya dengan cara berkomentar baik diblog ini, agar blog ini tetap memberikan
yang terbaik . Terimakasih .
SALUANG DAN KASIH YANG TAK SAMPAI

Saluang merupakan alat musik tiup yang berfungsi mengiringi dendang tradisional Minangkabau
dalam tradisi “Saluang – Dendang” Kegembiraan, kesedihan dan kerinduan hati masyarakat dapat
diungkapkan melalui pantun “Saluang – Dendang” . Tidak sembarang orang dapat memainkan alat musik
sejenis seruling ini. Dalam cerita saluang, terdapat cerita yang berkaitan dengan kasih yang tak sampai.
Di dalam cerita, kedua tokoh saling jatuh cinta, akan tetapi ibu dari gadis tidak menyetujuinya karena
keadaan laki-laki yang dicintai anaknya tidak sesuai dengan mereka, laki-laki seorang pendendang yang
kesehariannya bermain saluang.