Anda di halaman 1dari 14

TEMPERAT

UR SUHU TU
B UH
ANGGOTA KELOMPOK 4

1. Dewi Patmawati [20004]


2. Haslinda Raistika.N. [20008]
3. Kharisma Ismi Sabilla [20012]
4. Raesha Ajeng Prasiwi [20016]
5. William Yusuf.W. [20020]
A. HIPOTALAMUS

Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka, yang


merupakan pusat integrasi utama untuk memelihara
keseimbangan energy dan suhu tubuh. Hipotalamus berfungsi
sebagai thermostat tubuh, dengan menerima informasi dari
berbagai bagian tubuh dikulit. Penyesuaian dikoordinasi
dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan
pengurangan suhu sesuai dengan keperluan u tuk mengoreksi
setiap penyimpangan suhu inti dari nilai patokan normal.
Hipotalamus mampu berespon terhadap perubahan suhu
darah sekecil 0.01°C.
Di hipotalamus diketahui terdapat 2 pusat pengaturan
suhu, yaitu diregio posterior diaktifkan oleh suhu dingin, dan
kemudian memicu reflek yang memperantarai produksi panas
dan konservasi panas. Sedang regio anterior yang diaktifkan
oleh rasa hangat, memicu reflex yang memperentarai
pengurangan panas.  
B. SISTEM PENGATURAN SUHU TUBUH

Suhu tubuh adalah suatu keadaan kulit dimana dapat diukur dengan
menggunakan thermometer yang dapat di bagi beberapa standar penilaian
suhu, antara lain : normal, hipertermi, hipotermi, dan febris. Suhu
dapat di bagi, antara lain:
 
1. Suhu inti (core temperature) Suhu inti menggambarkan suhu organ
-organ dalam (kepala, dada, abdomen) dan dipertahankan mendekati
37°C.
2. Suhu kulit (shell temperature) Suhu kulit menggambarkan suhu kulit
tubuh, jaringan subkutan, batang tubuh. Suhu ini berfluktuasi
dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
3. Suhu tubuh rata-rata (mean body temperature) merupakan suhu
rata - rata gabungan suhu inti dan suhu kulit.
C. FUNGSI DARI RESEPTOR SUHU

1.  INTERORESEPTOR adalah reseptor yang berfungsi untuk


menerima rangsang dari dalam tubuh.
2.  KHEMORESEPTOR adalah reseptor yang berfungsi memantau
pH,kadar gula dalam darah dan kadar kalsium dalam cairan tubuh
atau darah.
3.  EKSTERORESEPTOR adalah reseptor yang berfungsi menerima
rangsang dari lingkungan di luar tubuh Reseptor penerima
gelombang suara (pada alat pendengaran) dan cahaya (dalam alat
pengelihatan).
4.  HUBUNGAN ANTARA RESEPTOR DENGAN EFEKTOR Dalam
system syaraf,reseptor biasanya berhubungan dengan syaraf
sensorik (AFFERENT) sedang efektor erat dengan syaraf
motorik(EFERENT). Reseptor berfungsi sebagaipengubah energy,
mengubah bentuk suatu energy menjadi bentuk tertentu. dan di
dalam reseptor semua energy di ubah menjadi energy listrik dan
selanjutnya akan membawa ke perubahan elektrolit sehingga
timbul potensial aksi.
D. MACAM-MACAM SUHU TUBUH

Macam-macam suhu tubuh menurut (Tamsuri Anas 2007) :

1.      Hipotermi, bila suhu tubuh kurang dari 36°C


2.      Normal, bila suhu tubuh berkisar antara 36-37.5°C
3.      Febris / pireksia, bila suhu tubuh antara 37.5-40°C
4.      Hipertermi, bila suhu tubuh lebih dari 40°C
E. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUHU TUBUH

1. Exercise, semakin beratnya exercise maka suhunya akan meningkat 15 x, sedangkan pada atlet
dapat meningkat menjadi 20 x dari basal ratenya.
2. Hormon Thyroid (Thyroxine dan Triiodothyronine) adalah pengatur pengatur utama basal
metabolisme rate.
3. Sistem syaraf, selama exercise atau situasi penuh stress, bagian simpatis dari system syaraf
otonom terstimulasi.
4. Suhu tubuh, meningkatnya suhu tubuh dapat meningkatkan metabolisme rate, setiap
peningkatan 1 % suhu tubuh inti akan meningkatkan kecepatan reaksi biokimia 10 %.
5. Asupan makanan, makanan dapat meningkatkan 10 – 20 % metabolisme rate terutama intake
tinggi protein.
6. Berbagai macam factor seperti: gender, iklim dan status malnutrisi.
7. Usia, pada saat lahir mekanisme kontrol suhu masih imatur.
8. Olahraga, aktivitas otot memerlukan peningkatan suplai darah dan metabolisme lemak
dankarbohidrat.
9. Kadar Hormon, suhu tubuh wanita lebih fluktuatif dibandingkan pria.
10.Irama sirkardian suhu tubuh berubah secara normal 0,5-1 derajat Celcius selama periode 24
jam.suhu tubuh rendah antara pukul 01:00 dan 04:00 dini hari. 
11. Stres, stress fisik dan emosi meningkatkan suhu tubuh melalui stimulasi hormonal dan
F. HAL-HAL YANG MENGGANGGU SUHU TUBUH

Hal-hal yang sering mengganggu suhu tubuh diantaranya disebabkan oleh:


1. Demam: mekanisme pengeluran panas tidak mampu mengimbangi produksi
panas. Demam terjadi karena perubahan set point hipotalamus.
2. Kelelahan akibat panas: terjadi apabila diaforesis yang banyak
mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebih.
3. Hipertermia: peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan
ketidakmampuan tubuh untuk mengeluarkan panas.
4. Heat stroke: terpapar oleh panas dalam jangka yang cukup lama.
5. Hipotermia: pengeluaran panas akibat terpapar suhu dingin.
G. GEJALA-GEJALA HIPOTERMIA

Pengidap serangan hipotermia tingkat menengah akan


mengalami gejala-gejala yang meliputi:
1. Mengantuk atau lemas.
2. Bicara tidak jelas atau bergumam.
3. Linglung dan bingung.
4. Kehilangan akal sehat, misalnya membuka pakaian
walaupun sedang kedinginan.
5. Kesulitan bergerak dan koordinasi tubuh yang menurun.
6. Napas yang pelan dan pendek.
H. LANGKAH PENGOBATAN HIPOTERMIA

Sebelum pengidap hipotermia menerima penanganan dari petugas medis profesional, ada beberapa langkah
pertolongan darurat yang dapat Anda lakukan untuk membantu. Di antaranya:
1. Memantau pernapasan pengidap. Segera berikan napas buatan jika pengidap berhenti bernapas.
2. Perlakukan pengidap dengan hati-hati. Gerakan yang kasar atau berlebihan dapat memicu serangan
jantung. Menggosok tangan atau kaki pengidap juga sebaiknya dihindari.
3. Pindahkan pengidap ke dalam ruangan atau tempat yang hangat jika memungkinkan. Tetapi jangan
langsung memandikan pengidap dengan air hangat.
4. Lepaskan pakaian pengidap jika basah dan ganti dengan yang kering.
5. Tutupi tubuh pengidap (terutama bagian perut dan kepala) dengan selimut atau pakaian agar
hangat.
6. Jika Anda berada di luar ruangan atau di alam terbuka, lapisi tanah dengan selimut sebelum
membaringkan pengidap.
7. Berbagi panas tubuh dengan pengidap, misalnya dengan memeluknya secara hati-hati. Kontak langsung
dari kulit ke kulit akan lebih efektif.
8. Berikan minuman hangat jika pengidap masih sadar dan bisa menelan. Tetapi jangan memberi
minuman yang mengandung alkohol atau kafein.
9. Gunakan handuk kering yang dihangatkan atau botol berisi air hangat untuk mengompres pengidap.
Kompres ini sebaiknya diletakkan di leher, dada, atau selangkangan. Jangan meletakkannya di bagian
kaki atau tangan karena dapat mendorong darah yang dingin untuk mengalir ke jantung, paru-paru,
I. LANGKAH PENCEGAHAN HIPOTERMIA
 
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghindari
hipotermia, yaitu:
1. Menjaga agar tubuh tetap kering. Air lebih cepat menyalurkan panas ke udara
dibandingkan jika tubuh kita kering. Segera ganti jika pakaian Anda yang basah karena
akan menyerap panas tubuh Anda.
2. Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca dan kegiatan, terutama bagi Anda yang gemar
mendaki gunung atau berkemah di tempat yang dingin. Gunakanlah pakaian dari bahan
yang dapat menjaga kehangatan tubuh sekaligus menyerap keringat, misalnya wol. Hindari
pakaian berbahan katun. Gunakan jaket yang tahan angin dan air.
3. Jangan lupa untuk menggunakan topi, syal, sarung tangan, kaus kaki, serta sepatu bot.
Usahakan agar kaus kaki serta sepatu Anda tidak sesak agar aliran darah berjalan lancar.
4. Pilihlah pakaian dengan ukuran yang sesuai. Pakaian yang pas akan menciptakan ruang
sirkulasi udara hangat di antara kulit dan pakaian. Sedangkan pakaian yang ketat tidak
dapat menghangatkan Anda.
5. Lakukan gerakan sederhana untuk menghangatkan tubuh, tapi jangan sampai berkeringat
berlebihan. Jika terkena angin, baju yang basah karena keringat dapat menurunkan panas
tubuh.
6. Sediakan minuman dan makanan hangat, tetapi hindari minuman yang mengandung
alkohol atau kafein.
J. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUHU TUBUH
 

1. Kecepatan metabolisme basal


2. Rangsangan saraf simpatis.
3. Hormone pertumbuhan.
4. Hormone tiroid.
5. Hormone kelamin.
6. Demam ( peradangan ).
7. Status gizi.
8. Aktivitas.
9. Gangguan organ.
10.Lingkungan.