Anda di halaman 1dari 13

AUMY 2021

MODUL 7
PENGUKURAN MEKANIK

I. TUJUAN :
1. Mahasiswa mengetahui dan memahami berbagai macam-macam alat ukur mekanik
dan cara penggunaannya.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan macam-macam alat ukur mekanik dan cara
penggunaannya sesuai peruntukannya.
3. Mahasiswa dapat melaksanakan pengukuran dimensi geometri benda-benda kerja
mekanik baik secara kasar maupun presisi.

II. ALAT DAN BAHAN


1. Vernier Caliper/jangka sorong/sketmatch
2. Micrometer
3. Jam meter/Dial Gauge
4. Benda-benda sampel
III. TEORI SINGKAT
Alat ukur mekanik ada bermacam-macam sesuai dengan fungsi dan ketelitiannya:

Gambar 1. Macam-macam alat ukur mekanik

Pada perancangan maupun pembuatan/konstruksi serta perbaikan alat/benda kerja


mekanik memerlukan pengukuran yang presisi dan teliti, sehingga diperlukan adanya
pemahaman yang benar tentang cara dalam melaksanakan pengukuran dengan
menggunakan alat-alat ukur khusus seperti Mistar Baja, Vernier caliper (Jangka sorong),
micrometer, dial gauge, filler gauge dan lain-lain. Untuk menuju ka sana maka akan
dijelaskankan tentang alat-alat ukur mekanik tersebut.
AUMY 2021

Vernier Caliper/Jangka sorong/ Sketmatch


Alat ukur ini bisa digunakan untuk mengukur Sakala utama (inci)
diameter luar, diameter dalam, ketebalan dan
kedalaman suatu lubang. Bagian-bagian dari
Jangka sorong seperti tampilan Gambar 1.
Sakala utama (cm)
Alat ukur ini memiliki dua skala, yakni skala
utama dan skala bantu/vernier/nonius. Kedua
skala tersebut digunakan untuk mengukur
jarak kecil dengan cara mencari perbedaan Gambar 1. Vernier Caliper dan bagiannya
dua tanda.
Sebagai contoh, skala utama untuk setiap garis berjarak 1 mm, sedangkan skala nonius jarak
antar garis adalah 0,9 mm, karena itu jarak garis pada skala utama 0,1mm lebih besar dari
pada jarak garis skala nonius/vernier.

Gambar 2. Skala utama dan skala bantu/vernier

Cara melakukan pengkuran dengan Vernier Caliper/Jangka sorong :

1. Awal persiapan, kendurkan skrup pengunci dan geser rahang geser, pastikan rahang
geser bekerja dengan baik. Hitung jangan lupa untuk cek ketika rahang tertutup
harus menunjukkan angka nol. Jika tidak menunjukkan angka nol settinglah lebih
dahulu.

2. Langkah/ cara menggunakan jangka sorong selanjutnya adalah membersihkan


permukaan benda dan permukaan rahang agar tidak ada benda yang menempel
yang bisa sebabkan kesalahan pengukuran.

3. Tutup rahang hingga mengapit benda yang diukur. Pastikan posisi benda sesuai
dengan pengukuran yang ingin diambil. Lalu tinggal membaca skalanya.

Membaca Hasil Pengukuran

a. Perhatikan angka nol skala vernier, dimanakah penunjukkan posisinya terhadap skala
utama bisa berhimpit dengan garis pada skala utama tetapi bisa juga tidak. Jika tidak,
ambil nilai skala utama yang terdekat ada di sebelah kirinya. Pada tahap ini hitunglah,
baru mendapatkan ketelitian sampai 0,1 mm
b. Lihat Skala vernier, carilah angka pada skala vernier yang berhimpit dengan garis di skala
utama. Pengukuran ini punya ketelitian hingga 0,01 mm
c. Kemudian jumlahkan pembacaan di a dan di b
AUMY 2021

d. Sebagai cotoh perhatikan Gambar 3 adalah


hasil pengukuran panjang suatu dimensi yang
cara membacanya adalah seperti berikut :

Lingkaran Biru : 5, 3 “sekian” mm, yang sekian itu


akan kita dapatkan di lingkaran “merah”

Lingkaran Merah : 5 artinya = 0,05 mm

Jadi hasilnya  = 5,3 + 0,05 = 5,35 mm Gambar 3 Skala vernier untuk


membaca skala utama

Tatacara pengukuran dan Pemeliharaan Vernier caliper


1. Sebelum diukur benda kerja dan vernier caliper dibersihkan terlebih dahulu.
2. Sebelum digunakan pastikan skala vernier caliper dapat bergeser dengan bebas,
angka 0 pada kedua skala bertemu dengan tepat.
3. Sewaktu mengukur, usahakan benda yang diukur sedekat mungkin ke skala utama.
Pengukuran ujung gigi pengukur, menghasilkan pembacaan yang kurang akurat.
4. Untuk mencegah salah baca, bacalah langsung dari atas strip yang tepat.
5. Untuk mencegah karat vernier cliper dilap dengan kain yang sedikit dibasahi oli.

Gambar 5. Tatacara pengukuran diameter luar, diameter dalam dan kedalaman

Micrometer
Micrometer terdiri out side dan inside micrometer, pada bidang mekanik alat ukur ini
terbilang seebgai alat ukur yang memiliki presisi tinggi. Dengan alat ukur ini dapat dilakukan
pengukuran diameter luar, diameter dalam dan ketebalan dari suatu komponen mekanik.

Alat ini lebih telitti daripada vernier caliper, ketelitiannya bisa mencapai 0,01 mm bahkan
ada yang sampai 0,001 mm

Out side micrometer


AUMY 2021

Alat ukur Outside micrometer bentuknya seperti terlihar pada Gambar 7. Mirip dengan
Jangka sorong/vernier caliper, yang memiliki skala utama dan skala nonius.

Skala utama

Skala nonius

Gambar 6.Out side micrometer dan bagian-bagiannya

Pemeriksaan dan kalibrasi micrometer

(a) (b)
Gambar 7. Kondisi micrometer (a) skala masih baik/bisa diterima
(b) skala sudah bergeser dan perlu di setting ulang

Sebelum dipakai , micrometer sebaiknya dikalibrasi terlebih dahulu. Bersihkan permukaan


anvil dan spindel dengan kain yang bersih. Kemudian putar rechet stoper sampai anvil dan
spindel bersentuhan. Putarlah stoper 2 atau 3 kali sampai diperoleh penekanan yang cukup.
Kuncilah spindel pada posisi ini lock nut. Micrometer yang baik jika angka nol pada skala
nonius lurus dengan garis memanjang pada skala utama dan di angka nol skala utama
seperti Gambar 7 (a).

Menyetel titik nol


Jika kesalahan 0,02 mm atau kurang
Kuncilah spindel dengan skrup penguncinya, kemudian dengan memakai penyetel outer
sleeve diputar sampai tanda “0” pada thimble lurus dengan garis memanjang pada skala
utama seperti Gambar 7(a). Lakukan seperti Gambar 8.
AUMY 2021

Gambar 8. Penyetelan kembali Micrometer jika kesalahan kurang dari 0,02 mm

Setelah penyetelan selesai, periksalah kembali tanda “0”.

Jika kesalahan melebihi 0,02 mm


Kuncilah spindel dengan skrup penguncinya, kendorkanlah stoper. Sampai thrimbel bebas.
Luruskan tanda “0” thrimble dengan garis pada outer sleeve, dan kencangkan kembali
rachet stoper. Setelah penyetelan selesai, periksa kembali titik “0” untuk meyakinkan bahwa
micrometer telah dikalibrasi dengan benar.

Gambar 9. Penyetelan kembali Micrometer jika kesalahan lebih dari 0,02 mm


AUMY 2021

Membaca hasil pengukuran

Gambar 10. Cara membaca hasil ukur dengan micrometer

Jarak antar strip di atas garis pada outer sleeve adalah 1 mm, dan jarak strip di bawah garis
pada outer sleeve adalah 0,50 mm. Sedangkan nilai satu strip pada skala nonius adalah 0,01
mm. Nilai hasil ukur adalah jumlah pembacaan ke tiga skala tersebut.

Contoh A : Contoh B :
Pembacaan skala utama garis : 5.00 Pembacaan skala utama garis : 7.00
Pembacaan skala di bawah garis : 0.00 Pembacaan skala di bawah garis : 0.50
Pembacaan skala nonius + 0.20 Pembacaan skala thrimble + 0.15
Pembacaan akhir = 5.20 Pembacaan akhir = 7.65
Hal yang perlu diperhatikan
1. Sebelum dipakai periksa titik “0” jika perlu dilakukan kalibrasi
2. Sebelum mengukur benda kerja dibersihkan dengan kain bersih
3. Jepitlah micrometer dengan frame, putarlah thimble ke arah benda yang diukur dan
putarlah rachet stoper sampai menyentuh spindle. Putarlah kembali stoper 2 sampai
3 kali agar penekanan lebih meyakinkan, kemudian baca.
4. Ulangi pengukuran beberapa kali agar kesalahan sekecil mungkin.

INSIDE MICROMETER
Inside micrometer nampak seperti outside micrometer tanpa kerangka. Tingkat pengukuran
inside micrometer adalah 25 mm, dan prinsip pengukurannya sama dengan outside
micrometer. Bentuknya seperti ditampilkan Gambar 11.
AUMY 2021

Grip

Gambar 11. Small and Large Inside Micrometer

Peringatan penting
Penggunaan inside micrometer lebih sulit dibanding dengan out side micrometer. Sebagai
contoh untuk mengukur diameter silinder, peganglah grip pada inside micrometer dan
sentuhkan anvilnya pada satu sisi. Putarkan thimblenya perlahan-lahan sampai anvil
menyentuh sisi yang lain. Posisi micrometer harus benar, gerakan micrometer secara
vertikal seperti Gambar 12 A, sampai didapat pembacaan yang paling kecil. Kemudian
gerakan secara horisontal seperti Gambar 12 B sampai didapat pembacaan yang paling
besar. Gambarkan garis imajinasi yang melewati garis sumbu horisontal pada Gambar 12 A.
Kemudian gambarkan garis imajinasi vertikal melalui garis sumbu pada point B (Gambar 12
AUMY 2021

B). Letakkan spindel pada point garis yang saling memotong dan ukurlah bagian dalam
diameter.

(A) (B)
Gambar 12. Pengukuran in side diameter
DIAL GAUGE
Dial Guge/ Dial indicator adalah alat ukur mekanik yang berfungsi untuk mengukur
penyimpangan-penyimpangan pada suatu bidang datar, bulat, ataupun melengkung.  Dial
indicator memiliki ketelitian hingga 1/1000 mm. Hal ini bertujuan agar penyimpangan dapat
terbaca secara presisi.  Oleh karena itu alat ini tepat digunakan dalam bidang
mekanik/otomotif sebagai alat ukur ketika kita sedang melakukan pembuatan, perawatan
maupun perbaikan komponen mekanik/kendaraan.

Berikut merupakan beberapa fungsi dial indicator:


1. Untuk mengukur kerataan suatu permukaan
2. Untuk mengukur kemiringan suatu permukaan
3. Untuk mengukur kelonjongan suatu poros
4. Untuk mengukur run out suatu permukaan
5. Untuk mengukur kedalam alur
AUMY 2021

Gambar 13. Dial gauge/indicator kerataan permukaan

Pada dial indicator terdapat mekanisme khusus yang dapat memperbesar gerakan yang
kecil. Ketika spindel bergerak sepanjang permukaan yang diukur, gerakan ini diperbesar
oleh mekanisme pembesar pada dial gauge dan selanjutnya ditunjukkan oleh mekanisme
jarum penunjuk. Klasifikasi tingkat pengukuran ditunjukkan pada permukaan dial. Klasifikasi
menunjukkan skala terkecil, dan tingkat/range pengukur menunjukkan pembacaan
maksimum, skala dan outer ring dapat diputar ke skala “0” agar lurus dengan jarum
penunjuk. Pada dial juga terdapat penghitung putaran (revolution counter). Counter ini
menunjukkan berapa kali penunjuk telah berputar. Dalam penggunaannya dial gauge selalu
ditopang oleh dengan magnetic stand. Dial gauge juga ada dalam bentuk caliper gauge dan
inside dial gauge.

Persiapan dalam penggunaan Dial Gauge


1. Posisi spindel dial gauge harus tegak lurus dengan bidang yang akan
diukur/diperiksa.
2. Garis imajinasi dari mata pengukur ke pointer dial gauge harus tegak lurus pada
permukaan dial ketika membaca pengukuran.
3. Dial gauge harus dipasang dengan teliti dan rigid pada sporting tail/magnetic stand.
4. Putarlah outer ring dan setel pada titik nol. Gerakan spindel ke atas dan ke bawah.
Periksa bahwa penunjuk selalu kembali ke nol bila spindel tidak dipegang.
5. Pada dial gauge terdapat mekanisme seperti jam, usahakan agar jangan sampai
terjatuh atau terkena benturan.
6. Jangan memberikan oli atau gemuk di antara spindel dan tangkainya. Jika gerakan
spindel kurang lancar, selupkan ke dalam bensin, lalu digerakkan agar kotorannya
keluar.
AUMY 2021

Gambar 14. Posisi Spindel Dial indicator terhadap benda yang diukur

Cara melakukan Pengukuran

A. Pengukuran kerataan permukaan, Dalam proses pengukuran kerataan permukaan


menggunakan dial indicator maka posisikan dial indicator pada penyangga. Letakkan
benda yang akan diukur pada meja yang rata atau permukaan yang rata. Kalibrasi dial
indicator. Kemudian geserkan benda yang diukur kearah memanjang, melintang, dan
diagonal. Perhatikan penyimpangan jarum yang terjadi.  Perkatikan pemapanan Dial
indicator terhadap benda kerja yang diukur kerataannya di Gambar 15.

Gambar 15. Pengukuran Kerataan benda

B. Pengukuran run out/kebengkokan poros.


1. Letakkan V-blok di atas plat dasar/meja datar, dan letakkan poros di atas V-blok,
seperti diperlihatkan pada Gambar 15.
2. Sentuhkan spindel dial gauge pada permukaan poros, aturlah tinggi dial gauge lock
sedemikian rupa sehingga menyentuh permukaan atas dari poros.
3. Putarlah poros perlahan-lahan dan temukan point pada permukaan pembacaan
paling kecil, kemudian putarlah outer ring sampai penunjukan “0”.
4. Putarlah poros perlahan-lahan, bacalah jumlah strip gerakan pointer.
AUMY 2021

(b)
(a)

(+)+(-)

Gambar 16 (a) Pemasangan Dial indicator pada benda yang diukur kebengkokan,
(b) Hasil Pembacaan Dial indicator

Keterangan :
 ( + ) merupakan hasil jarum panjang putaran dial gauge tertinggi ke kiri
 ( - ) merupakan hasil putaran jarum panjang dial gauge tertinggi ke kanan

Misal :
Hasil pengukuran menggunakan Dial Indikator ke kiri adalah 0,10 mm. Sedangkan yang ke
kanan adalah 0,10 mm. Maka pengukuran Run Out didapatkan hasil 0,10 mm + 0,10 mm =
0,20 mm.

Untuk pemeriksaan Runout/ke olengan benda putar seperti flywheel/rem cakram pemsangan
alatnya seperti Gambar 17.

Gambar 17. Pemsangan dial gauge untuk pengukuran run-out/keolengan roda

LANGKAH PRAKTIKUM PENGUKURAN MEKANIK


1. Lakukan pengukuran terhadap benda kerja yang tersedia dengan mengunakan
Vernier Caliper dan Micrometer dan Dial Gauge.
2. Besaran yang diukur antara lain ouside diameter, inside diameter, panjang poros,
ketebalan, kedalaman lubang, kerataan benda kerja, run out poros.
3. Bandingkan hasil pengukuran antara dengan Vernier Caliper dan Micrometer.
4. Tentukan tingkat kehalusan benda kerja.
5. Buat Kesimpulan dari praktek pengukuran mekanik tersebut.
AUMY 2021

Data-data yang perlu dikumpulkan adalah sebagai berikut :

Pengukuran dengan Vernier Caliper dan Micrometer


Besaran Vernier Caliper (mm) Micrometer (mm) Ketelitian
Diameter rotor
Panjang rotor
Diameter poros
Diameter Bearing
Kedalaman lubang spi
Lebar lubang spi
Panjang lubang spi
Tinggi sirip pendingin motor
Tebal sirip pendingin motor
Panjang Transformator
Lebar Transformator
Tinggi Transformator
Tebal plat Transformator
Tebal roda gigi Coil winder
Diameter roda gigi Coil winder
Diameter poros Coil winder
Tebal gigi roda gigi Coil winder
Tinggi gigi roda gigi Coil winder

Pengukuran dengan Dial Gauge pada Mesin Bubut (Lathe machine)


Besaran Dial Gauge (mm) Keterangan
Kerataan bed ways
Runing-out Spindle
Kerataan Kepala
Kemiringan/Centering benda kerja

No Nama Praktikan Hari dan Tanggal Tanda-Tangan

Disetujui Asisten Praktikum

(…………………………………………..)
AUMY 2021

http://www.docstoc.com/docs/15157229/ALAT-UKUR

Anda mungkin juga menyukai