Anda di halaman 1dari 62

Anatomi Laring

suatu rangkaian
tulang rawan
yang berbentuk
corong dan
terletak
setinggi
vertebra
cervicalis IV – VI
Batas-batas Laring

Kranial : Aditus Laringeus

Kaudal : Kartilago krikoid dan berhubungan dengan trakea

Anterior : Permukaan belakang epiglotis

Posterior : M. aritenoid transversus dan lamina kartilago krikoid


The Laryngeal Framework
BONE Hyoid

Thyroid
The
supporting Cricoid
framework of
larynx
Arytenoids

CARTILAGES Epiglotis

Corniculates

Cuneiforms

Triticeal
Thyroid Cartilage

Ventral view Lateral view


Cricoid Cartilage

20-30
mm
3-7 mm
Epiglottis

Dorsal view
Arytenoid Cartilages
Corniculate and Cuneiform
Cartilages
Muscles of the Larynx
Thyrohyoid

Stylohyoid

Digastric

Elevation Geniohyoid

Mylohyoid
Extrinsic
muscles
Stylopharyngeus
Omohyoid

Sternothyroid

Depression
Sternohyoid
Muscles of the Larynx

Cricothyroid

Lateral
cricoarytenoid
Adductor

Interarytenoid

Intrinsic
muscles
Thyroarytenoid

Posterior
Abductor cricoarytenoid
M. cricothyroideus
M. cricoarytenoid lateral
&
M. cricoarytenoid posterior
M. interarytenoid
M. thyroarytenoid
Musculi
 Otot ekstrinsik  Otot intrinsik
Otot Ekstrinsik Laring
Nerves and Blood Vessels of the Larynx
 Laring
dipersarafi
oleh cabang
N. Vagus
yaitu Nn.
Laringeus
Superior
dan Nn.
Laringeus
Inferior (Nn.
Laringeus
Rekuren)
kiri dan
kanan.
Vaskularisasi

 Laring mendapat perdarahan dari cabang A. Tiroidea Superior dan Inferior


sebagai A. Laringeus Superior dan Inferior.
Vaskularisasi

 Darah vena dialirkan melalui V. Laringeus Superior dan Inferior ke V. Tiroidea


Superior dan Inferior yang kemudian akan bermuara ke V. Jugularis Interna.
Sistem Limfatik
Fungsi Laring

FONASI

MENELAN
FUNGSI PROTEKSI

RESPIRASI
 Proteksi
 mencegah makanan dan benda asing dari masuk ke trakea
 menutup aditus laring dengan kontraksi otot-otot ekstrinsik laring dan rima glottis
dengan adduksi plika vokalis hasil adduksi otot-otot intrinsik
 Respirasi
 mengatur ukuran rima glottis
 m. krikoaritenoid post. ---> kontraksi ---> proc. vokalis kartilago aritenoid bergerak
ke lateral ---> rima glottis terbuka (abduksi)
 Fonasi
 membuat suara
 menentukan tinggi rendahnya nada :
plika vokalis adduksi ---> m. krikotiroid merotasikan kartilago tiroid ke bawah dan
depan ---> menjauhi kartilago aritenoid ---> m. krikoaritenoid post. menahan atau
menarik kartilago aritenoid ke belakang ---> plika vokalis kontraksi
LARING
 Menelan
 gerakan laring bagian bawah ke atas
 menutup aditus laryngis
 mendorong bolus makanan turun ke hipofaring
KOMPONEN UTAMA
• (1) bibir,
• (2) lidah,
• (3) katup glosopalatal,
• (4) velofarings
Katup pada • (5) larings,
proses menelan •
(6) krikofarings

• lidah
• basis lidah
Tekanan pada • otot konstriktor faring.
bolus makanan
Penampang lateral skematik rongga
mulut dan farings dengan 6 katup

Gambar 1
Penampang lateral skematik sumber tekanan dalam
rongga mulut dan
faring

Gambar 2
KELAINAN PADA
LARING

YOSEPHINE NINA WIDYARINI


KELAINAN KONGENITAL
Laringomalasia

KELAINAN Stenosis
Hemangioma
KONGENITAL Subglotik

Laringeal
Web
Laringomalasia

 Laringomalasia  jaringan supraglotis dari laring


kolaps ke dalam jalan napas  ketika inspirasi
 laring terlalu lunak dan kendur  menempel
 Stridor

 Kelainan kongenital kartilago laring

 Penyebab terbanyak stridor pada bayi


ETIOLOGI

Tidak diketahui
Faktor penyebab:
 Kartilago laring yang immature
 Anatomi abnormal
 Neuromuskular immature
 Inflamasi
KLASIFIKASI

 Tipe 1  prolaps mukosa supraglotis dan


menutupi kartilago aritenoid
Klasifikasi

 Tipe 2  pendeknya lipatan ariepiglotis


Klasifikasi

 Tipe 3  kolapsnya epiglotis


GEJALA KLINIS

 Bising inspirasi (stridor inspiratoir)


 Stridor saat inspirasi terdengar seperti suara
hidung tersumbat.
 Tidak dijumpai sekret hidung
 Stridor cukup kuat  meletakkan tangan di dada
penderita  dapat merasakan getaran
 Stridor berkurang saat penderita tidur telungkup
(prone)
DIAGNOSIS

 Anamnesis
Allo Anamnesis
♦ Adanya suara bising saat bayi bernapas 
terutama saat bayi menarik napas
♦  Menetap selama 2 bulan dan dimulai pada
4-6 minggu pertama kelahiran
♦  Seperti suara hidung tersumbat dan tidak
ditemukan adanya cairan di hidung
… Diagnosis

 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan penunjang
 Radiologi
 Fluoroskopi
 Endoskopi
 Pemeriksaan laboratorium
 Saturasi oksigen normal
DIAGNOSIS BANDING

 Kista laring
 Selaput laring kongenital
 Stenosis subglotis kongenital
 Paralisis pita suara kongenital
 Hemangioma laring kongenital
PENATALAKSANAAN

 > 99% kasus tidak memerlukan pengobatan apapun


 self limiting disease . Stridor menghilang saat
umur 2 thn
 Stridor berat dan tidak nyaman saat tidur 
dianjurkan untuk tidur posisi telungkup (prone)
 Apabila saturasi O2 < 90%  pemberian O2 sangat
dianjurkan
 Tidak ada diet khusus
 Tidak ada pembatasan aktifitas thd penderita
… Penatalaksanaan

 Indikasi bedah dianjurkan pada kasus yang parah


yaitu :
 Stridor yang berat diikuti oleh gangguan
pertumbuhan (failure to thrive)
 Obstructive sleep apnea
 Cor pulmonal
 Deformitas toraks
Stenosis Subglotik

 Pada daerah subglotik, 2-3 cm dari pita suara  sering terjadi stenosis
 Kelainan penyebab:
 Penebalan jaringan submukosa
 Kelainan bentuk tulang rawan krikoid dengan lumen kecil
 Bentuk tulang rawan krikoid normal dengan ukuran lebih kecil
 Pergeseran cincin trakea pertama
 Gejala :
 Stridor
 Dipsnea
 Retraksi suprasternal, episgastrium, interkostal, serta subklavikula
 Stadium berat sumbatan jalan nafas sianosis dan apnea
 Terapitergantung penyebabnya:
 Kelainan sub mukosa, maka dilakukan dilatasi atau laser CO2
 Kelainan bentuk tulang rawan krikoidrekonstruksi
Larygeal Web

 Suatu selaput transparandapat tumbuh di daerah glotik(75%),


subglotik(13%), subglotik(12%)

 Gejala:
 Sama dengan gejala sumbatan laring

 Terapi:
 Bedah mikro laring
Hemangioma
 Biasanya timbul di daerah subglotik
 Sering disertai hemangioma di tempat lain, mis: leher
 Gejala :
 Hemoptisis
 Sumbatan laring
 Terapi:
 Bedah laser
 Kortiko steroid
 Obat-obat skleroting
LESI JINAK LARING

Nodul pita suara

Polip Pita Suara

Kista Pita Suara


VOCAL NODULE
- massa kecil dari jaringan peradangan pada bagian tengah vocal cord.
- lesi jinak pd laring
- disebut juga “ singers nodule”
- Etiologi : vocal abuse, pemakaian suara berlebihan : guru penyanyi dll
- Gejala : - suara serak, terkadang disertai batuk
- suara putus (hilang) pada nada tinggi dan tidak dapat mempertahan
kan nadanya.
- pd pemeriksaan : nodul terdapat pd pinggiran tengah vocal cord
yg bervibrasi atau 1/3 anterior, sebesar kacang
hijau, warna keputihan
biasanya bilateral tetapi tidak selamanya simetris.
Nodul yg akut berwarna merah dan udem.
Nodul yg lama biasanya pucat, kecil, simetris
- Diagnosa : Laringoskopi direk, indirek

- Therapy :- Laryngeal microsurgery  PA


- vocal rest
- Hindari rokok dan alkohol  ptg
- Steroid inhalasi  mengurangi inflamasi & udem, mencegah
terbentuknya nodul.
- Vocal nodul pd anak anak ( “screamer’s nodule)  tidak di
operasi o.k : - Hampir pasti berulang kembali
- Laring kecil  sulit operasi  resiko injury
- Hampir semua lesi ini hilang pada pubertas.
- Surgical laryngoscopy  absolut istirahat suara 10-14 hari
setelah operasi atau sampai vocal cord sembuh.
Kista kongenital

 Kista sering tumbuh di pangkal lidah atau di plika ventrikularis


 Terapi : bedah mikro laring
PERADANGAN LARING

Laringitis Akut

Penyebab
• bakteri dan virus

Gejala dan tanda:


• Demam, malaise, suara parau, afoni, nyeri kletika menelan atau berbicara

Pemeriksaan fisik :
• Mukosa laring hiperemis, membengkak, terutama diatas dan dibawah poita
suara
• Biasanya terdapat tanda radang akut di hidung atau sinus paranasal

Terapi:
• Istirahat berbicara dan bersuara 2-3 hari
• Menghindari iritasi pada faring dan laring
• Antibiotika
Laringitis Kronis

Laringitis Tuberkulosis
• Stadium infiltrasi
• Stadium ulserasi
• Stadium perikondritis
• Stadium pembentukan tumor
Laringitis Luetika
KELUMPUHAN PITA SUARA

Definisi
• Adalah terganggunya pita suara karena
disfungsi saraf ke otot-otot laring
Penyebab
• Kongenital
• Didapat
• Tindakan pembedahan tiroid
• Trauma leher atau kepala
• Penyakit serebrovaskuler
Gejala
• Suara parau
• Stridor
• Kesulitan menelan

Pemeriksaan
• Laringoskopi
• LEMG
Terapi
• Voice therapy
• phonosurgery
TERIMAKASIH