LAPORAN PENDAHULUAN
KONSEP DASAR KEPERAWATAN
“ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A DENGAN EFUSI PLEURA”
Dosen :
Ibu Ns.Kiki Deniati, S.Kep, M.Kep
Disusun oleh :
Ribka Sulastri Sinaga
NPM : 18.156.01.11.028
1A-KEPERAWATAN
Stikes Medistra Indonesia
Tahun Ajaran 2018/2019
Bekasi Timur
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-
Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan pendahuluan “Efusi Pleura” ini selesai pada
waktunya.
Dalam menyusun laporan pendahuluan ini, saya menyadari bahwa selesainya laporan
pendahuluan ini tidak lepas dari beberapa pihak. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan laporan pendahuluan
ini.
Selain itu, saya juga menyadari bahwa dalam menyusun laporan pendahuluan ini saya tidak
luput dari kesalahan. Oleh karena itu, saya berharap agar pembaca memberikan kritik dan
saran yang bersifat membangun dengan harapan agar selanjutnya saya bisa menyusun laporan
pendahuluan dengan lebih baik lagi.
Semoga dengan disusunnya laporan pendahuluan ini dapat bermanfaat dan menambah
pengetahuan bagi para pembaca.
Disusun oleh
Penulis
i
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR..................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1
1.1 Latar Belakang.........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................3
2.1 Pengertian Efusi Pleura............................................................................3
2.2 Etiologi Efusi Pleura................................................................................3
2.3 Patofisiologi Efusi Pleura........................................................................3
2.4 Pathway ...................................................................................................4
2.5 Tanda dan Gejala.....................................................................................5
2.6 Manifestasi Klinik...................................................................................5
2.7 Pemeriksaan Diagnostik...........................................................................5
2.8 Penalaksanaan..........................................................................................5
2.9 Komplikasi...............................................................................................6
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN.......................................................6
3.1 Kasus Pemicu...........................................................................................7
3.2 Biodata Pasien..........................................................................................7
3.3 Riwayat Kasus.........................................................................................8
3.4 Pemeriksaan Fisik....................................................................................11
ii
3.5 Data Fokus...............................................................................................13
3.6 Analisi Data.............................................................................................14
3.7 Diagnosa Keperawatan............................................................................16
3.8 Intervensi..................................................................................................16
3.9 Implementasi............................................................................................18
3.9.1 Evaluasi.................................................................................................19
BAB IV PENUTUP......................................................................................20
3.1 Saran........................................................................................................20
3.2 Penutup....................................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut WHO (2008), efusi pleura merupakan suatu gejala penyakit
yang dapat mengancam jiwa penderitanya. Secara geografis penyakit ini
terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara yang sedang
berkembang termasuk Indonesia. Di negara-negara industri, diperkirakan terdapat 320 kasus
efusi pleura per 100.000 orang. Amerika Serikat melaporkan 1,3 juta orang setiap tahunnya
menderita efusi pleura terutama disebabkan oleh gagal jantung kongestif dan pneumonia
bakteri. Menurut Depkes RI (2006), kasus efusi pleura mencapai 2,7 % dari penyakit
infeksi saluran napas lainnya. WHO memperkirakan 20% penduduk kota dunia pernah
menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor,sehingga banyak penduduk yang
berisiko tinggi penyakit paru dansaluran pernafasan seperti efusi pleura.
Menurut Baughman (2000), efusi menunjukkan tanda dan gejala yaitu sesak nafas,
bunyi pekak atau datar pada saat perkusi di atas area yang berisi cairan, bunyi nafas minimal
atau tak terdengar dan pergeseran trachea menjauhi tempat yang sakit. Umumnya pasien
datang dengan gejala sesak nafas, nyeri dada, batuk, dan demam. Pada pemeriksaan fisik
dapat ditemukan abnormalitas dengan bunyi redup padaperkusi, penurunan fremitus pada
palpasi, dan penurunan bunyi napas pada auskultasi paru bila cairan efusi sudah melebihi 300
ml. Foto toraks dapat digunakan untuk mengkonfirmasi terjadinya efusi pleura (Khairani
dkk., 2012).
2.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Efusi Pleura ?
2. Bagaimana etiologi Efusi Pleura ?
3. Bagaimana patofisiologi Efusi Pleura ?
4. Bagaimana Pathway Efusi Pleura ?
5. Apa saja tanda dan gejala Efusi Pleura ?
6. Apa saja manifestasi klinik dari Efusi Pleura ?
7. Apa pemeriksaan diagnostik Efusi Pleura ?
8. Bagaimana penatalaksana medik Efusi Pleura ?
9. Bagaimana komplikasi yang dapat terjadi dari penyakit Efusi Pleura ?
1
2.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian Efusi Pleura
2. Mengetahui etiologi Efusi Pleura
3. Mengetahui patofisiologi Efusi Pleura
4. Mengetahui pathway Efusi Pleura
5. Mengetahui tanda dan gejala Efusi Pleura
6. Mengetahui manifestasi klinik dari Efusi Pleura
7. Mengetahui pemeriksaan diagnostik Efusi Pleura
8. Mengetahui penatalaksana medik Efusi Pleura
9. Mengetahui komplikasi yang dapat terjadi dari penyakit Efusi Pleura
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Efusi Pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan
di rongga pleura selain cairan dapat juga terjadi penumpukan pus atau darah
(Soeparman, 1996 : 789).
Efusi Pleura adalahpenumpukan cairan di dalam ruang plaural yang terjadi
karena proses penyakitprimer dan dapat juga terjadi karena penyakit sekunder akibat
penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih yang merupakan transudat, dan berupa
pus atau darah (Baughman, 2000).
2.2 Etiologi
Berdasarkan jenis cairan yang terbentuk, cairan pleura dibagi menjadi
transudate, eksudat, dan hemoragis.
1. Transudate dapat disebabkan oleh kegagalan jantung kongestif (gagal jantung
kiri), sidroma nefrotik, asites (oleh karena sirosis kepatis), sindroma vena cava
superior, tumor. Gangguan selain radang seperti sirkulasi
2. Eksudat disebabkan oleh infeksi, TB, preumonia dan sebagainya, tumor, infark,
paru, radiasi, penyakit kolagen. Akibat radang cnth pneumonia
3. Effuse hemoragis dapat disebabkan oleh adanya tumor, trauma, infark paru,
tuberkulosi.
4. Berdasarkan lokasi cairan yang terbentuk, efusi dibagi menjadi unilateral dan
bilateral. Efusi yang unilateral tidak mempunyai kaitan yang spesifik dengan
penyakit penyebabnya akan tetapi efusi yang bilateral ditemukan pada penyakit-
penyakit seperti : kegagalan jantung kongestif, sindroma nefrotik, asites, infark
paru, tumor, dan tuberkulosis.
2.3 Patofisiologi
Dalam keadaan normal hanya terdapat 10-20 ml cairan di dalam rongga
pleura. Akumulasi jumlah cairan pleura dapat terjadi apabila tekanan osmotic koloid
menurun misalnya pada penderita hipoalbuminemia, bertambahnya tekanan
hidrostatis akibat kegagalan jantung, dan tekanan negatif intra pleura apabila terjadi
atelectasis paru (Alsagaf H, Mukti A,1998)
3
Efusi Pleura berarti terjadi pengumpulan sejumlah besar cairan bebas dalam
kavum pleura. Kemungkinan penyebab efusi antara lain : (1) penghambatan
drainase limfatik dari rongga pleura, (2) gagal jantung yang menyebabkan tekanan
kapiler paru dan tekanan parifer menjadi sangat tinggi sehingga menimbulkan
transudasi cairan yang berlebihan ke dalam rongga pleura, (3) infeksi atau setiap
penyebab peradangan apapun pada permukaan pleura dari rongga pleura, yang
memecahkan membrane kapiler dan memungkinkan pengaliran protein plasma dan
cairan ke dalam rongga secara cepat (Guyton dan Hall,Egc,1999,623-6240).
2.4 Pathway
4
2.5 Manifestasi Klinik
Manifestasi Klinik yang muncul (Tierney,2002 dan Tucker, 1998) adalah
1. Sesak nafas
2. Nyeri dada
3. Kesulitan bernafas
4. Peningkatan suhu tubuh jika ada infeksi
5. Keletihan
6. Batuk
2.6 Tanda dan Gejala
1. Sesak nafas
2. Nyeri dada
3. Nyeri perut
4. Batuk
5. Cegukan
6. Pernafasan yang cepat
7. Rasa berat pada dada
2.7 Pemeriksaan Diagnostik
Adapun beberapa pemeriksaan yang menunjang adanya efusi Plaura adalah :
1. Foto Rontgen
Dapat mengetahui adanya cairan dalam cavum pleura walaupun cairan
masih sedikit pada efusi pleura ringan.
2. Ultra Sonografi
Untuk mengetahui lokasi cairan untuk tujuan fungsi.
3. Torakosintesis
Suatu tindakan pengambilan cairan plaura untuk membedakan cairan
tersebut transudate, eksudat, atau pas.
2.8 Penatalaksanaan Medik
Penatalaksanaan pada efusi pleura ini adalah (Mansjoer,2001)
1. Thorakosentasis
Drainase cairan jika efusi pleura menimbulkan gejala subjektif seperti
nyeri, dyspnea dan lain-lain. Cairan efusi sebanyak 1-1,5 liter perlu
dikeluarkan segera untuk mencegah meningkatnya edema paru. Jika jumlah
cairan efusi lebih banyak maka pengeluaran cairan berikutnya baru dapat
dilakukan 1 jam kemudian.
5
2. Pemberian antibiotic
Jika ada infeksi
3. Tirah baring
Tirah baring ini bertujuan untuk menurunkan kebutuhan oksigen
karena peningkatan aktivitas akan meningkatkan kebutuhan oksigen sehingga
dyspnea akan semakin meningkat pula.
4. Biopsi pleura, untuk mengetahui adanya keganasan.
2.9 Komplikasi
1. Infeksi
2. Fibrosis paru
(Mansjoer,2001)
6
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
KASUS PEMICU
Ny. A( 45 tahun ) datang ke RS Bekasi dengan keluarga , tampak lemah, pucat, batuk
lebih dari 2 minggu, sesak, dan nafsu makan berkurang Dari hasil pemeriksaan
radiologik terdapat cairan, TTV : TD : 110/80 mmHg, HR : 90x/menit, Suhu 37 C,
RR : 20x/menit.
Asuhan Keperawatan Efusi Fleura
BIODATA PASIEN
Nama : Ny. A
Alamat : Jakarta Barat
Umur : 45 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Status Perkawinan : Menikah
Suku : Jawa
No. Rekam Medik : 004-27
Tanggal Pemeriksaan : 27 April 2019
7
BIODATA PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn.S
Usia : 50 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Hubungan dengan Klien : Suami
RIWAYAT KASUS
1. Keluhan utama
Pasien tampak lemah, pucat, batuk lebih dari 2 minggu, sesak, dan napsu makan berkurang
2. Keluhan Sekarang
Pasien datang ke RS Bekasi dengan keluarga , tampak lemah, pucat, batuk lebih dari 2
minggu, sesak, dan napsu makan berkurang Dari hasil pemeriksaan radiologik terdapat
cairan, TTV : TD : 110/80 mmHg, HR : 90x/menit, Suhu 37 C, RR : 26x/menit.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti yang diderita sekarang.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang diderita pasien ini.
8
POLA KEBUTUHAN DASAR
a. Pola Persepsi dan Manajeman Kesehatan
pasien mengatakan bahwa ia yakin dengan menggunakan pelayanan kesehatan dia akan
sembuh dan cepat pulang
b. Pola Nutrisi-Metabolik
- Sebelum sakit
Pasien mengatakan biasa makan 1 piring nasi dengan lauk dan sayur (3x sehari). Dan
juga bisa minum air putih kurang lebih 6-8 gelas. BB sebelum sakit 60 kg.
- Saat sakit
Pasien mengatakan ada perubahan porsi makan, pasien makan ½ porsi (3x sehari) dan
minum air putih sebanyak 5 gelas. BB saat sakit 55 kg.
c. Pola Eliminasi
1. BAB
- Sebelum sakit
Pasien mengatakan sebelum sakit BAB normal 1x sehari setiap pagi dengan
konsistensi lembek kecoklatan dan bau khas feses.
- Saat sakit
Pasien mengatakan BAB normal 1x sehari dengan konsistensi lembek kecoklatan dan
bau khas feses.
2. BAK
- Sebelum sakit
Pasien mengatakan biasa BAK 5-6x sehari warna urin kuning jernih dan bau khas
urin.
- Saat Sakit
Pasien mengatakan tidak ada perubahan pola BAK, pasien BAK <5x sehari warna
urin kuning jernih dan bau khas urin.
d. Pola Aktivitas dan Latihan
9
1. Aktivitas
Kemampuan 0 1 2 3 4
Perawatan Diri
Makan dan Minum
Mandi
Toileting
Berpakaian
Berpindah
0 : Mandiri, 1 : Memerlukan alat bantu, 2 : Dibantu orang lain, 3 : Dibantu orang lain dan
memerlukan alat bantu, 4 : Membutuhkan bantuan total
2. Latihan
- Sebelum sakit
Pasien mengatakan sebelum sakit dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti
bekerja, dll.
- Saat sakit
Pasien mengatakan saat sakit sedikit kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan
merasa lemah.
e. Pola Kognitif dan Persepsi
Pasien mengatakan belum mengetahui penyakitnya karena sebelumnya anggota keluarganya
tidak ada yang menderita penyakit serupa.
f. Pola Persepsi-Konsep Diri
Pasien mengatakan tidak nyaman karena penyakit tersebut.
g. Pola Tidur dan Istirahat
- Sebelum sakit
Pasien mengatakan biasa tidur 6-7 jam perhari dan tidur dengan nyenyak.
- Saat sakit
Pasien mengatakan sering terbangun pada malam hari karena merasa sesak.
10
h. Pola Peran-Hubungan
Pasien mengatakan hubungan keluarganya baik, terlihat suami dan keluarganya yang lain
menemani pasien bergiliran dan selalu memberi support untuk tetap tenang agar cepat
sembuh dan pulang.
i. Pola Toleransi Stress-Koping
Pasien mengatakan bahwa ia biasa bercerita tentang masalahnya kepada suaminya.
j. Pola Nilai-Kepercyaan
Pasien beragama islam dan suami pasien mengatakan istrinya tidak mengalami gangguan
dalam beribadah.
PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum : Pasien tampak lemah
a. Tanda-tanda Vital
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 90x/menit
Suhu : 37 C
Respirasi : 26x/menit
b. Keadaan Fisik
1. Kepala dan Leher
Kepala
- Inspeksi : rambut hitam, penyebaran rambut merata, tidak ada rontok dan tidak ada
kebotakan
- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan dan benjolan pada kepala
Mata
- Inspeksi : Simetris, konjungtiva ananemis, pupil isokor
11
- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Hidung
- Inspeksi : Simetris, penyebaran rambut silia merata, tidak terdapat secret, tidak ada
lesi, tidak terdapat penggunaan nafas cuping hidung
- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada sinus frontalis, etmoidalis, maksilaris
Mulut
- Inspeksi : Mukosa bibir tampak pucat, mukosa bibir kering, bibir simetri
Telinga
- Inspeksi : Simetris, tidak ada lesi
- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada kartilago
2. Dada
Paru
- Inspeksi : Simetris
- Palpasi : Terdapat nyeri tekan
- Perkusi : Dullness
- Auskultasi : Ronchi
Jantung
- Inspeksi : Iktuskordis tidak tampak
- Palpasi : Terdapat nyeri tekan
- Perkusi : Dullness
- Auskultasi : S1 dan S2 murni
3. Integumen
- Inspeksi : Tidak ada hiperpigmentasi
- Palpasi : Turgor kulit menurun, kulit terasa hangat, kulit kemerahan
4. Ekstremitas
Atas
- Inspeksi : Simetris, tidak ada lesi
- Palpasi : CRT 3 detik
Bawah
- Inspeks : Simetris, tidak ada lesi
12
- Palpasi : CRT 3 detik
5. Neurologis
Status mental dan emosi : Baik
PEMERIKSAAN PENUNJUNG
Pemeriksaan radiologic terdapat cairan
DATA FOKUS
Nama : Ny. A
No : 004-24
DO DS
Paru Pasien mengatakan bahwa
- Inspeksi : Simetris mengalami batuk selama
- Palpasi : Terdapat nyeri tekan lebih dari 2 minggu
- Perkusi : Dullness
- Auskultasi : Ronchi
Keadaan umum : Pasien Pasien mengatakan
tampak lemah dan pucat mengalami sesak
Tanda-Tanda Vital Pasien mengatakan nafsu
- TD : 110/80 mmHg makannya berkurang
- T : 37 C
- RR : 26x/menit
- N : 90x/menit
Mukosa bibir pucat dan kering
13
ANALISIS DATA
Nama : Ny. A
No. RM : 004-27
Data Analisis Masalah Etiologi
DS : Pola nafas tidak efektif hambatan upaya nafas
Pasien mengeluh sesak dan
batuk lebih dari 2 minggu
DO :
1. Pasien tampak lemah dan
pucat
2. TD : 110/80 mmHg
T : 37 C
RR : 26x/menit
N : 90x/menit
3. Hasil radiologik terdapat
cairan
DS : Resiko deficit nutrisi Penekanan pada abdomen
Pasien mengatakan nafsu
makan berkurang
DO :
BB mengalami perubahan
Sebelum sakit 60kg
Setelah sakit 55 kg
14
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama Pasien : Ny. A
No. RM : 004-27
No Diagnosa Keperawatan Tanggal ditemukan Tanggal Teratasi
1 Pola nafas tidak efektif b.d
hambatan upaya nafas
2 Resiko deficit nutrisi b.d
penekanan pada abdomen
INTERVENSI
Nama : Ny. A No. RM : 004-27
Tanggal Pemeriksaan :
No DX. Kep Tujuan an Intervensi Rasional TTD
Kriteria Hasil
1 Pola nafas Setelah 1. Monitor status 1. Untuk
tidak dilakukan pernafasan dan mengetahui status
efektif b.d tindakan oksigenasi pernafasan dan
hambatan keperawatan sebagaimana mestinya oksigenasi pasien
upaya nafas selama 1x24 2. Regulasi asupan 2. Untuk
jam diharapkan cairan untuk mengoptimalkan
kondisi pasien mengoptimalkan keseimbangan
meningkat keseimbangan cairan cairan dalam tubuh
dengan KH : pasien
1. RR
pasien
dalam
rentan
15
normal
2. Ritme
pernafas
an
pasien
teratur
2 Resiko Setelah 1. Beri 1. Agar pasien
deficit dilakukan penjelasan mengerti
nutrisi b.d tindakan tentang tentang
penekanan keperawatan pentingnya pentingnya
pada selama 1x24 nutrisi bagi pemenuhan
abdomen jam diharapkan tubuh nutrisi
kondisi pasien 2. Anjurkan 2. Untuk
meningkat pasien makan memenuhi
dengan KH : sedikit tapi kebutuhan
1. Adanya sering nutrisi
peningkatan pasien
nafsu makan
2. Klien makan
3x sehari
dengan kalori
yang cukup
16
IMPLEMENTASI
Nama : Ny.A NO. RM : 004-27
Tanggal Pemeriksaan :
Tgl/Jam No. Dx. Implementasi Respon pasien TTD
Kep
1 1. Memonitor status 09.15
pernafasan dan oksigenasi O: Mengalami
sebagaimana mestinya kesusahan
bernafas
2. Meregulasi asupan
cairan untuk S : Pasien
mengoptimalkan mengatakan
keseimbangan cairan sudah tidak
mengalami
kesusahan saat
bernafas
09.55
O : Pasien
sangat tidak
nyaman saat
bernafas
S : Pasien
mengatakan
sudah mulai
nyaman saat
bernafas
2 1. Memberi 10:15
penjelasan O : Sebelum
tentang sakit 60kg,
17
pentingnya nutrisi Sesudah sakit
bagi tubuh 55 kg
2. Menganjurkan S : Pasien
pasien makan mengatakan
sedikit tapi sering berat badan
menurun
10: 55
O : Pasien
tampak
menghabiskan
1 porsi makan
S : Pasien
mengatakan
akan
melakukan
makan sedikit
tapi sering
18
EVALUASI
Nama : Ny. A No. RM : 004-27
Tanggal Pemeriksaan :
No Tanggal/Jam Diagnosa Evaluasi
1 Pola nafas tidak S : Klien
efektif b.d mengatakan tidak
hambatan upaya terlalu sesak
nafas
O : Klien tampak
menahan sakit
karena sesak
A : Masalah teratasi
sebagian
P : Pertahankan
intervensi yang
sudah dilakukan
2 Resiko deficit S : Pasien
nutrisi b.d mengatakan nafsu
penekanan pada makan nya mulai
abdomen meningkat
O : Pasien tampak
makan 1 piring nasi
3x sehari namun
tidak ingin
memakan sayur
19
A : Masalah teratasi
sebagian
P : Lanjutkan
intervensi
20
BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Efusi Pleura adalah istilah bagi penimbunan cairan dalam rongga
pleura. Berdasarkan lokasi cairan yang terbentuk, efusi dibagi menjadi
unilateral dan bilateral. Tanda dan gejala yang mungkin muncul adalah
sesak nafas, nyeri dada, nyeri perut, batuk, pernafasan yang berat, rasa
berat pada dada. Pengobatan terhadap pasien dengan efusi pleura adalah
dengan mencegah penumpukan kembali cairan serta untuk mengurangi
ketidaknyamanan dan dyspnea. Komplikasi yang dapat terjadi adalah
infeksi dan fibrosis paru.
3.2 Saran
Pada semua orang yang mengalami sesak nafas, nyeri daerah dada,
pernafasan cepat yang sifatnya masih ringan langsung melakukan
pemeriksaan ke pelayanan kesehatan agar memperoleh tindakan
keperawatan dan pengobatan yang cepat dan tepat.
21
DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.ums.ac.id/16669/2/BAB_I.pdf
Soematri,Irman,2007. “Askep Pada Pasien dengan Gangguan Sistem
Pernafasan”, Salemba Medika : Jakarta
file:///C:/Users/ACER/AppData/Local/Temp/4934-1-7698-1-10-
20130304.pdf
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/103/jtptunimus-gdl-kurniasafi-
5149-2-bab2.pdf
22