Anda di halaman 1dari 6

Tanggungjawab Manusia Sebagai Ciptaan-

Nya.
Bentuk tanggungjawab manusia Hindu dapat dilihat:
• Secara vertikal (dalam hubungannya dengan Brahman Sang Pencipta
Semesta), Tanggungjawab utama dalam kaitannya dengan Brahman Sang
Pencipta semesta adalah menyangkut Parhyangan, yg meliputi aktivitas
pendirian dan pemeliharaan tempat suci, dan melakukan upacara yadnya.
Kewajiban dan tanggungjawab ini pada dasarnya terkait dengan Satyam
(kebenaran), Sradham (keyakinan), dan Siwam (kesucian). Dalam
Bhagawadgita disebutkan, bahwa pelaksanaan yadnya akan mendatangkan
hujan dan kemakmuran bagi umat manusia.
• Secara horizontal (dalam hubungannya dengan hidup sesama insan
manusia dan makhluk hidup lainnya seperti terumuskan secara filosofis
dalam Tat Twam Asi). Secara horizontal tanggungjawab manusia Hindu
telah terjabar dalam bentuk Pawongan dan Palemahan. Dalam pandangan
Veda manusia tidak saja memiliki tanggung jawab untuk memanusiakan
(memberadabkan) manusia, tetapi yg lebih penting adalah “mengentaskan”
(melakukan Somya) sarwa bhuta yg ada disekelilingnya ke kehidupan yg
lebih tinggi, seperti dilakukan dalam Upacara Tawur Agung berkenaan
dengan Hari Raya Nyepi. Dengan demikian terjadilah Sundaram (keindahan
yg pada hakikatnya merupakan kedamaian dan harmoni di jagad raya ini.
Dari pemahaman di atas maka jelas bahwa tanggung
jawab manusia adalah:
a) mengkondisikan kemakmuran umat melalui yadnya
yang dilakukan,
b) menjaga satyam dan dharma sebagai cosmic order
untuk tetap berjalan pada relnya,
c) mengentaskan kemiskinan bendani dan spiritual, serta
mengangkat (mengentaskan) derajat makhluk yang
lebih rendah agar menjadi lebih tinggi pada
kelahirannya mendatang, dan
d) menjaga kedamaian dan keharmonisan jagat raya ini
secara berkelanjutan.
Orang Suci dan Awataranya
Pengertian Orang Suci
• Orang suci adalah mereka yg memiliki kebersihan lahir dan kesucian bhatin,
memiliki kewibawaan rohani serta memiliki kepekaan untuk menerima
getaran-getaran gaib. Dalam penampilannya menunjukkan ketenangan dan
penuh welas asih. Pada dasarnya orang-orang suci itu dikenal karena jasa-
jasanya, pengabdiannya, kepemimpinannya, keluhuran budinya serta
perbuatannya yang suci. Dalam masyarkat Hindu kedudukan orang-orang
suci dipandang sangat terhormat, karena melalui orang-orang suci ajaran
agama Hindu dapat diterima oleh masyarakat, di samping itu tuntunan dan
bimbingan kerohanian banyak diajarkan oleh orang-orang suci. Banyak
contoh yg dapat dibuktikan seperti jasa Rsi Agastya adalah penyebar
agama Hindu ke Indonesia. Sapta Rsi penerima wahyu, Mpu Kuturan
arsitek Desa Pekraman, Dang Hyang Nirarta sebagai konseptor
Padmasana dan masih banyak lagi orang-orang suci yg berjasa terhadap
pembinaan agama Hindu. Berkat jasa-jasa beliau tersebut maka
dibangunlah pura yg berstatus Dang Kahyangan sebagai penghormatan
kepada orang-orang suci.
Sapta Rsi Penerima Wahyu Veda
• Maharsi adalah orang-orang suci yg dapat berhubungan dg TYME. Di
dalam Agama Hindu, Maharsi penerima wahyu tidaklah hanya seorang,
melainkan beberapa orang, yg telah populer dengan sebutan Sapta Rsi
yaitu tujuh orang rsi yaitu: (1) Maharsi Grtsamada, (2) Maharsi Visvamitra,
(3) Maharsi Atri, (4) Maharsi Bharadwaja, (5) Maharsi Vasistha, (6) Maharsi
Kanva, (7) Maharsi Vamadewa.
• Menurut tradisi Hindu, Maharsi terbesar yg sangat besar jasanya dalam
menghimpun dan mengkodifikasikan Catur Veda adalah Maharsi Vyasa.
Beliau dibantu oleh empat orang siswanya yaitu:
1. Maharsi Pulaha sebagai pennyusun Rgveda
2. Maharsi Jaimini sebagai pennyusun Samaveda
3. Maharsi Vaisampayana sebagai pennyusun Yajurveda
4. Maharsi Sumantu sebagai pennyusun Atharvaveda
• Gelar orang suci adalah:
Pedanda–dari Brahmana Wangsa
Danghyang—Brahmana Wangsa menjadi guru besar di bidang keagamaan
Rsi atau Bhagawan—dari Wangsa Ksatria
Empu—dari Wangsa Pasek Pande
Sengghu—ahli dalam pemimpin upacara Bhuta Yadnya
Dukuh—orang suci yg dipandang dan dihormati dalam masyarakat.
Pengertian Awatara
• Awatara adalah perwujudan Sang Hyang Widhi kedunia
dengan mengambil bentuk yg dengan perbuatan atau
ajaran-ajaran sucinya, memberi tuntunan untuk mem-
bebaskan manusia dari kesengsaraan yg diakibatkan
oleh kegelapan awidya. Dalam Bhagawadgita (IV.7)
disebut “Kapan saja Dharma (kebenaran) mulai runtuh
dan Adharma (kejahatan) merajalela, Aku menjelma
kembali kedunia untuk menegakkan Dharma
(kebenaran)” (Upadesa, 1978:34).
Dalam sloka tersebut bahwa Tuhan turun ke dunia
memiliki tujuan untuk menegakkan kebenaran sehingga
manusia dapat terangkat dalam kehidupan yang lebih
mulia.
Dasa Awatara
1. Matsya Awatara—Ikan Besar—dari air besar yg melanda manusia dan
alam.
2. Kurma Awatara—Kura-kura Besar—dari luapan Ksirarnawa yg diaduk
Dewa+Raksasa.
3. Waraha Awatara—Babi Hutan—mengangkat kembali dunia ke asalnya.
4. Narasimha Awatara—Manusia berkepala Singa—Raksasa
Hiranyakasipu.
5. Wamana Awatara—Manusia Cebol—membunuh Raksasa Bali.
6. Parasurama Awatara—Manusia bersenjatakan kapak—penghinaan
seorang Ksatriya terhadap Brahmana.
7. Ramadewa Awatara—sebagai Rama—kecongkakan Rahwana
8. Krisna Awatara—sebagai Krisna—menumpas Kaorawa.
9. Budha Awatara—sang Budha—meluruskan kembali ajaran agama.
10. Kalki Awatara—manusia sempurna mengendarai kuda putih
bersenjatakan pedang terhunus—menyelamatkan dunia dari kehancuran.