Anda di halaman 1dari 35

PRESENTASI

OPEN – CHANNEL FLOW

DIPRESENTASIKAN
OLEH
KELOMPOK 9
ANGGOTA KELOMPOK 9

• MUHAMMAD IQRHA
• MUHAMMAD IQBAL ISKY
• MUHAMMAD ZAKI
• MUHAMMAD FADHIL AL - RAHMAN
CLASSIFICATION OF
OPEN – CHANNEL FLOWS
1. Uniform and Varied flows
yaitu : Aliran Seragam dan Aliran Bervariasi
• Aliran Seragam
• Aliran Bervariasi
2. Laminar and Turbulent Flows in Channels
Yaitu : Aliran Laminer dan Aliran Turbulen di
dalam sebuah saluran
FROUDE NUMBER & WAVE SPEED
1. Bilangan Froude & Bilangan Reynold
• Bilangan Froude
Bilangan Froude (Fr): Bilangan Froude adalah parameter berdimensi
penting dalam studi open-saluran aliran, dan itu diberikan oleh

Fr = V / (gL) 0,5

dimana V adalah kecepatan rata-rata, L adalah panjang karakteristik


yang terkait dengan kedalaman (kedalaman hidrolik untuk aliran
saluran terbuka), dan g adalah percepatan gravitasi. Untuk penampang
persegi panjang, kedalaman hidrolik adalah kedalaman air. Secara fisik,
bilangan Froude merupakan rasio gaya inersia untuk gaya gravitasi.
Buka-Channel Arus
Seperti dijelaskan dalam bagian saluran terbuka,
open-saluran aliran dapat diklasifikasikan sesuai
dengan bilangan Froude dengan cara berikut:
(A) Fr <1: subkritis (tenang) aliran
(B) Fr = 1: aliran kritis
(C) Fr> 1: superkritis (cepat) aliran
Hal serupa juga terjadi untuk menulis Fr sebagai V /
c, dimana c adalah kecepatan gelombang, c (kecepatan
gelombang dalam cairan). Bentuk ini mirip dengan
Bilangan Mach di udara. Untuk aliran subkritis (V <c),
gelombang yang diciptakan oleh gangguan permukaan
(misalnya, melempar batu di air) di hilir dapat
melakukan perjalanan hulu. Di sisi lain, untuk aliran
superkritis (V> c), semua gangguan permukaan akan
menyapu hilir. Gelombang itu akan tetap diam untuk
aliran kritis (V = c).
• Bilangan Reynold

Bilangan Reynolds (Nr) : Bilangan Reynolds mungkin adalah


parameter berdimensi yang paling umum digunakan dalam
mekanika fluida. Hal ini didefinisikan sebagai

Nr = ρVL / μ

di mana ρ adalah densitas, V adalah kecepatan, L adalah


panjang karakteristik, dan μ adalah viskositas. Istilah L adalah
berbeda untuk setiap jenis aliran. Sebagai contoh, untuk pipa,
L adalah diameter pipa. Untuk aliran saluran terbuka, jari-jari
hidrolik, Rh (lihat diagram) umumnya digunakan.
Bilangan Reynold ditentukan oleh

― Tergantung pada rapat massa, viskositas, diameter dan


kecepatan
― Merupakan bilangan tak berdimensi
― Menentukan jenis aliran
― Bila NR < 2000  aliran laminer
― Bila NR> 4000  aliran turbulen
― Bila 2000 < NR< 4000  aliran transisi/daerah kritis
(critical zone)
 kg m 
m
VD  m3 s 
NR   kg 
  
 m.s 
2. Kecepatan Gelombang Permukaan

• Gelombang permukaan (bahasa Inggris: Surface wave)


secara sederhana dijelaskan sebagai gelombang yang
merambat di permukaan bumi, tidak penetrasi ke dalam
medium bumi. Perjalanan hanya melalui kerak, gelombang
permukaan memiliki frekuensi yang lebih rendah dari
gelombang badan, dan mudah dibedakan pada seismogram
dalam hasilnya. Meskipun gelombang permukaan tiba setelah
gelombang badan, gelombang permukaan yang lebih
bertanggung jawab atas kerusakan dan kehancuran yang
terkait dengan gempa bumi. Efek kerusakan dan kekuatan
gelombang permukaan dikurangi dalam gempa bumi yang
lebih dalam.
• Jenis gelombang permukaan

Gelombang Love
Gelombang Love diambil dari nama seorang geofisikawan yang
berasal dari Inggris, Augustus Edward Hough Love (1863 – 1940).
Gelombang Love adalah gelombang geser yang terpolarisasi secara
horizontal dan tidak menghasilkan perpindahan vertikal. Gelombang
Love terbentuk karena interferensi konstruktif dari pantulan-pantulan
gelombang seismik pada permukaan bebas. Pergerakan partikel
gelombang Love sejajar dengan permukaan tetapi tegak lurus dengan
arah rambatnya. Gelombang Love lebih cepat daripada gelombang
Rayleigh dan lebih dulu sampai pada seismograf. Kecepatan merambat
gelombang permukaan ini selalu lebih kecil daripada kecepatan
gelombang P, dan umumnya lebih lambat daripada gelombang S.
Gelombang Rayleigh

Gelombang permukaan kedua adalah gelombang


Rayleigh, nama untuk John William Strutt, Lord Rayleigh, yang
secara matematis meramalkan adanya gelombang semacam
ini pada tahun1885. Sebuah gulungan gelombang Rayleigh
merambat pada tanah seperti sebuah gulungan gelombang di
danau atau lautan. Karena gulungan, bergerak dari tanah atas
dan bawah, dan sisi-ke-sisi dalam arah yang sama dengan arah
gelombang bergerak. Sebagian besar getar yang terasa dari
gempa bumi adalah akibat gelombang Rayleigh, yang dapat
jauh lebih besar daripada gelombang lainnya.
SPECIFIC ENERGY
Energi spesifik pada suatu penampang
saluran dinyatakan sebagai energi tiap satuan
berat diukur dari dasar saluran. Jadi apabila
harga z = 0 dimasukkan ke dalam
maka dapat dinyatakan persamaan sebagai
berikut : E = d cos θ + α V2
2g
 Dimana :
E = Energi Spesifik
d = Kedalaman penampang aliran
y = Kedalaman aliran
α = Koefisien Energi
θ = Sudut kemiringan dasar saluran

Ada beberapa persamaan – persamaan dari


energi spesifik. Lalu, kita dapatkan persamaan
akhirnya yaitu :
E = d cos θ + α V 2 = d cos θ + Q 2
2g 2gA 2
CONTINUITY AND ENERGY EQUATIONS
Ada banyak macam – macam energi di
bumi ini. Namun, yang akan kita diskusikan
yaitu hanya 3 energi :
1. Energi Kinetik : Energi gerak, energi yang dimiliki
benda atau objek karena gerakny. Rumus Energi
Kinetik dinotasikan dengan :
EK = ½ m.v2
Dimana, EK = Energi Kinetik Benda
m = Massa Benda
v = Kecepatan Benda
2. Energi Potensial : Energi yang dimiliki benda
karena posisinya atau bentuk maupun
susunannya. Energi potensial disebabkan adanya
gaya gravitasi suatu benda memiliki energi
potensial yang besar jika massanya semakin
besar dan ketinggian semakin tinggi.
Rumus Energi Potensial dinotasikan dengan :
EP = m.g.h
Dimana, EP = Energi Potensial benda
g = Kecepatan gravitasi
h = Ketinggian benda
3. Energi Mekanik : Merupakan bentuk energi yang
berkaitan dengan gerak. Kedua energi yakni
Kinetik & Potensial merupakan bagian dari energi
Mekanik. Persamaan Energi Mekanik dinotasikan
dengan :

EM = EK + EP

EM = Energi Mekanik
EK = Energi Kinetik
EP = Energi Potensial
BEST HYDRAULIC CROSS SECTIONS
1. Rectangular Channels
Yaitu, saluran berbentuk seperti persegi panjang
Saluran berbentuk persegi panjang berfungsi
sebagai, menampung dan menyalurkan limpasan air
hujan dengan debit yang besar. Sifat alirannya terus
menerus dengan fluktuasi yang kecil.

2. Trapezoidal Channels
Yaitu, saluran berbentuk trapesium
Saluran berbentuk trapesium berfungsi sebagai,
sama seperti fungsi dari saluran berbentuk persegi,
tetapi saluran trapesium dapat digunakan pada
daerah yang tersedia lahan.
GRADUALLY VARIED FLOW
1. Liquid surface profiles in open channels,
y(x)
Dapat dilihat pada gambar bahwa aliran dianggap
memiliki kemiringan saluran kecil dan dalam hal ini
permukaan air merupakan garis derajat hidrolik dan
kedalaman air sama dengan tinggi tekanan.
2. Some representative surface profiles
3. Numerical Solution of surface profile
Persamaan Aliran Dalam Saluran Terbuka
• Persamaan Chezy
Oleh seorang insinyur Perancis Antoin Chezy pada
tahun 1769 yang dikenal dengan persamaan
persamaan Chezy
V = C √R.S
dimana : C = koefisien resistan Chezy.
S = kemiringan dari garis energi gradien
(m/m)

Dengan catatan bahwa aliran harus uniform,Sf harus


sama dengan kemiringan dasar saluran.
• Persamaan Strickler

V = k str. R1/6. √R.S = k str. R2/3. S1/2

Sehingga

C = k str. R1/6
• Persamaan Manning
Persamaan berikut oleh Robert Manning,seorang insinyur
Inggris tahun 1889 :

V = k str .R2/3. S 1/2

Dimana : C = koefisien dari de Chezy


k = koefisien dari Strickler = 1 /n
RAPIDLY VARIED FLOW AND
HYDRAULIC JUMP
1. Aliran Tidak Seragam (aliran bervariasi) :
Kedalaman (kedalaman normal),
tampangbasah,kecepatan dan debit pada
setiap tampang aliran saluran adalah tidak
konstan.
Perubahan dalam jarak dekat = rapidly varied
flow
Perubahan pada jarak jauh = gradually varied
flow
2. Loncatan Hidrolik
Loncatan hidrolis adalah penerapan yang
kedua dari persamaan-persamaan dasar guna
menentukan kerugian yang disebabkan oleh
situasi aliran turbulen. Dalam kondisi yang
sesuai, suatu arus cairan yang mengalir
secara cepat di dalam saluran terbuka tiba-
tiba berubah arus yang mengalir secar
lambat dengan luas penampang yang lebih
besar serta kenaikan ketinggian permukaan
cairan mendadak.
Fenomena ini, yang dikenal dengan
loncatan hidolis, merupakan contoh aliran tak
seragam stedi. Sebenarnya, jet cairan yang
mengalir secara cepat tersebut mengambang
dan mengubah energi kinetik menjadi
energi potensialserta kerugian atau
ketidakmampubalikan. Suatu gulungan
berkembang pada permukaan miring jet cairan
yang mengembang itu menarik udara kedalam
cairan. Permukaan loncatan adalah sangat
kasar serta turbulen; semakin besar ketinggian
loncatan, semakin besar juga kerugiannya.
FLOW CONTROL AND MEASUREMENT
Salah satu hal yang juga sangat penting
dikuasai dalam aliran fluida ini adalah mengukur
dan mengontrol/mengendalikan jumlah bahan
yang masuk dan keluar dari masing-masing alat
pada pabrik tersebut. Ada beberapa alat ukur
fluida yang dikenal.
Yang paling sederhana didalam pemakaiannya
adalah “water-meter” yang banyak dipakai untuk
mengukur kecepatan alir air PDAM dirumah
tangga. Disamping itu ada pitot tube, Venturi-
meter, Orifice-meter, Elbow-meter, dan lainnya.