Anda di halaman 1dari 3

Nama: MAHARANI PUTRI PUJI ARTININGRUM

Kelas: Agroteknologi – Semester 4


Npm: 1625010003
Mata Kuliah: Teknologi Benih

REVIEW JURNAL

Tipe Dormansi Dan Perlakuan Pendahuluan Untuk


Judul Pematahan Dormansi Benih Balsa (Ochroma bicolor
Rowlee)

Jurnal Jurnal Perbenihan Tanaman


Volume & Halaman Vol.5, Hal. 51-60
Tahun 2017
Author Muhammad Zanzibar
Reviewer Maharani Putri Puji Artiningrum

Jurnal Perbenihan Tanaman ini yang ditulis oleh Muhammad Zanzibar, dengan
judul “Tipe Dormansi Dan Perlakuan Pendahuluan Untuk Pematahan Dormansi Benih
Balsa (Ochroma bicolor Rowlee)” bertujuan mengetahui tipe terbaik dari dormansi dan
perlakuan pendahuluan untuk pematahan dormansi benih balsa. Rancangan percobaan
yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor, yaitu
faktor A = perlakuan pendahuluan, faktor B = lama perendaman. Sampel yang diamati
adalah daya berkecambah (DB), rata-rata hari berkecambah (RHB) dan nilai
perkecambahan (NP). Kenormalan data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (2003)
dalam Stanislus (2006). Data kemudian dianalisis menggunakan program SAS (1985).
Tipe dormansi benih balsa adalah gabungan antara dormansi eksternal
(kekerasan kulit) dan dormansi internal (embrio).Hasil dari penelitian ini memberikan
indikasi bahwa konsentrasi dan lamanya waktu perendaman berpengaruh terhadap
perkecambahan. Fenomena ini terlihat pada kecenderungan prosentase daya kecambah dan
nilai perkecambahan perlakuan perendaman dalam GA3 (50 – 75 ppm) selama 12 - 24
jam yang relatif lebih baik dibandingkan kontrol dan perlakuan-perlakuan lainnya. Secara
khusus, perlakuan perendaman dalam GA3 selama 24 jam cenderung menunjukkan hasil
yang lebih baik dibanding perlakuan GA3 lainnya.
Sehingga penelitian ini didapatkan perlakuan pendahuluan pematahan dormansi
benih terbaik diperoleh pada perlakuan perendaman benih dalam GA3 (75 ppm) selama
24 jam. Perlakuan pendahuluan lainnya yang direkomendasikan adalah perendaman benih
dalam air (suhu kamar) selama 24 jam.
Nama: MAHARANI PUTRI PUJI ARTININGRUM
Kelas: Agroteknologi – Semester 4
Npm: 1625010003
Mata Kuliah: Teknologi Benih

PERTANYAAN
1. Hubungan dormansi dengan masa hidup benih, apakah dormansi memperpanjang masa
hidup benih?
Jawab: Dormansi tidak dapat memperpanjang masa hidup benih. Hal ini disebabkan karena
masa dormansi hanya memberi kesempatan benih untuk beristirahat dan tidak merubah mutu
atau kualitas benih. Sedangkan kualitas benih dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan
internal benih. Jika faktor eksternal dan internal benih benih dapat dijaga atau dipertahankan
maka mutu benih tetap baik atau terjaga tidak berubah sehingga umur benih dapat
dipertahankan lebih lama atau panjang.

2. Apakah sesungguhnya yang menyebabkan kemunduran benih (deteriorasi)?


Jawab: Hal yang menyebabkan kemunduran benih atau deteriorasi sebenarnya adalah
pengaruh faktor luar benih seperti lingkungan (suhu, kelembaban, cahaya atau sinar, sirkulasi
udara dalam penyimpanan) dan faktor dalam (intern benih) yaitu adanya patogen yang terbawa
oleh benih, kadar air.