Anda di halaman 1dari 68

INFEKSI SALURAN

REPRODUKSI
INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Infeksi yang mengenai/berlangsung di sepanjang saluran reproduksi


baik pada laki-laki maupun perempuan

PENGERTIAN

VAGINA NORMAL VS VAGINOSIS

Ada 3 jenis infeksi yang berdampak pada saluran


reproduksi:
1.

2.

3.

Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan


oleh virus, bakteri, atau organisme parasit lainnya
yang ditularkan melalui aktivitas seksual dengan
pasangan yang telah terinfeksi
Infeksi akibat dari pertumbuhan organisme yang
secara normal terdapat dalam vagina (infeksi
endogen) umumnya tidak ditularkan secara seksual
seperti vaginosis bakterialis dan candidiasis
Infeksi yang terjadi pada saluran reproduksi
karena prosedur medis (iatrogenik) seperti
tindakan regulasi menstruasi, induksi abortus,
pemasangan AKDR, atau persalinan

PENYEBAB ISR

Hanya menular
melalui hubungan
seksual (intercourse)

ISR

IMS
Infeksi
Endogen
Infeksi
Iatrogenik

IMS
ISR
Pertumbuhan bakteri
vagina secara
berlebihan karena
personal hygiene
yang buruk

Infeksi
Endogen
Infeksi
Iatrogenik

IMS
ISR
Tertular karena
prosedur medis yang
tidak steril

Infeksi
Endogen
Infeksi
Iatrogenik

Fenomena Gunung Es

ICEBERG PHENOMEN

PINGPONG PHENOMEN
(FENOMENA BOLA PINGPONG)

IMS merupakan salah satu penyebab morbiditas pada laki-laki


dan perempuan di negara berkembang
IMS bertanggung jawab dalam pengurangan usia sehat
terbesar pada perempuan usia reproduksi di negara
berkembang, setelah penyebab maternal
Pola prevalensi IMS menunjukkan lebih sering ditemukan
pada penduduk urban, tidak menikah, dan remaja dewasa
IMS merupakan masalah public health di antara remaja (10
19 tahun) dan kelompok 20 24 tahun merupakan
kelompok risiko tertinggi. Sekitar 5% remaja dan penduduk
usia muda tertular IMS setiap tahun.
Adanya IMS terutama yang bermanifestasi ulkus, dapat
meningkatkan risiko kejadian dan penyebaran HIV 3 10 kali
lipat.

EPIDEMIOLOGI IMS

Pada perempuan, IMS dapat menjadi penyebab PID (Pelvic


Inflamatory Diseases) atau radang panggul, infertilitas, nyeri
panggul kronis, abses tubo-ovarial, dan kehamilan ektopik.
IMS juga berhubungan dengan timbulnya kanker tertentu,
misalnya Human Papilloma Virus (HPV) diketahui
berhubungan dengan kejadian kanker leher rahim pada
perempuan.
IMS yang tidak diobati dengan baik pada kehamilan dapat
menyebabkan abortus spontan, kematian janin dalam rahim,
BBLR, infeksi gonokokkus pada mata, dan sifilis kongenital
pada bayi baru lahir.
Pada pria, IMS akan menyebar dari uretra ke epididymis,
menyebab striktura uretra, dan infertilitas

EPIDEMIOLOGI IMS

Morbiditas (sakit) ---- penurunan


produktivitas perempuan
Rasa percaya diri
Dispareunia
Problem psikoseksual suami-istri
Finansial (biaya pengobatan)
BBLR
Prematuritas
Abortus
Kecacatan janin

AKIBAT IMS JANGKA PENDEK

Abses tubo-ovarial
Fibrosis tuba ---- patensi tuba
Pelvic Inflamatory Disease akibat
infeksi ascendens (vaginitis/vaginosis
cervicitis endometritis salfingitis
oovaritis)
Kista ovarium
Keganasan (kanker leher rahim Ca
cervix uteri)
Infertilitas
AKIBAT IMS JANGKA PANJANG

INFEKSI ASCENDENS

SALFINGITIS ---- PID

JENIS-JENIS
INFEKSI MENULAR
SEKSUAL

Walaa taqrobuzzinaa inna kaana faahisyatawwasaaa


sabiilaa

PMS-IMS-ISR

ISR

IMS

PMS

VAGINOSIS BAKTERIALIS
Dikenal juga sebagai Vaginitis non-spesifik atau Gardnerellarelated vaginitis (penyebab Bacteroides, Gardnerella vaginalis,
Mobiluncus, Mycoplasma hominis)
Peningkatan jumlah bakteri pada vagina sehingga tidak
seimbang dengan keberadaan bakteri normal vagina
Lactobacillus itu sendiri
Sering menyerang wanita dengan status aktif seksual
Menimbulkan rasa nyeri pada vagina
Gejala: lendir putih/keabuan banyak keluar dari vagina,
menimbulkan bau tidak nyaman (odor vaginal) apalagi
postcoitus, dan menimbulkan gatal-gatal serta iritasi pada
dinding vagina
Transmisi lebih sering karena gonta-ganti pasangan seksual,
bilas vagina (douching), dan pengguna AKDR (IUD)

VAGINOSIS BAKTERIALIS

KLAMIDIASIS
Disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis
Lebih banyak terjadi pada kelompok usia remaja (15 24 tahun),
REMAJA PEREMPUAN, terutama yang berlatar belakang sosek
rendah
Penderita banyak tidak menyadari bahwa dirinya berpenyakit
sampai suatu saat diperiksa oleh tenaga profesional
Ditularkan hanya melalui aktivitas seksual (vaginal, oral, dan anal
seks) dengan orang yang telah terinfeksi, dari ibu kepada bayinya
saat melahirkan
PMS ini mudah dideteksi, mudah diobati, dan mudah sembuh
Infeksi chlamydia yang tidak tersembuhkan dapat mengakibatkan
problem kespro serius yaitu Radang Panggul (PID) yang dapat
menyebabkan kehamilan ektopik dan infertilitas atau pada ibu
bersalin = konjungtivitis neonatus

INFEKSI CHLAMYDIA
Infeksi Chlamydia sering tersembunyi pada wanita (90% tidak
bergejala). Perempuan bisa membawa bakteri untuk beberapa
bulan sampai beberapa tahun tanpa mengetahuinya.
Deteksi dini sangat penting
Gejala klinis dapat timbul 3 minggu pasca infeksi yang diikuti oleh
gejala-gejala sebagai berikut:
Nyeru perut bagian bawah menetap
Keluar cairan vagina dalam jumlah yang sedang (seperti susu
atau kekuningan)
Mual-mual dan kadang disertai demam
Disuria
Dispareunia
Kadang keluar bercak antar periode menstruasi

INFEKSI CHLAMYDIA
Chlamydiasis yang kronis dapat mengakibatkan cervicitis dan
salpingitis atau epididimitis pada laki-laki
Pada laki-laki infeksi chlamydia dapat mengakibatkan NSU (Non
Specific Urethritis) = atau NGU (Non Gonococcal Urethritis)
Menular melalui darah, dari ibu kepada bayi saat melahirkan,
semen dari penis, menyentuh mata ketika terinfeksi, dan cairan
vagina
Kelompok berisiko: Remaja seksual aktif, dewasa seksual aktif, dan
bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi

Klamidiasis pada laki-laki

Klamidiasis pada perempuan

GONORE
Infeksi yang menular melalui kontak seksual dengan penderita
Disebabkan infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae (gonococcus
diplococcus)
IMS kedua terbanyak setelah infeksi Chlamydia
Bisa menyerang selaput lendir saluran reproduksi, penis, rektum,
tenggorokan, dan vagina
Kelompok berisiko:
Orang yang aktif seksual
Lebih sering terjadi pada dewasa muda (15 30 tahun) yang
memiliki pasangan seks lebih dari 1
Kelompok homoseksual lebih berisiko
Lebih sering didapatkan pada daerah perkotaan daripada
pedesaan

GONORE
Ditularkan melalui aktivitas seksual (penis-vagina, penis-mulut,
penis-anus, vagina-mulut)
Juga melalui jalan lahir dari ibu kepada bayinya ----- infeksi mata
Risiko lain: seorang penderita dapat menularkan infeksi pada yang
lain pada daerah tubuh yang tersentuh bagian tubuh terinfeksi dan
melalui perpindahan cairan/ekskresi lain atau pakaian dalam dari
orang yang terinfeksi
Gejala klinis pada laki-laki: keluar nanah (krim/kehijauan) dari penis,
nyeri dan panas saat kencing, dan nyeri pada testis
Gejala klinis pada perempuan: perdarahan antar siklus, keluar
cairan spt nanah krem/kehijauan dari vagina, menorragi, iritasi
vulva, nyeri perut bagian bawah, dispareunia, nyeri/panas saat
BAK, infeksi rektum

Gonore pada laki-laki

Gonore pada perempuan

CONDYLOMA AKUMINATA
Disebut juga dengan KUTIL KELAMIN
Disebabkan karena infeksi Human Papilloma Virus (HPV)
Infeksi pada perempuan dapat mengakibatkan Kanker Leher Rahim
(Ca cervix)
Sekitar 30 tipe HPV menular melalui kontak seksual dan dapat
menginfeksi wilayah genital seperti anus, cervix, penis, rectum,
scrotum, vagina, dan vulva
Infeksinya menyebabkan pertumbuhan kutil dalam berbagai bentuk
dan ukuran
Gejala klinis: gatal dan panas di sekitar organ kelamin,
pertumbuhan massa tanpa nyeri, mula-mula datar, kemerahan, dan
kemudian kutil dapat tumbuh cepat dalam bentuk dan ukuran yang
tidak teratur

CONDYLOMA
Angka kejadian infeksi HPV meningkat pada: perilaku seks
multipartner, hubungan seks terlalu dini, baik laki-laki maupun
perempuan memiliki risiko yang sama untuk tertular dan lebih
banyak terjadi pada kelompok usia 15-40 tahun.
HPV menular melalui:
Dari penderita yang tak bergejala kepada pasangannya
Sentuhan/gesekan organ kelamin (vagina, anal, oral)
Dari ibu penderita kepada bayinya melalui jalan lahir

Kondiloma pada laki-laki

Kondiloma pada laki-laki

Kondiloma pada anus

Kondiloma pada perempuan

GRANULOMA INGUINALE
Disebut juga GRANULOMA saja atau DONOVANOSIS atau
GRANULOMA VENEREUM
Granuloma inguinale merupakan PMS yang lebih sering terjadi
pada laki-laki, dan lebih sering terjadi pada kaum homoseksual
Disebabkan infeksi bakteri yang terdapat di daerah tropis dan
subtropis
Ditularkan melalui: anogenital, oroanal seks, air yang terkontaminasi
bakteri penyebab, genitogenital seks, sentuhan/gesekan atau
goresan pada bagian tubuh. Reinfeksi dan penularan infeksi dapat
terjadi melalui luka terbuka dan abrasi kulit.

GRANULOMA INGUINALE

HERPES GENITALIS
Disebabkan infeksi Herpes Simplex Virus (HSV-2)
Ditularkan melalui hubungan seks (anogenital, orogenital,
genitogenital), ciuman, dan kontak kulit.
Gejala khas: gatal, nyeri, panas, dan timbul bercak berisi cairan
kecil-kecil bergerombol

Herpes genitalis pada laki-laki

Herpes genitalis pada perempuan

LYMPHOGRANULOMA
Lymphogranuloma inguinale dikenal juga sebagai
Lymphogranuloma venereum (LGV), Nicholas-Favre Disease, Sixth
Venereal Disease, atau Tropical Bubo
Disebabkan infeksi strain Chlamydia yang menyebabkan NGU pada
laki-laki
Gejala khas: erosi pada kulit dan pembesaran kelenjar limfe inguinal
Penularan: hubungan seksual tanpa pelindung (anal, oral, dan
vaginal)

LYMPHOGRANULOMA

SIFILIS
Sifilis (rajasinga) disebabkan karena infeksi bakteri spirochaeta
Treponema pallidum
Infeksinya mengakibatkan timbulnya ulkus atau luka pada tempat
infeksi sehingga meningkatkan risiko tertularnya HIV
Infeksinya dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ tubuh
sehingga terdiri atas 4 stadium, yaitu STADIUM PRIMER,
SEKUNDER, LATEN, DAN TERSIER
Pada stadium tersier, sifilis dapat mengakibatkan kebutaan,
gangguan mental, problem neurologis/neurosifilis, kelainan jantung
serius, dan kematian
Penularan terjadi dari luka penderita terhadap selaput lendir
pasangannya (anal/oral/vaginal seks)

SIFILIS
Dapat dideteksi melalui pemeriksaan imunologis darah (VDRL dan
RPR)
Dapat menular dari ibu hamil kepada janin/bayi yang dikandungnya
sehingga menyebabkan deformitas/anomali pada organ-organ
tubuh bayinya sifilis kongenital
Bayi yang lahir dari ibu sifilis dapat mengalami anemia, demam,
timbul ruam-ruam pada kulitnya, skin sores, hepatosplenomegali,
ikterus, tangisan lemah, deformitas wajah

Sifilis pada laki-laki

Sifilis sekunder

Sifilis sekunder

VAGINITIS
Peradangan pada vagina yang disebabkan karena infeksi sebagai
akibat distress atau ketidaknyamanan yang berkepanjangan
Mikroorganisme penyebab: Trichomonas vaginalis (parasit) dan
Candida albcans (jamur)
Gejala: fluor albus, iritasi, gatal, dengan bau yang tak sedap
Umumnya ditularkan melalui kontak seksual, atau infestasi jamur
karena personal hygiene yang buruk, atau karena reaksi alergi, dan
zat iritan lainnya seperti detergen, pembalut wanita, underwear,
spermisid kondom/diafragma yang digunakan, dll

VAGINITIS

VAGINITIS (Candidiasis)

INFEKSI JAMUR

SKABIES

SKABIES

MOLLUSKUM

CHANCROID

EPIDIDIMITIS

Bentuk Kronis Gonore Uretritis

Cervix uteri normal

Erosi pada servix uteri

Cervix uteri pada kehamilan

Erosi cervix uteri

Polip dan cervicitis

Kanker leher rahim (Ca cervix uteri)

Mau pilih yang mana?


CHLAMYIDA, HERPES, VAGINOSIS, GRANULOMA, GONORE,
LIMFOGRANULOMA, SIFILIS, SKABIES, TRICHOMONIASIS, CANDIDIASIS,
CONDYLOMA, CHANCROID, MOLLUSKUM, ATAU HIV/AIDS?

Berani berbuat berani tanggung risiko

SOLUSIN
YA?

kah dan Setialah pada pasangan yang telah Anda p

entuk Keluarga Sakinah, Mawaddah wa R

TENGKYU