Anda di halaman 1dari 13

Tugas Kelompok Hari : Rabu

MK. Dietetik Penyakit Tidak Infeksi Tanggal : 25 September 2019

NCP Kasus Hipotiroid

Disusun oleh :

Kelompok 1
DIII Gizi Tingkat IIIB

Feby Diana (P031713411049)


Isra Hafirah (P031713411054)
May Hurrijjatul Fikri (P031713411057)

Dosen Pembimbing :
Yessi Alza,Sst,M.Biomed
Yessi MarIina, S.Gz.Mph
Dewi Erowati, S.Gz. Mph

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU
JURUSAN GIZI
T.A 2019/2020
A. Studi Kasus Pada Penderita Hipotiroid
Ny. Mona berusia 28 tahun merupakan seorang pegawai swasta. Berat badan 40kg, Tinggi
badan 160cm. Keluhan utama berupa sesak nafas, sulit menelan, pembengkakan dan rasa
nyeri pada leher. Pasien nampak gelisah, tidak nafsu makan, rasa lelah dan sembelit. Pernah
melakukan pengobatan 2 tahun lalu dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan dan
nyeri saat ditekan. Pasien sering tidur larut malam dan terlalu memforsir pekerjaan sehingga
sering mengeluh kelelahan. Beliau suka mengkonsumsi makanan yang kadar yodiumnya
rendah, dan nafsu makan menurun.

 Pemeriksaan fisik meliputi : kulit dingin, pucat, kering, bersisik dan menebal, pertumbuhan
kuku buruk, kuku menebal, rambut kering, kasar, rambut rontok dan pertumbuhannya
rontok, hipotensi (80/60), suhu tubuh 36 C, berbicara lambat dan terbata-bata, gangguan
memori, perhatian kurang, bingung, hilang pendengaran, anoreksia.
 Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan kadar T3 dan T4 pada pasien yaitu : Kadar T3 15pg/dl, dan kadar T4 20µg/dl.
Pemeriksaan TSH (pada klien dengan hipotiroidisme primer akan terjadi peningkatan TSH
serum, sedangkan pada yang sekunder kadar TSH dapat menurun atau normal).
 Anamnesa diet :
Pagi : singkong rebus 2 potong + tempe bacem 2 potong
Selingan : susu 1 gelas
Siang : Nasi 1/2 piring, soto (ayam suwir, tauge, kol) 1 mangkok kecil + es teh manis
Sore : roti bakar (gula pasir dan margarin)
Malam : nasi goreng 1 porsi + telur dadar 1 buah
ASSESMENT GIZI

STANDAR
DATA TERKAIT GIZI MASALAH/GAP
PEMBANDING/NILAI NORMAL

Antropometri IMT menurut WHO 2004 : AD.1.1.5 IMT : sangat kurus


Tinggi badan : 160 cm  Sangat kurus : <18,5
 Normal : 18,5-24,99
Berat badan : 40 kg
 Gemuk : 25-29,99
BB 40
IMT : =  Obesitas I : 30-34,99
(TB)2 (1,60)2
 Obesitas II : 35-39,99
= 15,62  Obesitas III :  40
(𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑘𝑢𝑟𝑢𝑠)
BBI = (TB-100) – 10%
BBI = (160-100)-10%
BBI = 54 kg
Biokimia BD.1.5.10 Thyroid function :
T3 : 15pg/dl T3 : 80-180 pg/dl T3 : rendah
T4 : 20µg/dl. T4 : 4,6-12 µg/dl. T4 : tinggi
(hipotiroid)
Klinis/Fisik
PD.1.1.1 Penampilan
 Pasien nampak gelisah, tidak
keseluruhan : Pasien nampak
nafsu makan, rasa lelah dan
gelisah, pucat, dan kelelahan
sembelit
 Hasil pemeriksaan fisik : kulit
PD.1.1.5 Sistem pencernaan :
dingin, pucat, kering, bersisik
sembelit
dan menebal, pertumbuhan
kuku buruk, kuku menebal,
PD.1.1.6 Kepala dan mata :
rambut kering, kasar dan
rambut kering, kasar dan rontok
rontok, berbicara lambat dan
terbata-bata, gangguan
PD.1.1.7 Syaraf dan kognitif :
memori, perhatian kurang,
berbicara lambat dan terbata-
bingung, hilang pendengaran.
bata, gangguan memori,
perhatian kurang, bingung,
 TD : 80/60 mmHg
TD : 120/80 mmHg hilang pendengaran
 Suhu : 36 oC
Suhu : 36,5 oC - 37,5oC
PD.1.1.8 Kulit : kulit dingin,
pucat, kering, bersisik dan
menebal, pertumbuhan kuku
buruk, kuku menebal

PD. 1.1.9 Tanda-tanda vital :


Tekanan darah rendah
(Hipotensi)
Dietery/Riwayat Gizi
 Beliau suka mengkonsumsi Kebutuhan energi = 2.420,24 Kkal FH.1.1.1.1 Asupan energi total :
makanan yang kadar Asupan energi inadekuat dengan
Kebutuhan protein = 90,76 gr
yodiumnya rendah, dan nafsu estimasi 54,34% dari total
makan menurun. Kebutuhan lemak = 67,23 gr kebutuhan.
 Pagi : singkok rebus 2 potong
Kebutuhan KH = 363,04 gr
+ tempe bacem 2 potong FH.1.2.2.2 Jenis makanan :
 Selingan : susu 1 gelas Kebutuhan yodium = 111,11 mcg Makanan goitrigens seperti
 Siang : Nasi 1/2 piring, soto Singkong, tempe, dan kol.
(ayam suwir, tauge, kol) 1
mangkok kecil + es teh manis FH.1.5.1.1 Asupanan lemak total
 Sore : roti bakar (gula pasir : Asupan lemak inadekuat
dan margarin) dengan estimasi 78,02% dari
 Malam : nasi goreng 1 porsi + total kebutuhan
telur dadar 1 buah
 Hasil recall 24 jam
a) Energi : 1315,29 Kkal FH.1.5.2.1 Asupan protein total :
b) Protein : 60,31 gr Asupan protein inadekuat
c) Lemak : 52,45 gr dengan estimasi 66,45% dari
d) Karbohidrat : 150,93 gr total kebutuhan.

FH.1.5.3.1 Asupan karbohidrat


total : Asupan karbohidrat
inadekuat dengan estimasi
41,57% dari total kebutuhan

FH. 4.2.12. Kesukaan makanan :


suka mengkonsumsi makanan
yang kadar yodiumnya rendah.
Riwayat Individu
 Nama : Ny. Mona  CH.2.1.1. Keluhan pasien :
 Umur : 28 tahun sesak nafas, sulit menelan,
 Jenis kelamin : Perempuan pembengkakan dan rasa nyeri
 Pekerjaan : Pegawai swasta pada leher, dan nafsu makan
 Keluhan pasien berupa sesak kurang
nafas, sulit menelan, nafsu  CH.2.1.14. Lain-lain :
makan kurang, mengalami anoreksia
pembengkakan dan rasa nyeri
pada leher.
 Pernah melakukan pengobatan
2 tahun lalu dengan keluhan
terdapat benjolan di leher
depan dan nyeri saat ditekan

DIAGNOSIS GIZI

PROBLEM ETIOLOGI/AKAR MASALAH SIGN / SYMPTOM

NI. 2.1 Asupan oral tidak Berkaitan dengan terbatasnya daya  Ditandai dengan estimasi
adekuat terima makanan akibat fisiologi atau kebutuhan energi, lemak, protein,
perilaku dan sulit menelan dan KH <80%
 Ditandai dengan nafsu makan
berkurang, anoreksia

NI.5.10.1.12 Asupan Berkaitan dengan suka mengkonsumsi  Ditandai dengan hasil


yodium inadekuat makanan yodium rendah dan pemerikasaan T3 rendah, T4
mengkonsumsi makanan goitrogens tinggi (hipotiroid)
 Ditandai pembengkakan dan rasa
nyeri pada leher.
 Ditandai dengan berbicara lambat
dan terbata-bata, gangguan
memori, perhatian kurang,
bingung, hilang pendengaran,
kelelahan, sembelit, dan hipotensi
 Ditandai dengan kulit dingin,
pucat, kering, bersisik dan
menebal
 Ditandai dengan rambut kering,
kasar dan rontok
 Ditandai dengan pertumbuhan
kuku buruk, kuku menebal
 Mengkonsumsi singkong, tempe
dan kol
NC.3.1. Berat badan kurang Berkaitan dengan asupan energi Ditandai dengan IMT 15.62 ( sangat
(underweight) inadekuat kurus)

INTERVENSI GIZI

DIAGNOSIS GIZI INTERVENSI

P NI. 2.1 Asupan oral tidak adekuat Meningkatkan asupan secara oral sesuai dengan
kebutuhan

E Berkaitan dengan terbatasnya daya


terima makanan akibat fisiologi atau
Tidak dapat diintervensi oleh ahli gizi
perilaku dan sulit menelan

S  Ditandai dengan estimasi kebutuhan - Meningkatkan asupan energi, lemak, protein dan
energi, lemak, protein, dan KH <80% karbohidrat hinggan 80%-100% secara bertahap
 Ditandai dengan nafsu makan - Memberikan diet tinggi energi tinggi protein
berkurang, anoreksia - Memberikan makanan dalam bentuk cair kenal
- Memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering
dengan selang waktu taip 2-3 jam dan tekstur
makanan cair
DIAGNOSIS GIZI INTERVENSI

P NI.5.10.1.12 Asupan yodium inadekuat Meningkatkan asupan yodium melalui makanan

E Berkaitan dengan suka mengkonsumsi – Memberikan makanan tinggi yodium dan


makanan yodium rendah dan menghindari makanan goitrigens
mengkonsumsi makanan goitrogens – Memberikan edukasi terkait makanan tinggi yodium
dan makanan goitrogens

S  Ditandai dengan hasil pemerikasaan - Mengkonsumsi ikan laut seperti ikan tonggol, ikan
T3 rendah, T4 tinggi (hipotiroid) kembung, ikan kakap, ikan tuna, serta seafood seperti
 Ditandai pembengkakan dan rasa tiram, udang dan sebagainya.
nyeri pada leher. - Menghindari mengkonsumsi singkong, kembang kol,
 Ditandai dengan berbicara lambat dan kedelai dan olahannya, brokoli, kol, lobak, kubis,
terbata-bata, gangguan memori, kentang,millet, umbi, sorghum, dan sebagainya
perhatian kurang, bingung, hilang
pendengaran, kelelahan, sembelit, dan
hipotensi
 Ditandai dengan kulit dingin, pucat,
kering, bersisik dan menebal
 Ditandai dengan rambut kering, kasar
dan rontok
 Ditandai dengan pertumbuhan kuku
buruk, kuku menebal
 Mengkonsumsi singkong, tempe dan
kol

DIAGNOSIS GIZI INTERVENSI

P NC.3.1. Berat badan kurang Meningkatkan berat badan hingga mencapai berat badan
(underweight) ideal yaitu 54 kg.

E Berkaitan dengan asupan energi


Meningkatkan asupan energi
inadekuat

S Ditandai dengan IMT 15.62 ( sangat - Meningkatkan IMT hingga status normal (18-25)
kurus) secara bertahap
- Memberikan makanan sesuai pedoman gizi seimbang
dan skebutuhan
- Meningkatkan berat badan sebesar 0,5-1 kg dalam
satu minggu
PRESKRIPSI DIET
1. Jenis diet : Diet tinggi energi tinggi protein dan tinggi yodium
2. Bentuk makanan : Makanan cair kental
3. Frekuensi makanan : Porsi kecil tapi sering (4 x makan utama dan 3 x selingan)
4. Jalur pemberian : Melalui oral
5. Tujuan diet :
a) Memenuhi kebutuhan energi, protein, yodium dan zit gizi lainnya untuk mencegah
semakin membesarkan pembengkakan pada leher dan semakin memburuknya kondisi
kesehatan klien
b) Membantu menghilangkan rasa nyeri pada leher
c) Menambah berat badan hingga mencapai berat badan normal
d) Mencapai status gizi normal
e) Meningkatkan pengetahuan dalam memilih makanan yang tepat dan bergizi
6. Syarat diet :
a) Energi tinggi, yaitu 40-45 kkal/kg BB
b) Protein tinggi, yaitu 2,0 – 2,5 g/kk BB
c) Lemak cukup, yaitu 10-25% dari total energi total
d) Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total
e) Porsi kecil tapi sering dengan selang waktu 2-3 jam
f) Mudah ditelan dan tidak merangsang rasa nyeri pada leher
g) Cukup serat, vitamin, dan mineral
h) Mengkonsumsi makanan tinggi yodium dan menghindari makanan goitrigens
7. Prinsip
Menghitung kebutuhan gizi menggunakan rumus Harris Benedict
AMB = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)
= 655 + (9,6 x 54) + (1,8 x 160) – (4,7 x 28 )
= 655 + 518,4 + 288 – 131,6
= 1.329,8

TEE = AMB × Faktor aktivitas × Faktor stress

= 1.329,8 × 1,3 × 1,4

= 2.420,24 Kkal

Protein = 15% × 2.420,24 = 363,04 Kkal / 4 = 90,76 gr

Lemak = 25% × 2.420,24 = 605,06 Kkal / 9 = 67,23 gr

Karbohidrat = 60% × 2.420,24 = 1.452,144 Kkal / 4 = 363,04 gr


BBA
Yodium = ×150 mcg
BBI
40
= ×150 mcg = 111,11 mcg
54

EDUKASI
Sasaran : Pasien/keluarga/pengasuh pasien

Hipotiroid merupakan suatu kelainan pada kelenjar tiroid yang mengakibatkan kelenjar
tersebut tidak dapat menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup. Tanda dan gejala
hipotiroid tergantung tingkat keparahan yang diderita. Namun secara umum antara lain :
tenggorokan kering, leher membengkak, kulit kering, letih dan lelah, gangguan ingatan,
pendengaran berkurang, rambut rontok, dan penglihatan kabur.

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya hipotiroid. Salah satunya adalah kurangnya
asupan yodium. Yodium membantu mensekresi hormon tiroksin (T4) dan triodotiroid (T3).
Kebutuhan asupan yodim untuk kelompok dewasa sebesar 150 mg. Dilihat dari hasil recall klien
menunjukkan bahwa kurangnya mengkonsumsi makanan tinggi yodium,seperti ikan laut berupa
ikan tonggol, ikan kakap,ikan tuna, dan ikan kembung serta seafood berupa udang,tiram, dan
sebagainya. Maka dalam hal ini diberikannya modifikasi diet tinggi yodium agar mampu
mengatasi masalah hipotiroid.

Selain itu, mengkonsumsi makanan goitrigens dapat memicu terjadinya gangguan pada
kelenjar tiroid. Goitrogens adalah zat dalam beberapa makanan baik buah atau pun sayur yang
dapat menghalangi atau mengganggu produksi hormon kelenjar tiroid dan berpontensi
menimbulkan penyakit gondok. Mengkonsumsi makanan goitrogens harus dihindari pada
penderita gangguan pada kelenjar tiroid baik hipotiroid dan hipertiroid. Karena dapat terjadi
defisiensi yodium yang memicu terjadinya pembengkakan pada kelenjer tiroid. Pembengkakan
kelenjar tiroid akan menyebabkan rasa nyeri pada leher, sulit menelan, dan nafsu makan
menurun, sehingga kebutuhan zat gizi tidak terpenuhi dan perlu pemberian makanan dengan
tesktur cair dan mudah dicerna dengan pemberian makan dalam porsi kecil dan sering. Bahan
makanan yang tinggi antara lain singkong, kembang kol, kedelai dan olahannya, brokoli, kol,
lobak, kubis, kentang,millet, umbi, sorghum, dan sebagainya.

Diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dan tinggi yodium adalah diet yang mengandung
energi, protein dan yodium di atas kebutuhan normal. Diet ini diberikan dalam bentuk makanan
cair kental dengan porsi kecil tapi sering dengan selang waktu tiap 2-3 jam yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya rasa nyeri ketika menelan makanan dan untuk memperbaiki nafsu makan
secara perlahan. Prinsip diet ini adalah mencegah terjadinya pembesaran kelenjar tiroid dan
mencapai berat badan normal dengan memberika makanan tinggi yodium dan makanan padat
energi dan protein yang vervariasi.
MENU HIPOTIROID

Energi Protein Lemak


Waktu Menu Bahan Berat KH (g)
(kkal) (g) (g)
Tepung
50 g 175 4 - 40
maizena
Ayam tanpa
40 g 75 7 2 -
kulit
Sup krim
wortel 50 g 25 1 - 5
jagung
jagung 50 g 25 1 - 5
Pagi
(07.00) margarin 5g 50 - 5 -

Garam ½ sdt - - - -

Susu skim
susu 200 g 75 7 - 10
cair
Total 425 20 7 60
Tepung
50 g 175 4 - 40
maizena
Pudding
Selingan 1 Manga 90 g 50 - - 12
mangga
(10.00) Susu skim
200 g 75 7 - 10
cair
Total 300 11 - 62
kentang 100 175 4 - 40
Tepung
40 50 7 2 -
maizena
Telur ayam 55 75 7 5 -

Pure wortel 25 25 1 - 5
kentang brokoli 25 25 1 - 5
Siang
(12.00) jagung 25 25 1 - 5
Secuku
kaldu - - - -
pnya
Minyak 5 50 - 5 -
Susu skim
Susu 200 75 7 - 10
cair
Total 500 28 12 65
pepaya 110 50 - - 12
Selingan 2 gula 13
Jus papaya
(15.00)
Susu kental
100 125 7 6 10
tak manis
Total 175 7 6 22

Sore Havermout 45 175 4 - 40


(oat )
(17.00)
Havermou pisang
50 50 - - 12
t mix akpukat
60 50 - - 12
tepung susu
penuh 30 150 7 10 10

Total 425 11 10 74
Tepung
50 175 4 - 40
maizena
tahu 55 75 5 3 7
Malam
Sup krim
(18.00) Bayam 25 25 1 - 5
Margarin 5 50 7 6 10
Garam ½ sdt - - - -
Total 325 17 9 62
Alpukat 60 50 - 5 -
Selingan 3 Pisang 50 50 - - 12
(21.00)
Susu kental
100 125 7 6 10
tak manis
Total 175 7 11 22
2.325 94 51 367
MONITORING DAN EVALUASI

Parameter Target/tujuan Capaian /hasil monitor Evaluasi

– Mencapai BB ideal
Menimbangan berat
dengan kenaikan 0,5- 1
Antropometri Setiap 1x seminggu badan dan menghitung
kg dalam satu minggu
status gizi
– IMT normal

– T3 (Triodotiroid)
normal Melakukan tes
Biokimia Setiap 1x seminggu
– T4 (Tiroksin) normal laboratorium
– TFH normal

Menormalkan tekanan Mengecek tekanan


Tanda vital Setiap 1x seminggu
darah darah

- Mencapai asupan
energi, protein, lemak
Asupan dan karbohidrat hingga Setiap hari
makanan 89-100% Recall 24 jam
- Tinggi yodium
- Rendah goitrogens
- Mengecilnya bengkak
pada leher
- Hilangnya rasa nyeri
- Tidak sulit menelan
- Tidak sembelit
- Kulit normal (tidak
dingin, tidak pucat,
Fisik/klinis tidak kering, tidak Setiap hari Wawancara
bersisik, dan tidak
menebal)
- Rambut tidak kering,
tidak kasar, dan tidak
rontok
- Pertumbuhan kuku baik
dan tidak menebal
Hasil Recall 24 Jam

Jam Makanan URT Gram Energi(kkal) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr)
Singkong
pagi rebus 2 ptg 100 160 1.36 0.28 38.06
Tempe bacem 2 ptg 50 98 7.46 6.2 4.46
selingan Susu 1 gls 200 122 8.03 4.88 11.49
Nasi 1/2 piring 50 64.29 1.33 0.14 13.95
siang Soto 1 mangkok kcl 241 312 24.01 14.92 19.55
Es teh manis 1 gls 178 55 0 0 14.36
Roti bakar 1 ptg 25 70 2.16 0.96 13.06
sore Gula pasir 1 sdt 10 16 0 0 4.2
Margarin 1 sdm 14 75 0.09 8.46 0
Nasi goreng 1 porsi 149 250 9.39 9.28 31.38
malam
Terlur dadar 1 biji 55 93 6.48 7.33 0.42
TOTAL 1315.29 60.31 52.45 150.93

Anda mungkin juga menyukai