Anda di halaman 1dari 2

leaflet_A4_3_Keadilan Sosial_v2.

pdf 1 11/3/10 9:42 AM

Sama sekali tidak benar! Justru dengan asas kepentingan-kepentingan terorganisir yang
perlindungan terhadap hak-hak milik pribadi tersebut menyalahgunakan kekuasaan politik untuk tujuan
liberalisme sekaligus juga telah menutup kemungkinan pribadi. Seperti inilah pemahaman para bapak ekonomi
terjadinya eksploitasi dengan kekerasan yang seringkali pasar sosial (soziale Marktwirtschaft) tentang istilah
dipraktekkan kekuasaan politik. Hampir semua bencana sosial tersebut ketika mereka menyatakan bahwa
besar kemiskinan dan kelaparan dalam sejarah dunia sebuah negara liberal bukan menjadi kuat karena
Prinsip-prinsip Liberal
disebabkan oleh penggunaan kekuasaan pemerintah
melayani egoisme-egoisme kelompok, melainkan
yang sewenang-wenang, jadi bukan karena terlalu
karena menentang egoisme-egoisme tersebut.
banyak kebebasan dalam arti liberal. Kemenangan atas
kemiskinan merupakan salah satu kemenangan besar
Kalau demikian, “keadilan sosial” kiranya telah menjadi

Keadilan Sosial
liberalisme. Sejauh ini para penganut liberal (kecuali
Hayek) boleh saja mengklaim bahwa keadilan mereka kebalikan dari apa yang dipahami politik dewasa ini
adalah “keadilan sosial”. “Sosial” oleh para penganut tentang istilah tersebut. “Keadilan sosial” pada
paham liberal dikembalikan lagi kepada makna asalnya dasarnya tidak lain daripada keadilan.
C seperti yang dapat ditemukan dalam tulisan Edmund
M Burke. Kebajikan-kebajikan materi negara liberal harus Literatur yang layak dibaca tentang topik “Keadilan
Y tetap dilandasi pada prinsip mempertahankan Sosial”
CM kebebasan dan persamaan hak umum.
MY Friedrich August von Hayek: (Hukum, Pembuatan
CY
“Kebebasan yang saya maksud adalah Undang-Undang dan Kebebasan)
CMY
kebebasan sosial. Yaitu suatu keadaan di Volume kedua dari trilogi (aslinya dalam bahasa Inggris: “Selama lebih dari sepuluh tahun
mana kekebasan itu terjamin oleh adanya
K

Law, Legislation and Liberty, 1973) yang meneliti secara


persamaan batasan; suatu keadaan di mana filosofis-hukum asas-asas suatu masyarakat bebas dari
saya secara intensif mencoba
tak ada manusia atau sekelompok manusia aspek liberal ini diberi judul yang tepat: “Ilusi Keadilan menemukan makna istilah
yang menggunakan kebebasannya sebagai Sosial”. “keadilan sosial”. Usaha itu gagal;
alat untuk melanggar kebebasan seseorang
atau sekelompok orang dalam suatu
atau lebih tepatnya, pada akhirnya
masyarakat. Kebebasan seperti pada saya sampai kepada kesimpulan
hakikatnya adalah nama lain dari keadilan” Untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi: bahwa bagi masyarakat yang terdiri
Friedrich-Naumann-Stiftung
dari manusia-manusia yang bebas
Jl. Rajasa II No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta 12110
Lagi pula, istilah “sosial” diambil dari bahasa Latin
“societas” yang berarti masyarakat. Tentu saja seluruh
Tel. (021) 725 6012-13 / indonesia@fnst.org kata itu sama sekali tak bermakna”.
www. fnsindonesia.org
masyarakat harus dilayani, jadi bukan

www. fnsindonesia.org
leaflet_A4_3_Keadilan Sosial_v2.pdf 2 11/3/10 9:42 AM

Pernyataan di atas dibuat oleh pemenang hadiah nobel mungkin diterapkan. Suatu aturan
di bidang ekonomi, Friedrich Hayek yang beraliran
liberal, pada 1976. Manakala kita mencermati yang kiranya dapat dijadikan acuan dapat terejawantahkan. Apabila suatu kelompok
penggunaan istilah “keadilan sosial” dalam lingkungan untuk menyimpulkan apa memperoleh hak istimewa maka kelompok yang lain
politik saat ini, maka kebenaran dari pernyataan Hayek juga harus mendapatkannya. Ini bisa berjalan dengan
tersebut hampir tak terbantahkan.
sebenarnya ‘keadilan sosial’ itu.”
adanya peminggiran kelompok tertentu (misalnya para
Friedrich August von Hayek, 1976 penganggur yang menjadi korban sindikat perusahaan
Karena, apa yang hendak dicapai dengan tambahan penentu tarif [Tarifkartell] yang dikehendaki
kata “sosial” tersebut? Tanpa kata itupun “keadilan” pemerintah), dengan kehidupan yang mengorbankan
dapat didefinisikan dengan jelas. Keadilan merupakan generasi masa depan atau melalui hutang publik yang
suatu prinsip universal yang dapat dijadikan takaran Apa tepatnya yang berhak diperoleh setiap orang?
Tidak sedikit orang percaya bahwa setiap orang entah berlebihan.
bagi semua tindakan politik dan yang legitimitas
moralnya dapat diuji. Ini mensyaratkan antara lain bagaimana caranya harus mendapatkan jatah dari
Semua gambaran tentang pembagian yang berdasarkan
aturan yang sama bagi semua orang. seluruh benda materi yang memang diperuntukkan
keadilan sosial mengakibatkan semakin meningkatnya
buat dirinya pribadi atau sebagai anggota kolektif.
praktek perwalian dalam suatu masyarakat.
C Justru aturan yang sama bagi semua orang inilah yang Namun, pertanyaan yang timbul sekarang adalah
M tidak dikehendaki oleh pembela “keadilan sosial” terjadi haruskah orang yang malas mendapatkan bagian yang
Keadilan sebagai norma universal bagi apa yang layak
Y
dalam politik. Ia tidak menghendaki setiap orang sama seperti orang yang rajin? Atau tidak sama? Kalau
diperlakukan sesuai dengan penerapan aturan yang menjadi hak setiap orang hanya punya makna jika tidak
CM tidak sama, bagaimana mengatur besar atau kecilnya
sama. Ia ingin meredistribusi materi dalam suatu ada tuntutan yang bersifat sewenang-wenang terhadap
hak mereka? Sampai hari ini pengetahuan manusia
orang lain. Tapi justru melindungi hak formal atas apa
MY

bentuk tertentu. Ini hanya dapat ia lakukan jika ia belum mampu menjawab pertanyaan ini dengan tepat.
CY

diperlakukan secara tidak sama. Berbeda dari yang telah diperoleh seseorang sebagai “miliknya
CMY Yang ada hanyalah harapan atas keadilan Tuhan di sendiri”. Apa yang menjadi hak manusia adalah segala
orang-orang yang atas dasar kemanusiaan membantu
K alam baka atau - di dunia ini - harapan atas hak-hak sesuatu yang telah ia peroleh tanpa melanggar hak
mengurangi kemiskinan dan penderitaan, penganut
yang dipilih secara sembarangan. Tuntutan yang orang lain. Setiap manusia punya hak yang tidak bisa
“keadilan sosial” hendak menimbulkan kesan bahwa
ada ukuran moral yang menyeluruh terhadap niat biasanya sangat bernuansa kekuasaan politik. dibeli, yaitu hak atas perlindungan terhadap diri dan
redistribusinya itu. Setiap orang harus mendapatkan harta bendanya. Inilah gagasan liberal tentang keadilan.
apa yang memang sudah menjadi bagiannya. Padahal, Justru karena “keadilan sosial” seperti ini bukan Tuntutannya bersifat sederhana dan manusiawi karena
benar seperti yang Hayek kemukakan, tidak ada ukuran merupakan cita-cita yang dapat didefinisikan maka tidak menuntut di atas kemampuan pengetahuan
yang seperti tersebut di atas. terbukalah ruang gerak yang hampir tak terbatas bagi manusia. Politik yang dapat melindungi kekebasan
terjadinya proses pengalihan suatu kelompok setiap orang dari paksaan dan kekerasan hanyalah
masyarakat kepada kelompok yang lain. Setiap orang dapat terwujud jika politik itu dilandasi gagasan
“Tak ada seorang pun sampai hari ini dapat menerima, setiap orang dapat memberi (atau keadilan seperti dimaksud di atas.
dengan formulasi yang lebih realistis: setiap orang
yang telah berhasil menemukan dapat dipaksa untuk memberi). Sebenarnya tidak ada Lalu, bukankah keadilan yang seperti ini merupakan
satu-satunya aturan umum untuk yang puas, karena tidak ada keadaan akhir yang dapat ekspresi dari kekejaman yang paling menakutkan seperti
setiap kasus di mana aturan itu didefinisikan di mana “keadilan sosial” itu kiranya yang diduga oleh banyak penentang liberalisme?

Prinsip-prinsip Liberal