Anda di halaman 1dari 24

Osteoporosis

Ihsanil husna
Definisi

Berkurangnya massa tulang sampai


merusak mikroarsitektur tulang, sehingga
kekuatannya menurun, fragilitasnya
menurun dan meningkatkan risiko fraktur
( akibat tercapainya ambang patah tulang )
Menyebabkan abnormalitas bone turn over
Insidens

Bisa terjadi pada pria atau wanita


Jumlahnya makin meningkat sejalan dengan
meningkatnya populasi usia lanjut
Masalah terbesar kedua setelah kardiovaskular
(WHO)
Biaya tinggi ( 60 milyar dolar pd thn 2020)
Penyebab

Ketidakseimbangan antara proses resorbsi


(penyerapan) tulang dan pembentukan tulang
(formasi tulang) sehingga mengganngu proses
regenerasi tulang ( remodelling tulang )
. Defisiensi estrogen pada wanita pasca
menopause
Remodelling tulang

Tulang merupakan jaringan hidup


Proses resorbsi and reformasi terjadi secara
kontinu.
Berlangsung seumur hidup
Peranan sel asteoblas sebagai pembentuk
Sel osteoklas sebagai sel untuk disolusi
tulang
Remodeling tulang

Terutama pada masa pertumbuhan


Pada usia 30-50 thn berada pada titik keseimbangan
Mulai terganggu setelah usia menopause ( wanita)
dan >60 tahun pada pria
Osteoporosis akan terjadi bila terdapat resorbsi yang
berlebihan dibandingkan dengan pembentukan
Proses resobsi tulang yg diikuti dengan jumlah
pembentukan yang sama disebut coupling
Proses remodeling tulang

Proses resorpsi tulang merupakan


penyerapan jaringan tulang yangh dianggap
sdh rusak oleh osteoklas dilanjutka proses
formasi tulang oleh osteoblas menghasilkan
matriks tulang yg belum termineralisasi,yg
membutuhkan proses mineralisasi agar
terbentuk tulang yg kuat dan keras
Samb proses remodelling tulang
Setelah proses remodelling selesai osteoblas
akan terbenam dalam matriks tulang dan
berubah bentuk menjadi osteosit yaitu sel
tulang yg kecil dan memiliki sitoplasma
yang menghubungkan ostosit satu dengan
yg lainnya.
Osteosit berperan menyampaikan signal ke
osteoblas dan osteoklas untuk memulai
suatu proses remodeling tulang
Bila ada bagian tulang yg rusak atau retak
osteosit akan mengirimkan signal untuk
memulai suatu remodeling.
Dalam keadaan normal proses resorbsi dan
formasi berjalan seimbang sehingga tdk
terjadi defisit jaringan.
Bila resorbsi lebih aktif daripada formasi
akan terjadi osteoporosis.
Gejala

Bisa tanpa gejala


Berkurangnya tinggi badan
Nyeri
Patah tulang ( patologis)
Faktor risiko

Kurangnya asupan kalsium,


Kurangnya paparan sinar UV
Aktivitas gaya hidup
Wanita post menopause
Pemakaian obat-obat (steroid)
Genetik
Faktor risiko

Genetik:
Ras
Ssex
Riwayat keluarga
Fc risiko ( samb

Nutrisi : rendahnya asupan kalsium


Life style : smoking, low physical activity
Endocrine : manopausal, oophorectomy
Medication: heparine, anticoagulan,chemoteraupetic
agents, immune suppresants, corticosteroid, thyroid
hormon preparations
Pengaruh estrogen

Estrogen yang rendah mempengaruhi asupan


kalsium kedalam tubuh ok hambatan produksi
hormon PTH
Terhambatnya sintesis kalsitriol
Aktivitas ibu pasca menopaause yang berkurang
Malas terpapar sinar matahari
Malas makan shg asupan kalssium berkurang
Pengaruh estrogen terhadap kulit

Perubahan pada kulit yang mengganggu


pembentukan vitamin D3.
Jenis osteoporosis

Osteoporosis primer
Pasca menopause

Osteoporosis Sekunder
Akibat penyakit lain
Densitometri

Pengukuran densitas massa tulang


Menetukan risiko fraktur tulang pada saat itu
Dilakukan secara periodik
Prsedur ini menggunaakan alat pengukur densitas
tulang : Dual X-ray absorbptiometry ( DEXA)
Pengobatan

Hormon replacement therapy (HRT)


Selective estrogen reseptor modulator
( SERM)
Bifosfonat
Kalsium