Anda di halaman 1dari 12

DEFINISI BATUBARA

Batubara merupakan jenis batuan sedimen yang


dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik
utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan yang
terbentuk melalui proses pembatubaraan

Unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batubara juga adalah batuan
organik yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang kompleks.
MATERIAL PENYUSUN BATUBARA

Combustible Material, yaitu bahan atau material


yang dapat dibakar/dioksidasi oleh oksigen.
Terdiri dari karbon padat (fixed carbon), senyawa
hidrokarbon, total sulfur, senyawa hidrogen, dan
beberapa senyawa lainnya dalam jumlah kecil

Non Combustible Material, yaitu material yang tidak dapat


dibakar/dioksidasi oleh oksigen. Material tersebut umumnya terdiri dan
senyawa anorganik (SiO2, A12O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O,
K2O dan senyawa logam lainnya dalam jumlah kecil) yang akan
membentuk abu dalam batubara. Kandungan non combustible material ini
umumnya tidak diingini karena akan mengurangi nilai bakarnya.
MEKANISME PEMBENTUKAN
BATUBARA

Tahap Biokimia

Tahap Pembatubaraan

Batubara

Tahap Biokimia

Sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi bebas oksigen (anaeorobik) di daerah
rawa dengan sistem penisiran (drainage system) yang buruk dan selalu tergenang air beberapa inci
dari permukaan air rawa akan membuat material tumbuhan yatersebut melepaskan unsur H, N, O, dan
C dalam bentuk senyawa CO2, H2O dan NH3 untuk menjadi humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobik
dan fungi, material tumbuhan itu diubah menjadi gambut (Stach, 1982, opcit. Susilawati 1992)
Tahap Pembatubaraan

Proses diagenesis terhadap komponen organik dari gambut yang menimbulkan peningkatan
temperatur dan tekanan sebagai gabungan proses biokimia, kimia dan fisika yang terjadi karena
pengaruh pembebanan sedimen yang menutupinya dalam kurun waktu geologi. Pada tahap tersebut,
persentase karbon akan meningkat, sedangkan persentase hidrogen dan oksigen akan berkurang
sehingga menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat maturitas material organiknya (Fischer, 1927,
opcit. Susilawati 1992)

Proses pembentukan batu


bara telah dimulai sejak 360-
290 juta tahun yang lalu
JENIS-JENIS BATUBARA

Berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta


nilai kalori yang paling rendah.

• Warnanya hitam dan sangat rapuh


Merupakan jenis batu bara
• Nilai kalori rendah, karbonnya
yang sangat lunak, yang
sedikit
mengandung air 35-75% dari
• Kandungan air tinggi
beratnya. Memiliki tekstur
• Kandungan abu banyak
seperti kayu
• Kandunfgan sulfur banyak
• Peralihan antara jenis lignit dan bituminus
• Nilai kalor realtif rendah
• Warnanya hitam
• Kandungan air dan oksigen tinggi
• Kandungan Karbon rendah
• Merupakan jenis batubara tingkat rendah

• Warnanya hitam mengkilap


• Nilai kalor tinggi, dan kandungan karbon
Tinggi (68-86%)
• Kandungan air sedikit (8-10%)
• Kandungan abu sedikit
• Kandungan sulfur sedikit

• Warna hitam sangat mengkilat seperti kaca


• Nilai kalor sangat tinggi, kandungan karbon sangat tinggi
• Kandungan air sangat sedikit
• Kandungan abu sangat sedikit
• Kandungan sulfur sangat sedikit
• Sangat kuat dan keras
CADANGAN BATUBARA INDONESIA
APLIKASI BATUBARA

Industri logam Industri Baja Industri Bahan kimia (Fenol,


silikon amoniak, benzene dll)

Industri Industri Semen


Industri kertas
Farmasi