Anda di halaman 1dari 7

Nama : Nazya PuputTrania YustikaSari

NPM : 19.611.100077
Prodi : Hukum

TUGAS!

1. a. Menjelaskan definisi/ pengertian obyek negara , metode pendekatan hubungan ilmu


negara dengan ilmu sosial yang lain.
b. Pengertian negara dan ilmu negara.
c. Obyek kajian ilmu negara.
d. Hubungan ilmu negara dengan ilmu sosial yang lain.
e. Metode pendekatan ilmu negara .
2. Memahami istilah , hakekat unsur unsur negara dan tujuan negara.
(historis,sosiologis,yuridis,politik)
a. Istilah pengertian negara
b. Unsur- unsur negara
c. Hakikat negara
d. Tujuan negara
e. fungsi negara
f. Sifat sifat negara.
1 A. Menjelaskan definisi/pengertian obyek negara, metode pendekatan hubungan
ilmu negara dengan ilmu sosial yang lain.

OBYEK ILMU NEGARA:

Obyek ilmu negara adalah negara dalam pengertian abstrak, umum, dan universal
yaitu ilmu negara tidak hanya membicarakan ilmu negara itu sendiri tetapi masih banyak
ilmu-ilmu yang obyeknya juga negara. Misal ilmu politik, hukum tata negara, hukum
administrasi negara dan ilmu adminstrasi pemerintah pusat.

HUBUNGAN ILMU NEGARA DENGAN ILMU SOSIAL LAINNYA :


Ilmu Negara tidak dapat dipisahkan dengan ilmu pengetahuan lainnya. Tidak
mungkin suatu ilmu penngetahuan berdiri sendiri tanpa berhubungan atau dipengaruhi oleh
ilmu pengetahuan lainnya.  Ilmu Negara merupakan salah satu cabang dari  Ilmu Pengetahuan
Sosial seperti halnya Politik, Hukum, Kebudayaan dll. Semua Ilmu Pengetahuan pada
akhirnya akan berinduk pada ilmu pengetahuan induk.
Oleh karena itu Ilmu Negara juga  tidak dapat berdiri sendiri dan harus bekerja sama
dengan ilmu pengetahuan lainnya. Selain  memiliki hubungan yang bersifat umum dengan
ilmu pengetahuan lainnya, maka Ilmu Negara juga memiliki hubungan yang bersifat khusus
dengan  ilmu pengetahuan sosial tertentu yang memiliki obyek penelitian yang sama, yaitu
negara.  Dalam  hal ini maka Ilmu Negara memiliki  hubungan yang khusus dengan Ilmu
Politik, Ilmu Hukum Tata Negara, Ilmu Perbandingan Hukum Tata Negara.

B. PENGERTIAN NEGARA DAN ILMU NEGARA

NEGARA :

Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh
pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan. Negara juga merupakan
suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di
wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah
memiliki rakyat, memiliki wilayah,dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan
syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

ILMU NEGARA :

Ilmu negara adalah ilmu yang mempelajari pengertian pengertian pokok dan sendi-
sendi pokok dari Negara dan hokum Negara pada umumnya.
C. OBYEK KAJIAN ILMU NEGARA
Objek ilmu negara adalah negara dalam pengertian yang abstak, umum dan universal.
Kajian Obyek Ilmu Negara adalah negara.Ilmu yang membicarakan negara itu tidak hanya
Ilmu Negara, masih banyak ilmu-ilmu lain yang obyeknya juga negara. Misalnya, ilmu
politik, ilmu Negara, ilmu hukum kenegaraan, ilmu hukum tata Negara, hukum administrasi
Negara, dan ilmu administrasi pemerintahan. Semuanya menjadikan Negara sebagai pusat
perhatiaannya. obyek Ilmu Negara itu sendiri memandang bahwa Negara dilihat dari sifat
atau dari pengertiannya yang abstrak. Dari sifat atau pengertian Negara yang abstrak tersebut
maka perlu diperjelas kembali, ada beberapa aspek mengenai Negara yang perlu diketahui
lebih rinci, antara lain:

1. Asal Mula Negara


Mengenai asal mula Negara yang dimaksud bukan asal mula atau  terbentuknya suatu Negara
yang kongkrit, tapi pengertian terbentuknya atau terjadinya, asal mula apa atau sesuatu yang
dinamakan Negara, jadi apa yang dinamakan Negara itu hanya dalam alam pikiran, angan-
angan.

2. Hakekat Negara
Hakekat Negara merupakan suatu keluarga yang besar, alat atau wadah, organisasi
atau perkumpulan.Dalam penertian secara umum syarat-syarat formil Negara antara lain :
1. ada daerah tertentu
2. ada rakyatnya
3. ada pemerintahan yang berdaulat
Metode yang dipelajari dari ilmu Negara adalah Negara dalam pengertian yang absrak, umum
dan universal yaitu yang belum mempunyai ajektif tertentu

3. Bentuk – bentuk Negara dan pemerintahan


Menurut pendapat para ahli bentuk Negara harus dipisahkan dari bentuk pemerintahannya,
Menurut M. Hutauruk Bentuk Negara dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk, yakni :

1. Bentuk Negara atas dasar pimpinan


2. Bentuk Negara atas dasar kedaulatan
3. Bentuk Negara atas dasar ekonomi

D. HUBUNGAN ILMU NEGARA DENGAN ILMU SOSIAL YANG LAINNYA

HUBUNGAN SECARA KHUSUS :


Ilmu tidak dapat dipisah-pisahkan oleh karena itu, tidak mungkin ilmu tersebut berdiri
sendiri terpisah satu sama lainnya tanpa adanya pengaruh dan hubungaan. Dalam hal ini, ilmu
negara sebagai salah satu cabang dari ilmu pengetahuan sosial sebagaimana halnya dengan
ilmu hokum, politik, ekonomi, kebudayaan,psikologi,dan lain sebagainya, merupakan cabang
dari ilmu pengetahuan sosial yang khusus. Semua ilmu-ilmu sosial khusus ini secara
bersama-sama akan membentuk suatu ilmu sosial umum yang akan tersalur ke dalam ilmu
induknya.
Oleh karena itu, ilmu negara sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial umum, harus
bekerja sama dengan cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial lainnya, karena dapat memberi
dan menerima pengaruhnya dan bantuan jasanya satu sama lain yang saling memerlukan,
sehingga dapat saling mengisi dan saling melengkapi, sehingga terwujud hubungan
komplementer.

a. Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik


Ilmu negara lebih menitik beratkan kepada sifat-sifat teoretis, sehingga kurang dinamis.
Hal ini berarti bahwa lebih banyak memerhatikan unsur-unsur statis dari negara yang
mempunyai tugas utama untuk melengkapi dengan memberikan pengertian-pengertian pokok
yang jelas. Yang mendasari konsepsi-konsepsi ilmu politik lebih menitikberatkan kepada
faktor-faktor yang konkrit, terutama sekali berpusat kepada gejala-gejala kekuasaan, baik
yang mengenai organisasi Negara maupun yang memengaruhi pelaksanaan tugas-tugas
Negara. Maka dalam hubungan ini jelaslah ada sifat-sifat komplementer. Karena itu, ilmu
negara merupakan salah satu bardcore (teras inti) dari ilmu politik.
b. Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Perbandingan Hukum Tata Negara
Ilmu hukum perbandingan tata Negara bertugas menganalisis secara teratur,
menetapkan secara sistematis. Maka dalam hubungan ini, Keranenburg menyatakan bahwa
dalam menunaikan tugasnya, ilmu perbandingan hukum tata negara itu haruslah
mempergunakan hasil yang diperoleh ilmu negara. Karena itu, perkembangan ilmu negara
dan ilmu hukum merupakan syarat mutlak bagi kesuburan tubuhnya ilmu perbandingan
hukum tata negara di Indonesia.

E.Metode pendekatan ilmu negara


Beberapa metode keilmuan untuk menjelaskan ilmu negara antara lain

 Metode Observatif

Bekerja dengan memperhatikan,menanggapi dan memperdalam sesuatunya


baik,pertumbuhannegara,wilayah,umat dan pemerintahan

 Metode Komparatif

Bekerja dengan studi perbandingan antara negara yang satu dengan yang lain.

 Metode Dialektis

Bekerja dengan cara mengkontorfasi dan menguji fakta fakta atau fenomena yang satu
dengan uang lainnya. Kerangka untuk menentukan pola ilmu negara, yaitu;

1.Kerangka struktural/Sistemikyauitu menyusun data rencana kerja yang lengkap


dengan bahan yang merangkum data dan fenomena, serta persoalannya.
2.Kerangka Susunan Fungsional/Metodik yaitu taktik kerja yang menentukan cara
melakukan tugas.

 Metode Psikologis .JJ Van Schmid mengemukakan dua alasan metode


psikologis dapat digunakan untuk mengkaji ilmu negara.

1.Psikologi mempelajari pengaruh pikiran dan perasaan serta naluri


manusia dalam hidup bernegara.

2.Psikologi menentukan gejala ssosial yang asama sekali baru dalam


konteks moralitas masyarakat.

2.Memahami istilah hakekat unsur-unsur negara dan tujuan negara.


a.Pengertian Negara.
Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi
oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan. Negara juga
merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua
individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara
adalah memiliki (rakyat, memiliki wilayah,) dan memiliki pemerintahan yang berdaulat.
b.Unsur-unsur Negara
unsur berdirinya negara yaitu rakyat,wilayah,dan pemerintahan
a.wilayah adalah suatu daerah ygdikuasi dan ditempati oleh sekelompok manusia
serta menjadi batas teritorial suatu kedaulatan.
b.Penduduk/Rakyat merupakan orang-orang yang menetap pada suatu tempat dalam
periode waktu yang cukup lama.
c.pemerintah yang berdaulat adalah suatu lembaga di dalam negara yang memegang
kekuasaan tertinggi dan untuk dibentuk untuk melaksanakan jalannya pemerintahan suatu
negara.
c.Hakekat negara
Hakekat Negara merupakan suatu keluarga yang besar, alat atau wadah, organisasi atau
perkumpulan.Dalampenertian secara umum syarat-syarat formil Negara antara lain :

1. ada daerah tertentu


2. ada rakyatnya
3. ada pemerintahan yang berdaulat

d.Tujuan Negara
Tujuan negara merupakan suatu pedoman dalam menyusun dan
mengendaliakan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya.
Tujuan negara repepublik Indonesia ini tertuang jelas dalam pembukaan UUD 1945
“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
darahIndonesia,memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.”

e.Fungsi Negara
Pada dasarnya fungsi negara adalah sebagai lambang yang mewujudkan cita-cita dan
harapan masyarakat di negara tersebut.
 Fungsi Ketertiban dan keamanan
Negara memiliki fungsi sebagai pihak yang mengatur serta melaksanakan
ketertiban dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat.
 Fungsi kesejahteraan dan Kemakmuran
Penyelenggara negara,dalam hal ini pemerintah, harus mengupayakan
kesejahteraan dan kemakmuran warga negara, khususnya bidang sosial.

 Fungsi pertahanan
Negara juga memiliki fungsi mempertahankan dan menjamin
kelangsungan hidup suatu bangsa dari berbagai ancaman, baik serangan
dalam , maupun luar.
 Fungsi penegakan keadilan
Negara harus dapat menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang
mencakup seluruh aspek kehidupan. Fungsi keadilan ini dilakukan dengan
cara penegakan badan-badan peradilan di suatu negara.

F. Sifat-sifat Negara
SIFAT MEMAKSA
Maksud dari sifat memaksa di sini yaitu supaya peraturan perundang-undangan
dipatuhi/ ditaati. Melalui cara yang memaksa tersebut maka ketertiban dalam masyarakat
bisa terwujud serta tidak akan menimbulkan anarkhi. Sifat memaksa di sini juga termasuk
mempunyai kekuasaan secara legal untuk melakukan kekerasan fisik. Untuk melakukan itu
negara memakai perangkat-perangkat seperti badan peradilan, tentara dan polisi. Sifat
memaksa ini tidak akan begitu menonjol kalau masyarakatnya bersifat homogen dan
terdapat konsensus nasional tentang tujuan-tujuan bersama yang kuat. Sebaliknya sifat
memaksa akan sangat menonjol jika negara baru berdiri dan rakyatnya bersifat heterogen
dan ikatan konsensus tentang tujuan bersama tidak begitu kuat.
Meskipun demikian, dalam prakteknya di negara demokratis sifat memaksa tidak
diutamakan, tetapi yang diutamakan yaitu meyakinkan (persuasi). Contoh sifat memaksa
suatu Negara yaitu ketetapan mengenai pajak.
SIFAT MONOPOLI NEGARA
Dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat negara mempunyai sifat
monopoli. Jadi negara akan memonopoli apa saja yang menyangkut kehidupan orang
banyak. Contoh sifat monopoli suatu Negara yaitu negara memberikan larangan adanya
kelompok politik atau kepercayaan tertentu yang sifatnya bertentangan dengan paham yang
ada negara.
SIFAT MENYELURUH NEGARA
Sifat negara yang menyeluruh itu artinya mencakup semua lapisan masyarakat yang
menjadi warga negera. Contoh sifat menyeluruh negara: Semua peraturan perundang-
undangan berlaku untuk semua orang, misalnya, kewajiban untuk membayar pajak. Itu
semua karena untuk menjadi seorang warga negara bukan karena kemauan sendiri, lain hal
nya jika dalam organisasi atau asosiasi lainnya sifat keanggotaannya sukarela.