Anda di halaman 1dari 22

TUGAS REFERAT

PROFIL VARICELLA DI POLI KULIT & KELAMIN RSUD GAMBIRAN KEDIRI 1 JANUARI 2008 31 DESEMBER 2010

Oleh: Bayu Mahardi Saputra (201020401011123) Nazwa (201020401011147) Pembimbing: dr. Slamet Sugiharto, Sp.KK

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RSUD GAMBIRAN KEDIRI 2011

Latar Belakang

Varicella terdapat di seluruh dunia Tidak ada perbedaan ras maupun jenis kelamin Adanya perbedaan timbulnya maupun tingkat penyebaran infeksi varicella yang ditemukan di negara beriklim sedang dan tropis

Sifat virus yang rentan panas di mana pada kelembaban udara yang tinggi virus cenderung cepat bertransmisi Hal ini berkaitan erat dengan meningkatnya kasus-kasus infeksi yang terjadi pada musim peralihan dari musim kemarau dan musim hujan

Insidens penyakit ini paling tinggi terlihat pada usia 5 9 tahun. 90% kasus varicella terjadi pada anak di bawah usia sepuluh tahun, terutama usia 3-6 tahun dan hanya sekitar 2% terjadi pada orang dewasa.

Hasil survei di Singapura antara tahun 1989 - 1990 terhadap anak-anak berusia 6 - 15 tahun menunjukkan bahwa 42,8% - 96% anak yang termasuk kelompok 0 - 4 tahun masih mudah terserang infeksi varicella. Di Saudi Arabia, survei menunjukkan secara keseluruhan tingkat penyebaran infeksi mencapai 79%. Di AS setiap tahun sekitar 3,7 juta kasus varisela. Di Filipina tingkat kenaikan kasus yang ditemukan di setiap 100.000 penduduk adalah 5,4 (1971 menjadi 67,4 (1991). Di Jepang, kasus varicella umumnya terjadi pada anak-anak di bawa usia 6 tahun yaitu sebanyak 81,4%.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menyebutkan, selama periode Januari hingga November 2007, sedikitnya 691 warga terkena penyakit cacar air atau varicella. Data Dinkes Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2006 mencatat, jumlah penderita penyakit cacar air sebanyak 1.771 orang.

Rumusan Masalah

Bagaimanakah profil penderita Varicella di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari 2008 31 Desember 2010?

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum Untuk mengetahui profil penderita Varicella di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari 2008 31 Desember 2010 Tujuan Khusus
Mengetahui jumlah penderita Varicella di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari 2008 - 31 Desember 2010. Mengetahui waktu kunjungan terbanyak pada penderita Varicella di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari 2008 31 Desember 2010. Mengetahui distribusi jenis kelamin pada penderita Varicella di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari 2008 31 Desember 2010. Mengetahui distribusi usia pada penderita Varicella di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode 1 Januari 2008 31 Desember 2010

Definisi
Infeksi Akut Primer 90% pada anak-anak t.u 3-6 tahun Menyebar secara aerogen

Varicella Zoster Virus

Lokasi di Sentral tubuh

Gejala Konstitusi

Lesi Polimorfi

Disebut juga cacar air, chicken pox. Tersebar kosmopolit, menyerang terutama anak-anak.

Viremia primer

Viremia sekunder

Gejala prodromal
demam yang tidak terlalu tinggi
malaise nyeri kepala

Erupsi kulit
Papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel.

Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear drops). Makula eritematosa PapulaVesikel

pustulakrusta
Penyebarannya secara sentrifugal

Diagnosis
ANAMNESIS, GAMBARAN KLINIS:
Muncul setelah masa prodromal yang singkat dan ringan Lesi berkelompok terutama dibagian sentral Perubahan lesi yang cepat dari makula, vesikula, pustula sampai krusta Terdapatnya semua tingkatan lesi kulit dalam waktu bersamaan pada daerah yang sama Terdapat lesi mukosa mulut

PEMERIKSAAN LAB
Tzanck Test

Diferensial Diagnosis
Herpes Zoster

Impetigo Kontagiosa

Variola

Herpes Simpleks

Eksantem karena coxackie virus

Variola

Herpes Zoster

Herpes Simpleks
Eksantema karena coxsackie virus Impetigo Kontagiosa

Komplikasi
Infeksi kulit oleh bakteri Bekas luka yang menetap Acute verebellar ataxia Pneumonia Reye Syndrome

Umum
Istirahat cukup Bila panas Dewasa: metampiron 500 mg sehari 3 kali po, paracetamol 500 mg sehari 4 kali po Anak: paracetamol 10 mg/kgBB/dosis sehari 4 kali po Antihistamin bila gatal Bila ada infeksi sekunder :Dicloxacilline 12,5-50 mg/kg/hari po, Erytromycin stearat 250-500 mg sehari 4 kali po, anak 12,5-50 mg/kg/dosis sehari 3-4x Salep antibiotik untuk yang erosi: salep sodium fusidate Bedak salicyl 2%untuk lesi yang kering

Khusus
Acyclovir sebaiknya sedini mungkin (dalam 1-3 hari pertama). Dewasa 800 mg sehari 5 kali (selama 7-10 hari) Neonatus: 500 mg/m2( tiap 8jam 10 hr) Anak: 20mg/kg/kali sampai 800 mg sehari 4 kali selama 5 hari Pasien pneumonia dan hamil; 800mg 5kali sehari (7-10 hr), 10 mg/kg IV (tiap 8jam-7hr) Resisten acyclovir Foscarnet, 40 mg/kg Iv tiap 8jam hingga sembuh.

Pencegahan
Pemberian vaksin Varicella Virus Vaccine (Oka strain)

Prognosis
Ad Vitam
Pada orang tua atau pasien immunocompromised, varicella dapat memiliki gejala klinis yang lebih parah dengan tingkat komplikasi pada pernafasan dan sistemik

Ad Sanam

Ad Kosmetika
Baik. Dengan perawatan yang teliti dan memperhatikan higiene memberi prognosis yang baik dan jaringan parut yang timbul sangat sedikit.

Baik

Distribusi waktu kunjungan penderita Varicella


Bulan Kunjungan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 4 2 2 0 0 3 4 3 3 4 1 2 28 2 0 0 1 1 3 0 0 3 5 3 5 23 1 2 1 0 7 0 2 1 4 6 1 0 25 7 4 3 1 8 6 6 4 10 15 5 7 76 9,2 5,3 3,9 1,3 10,5 7,9 7,9 5,3 13,1 19,7 6,6 9,2 100 % Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Jumlah Persentase (%)

Px varicella paling banyak berkunjung pada bulan september-oktober

Belum jelas apakah ada hubungan antara muncul atau kambuhnya varicella dengan pergantian musim

Sulit dilakukan evaluasi karena pergantian musim kemarau dan musim penghujan tidak selalu tepat terjadi pada bulan April dan Oktober

Distribusi jenis kelamin penderita Varicella


Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Frekuensi 32 44 76 Persentase (%) 42,1 57,9 100 %

Berdasarkan hasil penelitian penderita Varicella jenis kelamin terbanyak yang menderita Varicella adalah perempuan sebanyak 44 penderita (57,9 %)

Sedangkan menurut buku yang ditulis Lubis dan artikel Kaknung, menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan untuk terjangkit varicella.

Distribusi usia penderita Varicella


Usia 1 - 10 tahun 11 - 20 tahun 21 - 30 tahun 31 - 40 tahun 41 - 50 tahun 51 - 60 tahun Jumlah Frekuensi 21 28 18 5 3 1 76 Persentase (%) 27,6 36,8 23,7 6,5 3,9 1,3 100 %

Kunjungan terbanyak terdapat pada kelompok usia 11-20 tahun yakni 28 penderita (36,8 %), sedangkan kunjungan paling sedikit pada kelompok usia 51-60 tahun sebanyak 1 penderita (1,3%)

Hal ini sesuai dengan pendapat Lubis yang menyebutkan bahwa kasus varicella terutama mengenai anak-anak yang berusia di bawah 20 tahun

Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih belum terbentuk imunitas yang baik seperti pada orang dewasa, dan juga varicella mudah sekali menular melalui droplet ataupun kontak langsung

Kesimpulan
1. Jumlah kunjungan penderita Varicella pada periode Januari 2008 Desember 2010 sebanyak 76 penderita yang datang di poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kediri periode Januari 2008 Desember 2010. Dari 76 pasien varicella kunjungan terbanyak terjadi pada bulan Oktober dengan jumlah kunjungan sebanyak 15 penderita (19,7 %). 2. 1.

Saran
Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk penelitian selanjutnya, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap kejadian Varicella. Untuk penelitian selanjutnya yang menggunakan metode pengambilan rekam medik disarankan untuk melakukan persiapan yang lebih matang secara waktu dan biaya agar mendapatkan hasil yang lebih baik. 3. Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat di butuhkan untuk peneliti sebagai acuan pembuatan karya tulis selanjutnya.

2.

Karakteristik Varicella menurut jenis kelamin


tersering terjadi pada perempuan sebanyak 44 penderita (57,9 %).

3.

Karakteristik Varicella menurut usia tersering terjadi pada kelompok usia 11-20 tahun sebanyak 28 penderita (42,1 %).