Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

CARA MERINTIS DAN MENGEMBANGKAN


USAHA DI BIDANG GIZI

Makalah ini disusun guna memenuhi nilai UTS


mata kuliah Kewirausahaan

Disusun oleh:
Amarul Ilma Takatsuri (18220007)

PROGRAM STUDI D3 GIZI


POLTEKKES TNI AU ADISUTJIPTO
YOGYAKARTA
2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perencanaan usaha merupakan langkah awal dalam menjalankan usaha,
biasanya terdiri dari apa yang kita lakukan, kapan, dan bagaimana cara lebih
jelas mengenai tipe usaha yang akan dirintis, siapa saja yang akan menjadi
pelanggan dan produk atau jasa apa yang akan ditawarkan. Rencana usaha
dikembangkan dengan fokus kepada pemegang kepentingan. Rencana
usaha yang lengkap biasanya termasuk suatu penaksiran lingkungan usaha,
rencana manajemen, rencana pemasaran, dan rencana keuangan.
Setelah itu, baru bisa dimulailah sebuah usaha yang pasti nantinya akan
dikembangkan seiring perkembangan waktu. Pengembangan usaha ini
penting dilakukan karena keadaan pasar yang selalu berubah-ubah. Usaha
dalam bidang apapun tentu pada awalnya memerlukan perencanaan untuk
perintisan dan pengembangan usahanya, termasuk salah satunya yaitu
usaha dalam bidang gizi. Untuk itu, perlu diketahui hal-hal tersebut supaya
usaha dalam bidang gizi bisa berjalan dengan lancar.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana cara merintis usaha di bidang gizi?
2. Bagaimana cara mengembangkan usaha di bidang gizi?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui cara merintis usaha di bidang gizi.
2. Untuk mengetahui cara mengembangkan usaha di bidang gizi.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Merintis Usaha Di Bidang Gizi


Pada dasarnya, cara merintis usaha di bidang gizi dapat dikatakan sama
dengan merintis usaha pada umumnya. Hanya saja pelaksanaan di
lapangannya saja yang mungkin berbeda, tetapi teorinya pada intinya sama.
Adapun cara merintis usaha menurut Adi dkk (2015) yaitu:
1. Menentukan produk atau jasa
Untuk memulai sebuah usaha maka harus ditentukan terlebih dahulu
produk atau jasa apa yang akan dirintis. Dalam menetukannya, dapat
melihat berdasarkan tiga hal, yaitu:
a. Berdasarkan keahlian
Usaha dapat dirintis berdasarkan keahlian yang dipunyai individu
tersebut. Dalam bidang gizi misalnya seorang profesi gizi yang suka
melakukan pengujian di laboratorium pangan maka akan cocok
melakukan usaha di bagian teknologi pangan.
b. Berdasarkan tren
Misal pada suatu waktu sedang terjadi tren pada masyarakat
berupa katering diet yang sehat, maka profesi gizi bisa mengambil
kesempatan tersebut dengan mengembangkan usaha berupa
katering diet baik yang berskala kecil maupun besar dengan
menggunakan ilmu yang sudah didapat dan dipelajari sebelumnya.
c. Berdasarkan peluang
Misalnya bila sedang dilakukan beberapa program gizi di
masyarakat oleh Departemen Gizi atau Lembaga Swadaya
Masyarakat, maka profesi gizi bisa memanfaatkan peluang itu untuk
mengajukan diri sebagai tenaga pencari atau pengolah data,
konsultan atau penyuluh, hingga tenaga pelaksana.
2. Menentukan target pasar
Cara kedua untuk merintis usaha adalah menentuakn sasaran pasar
yang akan dituju. Menentukan kepada siapa produk dan jasa akan dijual
atau ditawarkan, apakah akan kepada kalangan atas, kalangan
menengah, atau malah kalangan ke bawah. Untuk itu produk dan jasa
yang dipasarkan harus sesuai dengan daya beli dan kebutuhan target
pasar. Target pasar juga dapat ditentukan berdasarkan penggolongan
seperti umur, profesi, aktifitas, dan seterusnya. Misalnya target yang
disesuaikan dengan profesi yaitu bisa menyasar pada atlet, penerbang,
prajurit, dst yang umumnya memerlukan pemenuhan kebutuhan gizi yang
sesuai sehingga peran profesi gizi sebagai konsultan diet cukup
diperlukan.
3. Struktur manajemen
Ada dua jenis struktur manajemen yang bisa digunakan dalam
memulai sebuah usaha, yaitu struktur manajemen yang sederhana dan
struktur manajemen yang lebih rumit. Manajemen sederhana yaitu hanya
ada bos dan karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, tidak
ada manajemen pemasaran, manajemen operasi, dan manajemen
lainnya. Sedangkan manajemen yang lebih rumit, selain bos dan
karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, bos harus membuat
manajemen lainnya seperti manajemen keuangan, operasional,
pemasaran dan lainnya. Dan di setiap manajemen tersebut memerlukan
lagi beberapa karyawan.
Dalam merintis usaha di bidang gizi, profesi gizi bisa memilih untuk
menjadi bos ataupun karyawannya. Selain itu profesi gizi juga bisa
membuka usaha mandiri yang mengatur semuanya sendiri seperti pada
bidang gizi keluarga yaitu menjadi konsultan gizi suatu keluarga.
4. Modal
Modal bukan hanya sebatas uang, tetapi juga tenaga dan waktu. Jika
modal tenaga dan waktu, akan mudah di dapat saat profesi gizi memiliki
keinganan yang kuat untuk memulai sebuah usaha. Sedangkan modal
uang tidak dapat didapatkan dengan cara sesederhana itu. Modal uang
dapat diperoleh melalui beberapa cara di antaranya adalah diperoleh dari
tabungan sendiri, pinjaman (sebisa mungkin jangan dari bank atau yang
sejenis karena ada bunga ribanya), dan yang lainnya.
5. Bentuk usaha
Bentuk usaha dapat ditentukan sesuai keinginan, apakah berbentuk
usaha perorangan, PT, CV, ataupun bentuk saha lainnya yang mungkin
bisa dilakukan. Namun perlu dipertimbangkan juga dari modal yang ada
karena semakin besar usaha yang akan dirintis oleh profesi gizi, maka
akan semakin besar juga modal yang harus disiapkan
Setelah diketahui cara perintisan usaha tersebut, perlu diketahui apa saja
tantangan dan hambatannya supaya kedua hal tersebut dapat dihindari dan
diatasi. Adapun tantangan dan hambatan dalam merintis usaha menurut
Shofiyullah dkk (2019) yaitu:
1. Tantangan
a. Ketidakmampuan manajemen.
b. Kurang pengalaman.
c. Lemahnya kendali keuangan.
d. Siap terima risiko.
e. Kehilangan banyak waktu.
2. Hambatan
a. Kesulitan modal.
b. Mencari pemasok dan penjual produk.
c. Takut gagal dan enggan mengambil risiko.
d. Salah perencanaan dan dalah analisis.
e. Rasa malas, kurang semangat, dan kurang percaya diri.

B. Mengembangkan Usaha Di Bidang Gizi


Sama halnya dengan sebelumnya, cara mengembangkan usaha di
bidang gizi juga terbilang tidak beda jauh dengan cara mengembangkan
usaha pada umumnya. Adapun cara mengembangakan usaha menurut
Jannah (2017) yaitu:
1. Memiliki ide usaha
Awal usaha seorang wirausaha berasal dari suatu ide usaha. Ide
usaha yang dimiliki seorang wirausaha dapat berasal dari berbagai
sumber. Ide usaha dapat muncul setelah melihat keberhasilan bisnis
orang lain dengan pengamatan. Selain itu ide usaha juga dapat timbul
karena adanya sense of bisiness yang kuat dari seorang wirausaha.
2. Penyaringan ide atau konsep usaha
Pada tahap selanjutnya, wirausahawan akan menuangkan ide usaha
ke dalam konsep usaha yang merupakan tahap lanjut ide usaha ke dalam
bagian bisnis yang lebih spesifik. Penyaringan ide-ide usaha akan
dilakukan melalui suatu aktifitas penilaian kelayakan ide usaha secara
formal maupun yang dilakukan secara informal.
3. Pengembangan rencana usaha (business plan)
Wirausaha adalah orang yang melakukan penggunaan sumber daya
ekonomi untuk memperoleh keuntungan. Maka komponen utama dari
perencanaan usaha yang akan dikembangkan oleh seorang wirausaha
adalah perhitungan proyeksi rugi-laba dari bisnis yang dijalankan.
Proyeksi laba-rugi merupakan muara dari berbagai komponen
perencanaan bisnis lainnya yaitu perencanaan bisnis yang bersifat
operasional. Dalam menyusun rencana usaha (business plan), para
wirausahawan memiliki perbedaan yang dalam membuat rincian rencana
usaha.
4. Implementasi rencana usaha dan pengendalian usaha
Rencana usaha yang telah dibuat baik secara rinci maupun global,
tertulis maupun tidak tertulis selanjutnya akan diimplementasikan dalam
pelaksanaan usaha. Rencana usaha akan menjadi panduan bagi dalam
pelaksanaan usaha yang akan dilakukan seorang wirausaha. Dalam
kegiatan implementasi rencana usaha, seorang wirausaha akan
mengerahkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan seperti modal,
material, dan tenaga kerja untuk menjalnkan kegiatan usaha.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Cara merintis usaha di bidang gizi dapat dilakukan dengan menentukan
produk atau jasa, menentukan target pasar, struktur manajemen, modal,
dan bentuk usaha. Tidak lupa juga untuk perlu mengetahui tantangan dan
hambatan yang mungkin dialami.
2. Cara mengembangkan usaha di bidang gizi yaitu bisa dilakukan dengan
memiliki ide usaha, penyaringan ide atau konsep usaha, pengembangan
rencana usaha (business plan), serta implementasi rencana usaha dan
pengendalian usaha.

B. Saran
Bagi semua orang yang akan memulai usaha terutama profesi gizi yang
ingin merintis dan mengembangkan usaha di bidang gizi supaya mengetahui
apa saja yang perlu dilakukan dengan membaca referensi seperti makalah ini
dan juga terus berusaha serta terus mencoba agar akhirnya dapat
menjalankan usaha tersebut dengan lancar.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, Yudha Trismantoro dkk. (2015). Makalah Cara Memulai Usaha


Kewirausahaan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang.

Jannah, Siti Fariatul. (2017). Strategi Pengembangan Usaha Homemade Kefir


Khadeejah Rembang. Tesis. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Shofiyullah, Ahmad dkk. (2019). Tantangan dan Hambatan Wirausaha. Fakultas


Ekonomi Dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya.