Anda di halaman 1dari 71

Laporan Praktik Industri

Begawan Apartment Malang

BAB III
TINJAUAN KHUSUS PROYEK

3.1 Kegiatan Khusus


Kegiatan khusus adalah kegiatan mengamati dan menganalisis seluruh
pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor selama praktik industri
berlangsung. Pengamatan dilakukan pada lingkup struktur pada zona 2A, 2B, dan
1B as 14 hingga as 23 lantai 11-23 Gedung Begawan Apartment Malang. Adapun
batasan area pengamatan tertera pada gambar 3.1 di bawah ini.

: lokasi pengamatan
Gambar 3.1 Denah Struktur Proyek Begawan Apartment Malang
(Sumber: PT. PP Persero Tbk, 2019)

3.2 Hasil Pengamatan


Selama praktik industri berlangsung, pengamatan di lapangan dilakukan
selama 60 hari dimulai pada tanggal 10 Juni 2019. Pengamatan lapangan ini
berguna untuk menambah wawasan mengenai praktik pelaksanaan kontruksi di
lapangan. Kegiatan praktik industri dilakukan di proyek Pembangunan Gedung
Begawan Apartment Malang.
Pada laporan ini akan menjelaskan tentang alur pekerjaan, spesifikasi
peralatan dan material, serta tahap pelaksanaan masing-masing bagian pekerjaan.
Pengamatan pada lingkup struktur; bagian yang diamati antara lain plat, balok,
kolom, dinding geser/shear wall, dan tangga. Pada subbab berikut akan
menjelaskan mengenai pelaksanaan pekerjaan yang diamati selama praktik
industri.

51
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

3.3 Alat dan Bahan


3.3.1 Alat
Peralatan yang dapat menunjang pekerjaan struktur (Plat, balok, kolom,
dinding geser/shear wall, dan tangga) pada proyek Pembangunan Gedung
Begawan Apartment Malang adalah sebagai berikut.
1) Tower Crane
Tower crane adalah salah satu jenis alat berat yang sering digunakan untuk
membangun gedung bertingkat atau jembatan. Fungsi tower crane ini adalah
untuk mengangkut material atau bahan maupun kontruksi bangunan dari
bawah menuju bagian yang ada di atas. Alat ini dioperasikan oleh satu orang
pada saat jam kerja setiap hari. Tower crane dapat dilihat pada Gambar 3.2
sebagai berikut.

Gambar 3.2 Tower Crane


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Zoomlion dan POTAIN
 Kapasitas : Zoomlion 2 ton dan POTAIN 2,5 ton
 Jumlah Alat : 2 buah

2) Total Station
Total Station adalah alat pengukur sudut yang sudah dilengkapi dengan
alat ukur pengukur jarak yang bekerja dengan sistem elektrolis atau dengan
kata lain total station adalah theodolite yang sudah dilengkapi dengan Electric

52
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Distance Meter (EDM). Total Station dapat dilihat pada Gambar 3.3 sebagai
berikut.

Gambar 3.3 Total Station


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : KOLIDA
 Kapasitas : 300 m
 Jumlah Alat : 4 buah

3) Concrete Bucket dan Pipa Tremie


Concrete bucket adalah tempat pengangkutan beton dari mixer truck
sampai ke tempat pengecoran. Setelah dilakukan pengetesan slump dan telah
memenuhi persyaratan yang ditetapkan, maka beton dari mixer truck
dituangkan ke dalam concrete bucket. Kemudian pengangkutan dilakukan
dengan bantuan tower crane. Dalam pengerjaannya dibutuhkan operator
concrete bucket yang bertugas untuk membuka atau mengunci agar cor-an
beton tidak tumpah pada saat dibawa ke area pengecoran dengan tower crane.
Concrete bucket dan pipa tremie dapat dilihat pada Gambar 3.4 sebagai
berikut.

53
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.4 Concrete Bucket


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

Spesifikasi Alat:
 Tipe : (Standar)
 Kapasitas : 1,2 m3
 Jumlah Alat : 2 buah

4) Theodolite dan Bak Ukur


Theodolite adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk
menentukan tinggi suatu bidang dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Bak
ukur berfungsi sebagai alat bantu dalam menentukan beda tinggi dengan
menggunakan pesawat sipat datar, rambu ukur biasanya terdiri dari beberapa
jenis, antara lain rambu interval 5mm dan rambu interval 10 mm. Theodolite
dan bak ukur dapat dilihat pada Gambar 3.5 sebagai berikut.

Gambar 3.5 a) Theodolite b) Bak ukur


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Theodolite (KOLIDA) dan bak ukur (standar)

54
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

 Kapasitas : 300 m
 Jumlah Alat : Theodolite (4 set) dan bak ukur (2 buah)

5) Mixer truck
Mixer truck merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut
adukan beton ready mix dari tempat pencampuran beton ke lokasi proyek
dimana selama dalam pengangkutan, mixer terus berputar dengan kecepatan 8-
12 putaran permenit agar beton tetap homogen serta tidak mengeras. Mixer
truck dapat dilihat pada Gambar 3.6 sebagai berikut.

Gambar 3.6 Mixer truck


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : a) Merak Jaya Beton, b) Varia Usaha Beton,
c) SCG Jaya Mix
 Kapasitas : a) 6 m3, b) 8 m3, c) 6 m3
 Jumlah Alat : LS

6) Concrete Vibrator
Concreate vibrator adalah alat yang berfungsi untuk menggetarkan adukan
beton yang dituangkan ke dalam bekisting sehingga akan diperoleh campuran
beton yang padat dan merata serta adukan beton yang dapat masuk ke sela-
sela tulangan sehingga tidak terjadi pengumpulan adukan beton pada tempat-
tempat tertentu. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya keropos pada
beton. Concrete vibrator dapat dilihat pada Gambar 3.7 sebagai berikut.

55
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.7 a) MesinVibrator, b) Kepala dan selang vibrator


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : 2 buah

7) Bekisting alumunium formwork


Proyek Begawan Apartment menggunakan metode Platform aluminium
formwork yang berasal dari Korea Selatan. Platform ini berbahan dasar
aluminium paduan (ASTM 6062-T6). Salah satu kelebihan dari penggunaan
aluminium formwork adalah pada circle time yang lebih singkat dari metode
bekisting konvensional lainnya. Bekisting alumunium formwork dapat dilihat
pada Gambar 3.8 sebagai berikut.

Gambar 3.8 Bekisting Alumunium Formwork


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Aluminium formwork
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

56
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

8) Waterpass/Sipat datar
Waterpass (penyipat datar) adalah suatu alat ukur tanah yang
dipergunakan untuk mengukur beda tinggi antara titik-titik saling berdekatan.
Beda tinggi tersebut ditentukan dengan garis-garis visir (sumbu teropong)
horizontal yang ditunjukan ke rambu-rambu ukur yang vertical. Sedangkan
pengukuran yang menggunakan alat ini disebut dengan Levelling atau
Waterpassing. Pekerjaan ini dilakukan dalam rangka penentuan tinggi suatu
titik yang akan ditentukan ketiggiannya berdasarkan suatu system referensi
atau bidang acuan. Waterpass dapat dilihat pada Gambar 3.9 sebagai berikut.

Gambar 3.9 Waterpass


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Topcon
 Kapasitas : 300 m
 Jumlah Alat : 1 alat auto level dan 1 tripod

9) Perancah/Scaffolding
Perancah atau biasanya disebut dengan scaffolding merupakan struktur
sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam
kontruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya.
Perancah memiliki bentuk yang menguntungkan yaitu bisa dibongkar dan
dirangkai kembali selain itu ada sistem jack yang mengatur ketinggian.
Perancah lebih ekonomis, simpel, dan penggunaannya dapat berulang-ulang
kali. Perancah dapat dilihat pada Gambar 3.10 sebagai berikut.

57
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.10 Perancah


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : PCH (PERI UP)
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

10) Bar bender


Bar bender adalah alat yang digunakan untuk membengkokan besi
tulangan dalam berbagai macam sudut sesuai dengan perencanaan. Pada
proyek ini digunakan bar bender listrik. Cara kerja alat ini adalah besi yang
akan dibengokkan dimasukan ke dalam roda pembengkok kemudian diatur
sudutnya sesuai sudut dan panjang bengkokan yang diinginkan. Ujung
tulangan pada poros pembengkok dipegang dengan kunci pembengkok.
Kemudian pedal ditekan sehingga roda pembengkok akan berputar sesuai
dengan sudut yang diinginkan (biasanya 45o dan 90o). Bar bender dapat dilihat
pada Gambar 3.11 sebagai berikut.

Gambar 3.11 Bar Bender


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

58
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Spesifikasi Alat:
 Tipe : Takeda Machinery Co. Ltd
 Kapasitas : semua dimensi tulangan (maks D32)
 Jumlah Alat : 2 buah

11) Bar cutter


Bar cutter adalah alat pemotong baja tulangan dengan cara besi tulangan
yang akan dipotong dimasukkan ke dalam gigi bar cutter kemudian pedal
pengendali ditarik, dan dalam hitungan detik besi tulangan akan terpotong.
Pemotongan besi tulangan yang berdiameter kecil dapat dilakukan sekaligus
sesuai dengan kapasitas dari alat. Selain dapat mempercepat proses pekerjaan
pemotongan besi, penggunaan bar cutter juga dapat menekan jumlah tenaga
kerja. Alat bar cutter dapat dilihat pada Gambar 3.12 sebagai berikut.

Gambar 3.12 Bar Cutter


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Toyo Kensetsu
 Kapasitas : semua dimensi tulangan (maks D32)
 Jumlah Alat : 1 buah

12) Air Compressor


Air Compressor adalah alat penghembus udara bertekanan tinggi yang
digunakan untuk membersihkan kotoran seperti debu, potongan kawat
bendrat, dan serbuk kayu yang dapat mengurangi mutu dan daya lekatan
tulangan pada beton. Alat ini digunakan setelah proses pekerjaan pembesian

59
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

selesai. Air Compressor diperlukan untuk menjaga agar hasil pengecoran tidak
tercampur dengan sisa-sisa pekerjaan pembesian maupun debu yang terdapat
pada area pengecoran. Air compressor dapat dilihat pada Gambar 3.13 sebagai
berikut.

Gambar 3.13 Air Compressor


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : AIRMAN PDS 185S
 Kapasitas : 5,2 m3/menit
 Jumlah Alat : 1 buah

13) Meteran
Meteran merupakan alat yang digunakan untuk menghitung jarak suatu
titik ke titik lain dengan satuan panjang. Meteran dapat dilihat pada Gambar
3.14 sebagai berikut.

Gambar 3.14 Meteran


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas : 100 m
 Jumlah Alat : LS

60
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

14) Palu
Palu pada proyek ini digunakan pada pekerjaan pemasangan serta
pelepasan bekisting aluminium formwork dan perancah/scaffolding. Palu dapat
dilihat pada Gambar 3.15 sebagai berikut.

Gambar 3.15 Palu


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

15) Gegep
Gegep merupakan alat bantu dalam pengikatan kawat bendrat yang
berfungsi sebagai pengikat antar baja tulangan pada pekerjaan penulangan.
Gegep dapat dilihat pada Gambar 3.16 sebagai berikut.

61
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.16 Gegep


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

16) Tile, Ties, dan Pin.


Tile, ties, dan pin merupakan alat yang digunakan dalam pekerjaan
pemasangan bekisting aluminium formwork. Tile adalah alat yang digunakan
untuk menghubungkan antar panel bekisting. Sedangkan ties merupakan alat
yang berguna untuk melindungi tile agar tidak tertanam pada dinding. Selain
itu, terdapat juga alat yang digunakan untuk menghubungkan panel dinding
dengan plat yaitu pin. Tile, ties, dan pin dapat dilihat pada Gambar 3.17
sebagai berikut.

Gambar 3.17 Pin dan Ties


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

62
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Spesifikasi Alat:
 Tipe : Aluminium Formwork
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

17) Kawat Bendrat


Kawat bendrat berfungsi sebagai pengikat antar baja tulangan agar dapat
membentuk struktur seperti yang dikehendaki. Kawat bendrat yang digunakan
adalah berdiamater 1 mm dan dalam pengunaannya digunakan tiga lapis kawat
agar lebih kuat dalam mengikatkan baja tulangan. Agar baja tulangan saling
terikat denga kuat maka kawat bendrat yang digunakan harus dengan kualitas
yang baik dan tidak mudah putus. Kawat bendrat dapat dilihat pada Gambar
3.18 sebagai berikut.

Gambar 3.18 Kawat bendrat


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

18) Concrete Pump


Concrete pump merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mentransfer
cairan beton dengan cara dipompa dan disalurkan dengan pipa besi. Pada
proyek Pembangunan Begawan Apartment Malang ini menggunakan concrete
pump guna mempermudah pekerjaan pengecoran pada zona yang sulit
dijangkau tower crane. Kemudahan serta kefleksibelan alat ini dapat

63
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

mempercepat proses pekerjaan pengecoran jika dibanding dengan metode


tower crane. Concrete pump dapat dilihat pada Gambar 3.19 sebagai berikut.

Gambar 3.19 Concrete Pump


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Zoomlion HBT90.18.195 RSK
 Kapasitas : 10-90 m3/jam
 Jumlah Alat : 1 set

19) Ejector Bar


Ejector bar adalah alat yang digunakan untuk melepaskan panel bekisting
alumunium formwork dari permukaan beton dengan cara menarik pin dan
wedges yang digunakan sebagai pengikat sambungannya. Ejector bar dapat
dilihat pada Gambar 3.20 sebagai berikut.

Gambar 3.20 Ejector Bar


(Sumber: Google, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standart
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

20) Tang Besi

64
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Tang besi adalah alat yang digunakan untuk memotong tulangan wiremesh
pada pembesian plat. Tang besi dapat dilihat pada Gambar 3.21 sebagai
berikut.

Gambar 3.21 Tang Besi


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : KRISBOW
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

21) Kuas Rol


Kuas rol merupakan alat bantu yang digunakan pada pekerjaan pelapisan
minyak bekisting pada permukaan bekisting aluminium formwork yang
bertujuan memudahkan ketika pelepasan bekisting tersebut dengan beton.
Kuas rol dapat dilihat pada Gambar 3.22 sebagai berikut.

Gambar 3.22 Kuas Rol


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:

65
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

22) Flat Tie Puller


Flat Tie Puller adalah alat yang digunakan untuk melepaskan ties panel
pada bekisting alumunium formwork dengan cara memasukkan pengait pada
ujung flat tie puller ke dalam ties kemudian menariknya. Flat Tie Puller dapat
dilihat pada Gambar 3.23 sebagai berikut.

Gambar 3.23 Flat tie puller


(Sumber: Google, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

23) Cetok
Cetok adalah alat yang digunakan untuk meratakan permukaan plat yang
sebelumnya telah diratakan secara kasar dengan raskam ketika pengecoran
berlangsung. Cetok dapat dilihat pada Gambar 3.24 sebagai berikut.

66
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.24 Cetok


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

24) Trowel Floor Hardener


Trowel Floor Hardener adalah mesin yang digunakan untuk meratakan
dan menghaluskan permukaan beton yang masih dalam proses pengerasan.
Mesin trowel mempunyai dasar yang terdiri dari beberapa daun plat baja yang
dapat berputar dan mengamplas permukaan beton. Trowel Floor Hardener
dapat dilihat pada Gambar 3.25 sebagai berikut.

Gambar 3.25 Trowel Floor Hardener


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

67
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standar
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : 2 buah

25) Raskam
Raskam adalat alat yang digunakan untuk meratakan campuran beton pada
keseluruhan struktur plat ketika proses pengecoran sekaligus dapat juga
digunakan untuk meratakan permukaan plat yang baru saja dicor. Raskam
dapat dilihat pada Gambar 3.26 sebagai berikut.

Gambar 3.26 Raskam


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : Standart
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

26) Mesin Las


Mesin las digunakan untuk mengelas (menyambung) baja tulangan dengan
baja tulangan yang lain. Alat ini bekerja dengan bantuan listrik. Mesin las
dapat dilihat pada Gambar 3.27 sebagai berikut.

68
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.27 Mesin Las


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe : LAKONI
 Kapasitas : 200 A
 Jumlah Alat : 4 buah

27) Scaffold Jack


Scaffold Jack berguna sebagai pijakan pekerja ketika memasang tulangan
geser pada kolom maupun shearwall. Scaffold Jack dapat dilihat pada Gambar
3.28 sebagai berikut.

Gambar 3.28 Scaffold Jack


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Alat:
 Tipe :-
 Kapasitas :-
 Jumlah Alat : LS

69
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

3.3.2 Bahan
1) Beton Ready Mix
Beton Ready Mix menurut Ahadi (2011) adalah beton segar yang belum
mengalami proses pengikatan dan perkerasan yang di produksi di batching
plant dengan penambahan bahan kimia (admixture), tergantung pada jenis
beton yang dipesan, kemudian dikirim ke lapangan dengan menggunakan
mixer truck. Berikut daftar spesifikasi mutu beton struktural yang ditinjau
pada proyek Pembangunan Begawan Apartment seperti pada Tabel 3.1 berikut
ini.
Tabel 3.1 Spesifikasi mutu beton struktural
No Struktur Mutu beton
1 Balok dan plat fc’ 30 MPa
2 Kolom fc’ 35 MPa
3 Shearwall fc’ 35 MPa
4 Tangga fc’ 30 MPa
(Sumber: PT. PP Persero Tbk)
Pada proyek Pembangunan Begawan Apartment Malang ini menggunakan
beton ready mix yang dipesan dari PT. Varia Usaha Beton, SCG Jaya Mix
dan PT. Merak Jaya Beton. Ketika waktu kedatangan mixer truck ke lokasi
proyek, ada pencatatan yang dilakukan oleh staff quality control yang
disimpan ke dalam log-book. Pada log-book monitoring pengecoran terdapat
nilai slump beton readymix, dimana uji slump beton dilakukan sebelum beton
ready mix digunakan. Adapun tahapan melakukan uji slump beton readymix
proyek Pembangunan Begawan Apartment Malang adalah sebagai berikut.
a) Setelah mixer truck datang, pengujian uji slump dilakukan dengan
menuangkan beton ready mix ke dalam gerobak dorong.

70
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.29 Gerobak dorong dan beton ready mix


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan di atas kayu rata atau Plat
baja pada zona yang rata. Kemudian, letakkan kerucut Abrams di
atasnya dengan ketentuan diameter atas 10 cm dan diameter bawah 20
cm dengan tinggi 30 cm. Selanjutnya adukan beton yang ada di
gerobak dorong dituang dalam kerucut Abrams menggunakan sendok
semen.

Kerucut
abrams

Plat baja
Gambar 3.30 Memasukkan beton ke dalam kerucut abrams
(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Kerucut abrams diisi sampai kurang lebih sepertiganya kemudian
adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm
panjang 600 mm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Pengisian
dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Setiap
lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk satu
lapisan di bawahnya. Setelah atasnya diratakan, maka dibiarkan
setengah menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur
penurunannya (nilai slumpnya).

71
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.31 Pengisian kerucut abrams


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Letakkan kerucut di samping adukan beton yang sudah dibentuk.
Kerucut diletakkan secara terbalik. Letakkan mistar di antara kerucut
dan adukan beton. Selisih antara tinggi kerucut dan tinggi adukan
itulah nilai kekentalan slump beton yang dimiliki.

Gambar 3.32 Cek ketinggian uji slump


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
e) Jika terjadi kegagalan, dimana hasil slump tidak memenuhi kisaran
syarat yang telah ditentukan maka pengujian bisa diulangi lagi hingga
maksimal 3 kali. Nilai slump pada proyek ini adalah sekitar 10-12 cm
untuk plat, balok, kolom, dan dinding geser/shearwall. Untuk beton
dengan bahan tambahan plasticizer, nilai slump dapat dinaikkan
sampai maksimum 1,5 cm di atas harga maksimum
f) Jika masih gagal juga maka beton dianggap tidak memenuhi syarat dan
dapat ditolak.

72
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

g) Apabila nilai slump telah memenuhi syarat, maka adukan beton yang
ada pada gerobak dorong dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk
tabung dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk benda uji beton.
Adapun cara memasukkannya sama dengan cara memasukkan beton
ke dalam kerucut abrams ketika slump test.

Gambar 3.33 Memasukkan beton ke dalam cetakan


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
h) Setelah masing-masing cetakan benda uji terisi penuh oleh beton,
kemudian permukaannya diratakan dan pada masing-masing benda uji
diberi label yang berisi lokasi pengecoran dan mutu betonnya.

Gambar 3.34 Meratakan permukaan beton pada cetakan


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
i) Setelah 24 jam sejak beton dimasukkan ke dalam cetakan, maka
cetakan perlu dilepas dan beton ditempatkan pada tempat yang telah
ditentukan. Selanjutnya, beton yang sudah berusia 7 hari diuji di
laboratorium untuk tes mutu beton. Hal serupa perlu dilakukan jika
beton memasuki umur 14 dan 28 hari.

73
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

a b
Gambar 3.35 a) Uji Kuat Tekan Beton, b) Beton sebelum di uji
(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
2) Besi Tulangan
Besi tulangan merupakan besi yang digunakan untuk penulangan
konstruksi beton atau yang lebih dikenal sebagai beton bertulang. Beton
bertulang yang mengandung besi tulangan dan direncanakan berdasarkan
anggapan bahwa bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya.
Secara umum besi tulangan mengacu pada dua bentuk yaitu besi polos (plain
bar) dan besi ulir (deformed bar/BJTD). Besi polos adalah besi yang memiliki
penampang bundar dengan permukaan licin atau tidak bersirip. Besi ulir atau
besi tulangan sirip adalah batang besi dengan bentuk permukaan khusus
berbentuk sirip melintang (puntir/sirip ikan) atau rusuk memanjang (sirip
teratur/bambu) dengan pola tertentu, atau batang tulangn yang dipilin pada
proses produksinya. Adapun mutu besi tulangan yang dipakai pada proyek
Pembangunan Begawan Apartment:
 D10, D13: Tulangan ulir U-50 (BJTD 50) / D16, D19, D22, D25, D29,
D32: Tulangan ulir U-40 (BJTD 40)
 Wiremesh (M): Tulangan ulir U-50 (BJTD 50)

74
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.36 Besi Tulangan


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
a) Wiremesh
Wiremesh adalah rangkaian kawat beton berbentuk jaring-jaring
dengan spasi tertentu yang pada tiap titik pertemuannya dihubungkan
dengan mesin las listrik bertegangan tinggi sehingga memiliki kualitas las
yang baik. Wiremesh digunakan sebagai pengganti pembesian tulangan
plat lantai secara konvensional karena wiremesh mempunyai keunggulan
yaitu pemasangannya membutuhkan waktu yang lebih singkat dan pekerja
yang tidak banyak. Wiremesh dapat dilihat pada Gambar 3.37 sebagai
berikut.

Gambar 3.37 Wiremesh


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Sengkang
Sengkang adalah tulangan yang berguna sebagai pengikat tulangan
utama agar tidak terlepas dari inti beton dan dapat meningkatkan kekangan

75
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

pada struktur beton tersebut. Sengkang dapat dilihat pada Gambar 3.38
sebagai berikut.

Gambar 3.38 Sengkang


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Cakar Ayam
Cakar ayam berada diantara tulangan plat yang berfungsi untuk
menjaga tulangan agar sesuai dengan posisi yang diinginkan sehingga
didapatkan kekuatan maksimal dari bangunan yang dibuat. Cakar ayam
dapat dilihat pada Gambar 3.39 sebagai berikut.

Gambar 3.39 Cakar Ayam


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Cross Brace
Cross Brace adalah tulangan yang dipasang menyilang pada shear
wall dengan tujuan pengaku rangka shear wall. Cross Brace dapat
dilihat pada Gambar 3.40 sebagai berikut.

76
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.40 Cross Brace


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
e) Sepihak/Ties
Sepihak/ties adalah tulangan yang berfungsi untuk mempertahankan
jarak antar tulangan pada shear wall dengan diikat menggunakan kawat
bendrat. Sepihak dipasang dengan jarak minimal 50cm yang perletakannya
sesuai dengan gambar perencanaan. Sepihak/ties dapat dilihat pada
Gambar 3.41 sebagai berikut.

Gambar 3.41 Ties/Sepihak


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
3) Minyak Bekisting
Minyak bekisting adalah pelumas yang berfungsi mencegah perlekatan
antara beton dan bekisting, menghasilkan permukaan beton yang mulus dan
bersih, serta memperpanjang umur bekisting. Minyak bekisting dapat dilihat
pada Gambar 3.42 sebagai berikut.

Gambar 3.42 Minyak Bekisting


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Bahan:

77
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Merk : -
Bahan : Olahan Pabrik
Detail : -

4) Lem Beton
Lem beton merupakan perekat antara plat beton yang telah kering dengan
beton yang baru dicor. Hal ini bertujuan agar plat beton yang lama dengan
yang baru dapat bekerja menahan beban secara bersama-sama. Lem beton
dapat dilihat pada Gambar 3.43 sebagai berikut.

Gambar 3.43 Lem Beton


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
Spesifikasi Bahan:
Merk : ADDIBOND
Bahan : Olahan Pabrik
Detail : -
5) Beton Decking
Beton decking berfungsi untuk menjaga tulangan agar sesuai dengan posisi
yang diinginkan dan karena posisinya berada diantara bekisting plat dengan
tulangan utama, beton decking berfungsi untuk membuat selimut beton
sehingga besi tulangan akan selalu diselimuti beton yang cukup, sehingga
didapatkan kekuatan maksimal dari bangunan yang dibuat. Beton decking
dapat dilihat pada Gambar 3.44 sebagai berikut.

78
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.44 Beton Decking


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

Spesifikasi Bahan:
Merk : -
Bahan : Semen dan Air
Detail : Diameter = 5cm dan Tebal = 4 cm (kolom dan balok)
= 2 cm (plat, tangga, shearwall)

3.4 Pekerjaan Plat dan Balok


3.4.1 Definisi dan Fungsi
3.4.1.1 Definisi dan Fungsi Plat
Plat lantai merupakan lantai yang terletak di atas permukaan tanah atau
bisa disebut lantai tingkat yang memiliki fungsi diantaranya sebagai tempat
berpijak dan sebagai pembatas lantai bawah dan lantai diatasnya. Umumnya, Plat
lantai dibangun dengan konstruksi beton bertulang. Plat lantai adalah struktur
yang pertama kali menerima beban, baik beban mati maupun hidup yang
kemudian menyalurkannya ke sistem struktur rangka yang lain.

3.4.1.2 Definisi dan Fungsi Balok


Balok adalah bagian dari struktural sebuah bangunan yang kaku dan
dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-elemen
kolom penopang. Selain itu balok juga berfungsi sebagai pengikat kolom-kolom
agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap bersatu padu
mempertahankan bentuk dan posisinya semula.

79
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

3.4.2 Data Plat dan Balok


3.4.2.1 Data Plat

Gambar 3.45 Denah Plat yang Ditinjau


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

80
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.46 Detail Pembesian Plat Type-A (Ln2/Ln1 ≤ 2)


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

Gambar 3.47 Detail Pembesian Plat Type-B (Ln2/Ln1 > 2)


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)
Data volume beton dan pembesian serta durasi dan man power yang
dibutuhkan pada setiap metode pelaksanaan pekerjaan plat dapat dilihat pada
Tabel 3.2 dan Tabel 3.3 berikut.
Tabel 3.2 Data volume beton dan besi pekerjaan plat pada as yang ditinjau
Elevasi Volume
No Lantai
(m) Beton (m3) Besi (kg)
1 11 +30,45 78,89 10.124,8
2 12 +33,60 78,89 10.124,8
3 15 +36,75 76,14 9.772,7
4 16 +39,90 76,14 9.772,7
5 17 +43,05 76,14 9.772,7
6 18 +46,20 76,14 9.772,7
7 19 +49,35 76,14 9.772,7

81
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

8 20 +52,50 73,2 9.395,3


9 21 +55,65 73,2 9.395,3
10 23 +58,80 73,2 9.395,3
(Sumber: Dokumen Penulis)
Tabel 3.3 Data man power dan durasi pelaksanaan pekerjaan plat pada setiap as
Volume
No Metode Pelaksanaan
Durasi (hari) Man power (orang)
1 Persiapan 1 2
2 Pemasangan bekisting 1 2
3 Pembesian 1 2
Volume
No Metode Pelaksanaan
Durasi (hari) Man power (orang)
4 Pengecoran 1 5
5 Pelepasang bekisting 1 2
6 Perawatan 1 2
(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

3.4.2.2 Data Balok

Gambar 3.48 Denah Balok yang Ditinjau


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

82
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.49 Detail Pembesian Balok


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

83
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Lanjutan Gambar 3.49 Detail Pembesian Balok


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

84
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Lanjutan Gambar 3.49 Detail Pembesian Balok


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)
Data volume beton dan pembesian serta durasi dan man power yang
dibutuhkan pada setiap metode pelaksanaan pekerjaan balok dapat dilihat pada
Tabel 3.4 dan Tabel 3.5 berikut.
Tabel 3.4 Data volume beton dan pembesian pekerjaan balok pada as yang ditinjau
Elevasi Volume
No Lantai
(m) Beton (m3) Besi (kg)
1 11 +30,45 49,53 7.354,2
2 12 +33,60 49,53 7.354,2
3 15 +36,75 44,32 6.541,7
4 16 +39,90 44,32 6.541,7
5 17 +43,05 44,32 6.541,7
6 18 +46,20 44,32 6.541,7

85
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

7 19 +49,35 44,32 6.541,7


8 20 +52,50 43,87 6.422,5
9 21 +55,65 43,87 6.422,5
10 23 +58,80 43,87 6.422,5
(Sumber: Dokumen Penulis)
Tabel 3.5 Data man power dan durasi pelaksanaan pekerjaan balok pada setiap as
Volume
No Metode Pelaksanaan
Durasi (hari) Man power (orang)
1 Persiapan 1 2
2 Pemasangan bekisting 1 2
3 Pembesian 1 2
4 Pengecoran 1 5
5 Pelepasang bekisting 1 2
6 Perawatan 1 2
(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

3.4.3 Metode Pelaksanaan


Terdapat alur kegiatan pelaksanaan pekerjaan plat dan balok yaitu (1)
persiapan, (2) pemasangan bekisting, (3) pemasangan tulangan, (4) pengecoran,
(5) pelepasan bekisting dan (6) pekerjaan perawatan beton.

3.4.3.1 Persiapan
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan proyek, tahapan awal dalam
pelaksanaan pekerjaan yaitu tahapan persiapan. Tahapan ini mencakup
pembersihan serta persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk pekerjaan
balok dan plat. Persiapan yang dimaksudkan yaitu persiapan mulai dari persiapan
metode dan gambar shopdrawing, persiapan alat, bahan, pekerja, kebersihan
lokasi yang akan dikerjakan serta pengukuran lapangan.
Pekerjaan pembersihan dilakukan pada sekeliling tempat yang akan
dipasang balok dan plat yang bertujuan agar saat melaksanakan pekerjaan para
pekerja tidak terganggu dengan adanya barang yang tidak diperlukan. Sedangkan

86
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

pekerjaan persiapan yang dilakukan adalah pengukuran lapangan dan penentuan


posisi balok dan plat.

3.4.3.2 Metode Pelaksanaan Pemasangan Bekisting Plat dan Balok


Dalam pemasangan bekisting alumunium formwork terdapat beberapa
tahapan, antara lain:
a) Material bekisting plat lantai dan perancah diangkut dengan bantuan tower
crane untuk dibawa ke zona lokasi rencana pemasangan.
a b

Gambar 3.50 Pengangkutan (a) bekisting dan (b) perancah dengan tower crane
(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Melakukan marking area yang bertujuan agar setiap pekerjaan dan
pemasangan sesuai dengan gambar kerja dalam bentuk desain, ukuran,
penempatan ruang secara presisi bisa dicapai. Adapun langkah dalam
melakukan marking area:
 Menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pengerjaan marking
area di lapangan, yaitu total station, sikat, sipatan, pensil, shop
drawing, tripod, dan meter ukur.
 Membersihkan lokasi yang akan menjadi tempat berdiri tripod total
station dan juga lantai objek yang akan ditembak agar mudah dalam
membuat titik atau tanda sebelum melakukan penyipatan.
 Memasang total station di titik temu atau garis pinjaman as 200 cm.
Berikut contoh titik temu garis pinjaman tempat berdirinya total
station, dengan dimisalkan titik temu atau garis pinjaman as 200 cm
dari garis as R dan 200 cm dari garis as 15 dapat dilihat seperti pada
Gambar 3.51.

87
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.51 Garis pinjaman as


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

 Kemudian jika alat sudah pas dan akurat sudah siap digunakan untuk
menembak.
 Tembakan pertama pada backsight yang sudah dipindah dari lantai
sebelumnya pada plat lantai di area balok. Jika sudah pas lalu kunci
klem penggerak horizontal agar total station tidak bergeser dan
kemudian putar teropong secara horizontal 900000000 kemudian
tentukan titik di bawah alat total station pada plat lantai dengan
melihat melalui lensa optik vertikal untuk menentukan titik pinjaman
as kolom (sesuai as yang sudah siap untuk di-marking atau plat yang
sudah dicor). Dengan bantuan asisten surveyor yang memegang pensil
dan membuat titik atau tanda pada plat lantai dengan mengikuti
intruksi surveyor. Adapun penembakan pinjaman as kolom dapat
dilihat pada Gambar 3.52.

Gambar 3.52 Menembak as pinjaman kolom


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

 Lalu setting 000000000 dan buka klem penggerak horizontal dan putar
total station sebesar 2700000000 secara horizontal arah siku lalu

88
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

menembak untuk menentukan menyebarkan titik pinjaman as kolom


ke daerah balok dengan bantuan asisten surveyor yang memegang
pensil dan membuat titik atau tanda. dengan mengikuti intruksi dari
surveyor. Adapun dokumentasi asisten surveyor memberi tanda/titik
dapat dilihat pada Gambar 3.53.

Gambar 3.53 Memberi titik/tanda


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

 Lalu membuat garis lurus dengan sipatan untuk menandai garis


pinjaman as yang sudah disebar seperti pada Gambar 3.54.

Gambar 3.54 Menghubungkan setiap titik marking dengan sipatan


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

 Melakukan pengukuran dan marking posisi bekisting menggunakan


meter ukur sesuai dengan shopdrawing.

c) Pengolesan minyak bekisting dengan menggunakan kuas rol dilakukan


bersamaan saat melakukan pemasangan besi horizontal. Pengolesan

89

a b
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

minyak bekisting dimaksudkan agar saat pembongkaran beton tidak


menempel pada bekisting.

Gambar 3.55 Pengolesan minyak bekisting


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Pertama sambungkan panel antara sambungkan panel antar balok
menggunakan pin kemudian di bawahnya dipasang perancah.

Gambar 3.56 Pemasangan bekisting plat dan balok


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
e) Cek elevasi bekisting plat dan balok yang telah dipasang perancah sesuai
dengan gambar rencana sehingga diharapkan permukaan rata dan tidak
melendut. Toleransi perbedaan ketinggian permukaan bekisting dan
gambar rencana adalah +5 mm. Pengecekan menggunakan theodolite dan
bak ukur.

90
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.57 Cek Elevasi


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
3.4.3.3 Metode Pelaksanaan Pembesian Plat dan Balok
a) Angkut tulangan wiremesh dan tulangan pokok dari tempat prefabrikasi
mengunakan tower crane menuju zona lokasi pemasangan.

Gambar 3.58 Pengangkatan tulangan dengan tower crane


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Pasang beton decking dan periksa jarak tulangan terhadap bekisting.
Pasang kaki ayam lalu periksa jumlah dan jaraknya.

Gambar 3.59 Pemasangan a) beton decking dan b) cakar ayam


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Pasang tulangan tumpuan dan lapangan, serta cek jarak antar tulangan.
Potong wiremesh yang melebihi batas dengan menggunakan tang besi.

91
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Selanjutnya lakukan pemasangan kawat bendrat pada plat menggunakan


gegep.

Gambar 3.60 a) Pemasangan wiremesh, b) pengikatan tulangan dengan kawat bendrat


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Setelah pembesian, maka bekisting harus dibersihkan dari sisa-sisa kawat
bendrat dan debu kotoran dengan air compressor, setelah itu area siap di
cor. Pengecoran dibantu dengan alat mixer truck dan concrete bucket yang
diangkut dengan tower crane.

Gambar 3.61 Pembersihan lokasi sebelum di cor


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
3.4.3.4 Metode Pelaksanaan Pengecoran Plat dan Balok
Terdapat dua metode pelaksanaan dalam pengecoran plat dan balok pada
Pembangunan Proyek Begawan Apartment Malang yaitu (i) dengan menggunakan
tower crane dan (ii) menggunakan concrete pump. Adapun pelaksanaan metode
tersebut adalah sebagai berikut.
1) Pengecoran dengan tower crane
a) Menuangkan adukkan beton ke dalam bucket

92
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.62 a) Menuangkan adukan beton ke concrete bucket


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

b) Bucket kemudian diangkat tower crane ke lokasi pengecoran

Gambar 3.63 Pengangukatan bucket ke lokasi pengecoran menggunakan


TC
(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Menurunkan beton dari concrete bucket ke lokasi pengecoran. Tuang
beton dari bucket dengan ketinggian tidak lebih dari 1 meter.

93
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.64 Menurunkan concrete bucket


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Meratakan beton ke seluruh area pengecoran

Gambar 3.65 Meratakan beton ke seluruh area pengecoran


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

e) Pemadatan beton menggunakan mesin vibrator

Gambar 3.66 Pemadatan beton dengan vibrator


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
f) Menghaluskan dan meratakan permukaan beton menggunakan alat
raskam

94
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.67 Menghaluskan dan meratakan permukaan beton


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

2) Pengecoran dengan concrete pump


a) Menuangkan adukan beton ke dalam bak pompa.

Gambar 3.68 Menuangkan adukan beton ke concrete pump


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Tembakkan adukan beton ke area pengecoran.

Gambar 3.69 Menuangkan adukan beton ke area pengecoran


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Adukan beton diratakan menggunakan tenaga manual

95
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.70 Menghaluskan dan meratakan permukaan beton


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Arahkan pipa concrete pump ke area pengecoran berikutnya.

Gambar 3.71 Mengarahkan pipa concrete pump ke area pengecoran lain


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

3.4.3.5 Metode Pelaksanaan Pembongkaran Bekisting Plat dan Balok


Dalam penggunaan bekisting alumunium formwork ini waktu
pemongkarannya lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional lainnya.
Adapun langkah pekerjaan pembongkaran bekisting adalah:
a. Pelepasan pin dan tile menggunakan palu, pelepasan pin dilakukan secara
perlahan agar tidak terjatuh dan hilang.

Gambar 3.72 Pelepasan pin dan tile pada bekisting


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

96
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

b. Pelepasan panel dilakukan dengan cara menarik panel menggunakan alat


yaitu ejector bar. Kemudian panel disusun secara vertikal diletakkan di
dinding. Panel yang telah dibongkar harus dibersihkan dulu sebelum
digunakan kembali, yaitu pembersihan dari sisa beton dan debu yang
masih menempel pada bekisting penggunakan kapi plastik/PVC, setelah
bersih baru dapat dilanjutkan dengan pengolesan minyak bekisting.

Gambar 3.73 Bekisting disusun dan dibersihkan sebelum digunakan


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c. Aksesoris seperti pin pada tile harus diberikan wadah sendiri saat setelah
pembongkaran agar tidak tercecer dan resiko hilang.

Gambar 3.74 Pin dan tile dikumpulkan dalam wadah


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

3.5 Pekerjaan Kolom


3.5.1 Definisi dan Fungsi Kolom
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul
beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang

97
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom
merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang
bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko,
1996).
SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur
bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan
bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.
Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Kolom
termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti
beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin.
Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan
gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material
yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan.
Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau
bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya
tarik pada bangunan.

3.5.2 Data Kolom

Gambar 3.75 Denah Kolom yang Ditinjau


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

98
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.76 Detail Pembesian Kolom


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

Lanjutan Gambar 3.76 Detail Pembesian Kolom


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

99
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Data volume beton dan pembesian serta durasi dan man power yang
dibutuhkan pada setiap metode pelaksanaan pekerjaan kolom dapat dilihat pada
Tabel 3.6 dan Tabel 3.7 berikut.
Tabel 3.6 Data volume beton dan pembesian pekerjaan kolom pada as yang ditinjau
Elevasi Volume
No Lantai
(m) Beton (m )3
Besi (kg)
1 11 +30,45 43,12 3.372,5
2 12 +33,60 41,88 3.372,5
3 15 +36,75 36,47 2.984,1
4 16 +39,90 36,47 2.984,1
5 17 +43,05 36,47 2.984,1
6 18 +46,20 33,23 2.984,1
Elevasi Volume
No Lantai
(m) Beton (m3) Besi (kg)
7 19 +49,35 24,14 1.949,9
8 20 +52,50 24,14 1.949,9
9 21 +55,65 24,14 1.949,9
10 23 +58,80 24.14 1.949,9
(Sumber: Dokumen Penulis)
Tabel 3.7 Data man power dan durasi pelaksanaan pekerjaan kolom pada setiap as
Keterangan
No Metode Pelaksanaan
Durasi (hari) Man power (orang)
1 Persiapan 1 1
2 Pemasangan bekisting 1 2
3 Pembesian 2 2
4 Pengecoran 1 4
5 Pelepasang bekisting 1 1
6 Perawatan 1 1
(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

3.5.3 Metode Pelaksanaan


Terdapat alur kegiatan pelaksanaan pekerjaan kolom yaitu (1) persiapan,
(2) pemasangan tulangan, (3) pemasangan bekisting, (4) pengecoran, (5)
pelepasan bekisting dan (6) pekerjaan perawatan beton.

100
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

3.5.3.1 Persiapan
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan proyek, tahapan awal dalam
pelaksanaan pekerjaan yaitu tahapan persiapan. Tahapan ini mencakup
pembersihan serta persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk pekerjaan
kolom. Persiapan yang dimaksudkan yaitu persiapan mulai dari persiapan metode
dan gambar shopdrawing, persiapan alat, bahan, pekerja, kebersihan lokasi yang
akan dikerjakan serta pengukuran lapangan.
Pekerjaan pembersihan dilakukan pada sekeliling tempat yang akan
dipasang kolom yang bertujuan agar saat melaksanakan pekerjaan para pekerja
tidak terganggu dengan adanya barang yang tidak diperlukan. Sedangkan
pekerjaan persiapan yang dilakukan adalah pengukuran lapangan dan penentuan
posisi kolom.
3.5.3.2 Metode Pelaksanaan Pembesian Kolom
a) Pelajari gambar kontrak dengan seksama dan rencanakan penyambungan
pembesian kolom sedemikian sehingga sisa besi (waste) seminimal
mungkin/usahakan nol dengan mengacu ketentuan gambar prinsip
(panjang penyaluran, dll).
b) Selanjutnya buat gambar shop drawing sesuai rencana
potongan/sambungan dan diajukan untuk persetujuan MK. Selanjutnya
dibuat gambar buistat.
c) Tentukan jumlah besi dan diameter yang dibutuhkan, kemudian ditandai
dan dipotong (dengan bar cutter) sesuai panjang gambar buistat.

Gambar 3.77 Pemotongan tulangan dengan bar cutter


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

101
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

d) Merakit tulangan utama dan tulangan sengkang/geser dengan jarak sesuai


gambar kerja, lalu ikat dengan kawat bendrat sehingga sengkang kuat dan
tidak mengalami pergeseran ketika di cor.

Gambar 3.78 Pembesian tulangan kolom


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
e) Pembesian yang sudah dirakit (prefabikasi) yang sudah terbentuk sesuai
dengan gambar, diangkat dengan menggunakan tower crane ke zona
dimana tulangan tersebut akan dipasang.

Gambar 3.79 Pengangkutan tulangan dengan tower crane


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
f) Pasang rangkaian besi kolom pada titik kolom yang direncanakan dengan
menggunakan kawat bendrat, ikat tulangan pokok overlapping dengan stek
penyaluran dan lengkapi besi sengkang sesuai gambar rencana. Untuk stek
kolom pada proyek Pembangunan Begawan Apartment Malang adalah
sebesar 50D.

102
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.80 Pemasangan tulangan kolom


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
g) Lakukan pengecekan ulang dengan cara mengukur panjang overlapping
stek dengan sambungan tulangan yang baru sesuai ketentuan. Selanjutnya
akan di cek oleh QC dan MK dan jika hasilnya oke maka pekerjaan
pemasangan bekisting bisa dilakukan yang sebelumnya dipasang decking
beton sesuai spesifikasi.

3.5.3.3 Metode Pelaksanaan Pemasangan Bekisting Kolom


a) Melakukan marking area yang bertujuan agar setiap pekerjaan dan
pemasangan sesuai dengan gambar kerja dalam bentuk desain, ukuran,
penempatan ruang secara presisi bisa dicapai. Adapun langkah dalam
melakukan marking area:
 Menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pengerjaan marking
area di lapangan, yaitu total station, sikat, sipatan, pensil, shop
drawing, tripod, dan meter ukur.
 Membersihkan lokasi yang akan menjadi tempat berdiri tripod total
station dan juga lantai objek yang akan ditembak agar mudah dalam
membuat titik atau tanda sebelum melakukan penyipatan.
 Memasang total station di titik temu atau garis pinjaman as 200 cm.
Berikut contoh titik temu garis pinjaman tempat berdirinya total
station, dengan dimisalkan titik temu atau garis pinjaman as 200 cm
dari garis as R dan 200 cm dari garis as 15 dapat dilihat seperti pada
Gambar 3.51.
 Kemudian jika alat sudah pas dan akurat sudah siap digunakan untuk
menembak.

103
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

 Tembakan pertama pada backsight yang sudah dipindah dari lantai


sebelumnya pada plat lantai di area balok. Jika sudah pas lalu kunci
klem penggerak horizontal agar total station tidak bergeser dan
kemudian putar teropong secara horizontal 900000000 kemudian
tentukan titik di bawah alat total station pada plat lantai dengan
melihat melalui lensa optik vertikal untuk menentukan titik pinjaman
as kolom (sesuai as yang sudah siap untuk di-marking atau plat yang
sudah dicor). Dengan bantuan asisten surveyor yang memegang pensil
dan membuat titik atau tanda pada plat lantai dengan mengikuti
intruksi surveyor. Adapun penembakan pinjaman as kolom dapat
dilihat pada Gambar 3.52.
 Lalu setting 000000000 dan buka klem penggerak horizontal dan putar
total station sebesar 2700000000 secara horizontal arah siku lalu
menembak untuk menentukan menyebarkan titik pinjaman as kolom
ke daerah balok dengan bantuan asisten surveyor yang memegang
pensil dan membuat titik atau tanda. dengan mengikuti intruksi dari
surveyor. Adapun dokumentasi asisten surveyor memberi tanda/titik
dapat dilihat pada Gambar 3.53.
 Lalu membuat garis lurus dengan sipatan untuk menandai garis
pinjaman as yang sudah disebar seperti pada Gambar 3.54.
 Melakukan pengukuran dan marking posisi bekisting kolom
menggunakan meter ukur sesuai dengan shopdrawing. Pada sekeliling
area marking bekisting diberi garis kontrol dengan jarak 20 cm yang
berfungsi sebagai garis bantu dalam mengontrol verticality bekisting
kolom seperti pada Gambar 3.81.

104
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.81 Pengukuran dengan menggunakan meter ukur


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Pengolesan minyak bekisting dengan menggunakan kuas rol, pengolesan
minyak bekisting sebenarnya dapat dilakukan bersamaan saat melakukan
pemasangan besi vertikal. Pengolesan minyak bekisting dimaksudkan agar
saat pembongkaran beton tidak menempel pada preform.

Gambar 3.82 Pengolesan minyak pada bekisting kolom


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Pemasangan beton decking pada kolom dan dilanjutkan dengan
pemasangan bekisting kolom.

Gambar 3.83 Pemasangan beton decking dan bekisting alform

105
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)


d) Pemasangan penyangga/tahanan pada bekisting kolom agar saat
pengecoran tidak terjadi perubahan posisi bekisting.

Gambar 3.84 Pemasangan tahanan bekisting kolom


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
3.5.3.4 Metode Pelaksanaan Pengecoran Kolom
a) Berikan mortar pada sekeliling sepatu kolom untuk menghindari
kebocoran.

Gambar 3.85 Pemberian mortar pada sepatu kolom


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Menuangkan adukkan beton ke dalam bucket seperti pada Gambar 3.62
c) Bucket kemudian diangkat tower crane ke lokasi pengecoran seperti
pada Gambar 3.63
d) Menurunkan beton dari concrete bucket ke lokasi pengecoran dan
dihubungkan dengan pipa tremi. Tuang beton dari bucket dengan
ketinggian tidak lebih dari 1 meter. Untuk pemadatan dilakukan dengan
shaft dan vibrator.

106
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.86 Menuang beton ke bekisting kolom


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
e) Sebelum beton dituang kedalam bekisting usahakan shaft vibrator
telah diposisikan mendekati dasar kolom dan bagian tengah/sudut,
tuangkan beton sedikit demi sedikit, hidupkan vibrator dan lakukan
pemadatan secukupnya. Demikian seterusnya sampai dengan elevasi
yang diinginkan. Sedangkan untuk bagian eksternal dapat dilakukan
dengan memukul bekisting dengan kayu/karet pada bagian luar.

3.5.3.5 Metode Pelaksanaan Pembongkaran Bekisting Kolom


Dalam penggunaan bekisting alumunium formwork ini waktu
pembongkarannya lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional lainnya.
a) Pelepasan pin dan tile menggunakan palu dilakukan secara perlahan
agar tidak terjatuh dan hilang.
b) Pelepasan panel dilakukan dengan cara menarik panel menggunakan
alat yaitu ejector bar. Kemudian panel disusun secara vertikal
diletakkan di dinding. Panel yang telah dibongkar harus dibersihkan
dulu sebelum digunakan kembali, yaitu pembersihan dari sisa beton dan
debu yang masih menempel pada bekisting penggunakan kapi
plastic/PVC, setelah bersih baru dapat dilanjutkan dengan pengolesan
minyak bekisting.
c) Aksesoris seperti pin pada tile harus diberikan wadah sendiri saat
setelah pembongkaran agar tidak tercecer dan resiko hilang seperti pada
Gambar 3.74

107
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

3.6. Dinding Geser/Shear Wall


3.6.1 Definisi Shear Wall
Shear Wall adalah jenis struktur beton bertulang yang biasanya digunakan
pada dinding lift atau tangga kebakaran. Namun demikian jenis struktur ini juga
digunakan pada dinding-dinding yang memerlukan kekakuan khusus. Fungsi
shear Wall antara lain: Memperkokoh gedung, meredam goncangan akibat gempa,
mengurangi biaya perawatan gedung, daya pikul beban disekitar dinding dapat
ditingkatkan, umur pakai gedung semakin lama.

3.6.2 Data Shear Wall

Gambar 3.87 Denah Shear Wall yang ditinjau


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)
Data volume beton dan pembesian serta durasi dan man power yang
dibutuhkan pada setiap metode pelaksanaan pekerjaan shear wall dapat dilihat
pada Tabel 3.8 dan Tabel 3.9 berikut.
Tabel 3.8 Data volume beton dan pembesian pekerjaan shear wall pada as yang ditinjau
Volume
No Lantai Elevasi
Beton (m )3
Besi (kg)
1 11 +30,45 39,58 4011,35
2 12 +33,60 39,58 4011,35
3 15 +36,75 39,58 4011,35
4 16 +39,90 39,58 4011,35

108
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

5 17 +43,05 39,58 4011,35


6 18 +46,20 39,58 4011,35
7 19 +49,35 39,58 4011,35
8 20 +52,50 39,58 4011,35
9 21 +55,65 39,58 4011,35
10 23 +58,80 39,58 4011,35
(Sumber: Dokumen Penulis)
Tabel 3.9 Data man power dan durasi pelaksanaan pekerjaan shear wall setiap as
Keterangan
No Metode Pelaksanaan
Durasi (hari) Man power (orang)
1 Persiapan 1 2
2 Pemasangan bekisting 1 2
3 Pembesian 2 4
4 Pengecoran 1 4
5 Pelepasang bekisting 1 2
6 Perawatan 1 2
(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

3.6.3 Metode Pelaksanaan


3.6.3.1 Persiapan
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan proyek, tahapan awal dalam
pelaksanaan pekerjaan yaitu tahapan persiapan. Tahapan ini mencakup
pembersihan serta persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk pekerjaan
kolom. Persiapan yang dimaksudkan yaitu persiapan mulai dari persiapan metode
dan gambar shopdrawing, persiapan alat, bahan, pekerja, kebersihan lokasi yang
akan dikerjakan serta pengukuran lapangan.
Pekerjaan pembersihan dilakukan pada sekeliling tempat yang akan
dipasang shear wall yang bertujuan agar saat melaksanakan pekerjaan para
pekerja tidak terganggu dengan adanya barang yang tidak diperlukan. Sedangkan
pekerjaan persiapan yang dilakukan adalah pengukuran lapangan dan penentuan
posisi shear wall.

3.6.3.2 Metode Pelaksanaan Pembesian Shear Wall

109
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

a) Pelajari gambar kontrak dengan seksama. Rencanakan penyambungan


pembesian shear wall sedemikian sehingga sisa besi (waste) seminimal
mungkin/usahakan nol. Dengan mengacu ketentuan gambar prinsip
(panjang penyaluran, dll).
b) Selanjutnya buat gambar shop drawing sesuai rencana
potongan/sambungan dan diajukan untuk persetujuan MK. Selanjutnya
dibuat gambar buistat.
c) Tentukan jumlah besi dan diameter yang dibutuhkan, kemudian ditandai
dan dipotong (dengan bar cutter) sesuai panjang gambar buistat seperti
pada Gambar 3.77.
d) Merakit tulangan utama dan tulangan sengkang/geser dengan jarak sesuai
gambar kerja, lalu ikat dengan kawat bendrat sehingga sengkang kuat dan
tidak mengalami pergeseran ketika di cor.

Gambar 3.88 Proses pembesian shear wall


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
e) Pembesian yang sudah dirakit (prefabrikasi) yang sudah terbentuk sesuai
dengan gambar, diangkat dengan menggunakan tower crane ke zona
dimana tulangan tersebut akan dipasang.

110
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.92 Pengangkutan tulangan shear wall


ke lokasi pemasangan
(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
f) Pasang rangkaian besi shear wall pada titik kolom yang direncanakan
dengan menggunakan kawat bendrat, ikat tulangan pokok overlapping
dengan stek penyaluran dan lengkapi besi sengkang sesuai gambar
rencana. Untuk stek shear wall pada proyek Pembangunan Begawan
Apartment Malang adalah sebesar 50D.

Gambar 3.90 Pemasangan rangkaian besi shear wall


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
g) Lakukan pengecekan ulang dengan cara mengukur panjang overlapping
stek dengan sambungan tulangan yang baru sesuai ketentuan. Selanjutnya
akan di cek oleh QC dan MK dan jika hasilnya oke maka pekerjaan
pemasangan bekisting bisa dilakukan yang sebelumnya dipasang decking
beton sesuai spesifikasi.

3.6.3.3 Metode Pelaksanaan Pemasangan Bekisting Shear Wall

111
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

a) Melakukan marking area yang bertujuan agar setiap pekerjaan dan


pemasangan sesuai dengan gambar kerja dalam bentuk desain, ukuran,
penempatan ruang secara presisi bisa dicapai. Adapun langkah dalam
melakukan marking area:
 Menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pengerjaan marking
area di lapangan, yaitu total station, sikat, sipatan, pensil, shop
drawing, tripod, dan meter ukur.
 Membersihkan lokasi yang akan menjadi tempat berdiri tripod total
station dan juga lantai objek yang akan ditembak agar mudah dalam
membuat titik atau tanda sebelum melakukan penyipatan.
 Memasang total station di titik temu atau garis pinjaman as 200 cm.
Berikut contoh titik temu garis pinjaman tempat berdirinya total
station, dengan dimisalkan titik temu atau garis pinjaman as 200 cm
dari garis as R dan 200 cm dari garis as 15 dapat dilihat seperti pada
Gambar 3.51.
 Kemudian jika alat sudah pas dan akurat sudah siap digunakan untuk
menembak.
 Tembakan pertama pada backsight yang sudah dipindah dari lantai
sebelumnya pada plat lantai di area shear wall. Jika sudah pas lalu
kunci klem penggerak horizontal agar total station tidak bergeser dan
kemudian putar teropong secara horizontal 900000000 kemudian
tentukan titik di bawah alat total station pada plat lantai dengan
melihat melalui lensa optik vertikal untuk menentukan titik pinjaman
as kolom (sesuai as yang sudah siap untuk di-marking atau plat yang
sudah dicor). Dengan bantuan asisten surveyor yang memegang pensil
dan membuat titik atau tanda pada plat lantai dengan mengikuti
intruksi surveyor. Adapun penembakan pinjaman as kolom dapat
dilihat pada Gambar 3.52.
 Lalu setting 000000000 dan buka klem penggerak horizontal dan putar
total station sebesar 2700000000 secara horizontal arah siku lalu
menembak untuk menentukan menyebarkan titik pinjaman as kolom
ke daerah balok dengan bantuan asisten surveyor yang memegang

112
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

pensil dan membuat titik atau tanda. dengan mengikuti intruksi dari
surveyor. Adapun dokumentasi asisten surveyor memberi tanda/titik
dapat dilihat pada Gambar 3.53.
 Lalu membuat garis lurus dengan sipatan untuk menandai garis
pinjaman as yang sudah disebar seperti pada Gambar 3.54.
 Melakukan pengukuran dan marking posisi bekisting shear wall
menggunakan meter ukur sesuai dengan shopdrawing. Pada sekeliling
area marking bekisting diberi garis kontrol dengan jarak 20 cm yang
berfungsi sebagai garis bantu dalam mengontrol verticality bekisting
shear wall seperti pada Gambar 3.81.
b) Pengolesan minyak bekisting dengan menggunakan kuas rol, pengolesan
minyak bekisting sebenarnya dapat dilakukan bersamaan saat melakukan
pemasangan besi vertikal. Pengolesan minyak bekisting dimaksudkan agar
saat pembongkaran beton tidak menempel pada preform.

Gambar 3.91 Pengolesan minyak pada bekisting shear wall


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Pemasangan beton decking pada shear wall dan dilanjutkan dengan
pemasangan bekisting shear wall.

113
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.92 Pemasangan beton decking dan bekisting shear wall


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Pemasangan penyangga/tahanan pada bekisting shear wall agar saat
pengecoran tidak terjadi perubahan posisi bekisting.

Gambar 3.93 Pemasangan penyangga tahanan bekisting shear wall


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

3.6.3.4 Metode Pelaksanaan Pengecoran Shear Wall


a) Pembersihan pipa beton dengan memasukkan mortar ke dalam pipa dan
diberi tekanan yang bertujuan membersihkan sisa adukan beton pada
pengecoran sebelumnya.

114
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.94 Pipa concrete pump yang akan dipasang


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
b) Memasukkan adukan beton ke dalam bak pompa atau bucket seperti pada
Gambar 3.62.
c) Tuangkan adukan beton ke area pengecoran shearwall.
d) Adukan beton diratakan dengan menggunakan vibrator.

Gambar 3.95 Meratakan beton pada ShearWall dengan


vibrator
(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
e) Memindahkan pipa beton tersebut ke titik area pengecoran berikutnya.
f) Lakukan langkah b-e hingga pekerjaan pengecoran pada tangga tersebut
selesai.

3.6.3.5 Metode Pelaksanaan Pembongkaran Bekisiting Shear Wall


a) Pelepasan pin dan tile menggunakan palu, pelepasan pin dilakukan secara
perlahan agar tidak terjatuh dan hilang.
b) Pelepasan panel, pelepasan dilakukan dengan cara menarik panel
menggunakan alat yaitu ejector bar. Kemudian panel disusun secara

115
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

vertikal diletakkan di dinding. Panel yang telah dibongkar harus


dibersihkan dulu sebelum digunakan kembali, yaitu pembersihan dari sisa
beton dan debu yang masih menempel pada bekisting menggunakan kapi
plastik/PVC, setelah bersih baru dapat dilanjutkan dengan pengolesan
minyak bekisting.
c) Pelepasan tile panel dengan alat khusus yaitu Flat Tie Puller dengan cara
memukul kearah belakang.

Gambar 3.96 Pelepasan tile panel


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Pelepasan ties panel dengan cara memukul memakai palu.
e) Aksesoris seperti pin dan tile harus diberikan wadah sendiri saat setelah
pembongkaran agar tidak tercecer dan resiko hilang seperti pada Gambar
3.74

3.7. Tangga
3.7.1 Definisi Tangga
Tangga adalah sebuah konstruksi yang dirancang untuk menghubungi dua
tingkat vertikal yang memiliki jarak satu sama lain.

3.7.2 Data Tangga

116
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.97 Denah tangga lantai 5-25


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

Gambar 3.98 Detail 1 tangga


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

Gambar 3.99 Detail 2 tangga


(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

117
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Data volume beton dan pembesian serta durasi dan man power yang
dibutuhkan pada setiap metode pelaksanaan pekerjaan tangga dapat dilihat pada
Tabel 3.10 dan Tabel 3.11 berikut.
Tabel 3.10 Data volume beton dan pembesian pekerjaan tangga pada as yang ditinjau
Elevasi Volume
No Lantai
(m) Beton (m )3
Besi (kg)
1 11 +30,45 5,03 669,8
2 12 +33,60 5,03 669,8
3 15 +36,75 5,03 669,8
4 16 +39,90 5,03 669,8
5 17 +43,05 5,03 669,8
6 18 +46,20 5,03 669,8
7 19 +49,35 5,03 669,8
8 20 +52,50 5,03 669,8
9 21 +55,65 5,03 669,8
10 23 +58,80 5,03 669,8
(Sumber: Dokumen Penulis)
Tabel 3.11 Data man power dan durasi pelaksanaan pekerjaan tangga pada setiap as
Keterangan
No Metode Pelaksanaan
Durasi (hari) Man power (orang)
1 Persiapan 1 1
2 Pemasangan bekisting 1 2
3 Pembesian 2 2
4 Pengecoran 1 3
5 Pelepasang bekisting 1 2
6 Perawatan 1 1
(Sumber: PT. PP Persero Tbk)

3.7.3 Metode Pelaksanaan


3.7.3.1 Persiapan
a) Pembersihan lokasi, pendatangan material yang dibutuhkan untuk
pekerjaan tangga, dan pendatangan perancah serta mempersiapkan alat
kerja.
b) Approval shop drawing, perlunya pembuatan dan persetujuan shop
drawing, agar dapat dipastikan ukuran/dimensi dan elevasi tangga tersebut.

118
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

3.7.3.2 Metode Pelaksanaan Pembesian Tangga


a) Sebelum pemasangan besi plat tangga harus dipastikan stek di plat lantai
sudah tertanam balok.
b) Pemasangan besi plat tangga dilanjutkan pemasangan besi trap (anak
tangga).

Gambar 3.100 Pembesian tangga


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

3.7.3.3 Metode Pelaksanaan Pemasangan Bekisting Tangga


a) Marking elevasi, dilakukan marking elevasi sesuai dengan shop drawing
yang telah disetujui MK/Owner.
b) Pemasangan perancah

Gambar 3.101 Pemasangan perancah untuk bekisting tangga


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

119
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

c) Pemasangan bekisting plat tangga

Gambar 3.102 Pemasangan bekisitng plat tangga


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Pemasangan trap anak tangga

Gambar 3.103 Pemasangan trap anak tangga


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)

3.7.3.4 Metode Pelaksanaan Pengecoran Tangga


a) Pembersihan pipa beton dengan memasukkan mortar ke dalam pipa dan
diberi tekanan yang bertujuan membersihkan sisa adukan beton pada
pengecoran sebelumnya seperti pada Gambar 3.94
b) Memasukkan adukan beton ke dalam bak pompa atau bucket seperti pada
Gambar 3.62
c) Tuangkan adukan beton ke area pengecoran tangga.

120
Laporan Praktik Industri
Begawan Apartment Malang

Gambar 3.104 Bordes tangga yang sedang dicor


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
d) Adukan beton diratakan dengan menggunakan vibrator seperti pada
Gambar 3.95.
e) Memindahkan pipa beton tersebut ke titik area pengecoran berikutnya.
f) Lakukan langkah b-e hingga pekerjaan pengecoran pada tangga tersebut
selesai.

3.7.3.5 Metode Pelaksanaan Pelepasan Bekisting Tangga


a) Pembongkaran tembereng 1 hari setelah pengecoran selesai.
b) Pelepasan trap anak tangga 1 hari setelah pengecoran selesai.

Gambar 3.105 Pembongkaran bekisting tangga


(Sumber: Dokumen Penulis, 2019)
c) Pembongkaran perancah 3 hari setelah pengocoran.
d) Pembongkaran bekisting plat 3 hari setelah pengecoran.

121

Anda mungkin juga menyukai