Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN STUDI KASUS

“ANALISIS KASUS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI


KELAS X SMK ISLAM AL QOMAR

Oleh
Muhammad Khaliq Ridha

PPG DALAM JABATAN


KATEGORI I
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2023
A. Deskripsi Studi Kasus
Saat melaksanakan praktik pengalaman lapangan di sekolah, kami menemukan beberapa
kasus dalam proses pembelajaran. Yang pertama adalah rendahnya motivasi dan keaktifan siswa
dalam belajar, hal itu ditunjukan dengan hanya beberapa siswa yang merespon pertanyaan guru,
bertanya maupun mengemukakan pendapat. Yang kedua adalah rendahnya minat siswa dalam belajar,
hal itu diketahui pada saat mengerjakan LKPD beberapa siswa malas untuk diskusi, dan bertukar
pikiran dengan teman sekelompoknya.
Kasus diatas penting untuk dikaji lebih lanjut karena akan memberikan dampak pada
kemampuan saya dalam merencanakan, melaksanakan, evaluasi, refleksi serta tindak lanjut untuk
pembelajaran kedepannya. Selain dari pada itu kasus ini akan memberikan pengalaman yang berkesan
untuk saya bagikan kepada rekan sejawat saya di sekolah.
B. Analisis Situasi
Situasi pada saat perancangan pembelajaran adalah saya merencanakan pembelajaran dengan
metode yang inovatif dengan media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogical
Content Knowledge. Dimana saya diharuskan mengidentifikasi pengetahuan, dan perlu mengajar
secara efektif dengan kerangka teknologi. Adapun rencana evaluasi yang saya lakukan adalah dengan
menyusun instrumen evaluasi yang juga berbasis teknologi dengan harapan meningkatnya motgivasi
siswa dalam belajar bahasa arab. Peran saya dalam perancangan pembelajaran dan evaluasi ini adalah
saya mencoba memberikan media pembelajaran yang menarik sehingga menimbulkan keingintahuan
siswa dalam belajar, contohnya adalah diawal pembelajaran saya menampilkan video yang saya buat
dengan Bantuan AI( Artificial Intelegence) selanjutnya siswa mengerjakan LKPD melalui aplikasi
bahasa arab berbasis google site yang kami berinama Lughotuna. Selanjutnya siswa juga terlibat
langsung dalam evaluasi dan refleksi yang sudah kami siapkan di aplikasi Lughotuna tersebut.
Adapun yang terlibat dalam perancangan dan evaluasi yang dilakukan diantaranya adalah saya
sendiri sebagai guru yang merancang dan melaksanakan pembelajaran, guru pamong dan rekan
sejawat yang membantu melakukan observasi dan evaluasi serta membantu dalam merancang
perbaikan dalam pembelajaran, dan yang terpenting adalah peserta didik yang menjadi objek sasaran
observasi.
Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran
diantaranya saya harus mempersiapkan dengan maksimal media pembelajaran yang telah saya
rancang. Dari segi aplikasi, laptop, proyektor, audio speaker, untuk memastikan pembelajaran berjalan
sesuai dengan rencana. Hambatannya adalah ketika Handphone siswa ada yang rusak atau tidak
berfungsi normal, karena pembelajaran ini sangat bergantung pada smartphone yang dimiliki peserta
didik.
C. Alternatif solusi
Adapun langkah yang Langkah nyata yang saya lakukan dalam mengahadapi tantangan
merancangpembelajaran yang pertama adalah dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik, adapun model pembelajaran yang saya gunakan yaitu model Problem Based Learning
(PBL) dengan Thoriqoh sam’iyyah syafawiyyah, diskusi, ceramah, penugasan dan presentasi. Thoriqoh
sam’iyyah syafawiyyah ini Metode Audiolingual adalah metode mendasarkan diri kepada pendekatan
structural dalam pengajaran bahasa arab dan metode ini menekankan pada penelaahan dan
pendeskripsian suatu bahasa yang akan dipelajari dengan memulainya dari system bunyi (fonologi)
kemudian sisten pembentukan kata ( Morfologi ) dan system pembentukan kalimat ( sintaksis).
Dilanjutkan dengan diskusi untuk memecahkan masalah dalam LKPD dan mempresentasikannya sesuai
denga sintak model Pembelajaran PBL(Problem Based Learning). Langkahnya tergambar seperti
berikut :
Pada Pendahuluan diwalai dengan salam, doa, absensi, mengingat pelajaran yang lalu, ice breaking,
apersepsi, dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Sedangkan langkah kegiatan inti adalah
mempresentasikan video pembelajaran dengan tema ta’aruf sbb
https://drive.google.com/file/d/1nsW2w5QHpn1cejOFsZgVTsUWT9NdZKa1/view?usp=sharing
Kemudian saya membimbing siswa untuk menirukan percakapan ta’aruf secara berulang-ulang,
kemudian saya mengorganisasikan peserta didik untuk belajar dan mengerjakan LKPD yang sudah
kami buat di aplikasi Lughotuna
https://sites.google.com/admin.smk.belajar.id/bahasaarabx/halaman-depan
Materi pembelajaran dan video pembelajaran bisa diakses pada aplikasi lughotuna
https://sites.google.com/admin.smk.belajar.id/bahasaarabx/materi
https://sites.google.com/admin.smk.belajar.id/bahasaarabx/video
Setelah itu saya juga membimbing secara individu dan kelompok jika mengalami kesulitan dalam
mengerjakan LKPD. Kemudian setiap siswa mempresentasikan LKPD di depan teman-temannya.
Disaat peserta didik presentasi, saya mengevaluasi dan menilai sedangkan peseta didik lainnya menilai
teman sejawat dengan mengisi lembar penilaian antar teman yang sudah saya siapkan di aplikasi
Lughotuna.
https://sites.google.com/admin.smk.belajar.id/bahasaarabx/evaluasi
Pada kegiatan Penutup saya menyimpulkan pembelajaran dan meminta peserta didik mengisi lembar
refleksi di aplikasi Lughotuna, setelah itu diakhiri dengan salam.
D. Evaluasi
Dampak dari penerapan metode Audiolingual (Al-Thariqah Al-Saam’iyyah Al-Syafawiyyah)
adalah Para pelajar memiliki keterampilan pelafalan yang bagus, Para pelajar terampil dalam
mengucapkan kalimat baku yang sudah dilatihkan, Pelajar dapat melakukan komunikasi lisan dengan
baik karena latihan menyimak dan berbicara intensif, Suasana kelas hidup karena para pelajar tidak
tinggal diam, harus terus menerus merespon stimulus guru. Sedangkann Dampak dari penerapan
model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) ini sangat efektif karena dapat membuat siswa
lebih aktif sehinga tingkat pemahaman dan pengalaman siswa juga lebih mudah dicapai. Penggunaan
fasilitas tekhnologi yang sudah dimiliki masing-masing peserta didik dapat meningkatkan kesadaran
siswa bahwa handphone juga banyak manfaatnya untuk media pembelajaran, dan meningkatkan
motivasi belajar siswa. Yang terkahir penerapan metode kolaboratif antar teman sejawat peserta didik
bisa menumbuhkan karakter sosial yaitu sikap saling toleransi, bekerja sama dan dapat membuat
hubungan antar teman lebih harmonis hal ini sangat berdampak pada tingkat kepercayaan diri siswa
meningkat.

Anda mungkin juga menyukai