Anda di halaman 1dari 9

Sanitasi

SANITASI
Kegiatan pengendalian yang terencana terhadap lingkungan produksi,
bahanbahan baku, peralatan dan pekerja untuk mencegah pencemaran
pada hasil olahan, kerusakan hasil olahan, serta mengusahakan
lingkungan kerja yang bersih dan sehat, aman serta nyaman (Kartika,
1991).
Bertujuan untuk menghasilkan menghasilkan produk yang aman dan
bermutu baik bagi konsumen
Sanitasi pabrik : diatur dalam SSOP (Sanitation Standard Operating
Procedures).

Sanitasi
SSOP = prosedur pelaksanaan sanitasi untuk
memastikan area produksi & semua permukaan yang
kontak dengan produk pangan terbebas dari
kontaminasi mikroba.
Pengendalian SSOP meliputi: keamanan air, kondisi dan
kebersihan permukaan yang kontak dengan bahan
pangan, menghilangkan pest dari unit pengolahan.

Sanitasi
Bagian Luar Pabrik : tempat parkir, kantin, area bongkar
muat, dll.
Bagian Dalam Pabrik : gudang bahan baku, gudang
produk jadi, ruang proses produksi
Pekerja, Bahan Baku, Mesin, Ruangan, Dsb.

Sanitasi
Sanitasi area pabrik :
1. Pembersihan rutin setiap hari
2. Pembersihan langit-langit secara berkala
3. Pembasmian hama dengan cara spraying dan fogging secara
berkala (menghindari tikus, kecoa, dll)
4. Pemberian ventilasi udara
5. Menyediakan tempat sampah
6. Adanya peraturan tentang sanitasi di area pabrik
7. dsb.

Sanitasi ruang pengolahan


Bertujuan :
a) Mencegah terjadinya perubahan-perubahan yang tidak
diinginkan pada produk akhir
b) Mencegah terjadinya kerusakan pada bahan.
c) Mencegah terjadinya penyebaran penyakit
d) Menjaga kenampakan ruang pengolahan agar terlihat rapidan
bersih
e) Memberikan kenyamanan bagi orang yang berada didalamnya
Yang berkewajiban melakukan sanitasi ini adalah semua pekerja
dan warga pabrik khususnya yang berada diruang pengolahan

SANITASI (penerapan)
Lantai ruang pengolahan dibuat dari cor yang tidak licin
serta terdapat pembuangan air yang mudah
dibersihkan
Dipasang pelindung lampu (agar tidak ada debu dan
serangga yang menempel di lampu yang dapat
mencemari produk
Pembersihan dinding, pintu alat, ventilasi, secara rutin
produk diletakkan dalam gudang dengan diberi palet
Pemisahan tempat penyimpanan sesuai jenisnya (misal
khusus biskuit A, dsb)

Sanitasi (penerapan)
Pekerja harus mengguanakan sarung tangan dan
pentutup kepala (agar rambut tidak mencemari produk)
Menggunakan masker
Mengenakan pakaian rapi dan bersih (atau pakaian
khusus yang ditentukan)
Dsb.

Karakteristik Bahaya Pada


Produk Pangan
Kelomp
ok
Bahaya

Karakteristik Bahaya

Produk pangan tidak steril dan dikonsumsi kelompok beresiko (bayi


dan lansia)

Produk mengandung bahan sensitif terhadap bahaya biologi, kimia


dan fisik

Produk mungkin mengalami rekontaminasi setelah pengolahan


sebelum pengemasan

Ada potensi terjadinya kesalahan penanganan selama distribusi /


oleh konsumen yang menyebabkan produk berbahaya

Tidak ada tahapan proses pemanasan / penghilangan bahaya yang


diterapkan setelah pengemasan oleh perusahaan / tahap
penghilangan bahaya yang diterapkan pada bahan mentah sebelum
memasuki fasilitas pabrik
pengolahan
Sumber
: Departemen Perindustrian dan