Anda di halaman 1dari 38

VARICELLA

dr. Ni Made Hindri Astuti


Pendamping : dr. I Gede Karnaya
PROGRAM INTERNSHIP DOKTER INDONESIA
PUSKESMAS SERIRIT

TOPIK BAHASAN
Definisi Varicella
Etiologi Varicella
Patogenesis Varicella
Gejala Klinis Varicella
Diagnosis Varicella
Diagnosis Banding Varicella
Komplikasi Varicella
Penatalaksanaan Varicella
Pencegahan Varicella
Prognosis Varicella

PENDAHULUAN
Varicella disebabkan oleh infeksi virus
varicella zoster.
Dikenal dengan istilah chickenpox atau
cacar air.
Varicella terjadi hampir di seluruh dunia,
lebih banyak menyerang anak-anak akan
tetapi juga bisa menyerang orang dewasa.
Menyebar secara aerogen
Penatalaksanaan
varicella
bersifat
simptomatik dan terapi antivirus.

Definisi

ETIOLOGI

Virus (VZV)
Manifestasi Varisela &
Herpes Zoster
Termasuk kelompok Herpes
Virus
Berkapsul : 150-200 nm
Masa inkubasi 14-21 hari

Patogene
sis
VZ
V

Saluran nafas atas dan


orofaring

Replikasi
Darah dan limfe

Viremia
primer

RES
Viremia
sekunder

Replikasi
GANGLION

Kulit dan
mukosa

Gejala
Klinis

Bentuk vesikel ini khas


berupa tetesan embun
(tear drops).

Makula eritematosa
PapulaVesikel
pustulakrusta

Penyebarannya sentripetal

PERJALANAN KLINIS VARICELLA

Diagnosis

ANAMNESIS,

Diawali masa prodromal yang singkat sekitar 1-2 hari (demam


yang tidak terlalu tinggi, nafsu makan berkurang, malaise, nyeri
kepala, nyeri menelan)
Muncul bintik-bintik kemerahan berisi air
Bintik-bintik di mulai dari wajah dan kepala kemudian menyebar
ke seluruh badan dan ektremitas
PEMERIKSAAN FISIK
pemeriksaan dermatologi di dapatkan vesikel, pustule, krusta di daerah
wajah, kepala, badan dan extremitas.

Lesi berkelompok terutama dibagian sentral (sentrifetal)


Terdapatnya semua tingkatan lesi kulit dalam waktu bersamaan
pada daerah yang sama
Terdapat lesi mukosa

PEMERIKSAAN LAB
Tzanck Test

Teknik Pemeriksaan Tzank


Test
Pengerokan pada dasar vesikel yang baru
2. Oleskan pada gelas objek
3. Lakukan fiksasi dengan menggunakan
acetone atau metanol
4. Pengecatan dengan menggunakan
hematoksilin-eosin, giemsa atau
papanicolauo.
5. Lihat di bawah mikroskop
Hasil positif: ditemukan multinucliated
giant cell atau sel datia berinti banyak
1.

DIAGNOSIS BANDING

1. Herpes zoster diseminata


2. Herpes simplek diseminata
3. impetigo

Herpes zoster diseminata

Impetigo

Herpes
Simplek

Herpes Zoster

Varicela

Insiden

Semua umur

> 50 tahun

Anak-anak,
neonatus

Etiologi

HSV

VZV

VZV

Penularan

Seksual, kontak
langsung

Pencetus :
pembedahan,
trauma, obat
imunosupresan,
keganasan.

Air borne droplet


dr infeksi di
hidung dan
tenggorok.

Predileksi

Mukokutan
HSV 1 : mulut
HSV 2 : genital,
Hidung , telinga.

Sesuai
dermatom,
unilateral

Badan muka,
bahu, ekstremitas
(sentripetal)

KLinis

Vesikel
berkelompok di
atas kulit
eritema cairan
jernih
seropurulenkr
usta

Vesikel
berkelompok
diatas kulit
eritema, nyeri.
Umur vesikel
satu klp sama tp
beda dg klp lain

Lesi polimorf
dominan vesikel di
atas kulit eritema,
gatal.
Dalam 5 hari akan
timbul vesikel
baru lesi vesikel
dgn krusta (khas)

Inkubasi

4-5 hari

7-12 hari

14-21 hari

Herpes Simplek

Herpes Zoster

Varicela

Diagnosis

Klinis, sitologi,
serologi,
imunofluoresens,
kultur virus

Klinis, sitologi,
serologi,
imunofluoresens,
kultur virus

Anamnesis,
pemeriksaan status
dermatologis

Komplikasi

Pioderma
Ensefalitis
Infeksi sekunder
Infeksi neonatus
Meningitis

Neuralgi pasca
herpes, kebutaan,
paralisis

Infeksi sekunder
Scar
Encepalitis dan
ataxia
Pneumonia
varicela
Reye sindrom

Diagnosis banding

Impetigo
Herpes zoster

Herpes Simplek

Variola
Herpes zooster

Terapi

Istirahat dan gizi


cukup
Acyclovir 5 x 200
mg/hari (5 hari).
(memperlambat
kekambuhan)
Acyclovir 4 x 200
mg/hari
Krim Acyclovir
antibiotika

Istirahat, gizi
Analgetik
Vitamin Neurotropik
Acyclovir 5 x 800
mg ( 7 hari)
Antibiotika

Istirahat, gizi
Anak-anakself
limited disease
(tidak perlu terapi)
Multivitamin(k/p),
Antibiotika
profilaksis
Simptomatis
(antipiretik,
antihistamin)
Acyclovir 5 x 800
mg (7 hari)

Komplikasi
Infeksi

Penatalaksanaan
Umum

ACYCLOVIR DAN
PENGGUNAANNYA

Indikasi : infeksi HSV-1 dan


HSV-2, VZV (varicella dan
herpes zoster)
Dimulai dalam waktu 24
jam sejak terjadinya ruam
Acyclovir oral memiliki
efek terapi terhadap
infeksi varisela pada anakanak dan orang dewasa
Pada anak-anak, dosis
acyclovir (20mg/kg
4x/hari, dewasa
800mg/dosis, 5x selama 7
hari) dapat menurunkan
demam dan pembentukan

PENCEGAHAN VARICELLA

1. VAKSINASI dengan VIRUS yang


DILEMAHKAN
2. VARICELLA ZOSTER IMMUNOGLOBULIN

Vaksin virus varicella yang


dilemahkan (Varivax) dosis
0.5 mL diberikan dua kali
interval pemakaian).

VZIG dibuat dari plasma darah


donor dengan titer antibodi VZV
yang tinggi (IMUNISASI PASIF)
diberikan dalam waktu kurang
96 jam sesudah terpajan VZV

LAPORAN KASUS
PORTOFOLIO
PUSKESMAS SERIRIT

Pendahuluan

Kasus merupakan pasien rawat jalan


Presentasi membahas tinjauan pustaka, kasus,
pembahasan antara tinjauan pustaka dengan
kasus.

Identitas Pasien
Nama
: I Wayan Sudana
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur
: 40 Tahun
Agama
: Hindu
Alamat
: Lokapaksa
Suku
: Bali
Bangsa
: Indonesia
Pekerjaan
: Buruh Bangunan

Anamnesis
Keluhan Utama
Bintik-bintik Kemerahan
Perjalanan Penyakit
Pasien laki- laki usia 40 tahun datang dengan keluhan
timbul bintik-bintik kemerahan sejak 2 hari yang lalu.
Bintik merah mulai muncul di daerah wajah, kemudian
menyebar ke seluruh badan. Bintik-bintik merah berisi
cairan berwarna bening.Pasien mengeluh bintik-buntik
terasa gatal dan apabila di garuk akan meninggalkan
bekas.Sebelumnya pasien merasakan badannya panas
tapi tidak terlalu tinggi dan badan terasa lemas.

Riwayat Penyakit Terdahulu


Pasien belum pernah mengalami keluhan yang
sama seperti saat ini . Saat anak-anak pasien tidak
pernah mengalami keluhan bintik-bintik berair
seperti ini.
Riwayat Pengobatan
Pasien menggunakan minyak untuk mengurangi
rasa gatal dan belum mendapatkan pengobatan
apapun untuk mengurangi keluhan yang dirasakan
saat ini.
Riwayat Penyakit Yg Sama Dlm Keluarga
Keluarga yang tinggal serumah dengan pasien
tidak ada yang mengalami keluhan yang sama
seperti pasien saat ini.
Riwayat Sosial
Pasien bekerja sebagai buruh bangunan, temanteman ditempat bekerja pasien tidak ada yang
mengalami keluhan yang sama.

Anamnesis penyingkir DD
Keluhan nyeri pada daerah yang terdapat bintikbintik tersebut disangkal.

Pemeriksaan Fisik
Status Present
Keadaan Umum: baik
Kesadaran
: compos mentis
Tensi
: 120/80
Nadi
: 86 x/menit
Respirasi
: 24 x/menit
Temperatur
: 36,5C
Status General
Kepala : normocefali
Mata
: anemia -/-, ikterik -/THT
: faring hiperemis (-), tonsil TI/TI, pembesaran KGB(-)
Thorax : Cor
: S1S2 tunggal regular, murmur (-)
Pulmo : vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/Abdomen : dintensi (-), bising usus (+) normal
Extrimitas : akral hangat (+), edeme (-)

PEMERIKSAAN STATUS
DERMATOLOGIS

Dari pemeriksaan fisik didapatkan gambaran


vesikel dengan dasar kulit yang eritema mulai
dari wajah sampai ke dada,
punggung dan
extremitas atas.
Terdapat pula gambaran beberapa vesikel yang
pecah akibat bekas garukan dan beberapa bekas
vesikel yang sudah mengering.

Pemeriksaan Penunjang
TIDAK DILAKUKAN
TINJAUAN PUSTAKA : Tzank test,
Anamnesis dan gejala klinis sudah nampak
jelas dx VARICELLA TIDAK DILAKUKAN.

Perkiraan hasil pemeriksaan


penunjang

MULTINUCLIATED GIANT
CELL
PADA TZANK SMEAR
VARICELLA

Diagnosis
VARICELLA
Anamnesis : muncul bintik bintik merah sejak 2
hari dan terasa gatal.
Pemeriksaan fisik : sesuai status dermatologis
ditemukan vesikel di atas kulit yang eritema,
terdapat vesikel yang sudah mengering serta
menjadi krusta, penyebaran diawali dari wajah
kemudian menuju ke seluruh badan (sentripetal).
Pemeriksaan penunjang : pada kasus ini tidak
dilakukan.

Penatalaksanaan
Pegobatan yang diberikan bersifat simptomatis
dan pemberian antivirus
Pada pasien ini diberikan penatalaksanaan
medikamentosa:
Pengobatan topikal diberikan bedak salisil pada vesikel
yang baru muncul dan masih utuh
CTM 3x1 tablet
Vitamin C 3x1tablet
Pengobatan sistemik diberikan asiklovir tablet 5x800
mg selama 7 hari

KIE

Pasien boleh mandi akan tetapi diusahakan agar


bintik-bintik tidak pecah. Setelah mandi
mengeringkan badan berhati-hati agar bintikbintik tidak pecah dengan hanya menepal-nepal
saja dan tidak menggosok.
Bintik-bintik jangan digaruk dan pada bintik-bintik
yang sudah pecah dijaga agar tidak terjadi infeksi
dengan menjaga kebersihan dan pemberian
cairan antiseptik pada air mandi.
Makan yang bergizi serta istirahat yang cukup
untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

TERIMA KASIH