Anda di halaman 1dari 29

UNIVERSITAS INDONESIA

PENDAFTARAN TANAH
DI BRUNEI DARUSSALAM

Dosen:
Enny Koeswarni, S.H., M.Kn

TUGAS KELOMPOK

Diajukan untuk memenuhi komponen penilaian


matakuliah Pendaftaran Tanah

AGUS SETYOJATI (1406510916) ALMIRA ARDELIA (1606846863)


KHAIRINA TARIS (1506807565) AMETIA RAHMA B. (1606846876)
DEYDRA AZHARA (1506807306) ANDI ROSELINA S. (1606846900)
ADELIA KATHERINE F. (1606846730) ANDREW FIRDAUS S.P. (1606846913)
ADI PRADANA (1606846743) ARYO BISMA RADJASA (1606846945)
AFRIZAL RIYADI (1606846756) ASTRI BALIPUTRI S. (1606846951)
AGNES SEPTIANA (1606846762) ATTIYA KHAITAMI (1606846964)
AGUS GUNAWAN (1606846775) AYU GALUH ANGGRAINI (1606846970)
AGUSTINA THERESIA S. (1606846781) BELLA PARADILLA (1606846983)
AHMAD DANIYAL T. (1606846794) CHRIS RIVALDO M. (1606846996)
AHMAD RIFQI NURILMI (1606846806) CHRISTINE (1606847001)
ALIA NUR FATIMAH (1606846831) CLINTON DIMAS M. (1606847020)
ALIFA DEWI D. (1606846844) CINDYNAR MAHARANI (1606847014)
ALLISA NAZIF (1606846850) DANA PUTRI RISTIANA (1606847033)

FAKULTAS HUKUM
PROGRAM MAGISTER KENOTARIATAN
DEPOK
MARET 2017
A. PENGERTIAN, TUJUAN, DAN FUNGSI PENDAFTARAN TANAH DI
BRUNEI DARUSSALAM

1. Pengertian Pendaftaran Tanah


Dalam rangka menjamin kepastian hukum oleh pemerintah diadakan pendaftaran
tanah, baik di Indonesia, maupun di Negara-negara lain khususnya di Brunei
Darussalam. Selain memberikan kepastian hukum (Legal Cadaster), pendaftaran tanah
memberikan perlindungan hukum kepada pemegang ha katas tanah, satuan rumah susun
dan hakhak lain yang terdaftar agar dapat membuktikan dirinya sebagai pemegak hak.
Selain itu hal ini juga menyediakan informasi kepada pihak pihak yang berkepentingan
termasuk pemerintah agar dengan mudah memperoleh data mengenai bidang-bidang
tanah yang sudah terdaftar dan sebagai bentuk tertib administrasi pertanahan.
Pengertian Pendaftaran Tanah diatur dalam Pasal 7 Land Code Chapter 40 Brunei
Darussalam;1
“The officer in charge of the Land Office shall keep a Register of all land alienated
under the provisions of this Code in the Form A in the Schedule with such
variations as circumstances may require. The Register shall contain an entry of the
special conditions (if any) imposed in respect of any lands. The officer shall also
keep a Journal in the Form B in the Schedule of all transactions with regard to
land entered in the Register.”

Terjemahan bebas penulis;


“Pejabat dari Kantor Pertanahan akan menyimpan sebuah Register dari seluruh
peralihan hak atas tanah sesuai ketentuan ini pada Formulir A dengan berbagai
perubahan jika diperlukan. Register tersebut wajib berisi entri dari kondisi khusus
(jika ada) yang dikenakan sehubungan dengan tanah apapun. Pejabat juga akan
membuat Catatan dalam Formulir B dengan berbagai transaksi yang berkaitan
dengan tanah yang masuk dalam Register”.

Pendaftaran tanah sebagai bentuk kepemilikan catatan yang dijamin oleh Negara
dan Pemerintah berguna untuk memberikan hak sepenuhnya kepada pemilik tanah,
kecuali apabila sebaliknya terbukti adanya penipuan atau kekeliruan. Pendaftaran tanah
di Brunei Darussalam telah menggunakan sistem terkomputerisasi sehingga tanah
tersebut telah terdaftar atau tercatat, dengan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh
Kepala Pemerintahan serta telah disetujui oleh Dewan Yang Maha Mulia Paduka Seri
Baginda Sultan Dan Dipertuan Negara Brunei Darussalam dan Kantor Pertanahan Brunei

1 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, Pasal 7

2
Darussalam.2 Dewan Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Dan Dipertuan
Negara Brunei Darussalam adalah raja, sedangkan Kantor Pertanahan adalah salah satu
kantor pemerintahan yang paling tua di Brunei Darussalam.
Pendaftaran tanah di Brunei Darussalam secara terus-menerus, berkesinambungan
dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan, pencatatan, penyelidikan, penentuan dan
penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis, yang dijamin oleh Negara dan
Pemerintah. Pendaftaran tanah di Brunei Darussalam dilakukan dengan cara mengajukan
permohonan hak atas tanah kepada Petugas yang berwenang di Kantor Pertanahan (Land
Office) dengan surat lengkap dan deposit serta termasuk pemberian lembaran tanda bukti
haknya bagi bidang - bidang tanah yang sudah ada haknya serta hak – hak tertentu yang
membebaninya. Lokasi Kantor Pertanahan Kementrian Pembangunan Brunei
Darussalam adalah Pejabat Pesuruh jaya Tanah, Lapangan Terbang Lama, Bandar Seri
Begawan.

2. Tujuan Pendaftaran Tanah


Selain untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan kepastian hak atas
tanah (Legal Cadaster), tujuan pendaftaran tanah juga untuk memungut pajak tanah
(Fiscal Cadaster). Sedangkan Visi dan Misi Pendaftaran Tanah di Brunei Darussalam,
yaitu :
a. Pemanfaatan tanah secara optimal,
b. Melayani pendaftaran, administrasi, dan pengaturan tanah untuk
mengamankan sosial ekonomi negara Brunei Darussalam.

Pasal 28 ayat 3 Chapter 40 Land Code, Laws of Brunei menyatakan:3


“Setiap catatan dalam register harus di ambil sebagai bukti yang meyakinkan
bahwa orang yang dinamakan sebagai pemilik tanah adalah pemilik mutlak dan
tidak dapat diganggu gugat atas lahan yang telah ditentukan tunduk pada
persyaratan atas yang mana catatan telah dibuat dan hak dari pemilik tersebut
tidak dalam ditentang kecuali atas dasar penipuan atau salah dalam penyajian
data yang mana dibuktikan oleh pihak lain”.

3. Fungsi Pendaftaran Tanah

2 Ministry Of Development Brunei Darussalam, ”Land Administration System In Brunei Darussalam :


Towards A Progressive Land Administration And Management”, diakses dari
http://asiageospatialforum.org/2012/proceeding/Haji Rahmad Haji Japar.pps, pada tanggal 12 Februari 2017
pukul 22.28
3 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, Pasal 28 ayat (3).

3
Sebelum membahas mengenai fungsi, kita perlu mengetahui ketentuan pada Land
Code Chapter 40, bahwa pada proses pendaftaran kepemilikan hak atas tanah harus
tercantum nama dari pemohon dan pihak tersebut harus memiliki permanent
transmissible dan transferable estate, keinginan dan hunian atas tanahnya tunduk pada
ketentuan Undang-undang ini.4 Kemudian sebagai bukti dari kepemilikan hak atas tanah
maka pihak Kantor Pertanahan akan memberikan FORM C (Document of Title) kepada
pihak pemohon. Dimana FORM C tersebut berisikan rangkuman dari seluruh data yang
dicatat dan disimpan oleh petugas Kantor Pertanahan mengenai sebidang tanah terkait.
Tujuan dari diberikannya FORM C kepada pihak pemohon adalah sebagai tanda bukti
kepemilikan apabila ada peristiwa atau keadaan yang menghendaki.
Setelah itu kita juga perlu melihat, Laws of Brunei yang menyatakan bahwa:5
“Setiap catatan dalam register harus di ambil sebagai bukti yang meyakinkan
bahwa orang yang dinamakan sebagai pemilik tanah adalah pemilik mutlak dan
tidak dapat diganggu gugat atas lahan yang telah ditentukan tunduk pada
persyaratan atas yang mana catatan telah dibuat dan hak dari pemilik tersebut
tidak dalam ditentang kecuali atas dasar penipuan atau salah dalam penyajian
data yang mana dibuktikan oleh pihak lain.

Sehingga fungsi dari pendaftaran tanah di Brunei Darussalam adalah sebagai


berikut:
a. Untuk keperluan pembuktian (bukti kepemilikan)
b. Sebagai alat publikasi kepada pihak ketiga.

4 Ibid, Pasal 9 ayat (1).


5 Ibid, Pasal 28 ayat (3).

4
B. HUKUM PERTANAHAN BRUNEI DARUSSALAM

1. Peraturan Pertanahan Brunei Darusalam


Brunei Darussalam memiliki dua sistem hukum yang berlaku yaitu hukum yang
bersumber pada undang-undang yang mengatur kegiatan perdagangan dan sengketa
antara orang perorangan dan hukum syariah yang bersumber dari hukum Islam. Hukum
yang berdasarkan peraturan perundang-undangan ini umumnya disebut sebagai common
law system yang berdasar pada hukum kodifikasi Inggris.6
Land Code Chapter 40 diperkenalkan pada tanggal 6 September 1909 dan telah
dilakukan amandemen dari waktu ke waktu, dan menjadi dasar pembentukan undang-
undang yang berkaitan dengan tanah.7 Sebelum Land Code Chapter 40, Brunei
Darussalam menggunakan sistem feodal untuk pertanahan. Dimana penggunaan lahan
pertanahan sebagian besar ditujukan untuk penanaman.
Setelah Land Code Chapter 40 berlaku, maka peraturan pertanahan Brunei
Darussalam sebelumnya, yaitu Land Code 1907 dicabut atau dinyatakan tidak berlaku
tetapi tanpa mengurangi akibat hukum dari peraturan tersebut.8 Dalam hal ini berarti
apabila siapa pun pemilik tanah yang dapat membuktikan kepemilikan tanah pada Land
Officer bahwa tanah yang digunakan sudah sesuai dengan penggunaan yang ditentukan
dalam Land Code 1907 maka ia tetap berhak atas tanah tersebut.9
Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pasal 4-5 Chapter 40 Land Code, Laws
of Brunei disimpulkan bahwa; 10
“Hak Atas Tanah adalah Hak yang diberikan oleh Negara yaitu Dewan Yang
Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Dan Yang Dipertuan Negara Brunei
Darussalam atas tanah kepada setiap warga Negara Brunei Darussalam yang telah
memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Land Code 1907 dan telah diselidiki
serta disetujui oleh Kantor Pertanahan Negara. Dimana seluruh tanah di Negara
Brunei Darussalam pada dasarnya dikuasai oleh Negara dan hak atas tanahnya
dapat diberikan kepada warga negaranya dengan izin dari Dewan Yang Maha
Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Dan Yang Dipertuan Negara Brunei
Darussalam dan Kantor pertanahan Brunei Darussalam”.
6 Dr Colin Ong, Breakdown of legal environment in Brunei Darussalam
https://www.oxfordbusinessgroup.com/overview/law-land-breakdown-country%E2%80%99s-legal-
environment, diakses pada tanggal 10 Februari 2017 Pukul 13.08.
7 Chua Thia-Eng, Chou Loke Ming, dan Marie Sol M. Sadorra, The Coastal Environmental Profile of
Brunei Darussalam: Resource Assessment and Management Issues, Bandar Seri Begawan, Ministry of
Development, 1987, hlm. 85.
8 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, pasal 1 ayat (2).
9 Ibid, pasal 6 ayat (2).
10 Ibid, pasal 4 dan pasal 5.

5
Adapun peraturan-peraturan yang berkaitan dengan tanah yang utamanya
adalah:11
a. Land Code Chapter 40
b. Land Acquisition Act Cap. 41,
c. Stamp Act Cap. 34,
d. Town and Country Planning (Development Control) Act Cap. 143
e. Description Of Land (Survey Plans) Act Cap. 101
f. Land Code (Strata) Cap. 189
g. Licensed Land Surveyors Act (Bab 100)

2. Jenis Jenis Hak Atas Tanah


Sejarahnya, semua tanah di Brunei Darussalam adalah milik negara. Namun
sekarang ini, Forest Reserve (Hutan Lindung) dan State Land (Tanah Negara) membuat
sebagian besar lahan tersedia. Selain itu, ketersedian lahan juga diperoleh dari Extract
District Register Land (tanah yang diasingkan), gazetted land reserved for government
use (tanah untuk kepentingan pemerintah), private land held in perpetuity or on lease
(tanah pribadi yang dapat dimiliki untuk selamanya atau untuk sewa), Concessions
(tanah untuk pertambangan), dan Temporary Occupation Licenses (TOL). 12
Private Land (tanah pribadi) merupakan tanah yang di atasnya dapat diberikan
hak-hak berupa:13
1) Freehold
Hak atas tanah yang diberikan oleh Negara dengan jangka waktu yang tidak
terbatas atau selamanya. Artinya bahwa pemilik tanah memegang hak atas tanah
untuk selamanya tanpa batasan waktu. Kepemilikan hak atas tanah freehold ini
dapat dialihkan dengan persetujuan Sri Baginda Sultan Yang Dipertuan Agung.
2) Leasehold
Hak atas tanah yang diberikan oleh Negara dalam jagka waktu tertentu. Jangka
waktu yang diberikan adalah antara lain 25 tahun, 50 tahun dan maksimal 99
tahun. Namun untuk keadaan tertentu misalnya dalam misi diplomatic tertentu
hak atas tanah ini dapat diperpanjang hingga 999 tahun lamanya. 14 Hak atas
tanah ini dapat dialihkan dan diperpanjang pada saat jangka waktunya berakhir
dengan persetujuan Sri Baginda Sultan Yang Dipertuan Agung dengan membayar
premi.
3) Lease Interest
Hak untuk menyewakan tanah untuk tujuan komersial oleh pemegang hak atas
tanah yang terdaftar. Jangka waktu yang dapat diberikan kepada penyewa adalah
sampai dengan 60 (enam puluh) tahun, dengan ketentuan bahwa apabila
disewakan untuk lebih dari 7 (tujuh) tahun, harus didaftarkan dan dengan

11 Land Department, Ministry of Development Negara Brunei Darussalam, “About Us: Law And Act”,
http://www.tanah.gov.bn/SitePages/LawandAct.aspx, diakses pada tanggal 10 Februari 2017 Pukul 11.08.
12 Ibid.
13 Pengiran Izad Ryan, Brunei Property Investment Guide, Singapore, Jones Lang LaSalle, 2013, hlm.2.
14 Chua Thia-Eng, Chou Loke Ming, dan Marie Sol M. Sadorra, Op.Cit., hlm. 88.

6
persetujuan Sri Baginda Sultan Yang Dipertuan Agung. Dan penyewa juga
memiliki hak untuk menyewakan kembali.
4) Strata Title
Hak yang diterbitkan untuk bangunan gedung bertingkat, dimana bangunan
tersebut terbagi-bagi ke dalam beberapa bagian, misalnya untuk bangunan
pertokoan, dan perkantoran. Dan hak ini diberikan untuk jangka waktu maksimal
99 tahun. Semua bagian (units) yang ada dalam bangunan tersebut harus
diberikan dengan jangka waktu yang sama dan harus berakhir pada waktu yang
sama pula.15

Untuk hak atas tanah jenis Concession merupakan hak yang diberikan selama
periode yang tak terbatas, yaitu selama tanah itu dibutuhkan oleh orang atau perusahaan,
atau sampai negara memerlukannya. Kemudian untuk hak atas tanah Temporary
Occupation Licenses (TOL) yaitu tanah negara yang dapat digunakan sementara untuk
tujuan pertanian, komersial, perumahan, atau industri. Tanah negara yang luasnya kurang
dari 4 ha dapat digunakan untuk tujuan pembangunan melalui TOL ini yang diberikan
oleh Department Pertanahan setelah disetujui department-department yang
berkepentingan.16 Department yang terkait utamanya adalah Department Pertanahan,
Kantor Wilayah di wilayah tanah berada, dan department lain yang terkait dengan urusan
tanah.17
TOL memiliki jangka waktu 1 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk
perpanjangan setiap tahunnya. TOL tidak dapat dialihkan tanpa permohonan yang sudah
disetujui bahkan walaupun untuk dialihkan kepada orang yang memiliki hubungan
keluarga dekat.18 Setelah izin dari Department Pertanahan TOL untuk tanah yang luasnya
lebih dari 4 ha untuk tujuan pembangunan harus dilanjutkan melalui Industrial
Development Unit dan Industrial Comiitee untuk tahapan terakhir oleh Kementerian
Pembangunan. 19

15 Land Department, Ministry of Development Negara Brunei Darussalam, “Information On Strata


Ownership”, http://www.tanah.gov.bn/SitePages/InformationOnStrataOwnership.aspx, diakses pada tanggal 13
Februari 2017 Pukul 12.42.
16 Chua Thia-Eng, Chou Loke Ming, dan Marie Sol M. Sadorra, Op.Cit., hlm. 85.
17 Ibid.
18 Ibid.
19 Ibid.

7
C. CARA PEROLEHAN DAN PENDAFTARAN HAK ATAS TANAH DI
BRUNEI DARUSSALAM

Setelah berlakunya Land Code Chapter 40, maka seluruh perpindahan hak atas tanah
yang terjadi di Brunie Darussalam tunduk pada peraturan ini. 20 Menurut Land Code Chapter
40, seluruh pihak baik perseorangan ataupun badan usaha, apabila ingin mengajukan
permohonan hak atas tanah, maka pihak tersebut harus mengajukan permohonan secara
tertulis kepada Petugas berwenang di Kantor Pertanahan, yang disebut juga sebagai Land
Office, lengkap dengan uang deposit.21
Permohonan tertulis mengenai perpindahan hak atas tanah sebagai mana yang diatur
pada Land Code Chapter 40 akan dicatatkan oleh petugas pada FORM A, termasuk juga
mengenai keadaan-keadaan khusus dari tanah tersebut.22 Lalu nantinya, keseluruhan dari
transaksi yang terjadi pada tanah tersebut akan dicatat oleh pertugas kantor pertanahan pada
FORM B.23

20 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, pasal 2.


21 Ibid, pasal 13.
22 Ibid, pasal 7
23 Ibid.

8
Gambar A. Tempat petugas Kantor Pertanahan Brunei Darussalam melakukan pencatatan
atas proses pemindahan hak atas tanah yang dilaporkan oleh pihak pemohon pemindahan
atas tanah.

9
Gambar B. Tempat dari pertugas Kantor Pertanahan mencatat semua transaksi proses
pemindahan hak yang pernah terjadi pada suatu bidang tanah.

Proses pendaftaran kepemilikan hak atas tanah berdasarkan ketentuan pada Land Code
Chapter 40, harus mencantumkan nama dari pemohon dan pihak tersebut harus memiliki
permanent transmissible dan transferable estate, keinginan dan hunian atas tanahnya.24
Kemudian pihak pemohon akan mendapatkan FORM C sebagai bukti dari kepemilikan hak
atas tanah. FORM C tersebut berisikan rangkuman dari seluruh data yang dicatat dan
disimpan oleh petugas Kantor pertanahan mengenai sebidang tanah terkait. Tujuan dari

24 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, pasal 9 ayat (1).

10
diberikannya FORM C kepada pihak pemohon adalah sebagai tanda bukti kepemilikan
apabila ada peristiwa atau keadaan yang menghendaki.

Gambar C. Lembaran yang diberisikan data atas sebidang tanah yang dicatat dan disimpan
oleh petugas Kantor Pertanahan.
Kemudian, apabila pemilik tanah yang ingin memindahkan hak, membebankan, lease
atau sub-lease atas tanah, maka si pemilik harus melakukan permohonan kepada Kantor
pertanahan melalui FORM D, FORM E atau FORM F.25

25 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, pasal 23.

11
Gambar D. Lembar pelaporan atas pemindahan hak atas tanah oleh pemohon
pemindahan hak atas tanah kepada petugas Kantor Pertanahan.

12
Gambar E. Lembar pelaporan pembebanan pada sebidang hak atas tanah yang dilaporkan
oleh pihak yang membebankan kepada petugas kantor pertanahan.

13
Gambar F. Lembar pemberitahuan tentang penyewaan hak atas tanah yang dilaporkan oleh
pihak yang menyewakan kepada petugas kantor pertanahan.

Berdasarkan ketentuan pada Land Code Chapter 40, apabila terjadi perubahan
kepemilikan hak atas tanah, maka pihak pembeli harus memberikan ganti rugi kepada
pemilik sebelumnya. Proses pemberian ganti rugi atas pemindahan hak atas tanah ini akan
diperiksa oleh petugas kantor pertanahan yang berwenang. Apabila ganti kerugian terkait
transfer hak atas tanah harus diperiksa oleh Petugas yang berwenang di kantor pertanahan.
Apabila Petugas yang berwenang tidak menyetujui besarnya ganti kerugian, para pihak yang
berkepentingan dapat mengajukan banding ke Pengadilan. 26
A.

26 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, Pasal 10.

14
D. KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH DI BRUNEI DARUSSALAM

1. Pendaftaran Pertama Kali


a) Pengumpulan dan Pengolahan Data Fisik
Sejak berlakunya Land Code Chapter 40, Brunei Darussalam meninggalkan Sistem
Feodal nya dan beralih ke Sistem Torrens. Sistem Torrens adalah sebuah bentuk
catatan kepemilikan yang dijamin oleh negara. Hal ini memberikan hak yang tak
terbatalkan untuk sang pemilik tanah yang tercatat/ter-register, kecuali dapat
dibuktikan sebaliknya.27 Dalam Sistem Torrens, terdapat 2 departemen yang terlibat
dalam kegiatan pendaftaran tanah, yaitu Survey Departments dan Land
Departments.28 Survey Departments bertugas untuk meninjau dan mencatat data-data
fisik dari tanah yang akan didaftarkan seperti membuat pemetaan bidang-bidang
tanah, memberi judul tanah, rencana penggunaan tanah, dan lain sebagainya. Survey
Departments menggunakan basis data tekstual untuk menyimpan informasi terkait
data fisik tanah tersebut.
b) Permohonan dan Pembuktian Hak
Permohonan pendaftaran tanah pertama kali harus dalam bentuk tertulis dan
ditujukan kepada Pejabat yang berwenang di Kantor Pertanahan, dengan
menyertakan uang muka sebagai biaya pendaftaran sebesar 100 Dollar Brunei. 29
Pejabat yang berwenang dari Kantor Pertanahan akan menyimpan register dari
seluruh tanah negara di bawah ketentuan Land Code Chapter 40 ini dalam bentuk
Formulir A. Daftar tersebut wajib berisi entri dari kondisi khusus (jika ada) yang
dikenakan sehubungan tanah apapun. Petugas juga akan membuat jurnal dalam
Formulir B mengenai semua transaksi yang berkaitan dengan tanah yang masuk
dalam register.30 Tidak seorang pun dapat melakukan klaim atau membebankan
bunga diatas tanah apapun kecuali tanah tersebut telah terdaftar di Kantor
Pertanahan.

27 Haji Rahmad Haji Japar, dalam seminar Land Administration System in Brunei Darusalam “Towards
a Progressive Land Administration and Management”, di Hanoi, Vietnam, pada 17-19 September 2012
28Brunei Darussalam, Cadastral Template,
http://www.cadastraltemplate.org/cadastraltemplate/brunei.php, diakses pada 10 Februari 2017 pukul 20.18 WIB
29
30 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, Pasal 7

15
2. Kegiatan Pemeliharaan Data
Dalam Pasal 23 ayat (1) Land Code Chapter 40, diatur bahwasanya setiap orang
yang ingin mengalihkan, mengenakan biaya, menyewakan atau sub-menyewakan
tanahnya, wajib menyampaikan perihal tersebut kepada Pejabat Tanah melalui formulir
D, E atau F dengan variasi yang disetujui oleh Pejabat Tanah, dan formulir-formulir lain
sebagaimana dikehendaki oleh Yang Mulia di Dewan. Penggunaan instrumen formulir
tersebut harus disaksikan oleh Pejabat Tanah atau hakim yang ditunjuk sebagaimana
mestinya. Baik pengalihan hak atas tanah, pengenaan biaya, sewa atau sub-sewa tanah
kepada orang lain, akan batal demi hukum dan tidak akan didaftarkan jika tidak
mendapat persetujuan tertulis dari Dewan Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan
Dan Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam.
Oleh karenanya, semua kegiatan pemindahan hak atas tanah, pengenaan biaya,
sewa menyewa, harus berdasarkan persetujuan Dewan Yang Maha Mulia Paduka Seri
Baginda Sultan Dan Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam. Pada 16 Februari 2016,
Kementrian Pembangunan melalui Jabatan Tanah Brunei Darussalam meluncurkan
sistem pendaftaran tanah dan permohonan tanah berbasis online. 31 Situs LARIS (Land
Application and Registration Information System) memungkinkan pemohon (pemilik
tanah dan kuasa hukum) untuk mengajukan permohonan yang berhubungan dengan
tanah via online.
Jenis-jenis permohonan yang tersedia adalah32 :
1) Pengalihan Kepemilikan Tanah
2) Perubahan Kondisi Khusus Tanah
3) Land Charge untuk Lembaga Keuangan
4) Sewa Lahan Privat/Swasta (untuk lebih dari 7 tahun)
5) Pembaharuan Sewa untuk Lahan Swasta

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk masing-masing permohonan berbeda-


beda, antara lain sebagai berikut :
a) Pengalihan Kepemilikan Tanah
 Identitas para pemohon
 Hak atas tanah

31 Pelita Brunei, “Pindah Milik Tanah melalui Online”, http://www.pelitabrunei.gov.bn/Lists/Berita


/NewDisplayForm.aspx?ID=256&ContentTypeId=0x0100BC31BF6D2ED1E4459ACCF88DA3E23BA8,
diakses pada 8 Februari 2017
32 Ministry of Developmet, LARIS, https://laris.gov.bn/en-us/pages/faq.aspx, diakses pada 14 Februari
2017.

16
 Kuitansi/bukti pembayaran terbaru pembayaran sewa tahunan (tahun
berjalan)
 Perjanjian Jual Beli (jika penjualan dan pembelian)
 Surat Persetujuan untuk memiliki tanah dari Kantor Perdana Menteri
(hanya untuk karyawan Pemerintah bulanan)
 Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilampirkan oleh pemilik tanah yang
hanya memiliki satu (1) sebidang tanah :
1) Nomor TOL pemohon
2) Menyewa, tinggal sendiri atau tinggal di Penginapan
3) Hubungan pemohon dengan pemilik kediaman jika pemohon tinggal
di Penginapan
b) Perubahan Kondisi Khusus Tanah
 Identitas pemohon dan pasangan
 Hak atas tanah
 Kuitansi/bukti pembayaran terbaru pembayaran sewa tahunan (tahun
berjalan)
 Surat Persetujuan dan Peta Lokasi untuk Akses Jalan disetujui untuk Lot
(jika tidak ada akses jalan ke Lot itu) Untuk beberapa pemilik, perjanjian
tertulis yang ditandatangani oleh semua pemilik disahkan di Pengadilan
Tinggi harus terlampir.
c) Land Charge untuk Lembaga Keuangan
 Identitas pemohon dan pasangan
 Hak atas tanah
 Kuitansi/bukti pembayaran terbaru pembayaran sewa tahunan (tahun
berjalan)
 Penerimaan Pembayaran dari Bea Materai dan Hukuman (jika ada)
 'Memorandum Of Charge' yang telah dicap dengan cap Bea Masuk
Pembayaran dan Hukuman Pembayaran (jika ada)
 Sertifikat Pendaftaran Perusahaan Sec. 16/17 dan salinan kartu identitas
terbaru untuk Pemegang Saham Perusahaan (Jika ada)
 Pendirian Perusahaan Swasta dan Form 'X' dengan salinan kartu identitsas
terbaru untuk Pemegang Saham Perusahaan (Jika ada)
 Formulir pembatasan yang ditandatangani di Pengadilan Tinggi (Jika ada)
 Dokumen "Perjanjian Pembangunan", jika menggunakan "Power Of
Attorney"
d) Sewa lahan pribadi (untuk sewa lebih dari 7 tahun)
 Kartu identitas untuk Pemohon (lessor) dan pasangan
 Kartu identitas untuk penyewa dan pasangan

17
 Hak atas Tanah
 Tanda terima untuk pembayaran terakhir sewa tahunan (tahun berjalan)
 Tanda terima pembayaran materai dan penalti (jika berlaku)
 Sewa / perjanjian menyewakan ulang yang telah diberi materai dengan
membayar bea materai dan biaya denda (jika berlaku)
 Perjanjian pengikatan jual beli
 Perjanjian pembangunan
 Memiliki pekerjaan
 Surat keterangan pendaftaran perusahaan sec.16/ 17 dan salin dari IC
terbaru bagi perusahaan pemegang saham (jika ada)
 Pendirian perusahaan swasta dan form x dengan salinan yang dari terbaru
kartu identitas bagi perusahaan pemegang saham (jika ada)
 Form pembatasan yang ditandatangani di pengadilan tinggi
 Ringkasan permohonan sewa
e) Pembaruan Sewa untuk lahan pribadi - untuk keseimbangan sisa periode
kurang dari 18 bulan dan dibawahnya
 Kartu identitas untuk pemohon dan pasangan
 Hak atas Tanah
 Tanda terima untuk pembayaran terakhir sewa tahunan (tahun berjalan)
 Surat kematian dan surat pribadi dari almarhum penerima ( hanya
berlaku jika hak atas tanahnya telah berakhir)
 Surat kematian dan surat administrasi (berlaku jika hak atas tanahnya
telah berakhir )
 Tanah dengan jangka waktu 18 bulan yang belum berakhir , delapan set
perjanjian pembangunan dan rencana pembangunan akan diserahkan ke
kantor pertanahan

18
E. SISTEM PENDAFTARAN TANAH DI BRUNEI DARUSSALAM

Berdasarkan Land Code Chapter 40, Brunei Darussalam menganut Sistem


Pendaftaran Hak atau Registration of Title. Sistem Pendaftaran Hak ini diciptakan oleh
Robert Richard Torrens, sehingga sistem ini biasa disebut dengan Torrens System, yang
diperkenalkan oleh penduduk Inggris.33 Dimana pertama kali administrasi pertanahan
ditangani oleh penduduk berkewarganegaraan Inggris yang mempunyai kekuasaan untuk
menerbitkan surat kepemilikan tanah kepada pemohon, sampai dengan dikeluarkannya
Declaration of Constitution pada tahun 1959, dimana kekuasaan menerbitkan surat
kepemilikan tanah diberikan kepada Dewan Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan
Dan Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam.34
Dalam sistem pendaftaran hak, setiap penciptaan hak baru dan perbuatan-perbuatan
hukum yang menimbulkan perubahan kemudian, harus dibuktikan dengan akta secara tertulis.
Sehingga setiap perbuatan hukum mengenai sebidang tanah wajib dibuatkan aktanya. Namun,
yang didaftar bukan akta, tetapi haknya yang diciptakan dan perubahan-perubahan yang
terjadi kemudian di kantor pendaftaran tanah. Akta hanya merupakan sumber datanya.
Berdasarkan Pasal 7 Land Code Chapter 40 Brunei Darussalam;35
“The officer in charge of the Land Office shall keep a Register of all land alienated
under the provisions of this Code in the Form A in the Schedule with such variations as
circumstances may require. The Register shall contain an entry of the special
conditions (if any) imposed in respect of any lands. The officer shall also keep a
Journal in the Form B in the Schedule of all transactions with regard to land entered in
the Register.”

Terjemahan bebas penulis;


Pejabat dari Kantor Pertanahan akan menyimpan sebuah Register dari seluruh peralihan
hak atas tanah sesuai ketentuan ini pada Formulir A dengan berbagai perubahan jika
diperlukan. Register tersebut wajib berisi entri dari kondisi khusus (jika ada) yang
dikenakan sehubungan dengan tanah apapun. Pejabat juga akan membuat Catatan
dalam Formulir B dengan berbagai transaksi yang berkaitan dengan tanah yang masuk
dalam Register.

Sistem ini dibuktikan dengan adanya register sebagai dokumen yang memuat data
yuridis dan data fisik, yang dihimpun dan disajikan serta diterbitkannnya Sertipikat sebagai
33 HJ Rahmad, HJ Japar, Land Administration System In Brunei Darussalam “Towards A Progressive
Land Administration And Management”, Vietnam, Asia Geospatial Forum , Ministry of Development Brunei
Darussalam, 2012.
34 Land Department, Ministry of Development Negara Brunei Darussalam, “About Us: History of Land
Development”, http://www.tanah.gov.bn/SitePages/HistoryLandDepartment.aspx, diakses pada tanggal 13
Februari 2017 Pukul 10.37.
35 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, Pasal 7

19
bukti hak yang didaftar. Dari sistem ini negara menjamin kebenaran data dan memberikan
hak yang mutlak. Apa yang terkandung dalam register dan sertipikat merupakan alat
pembuktian yang mutlak kepada pemilik tanah yang terdaftar, kecuali apabila dapat
dibuktikan bahwa tanah diperoleh dengan kecurangan atau penipuan. Sertipikat ini
merupakan salinan register sebagai tanda bukti hak.
Pemegang hak atas tanah di Brunei Darussalam akan memegang Formulir C yang
diterbitkan pegawai kantor pertanahan. Formulir C ini berisikan data yang sama seperti dalam
Formulir A. Hal ini berdasarkan Pasal 8 Land Code Chapter 40 Brunei Darussalam;36
“All land shall be held by entry in the Register kept by the officer in charge of the Land
Office in pursuance of this Code and the document of title issued to the holder of land
shall be an extract from such Register and shall be in the Form C in the Schedule with
such variations as circumstances may require”.

Terjemahan bebas penulis:


Semua tanah wajib diselenggarakan pencatatan di dalam Register yang disimpan oleh
pegawai yang bertanggung jawab pada Kantor Pertanahan sesuai ketentuan ini dan
dokumen kepemilikan atas tanah yang dipegang oleh pemiliknya merupakan salinan
dari Register tersebut dan akan tercantum pada formulir C dengan berbagai perubahan
jika diperlukan

Akta mengenai perbuatan-perbuatan hukum, merupakan sumber data yuridisnya.


Kemudian untuk pendaftaran hak dan perubahan-perubahannya yang terjadi kemudian
disediakan suatu daftar isian (register). Jika terjadi perubahan, tidak perlu dibuat register
baru, cukup dilakukan pencatatan pada register yang sudah ada. Register ini disimpan di
kantor Pejabat Pendaftaran Tanah dan bersifat terbuka bagi umum. Pejabat Pendaftaran Tanah
pun bersikap aktif serta sistem pendaftaran di Brunei Darussalam sudah terkomputerisasi.
Situs LARIS (Land Application and Registration Information System) memungkinkan
pemohon (pemilik tanah dan kuasa hukum) untuk mengajukan permohonan yang
berhubungan dengan tanah via online.
Adapun caranya terdiri dari;
1. Cara pengumpulan data yuridis dengan AKTA;
2. Cara pengolahan data yuridis dengan AKTA;
3. Cara penyimpanan data yuridis dengan REGISTER;
4. Cara penyajian data yuridis dengan REGISTER;
5. Surat Tanda Bukti Haknya adalah SERTIPIKAT;

36 Ibid, Pasal 8

20
Negara menjamin kebenaran data yang disajikan dalam register yang disebut dengan
register, karena sebelum didaftar pejabat pendaftarannya wajib terlebih dahulu meneliti
kebenaran data yang disajikan, sehingga orang boleh secara mutlak percaya akan kebenaran
data yang disajikan dalam register. Untuk memperoleh kepastian data yang diperlukan, cukup
dengan melihat data yang termuat dalam register.
Kelebihan Sistem pendaftaran hak ini adalah lebih praktis. Apabila seseorang hendak
melakukan perbuatan hukum dengan sebidang tanah, maka ia cukup melihat pada Sertipikat
dan register untuk mengetahui data yuridis. Sistem ini pun tidak memerlukan Title Search,
karena penelitian terhadap data fisik dan data yuridis dilakukan oleh Pejabat Pendaftaran
Tanah.

21
F. ALAT BUKTI KEPEMILIKAN TANAH DI BRUNEI DARUSSALAM

Ada beberapan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan pendaftaran tanah di Brunei
Darussalam berdasarkan Land Code Chapter 40 Brunei Darussalam, yaitu:
1. Form A
Dalam Pasal 7 Chapter 40 Land Code, Laws of Brunei menjelaskan bahwa Form
A merupakan data isian yang di dalamnya memuat :37
a. Serial Number
b. Demarcation or Survey Number if Different
c. Number and Nature of former title if any
d. Name of Owner
e. Area
f. Boundaries
g. Nature of tile whether in perpetuity or for years
h. Special Conditions
i. Subsequent proceedings
j. Annual Rent
k. Remark

Form A merupakan form yang harus diserahkan ke kantor Pertanahan apabila


akan mengajukan permohonan hak atas tanah, yang selanjutnya akan disimpan oleh
kantor Pertanahan.

2. Form B - Journal of Transactions (Jurnal Transaksi)


Form ini memuat daftar semua transaksi berkaitan dengan tanah yang di tercatat dalam
register.

3. Form C - Document of Title (Dokumen Kepemilikan)


Form ini memuat data yang sama dengan Form A. Berdasarkan Pasal 8 Chapter 40 Land
Code, Laws of Brunei, Form C diterbitkan oleh Kantor Pertanahan untuk selanjutnya
diberikan kepada pemilik tanah sebagai Dokumen kepemilikan, maka Form C inilah
yang dipegang oleh masing-masing pemilik tanah sebagai alat bukti.

4. Form D - Memorandum of Transfer (Nota Transfer)


Form ini adalah nota transfer resmi yang ditanda-tangani oleh penjual dan pembeli
berkaitan dengan tanah yang bersangkutan dan diserahkan ke kantor pertanahan.

37 Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code, Pasal 7

22
5. Form E - Memorandum Of Charge
Form ini memuat ketentuan pembiayaan.

6. Form F – Lease (Sewa)


Form ini digunakan dalam hal tanah yang bersangkutan akan disewa kepada pihak lain.

23
G. PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG HAK ATAS TANAH DI
BRUNEI DARUSSALAM

Disebabkan Brunei Darussalam menggunakan Sistem Pendaftaran Hak atau Sistem


Torrens, maka kebenaran data yang disajikan dan perlindungan hukum terhadap kepentingan
orang yang melakukan perbuatan hukum mengenai tanah yang haknya sudah didaftar, pada
umumnya menggunakan Sistem Publikasi Positif dalam sistem publikasi tanahnya.
Berdasarkan Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 29 Land Code Chapter 40, Brunei Darussalam
menganut Sistem Publikasi Positif sehingga Negara menjamin kebenaran dalam register atau
Register. Setiap catatan dalam Register mencantumkan nama pemilik tanah terdaftar yang
pada dasarnya tidak dapat diganggu gugat guna memberikan kepastian hukum (Legal
Cadaster) sebagai pemegang hak dan didahulukan kepentingannya.
Pendaftaran seseorang sebagai pemegang hak yang bidang tanahnya diperoleh dengan
itikad baik dalam register dan telah melakukan pembayaran (the purchaser in good faith and
for value), maka dia menjadi pemegang haknya (title by registration), dan memiliki hak yang
tidak dapat diganggu gugat (indefeasible title). Hal ini juga berlaku apabila terbukti yang
terdaftar sebagai pemegang hak tersebut bukan pemegang hak yang sebenarnya. Dengan
selesainya dilakukan pendaftaran atas nama pemegang hak, pemegang hak yang sebenarnya
menjadi kehilangan haknya. Ia tidak dapat menuntut pembatalan perbuatan hukum yang telah
dilakukan, kecuali menuntut ganti kerugian kepada Negara.
Negara menjamin kebenaran data yang disajikan dalam register karena sebelum
didaftar, pejabat wajib terlebih dahulu meneliti kebenaran data yang disajikan, sehingga
orang boleh secara mutlak percaya akan kebenaran data yang disajikan dalam register,
sebagaimana dalam sistem pendaftaran hak. Untuk memperoleh kepastian data yang
diperlukan, cukup dengan melihat data yang termuat dalam register.38 Register ini sebagai
bentuk penyimpanan dan penyajian data yuridis dan sertipikat hak sebagai surat tanda bukti
hak.
Pasal 28 ayat 3 Chapter 40 Land Code, Laws of Brunei menyatakan:
“Every entry in the Register shall be taken as conclusive evidence that the person
named therein as owner of the land is the absolute and indefeasible owner thereof for
the estate specified herein subject to the conditions upon which the original entry was
made and the title of such proprietor shall not be subject to challenge except on the
ground of fraud or misrepresentation to which he is proved to be a party.”

38 Ibid.

24
Terjemahan bebas penulis:
“Setiap catatan dalam register harus di ambil sebagai bukti yang meyakinkan bahwa
orang yang dinamakan sebagai pemilik tanah adalah pemilik mutlak dan tidak dapat
diganggu gugat atas lahan yang telah ditentukan tunduk pada persyaratan atas yang
mana catatan telah dibuat dan hak dari pemilik tersebut tidak dalam ditentang kecuali
atas dasar penipuan atau salah dalam penyajian data yang mana dibuktikan oleh pihak
lain”.

Dengan demikian sekalipun seorang merupakan pemilik tanah yang mutlak dan tidak
dapat diganggu gugat menurut data pada register, tetapi jika haknya diperoleh dengan
penipuan atau kesalahan dalam penyajian data maka dapat diralat atau dicabut haknya dengan
adanya putusan pengadilan tinggi.
Hal ini juga dipertegas dalam pasal 29 Chapter 40 Land Code, Laws of Brunei:
“Any person claiming that he is entitled to be registered in respect of any land may
apply to the High Court for an order that any Register, book or journal kept at the
Land Office shall be rectified or that any entry may be made or interpolated in any
such Register, book or journal or that any entry therein may be cancelled, and the
High Court after giving such notices to the persons in occupation of or interested in
such land as it may think fit may refuse the application, or if satisfied as to the justice
of the case may make such order in reference thereto as it may think just and the
officer in charge of the Land Office shall rectify the Register and the extract of title in
accordance with such order”

Terjemahan bebas penulis:


“Setiap orang yang menklaim bahwa dia diberi hak untuk didaftarkan mengenai
setiap tanah yang telah dimohonkan kepada Pengadilan untuk perintah bahwa bahwa
setiap Register, buku atau catatan dapat dibatalkan dan Pengadilan setelah
memberikan pemberitahuan kepada seseorang dalam penguasaan atas tanah, mungkin
menerima atau mungkin menolak permohonan atau jika puas atas putusan, maka
perintah itu sebagai referensi di dalamnya sebagai hal yang harus dipikirkan dan
pejabat yang berwenang di kantor pertanahan harus memperbaiki Register dan
pencabutan atas hak sesuai dengan perintah.”

Oleh karenanya pemegang hak atas tanah (Freehold) yang terdaftar tidak dapat
diganggu gugat dan tidak ada batasan waktu untuk kepemilikan tanah tersebut. Para
pemegang hak bissa memanfaatkan tanah dan membangun bangunan diatasnya sesuai dengan
keinginannya asalkan tidak bertentangann dengan Peraturan Perundang-Undangan yang
berlaku.

25
H. KESIMPULAN

1. Pendaftaran tanah adalah kegiatan menyimpan sebuah register dari seluruh peralihan
hak atas tanah sesuai ketentuan pada Formulir A dengan berbagai perubahan dan wajib
berisi entri dari kondisi khusus yang sehubungan dengan tanah apapun, serta membuat
catatan dalam Formulir B dengan berbagai transaksi yang berkaitan dengan tanah oleh
Pejabat dari Kantor Pertanahan, sehingga tanah tersebut terdaftar atau tercatat, dengan
rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Pemerintahan serta telah disetujui oleh
Dewan Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Dan Dipertuan Negara Brunei
Darussalam dan Kantor Pertanahan Brunei Darussalam. Tujuan pendaftaran tanah di
Brunei Darussalam, selain untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan kepastian
hak atas tanah, juga untuk memungut pajak tanah, pemanfaatan tanah secara optimal dan
melayani pendaftaran, administrasi, dan pengaturan tanah untuk mengamankan sosial
ekonomi negara Brunei Darussalam. Fungsi pendaftaran tanah di Brunei Darussalam
adalah untuk keperluan pembuktian dan sebagai alat publikasi kepada pihak ketiga.
2. Brunei Darussalam memiliki dua sistem hukum yang berlaku yaitu hukum yang
bersumber pada undang-undang yang mengatur kegiatan perdagangan dan sengketa dan
hukum syariah yang bersumber dari hukum Islam, yang kemudian Land Code Chapter
40 menjadi dasar pembentukan undang-undang yang berkaitan dengan tanah.
3. Cara perolehan dan pendaftaran tanahnya tunduk pada peraturan Land Code Chapter
40, bahwa seluruh pihak baik perseorangan ataupun badan usaha, apabila ingin
mengajukan permohonan hak atas tanah, maka pihak tersebut harus mengajukan
permohonan secara tertulis kepada Petugas berwenang di Kantor Pertanahan, yang
disebut juga sebagai Land Office, lengkap dengan uang deposit, yang mana dicatatkan
oleh petugas pada FORM A, termasuk juga mengenai keadaan-keadaan khusus dari
tanah, lalu, keseluruhan dari transaksi yang terjadi pada tanah tersebut akan dicatat oleh
pertugas kantor pertanahan pada FORM B.
4. Kegiatan pendaftaran tanah di Brunei Darussalam terbagi atas dua yaitu Pendaftaran
Pertama Kali (Pengumpulan dan Pengolahan data Fisik, Permohonan dan Pembuktian
Hak) dan Kegiatan Pemeiharaan Data melalui Situs LARIS (Land Application adn
Registration Information System)
5. Sistem pendaftaran tanah di Brunei Darussalam menganut Sistem Pendaftaran Hak
atau Registration of Title, yakni setiap penciptaan hak baru dan perbuatan-perbuatan

26
hukum yang menimbulkan perubahan kemudian, harus dibuktikan dengan akta secara
tertulis sehingga setiap perbuatan hukum mengenai sebidang tanah wajib dibuatkan
aktanya, namun, yang didaftar bukan akta, tetapi haknya yang diciptakan dan perubahan-
perubahan yang terjadi kemudian di kantor pendaftaran tanah dan akta hanya merupakan
sumber datanya.
6. Alat bukti kepemilikan tanah di Brunei Darussalam terdapat beberapa dokumen yang
berkaitan dengan kegiatan pendaftaran tanah berdasarkan Land Code Chapter 40, yaitu
Form A Data Isian, Form B Jurnal Transaksi, Form C Document of Title, Form D Nota
Transfer, Form E Memorandum Of Charge dan Form F Sewa.
7. Perlindungan hukum pemegang hak atas tanah di pengaruhi sistem Pendaftaran Hak
atau Sistem Torrens, maka kebenaran data yang disajikan dan perlindungan hukum
terhadap kepentingan orang yang melakukan perbuatan hukum mengenai tanah yang
haknya sudah didaftar, pada umumnya menggunakan Sistem Publikasi Positif dalam
sistem publikasi tanahnya, yakni Brunei Darussalam menjamin kebenaran dalam register
dan tidak dapat diganggu gugat guna memberikan kepastian hukum (Legal Cadaster)
sebagai pemegang hak dan didahulukan kepentingannya.

27
DAFTAR PUSTAKA

Buku
Chua Thia-Eng, Chou Loke Ming, dan Marie Sol M. Sadorra, The Coastal Environmental
Profile of Brunei Darussalam: Resource Assessment and Management Issues,
Bandar Seri Begawan, Ministry of Development, 1987.
Pengiran Izad Ryan, Brunei Property Investment Guide, Singapore, Jones Lang LaSalle,
2013.

Peraturan Perundang-undangan
Brunei Darussalam, Law of Brunei Chapter 40, Land Code
Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Sumber lainnya
Brunei Darussalam, Cadastral Template,
http://www.cadastraltemplate.org/cadastraltemplate/brunei.php, diakses pada
tanggal 10 Februari 2017, pukul 20.18 WIB
Dr Colin Ong, Breakdown of legal environment in Brunei Darussalam
https://www.oxfordbusinessgroup.com/overview/law-land-breakdown-
country%E2%80%99s-legal-environment, diakses pada tanggal 10 Februari
2017, pukul 13.08.
Haji Rahmad Haji Japar, dalam Seminar Land Administration System in Brunei Darusalam
“Towards a Progressive Land Administration and Management”, di Hanoi,
Vietnam, pada tanggal17-19 September 2012
Land Department, Ministry of Development Negara Brunei Darussalam, “About Us: History
of Land Development”,
http://www.tanah.gov.bn/SitePages/HistoryLandDepartment.aspx, diakses
pada tanggal 13 Februari 2017, pukul 10.37.
_____________, About Us: Law And Act,
http://www.tanah.gov.bn/SitePages/LawandAct.aspx, diakses pada tanggal 10
Februari 2017, pukul 11.08.

28
_____________, Information On Strata Ownership,
http://www.tanah.gov.bn/SitePages/InformationOnStrataOwnership.aspx,
diakses pada tanggal 13 Februari 2017, pukul 12.42.
_____________, Land Administration System In Brunei Darussalam : Towards A
Progressive Land Administration And Management, diakses dari
http://asiageospatialforum.org/2012/proceeding/Haji Rahmad Haji Japar.pps,
pada tanggal 12 Februari 2017, pukul 22.28.
_____________, LARIS, https://laris.gov.bn/en-us/pages/faq.aspx, diakses pada tanggal14
Februari 2017, pukul 21.00.
Pelita Brunei, Pindah Milik Tanah melalui Online,
http://www.pelitabrunei.gov.bn/Lists/Berita/NewDisplayForm.aspx?
ID=256&ContentTypeId=0x0100BC31BF6D2ED1E4459ACCF88DA3E23B
A8, diakses pada tanggal 8 Februari 2017, pukul 19.00.

29