Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM PENYIMPANAN BENIH

PENYIMPANAN BENIH REKALSITRAN

KELOMPOK 3
EMIA EDUINA SEMBIRING

J3G112011

ELISA ANDRI HIDAYAT

J3G112050

MOCHAMAD DYKHA S.S

J3G112110

RIRIN KURNIASIH

J3G112100

ULFA RAFIQHA

J3G112027

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH


DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME, berkat rahmat dan karunia-Nya,
dalam hal ini kelompok 3 Mata kuliah Teknik Penyimpanan Benih telah menyelesaikan
praktikum Penyimpanan Benih Rekalsitran dan menyusun laporan ini sebagai hasil
pengamatan kami.
Kami menyadari sepenuhnya atas keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dalam
penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu, kami
memohon maaf dan dengan senang hati menerima segala masukan, saran dan kritik dari
berbagai pihak yang bersifat membangun agar laporan ini menjadi lebih baik dan bermanfaat
bagi pembaca.

Bogor, Mei 2013

Kelompok 3

DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Benih rekalsitran adalah benih yang tidak mempunyai masa istirahat hal ini bertolak
belakang dengan benih ortodoks sebagai benih yang memiiliki masa dormansi. Pada benih
rekalsitran cepatnya proses perkecambahan benih sering menjadi masalah atau kendala untuk
mengirim benih ketempat produksi dalam kurun waktu tertentu. Hal ini disebabkan seringnya
benih rekalsitran tersebut mengalami perkecambahan selama dalam proses pengiriman
sehingga sangat sedikit benih yang dapat digunakan untuk keperluan perkecambahan dan
pembibitan setelah sampai di tempat tujuan pengiriman/produksi.
Kelompok benih rekalsitran merupakan kelompok benih yang sulit ditangani karena
tidak dapat disimpan dalam keadaan kering, Benih rekalsitran memiliki nilai kadar air kritikal
yang cukup tinggi dan akan kehilangan viabilitasnya dengan cepat apabila dikeringkan
melewati batas kadar air kritikalnya. Benih rekalsitran juga tidak tahan terhadap suhu rendah
sehingga sangat menyulitkan dalam penanganan. Kondisi hangat dankadar air tinggi
menyebabkan metabolisme berjalan cepat sehingga kemunduran berjalan cepat. Kondisi
tersebut juga sangat menguntungkan bagi erkembangan mikroorganisme, sehingga penurunan
kadar air sampai batas tertentu yang masih aman sangat disarankan, demikian pula pemberian
fungisida.
Kadar air benih sangat mudah berkesetimbangan dengan lingkungannya, sehingga RH
lingkungan simpan perlu pula diperhatikan agar kadar air benih tidak turun selama dalam
penyimpanan. Semakin rendah RH lingkungan disekitarnya, semakin cepat dan semakin
rendah penurunan kadar air yang terjadi. Penyimpanan pada media lembab, seperti serbuk
gergaji yang dilembabkan, sering dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Meskipun benih
rekalsitran memiliki daya simpan yang jauh lebih pendek dibandingkan benih ortodok,
penanganannya secara baik dapat meningkatkan daya simpan benih, setidaknya selama masa
konservasi, baik saat pengumpulan, saat transportasi, maupun saat menunggu persiapan
penanamaan.

1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari teknik penanganan penyimpanan benih
rekalsitran pada kasus benih rambutan. Menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik (daya
kecambah tetap tinggi), melindungi biji dari serangan hama dan jamur.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Beih rekalsitran adalah benih yang berkadar air tinggi dan tidak dapat dikeringkan,
karena pengeringan akan mematikan benih. Berbeda dengan benih ortodoks yang
penanganannya mudah, benih rekalsitran memerlukan penanganan khusus karena kadar
airnya tinggi dan umumnya tidak memiliki sifat dormansi dan mudah menurun viabilitasnya.
Hal ini menjadi kendala dalam pengadaan bahan tanaman yang diperlukan dalam
pengembangan areal atau peremajaan tanaman tersebut.
Rambutan (Nephelium lappaceum) merupakan tanaman buah-buahan yang banyak
ditanam oleh masyarakat. Akhir-akhir ini beberapa jenis/varietas rambutan yang berkualitas
baik diperdagangkan di pasaran. Upaya peningkatan produksi rambutan bermutu baik perlu
dilakukan, karena masyarakat mengiginkan mutu yang lebih baik.
Rambutan termasuk tanaman buah-buahan tropis yang baik dikembangkan di
berbagai wilayah Indonesia. Buah itu termasuk jenis buah meja yang banyak penggemarnya.
Upaya peningkatan produksi rambutan yang bermutu baik perlu dilakukan, karena masyrakat
meginginkan mutu yang lebih baik. Selain itu rambutan yang diusahakan dengan baik akan
meningkatkan pendapatan bagi petani. Pengusaha rambutan secara komersial dalam skala
besar kemungkinan menguntungkan denga didukung oleh pemasaran yang baik atau dengan
melalui proses pengolahan sehingga mendapat nilai tamabah yang lebih besar.
2.1 Beberapa faktor yang mempengaruhi daya simpan benih :
1. Viabilitas awal
2. Kadar air benih
3. Kemasan benih
4. Suhu ruang dan kelembaban ruang simpan
5. Cendawan
6. Lama penyimpanan
Beberapa upaya untuk meningkatkan daya simpan benih rekalsitran antara lain
mengatur kadar air benih, kelembaban nisbi, suhu dan media simpan serta menggunakan
fungisida. Beberapa hasil penelitian tersebut cukup memadai untuk mengatasi masalah
periode simpan atau konservasi yang cukup singkat, tetapi peningkatan daya simpan untuk
kepentingan pelestarian plasma nutfah dengan penyimpanan jangka panjang belum berhasil.
Hal ini antara lain disebabkan oleh sifat genetik benih rekalsitran yang mempunyai jangkaun
umur pendek, berbeda dengan benih ortodoks yang dapat disimpan dalam jangka yang
panjang .

2.2 Kemungkinan penggunaan penghambat tumbuh :


Beberapa benih rekalsitran mempunyai sifat dormansi primer yang disebabkan oleh
kulit benih yang tebal , embrio yang belum masak, atau adanya inhibitor pada kulit benih.
Sifat dormansi yang disebabkan oleh kulit benih yang tebal menguntungkan bagi benih,
karena laju penurunan kadar airnya cukup lambat sehingga benih tetap berkadar air tinggi.
Dalam hal lain sifat dormansi tersebut menyulitkan pada saat penanaman dan pengujian
viabilitasnya. Pada benih rekalsitran lain yang tidak dorman, perkecambahan segera terjadi
jika benih berada dalam kondisi yang sesuai untuk tumbuh.

III. METODE
3.1 waktu dan tempat
Waktu

: 07.00-10.00

Tempat : Lab penyimpanan benih

3.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan adalah alat penguji kadar air(oven, timbangan, desikator
dan cawan kadar air).
Bahan yang digunakan adalah benih rambutan yang baru diekstrak dari
buahnya, arang sekam, plastic pengemas, fungisida, plastic, kotak mika, media pengecambah
benih(pasir, box pengecambah dan label).
3.3 Metode praktikum
Topik ini terdiri dari 2 percobaan. Percobaan pertama melihat
pengeringan(kadar air benih) terhadap viabilitas benih rambutan. Percobaan kedua melihat
pengaruh suhu dan kondisi kelembaban ruang penyimpanan terhadap daya simpan benih
rambutan.
Percobaan 1. Pengaruh pengeringan terhadap viabilitas benih rambutan.
1. Faktor yang diamati adalah pengeringan benih, terdiri atas tiga taraf yaitu:
Benih segar tidak dikeringkan
Benih dikeringkan selama 2 jam
Benih dijemur selama 2 hari
2. benih diekstrak, dibersihkan dari sisa buah, tanpa dicuci kemudian dikeringkan sesuai
perlakuan.
3. benih yang telah dikeringkan sesuai perlakuan segera diukur kadar airnya(tiga butir) dan
ditanam untuk menentukan nilai kecepatan tumbuh dan daya berkecambahnya(20butir).
4. penanaman dilakukan di rumah kaca dengan media pasir. Pengamatan dilakukan setiap
hari hingga 21 hari setelah tanam.
Percobaan 2. Pengaruh Suhu dan RH terhadap daya simpan benih rambutan.
1. Faktor yang diamati ada dua, yaitu kelembaban nisbi penyimpanan (RH kamar dan RH
tinggi) dan suhu ruang simpan (suhu kamar +28 oC, suhu AC + 16 oC dan suhu kulkas + 7
o
C).

2. Benih yang disimpan adalah benih yang telah dikeringanginkan selama dua jam. Benih
dicampur fungisida kemudian dimasukkan dalam kantong plastik berlubang. Tiap kantong
berisi 25 butir. Kantong plastik diberi lubang untuk mencaga sirkulasi udara agar tidak terjadi
fermentasi di dalam kemasan.
3. Benih yang telah dimasukkan ke dalam kantong berlubang disimpan dalam wadah sesuai
perlakuan RH. Kotak mika kosong untuk penyimpanan dalam kondisi RH kamar, sedangkan
kotak mika berisi arang sekam lembab untuk penyimpanan RH tinggi.
4. Pengujian kadar air dan viabilitas benih dikakukan pada 0 minggu, 2 minggu, 4 minggu
dan 8 minggu.
5. Parameter yang diamati meliputi kadar air benih dan viabilitas benih dengan tolak ukur
daya berkecambah dan kecepatan tumbuh benih.
6. Penetapan kadar air benih (tiga butir) dilakukan denga media oven suhu rendah konstan
103+2 oC.
7. Uji perkecambahan dilakukan denga media pasir, masing-masing sebanyak 20 butir.
Pengamatan kecepatan tumbuh dilakukan setiap hari hingga 21 hari setelah tanam, yang
sekaligus merupakan hitungan terakhir pengamatan daya berkecambah benih.
8. Data lain yang perlu dicatat adalah: persentase kontaminasi cendawan/bakteri dan benih
yang berkecambah selama dalam penyimpanan.
9. Tiap regu mengerjakan satu ulangan.

IV. HASIL PEMBAHASAN


4.1 HASIL

V. KESIMPULAN

VI. DAFTAR PUSTAKA


Dunia pertanian, Arcgis http://menekan daya-berkecambah-benih
rekasitran/ .
Buku penuntun praktikum .

Penyimpanan dan dormansi benih, http://penyimpanan dan dormansi-benih/


Budiarti ,tati ,Eny widajati dan Abdul qadir. 1993. Penggunaan zat pengatur
tumbuh tanaman pada beberapa benih rekalsitran untuk meningkatkan
daya simpan dan vigor bibit.Bogor.

VII. LAMPIRAN
Tabel 1.Daya tumbuh dan Kadar air benih rambutan dengan perlakuan benih
segar,dikeringkan 2 jam dan dijemur 2 hari dengana lama penyimpanan 0 minggu
Kelompok

Benih Segar
KA

DB

Dikeringkan 2 jam
KA

DB

Dijemur 2 hari
KA

DB

17,10%

0%

8,30%

0%

13,1%

0%

33,30%

0%

33,30%

0%

31,7%

0%

27,11%

0%

28,26%

0%

9,79%

0%

37,00%

0%

28,00%

0%

31,25%

0%

31,8%

0%

32,00%

0%

13,00%

0%

44,00%

0%

27,00%

0%

14,00%

0%

Rata-rata

31,80%

0%

26,14%

0%

18,80%

0%

Tabel 2. Daya tumbuh dan kadar air benih rambutan dengan perlakuan RHdan RH (suhu
ruang, ac, dan kulkas) dengan lama peyimpanan 2 minggu
Kel

RHSR

RH SR
DB

KA

RH AC
DB

DB

KA

100
%

25,40 100
%
%

25%

31,73 31,25 36,16 18,75 34,70 50%

40,07 78%
%

KA

RH AC
DB

61,39 78%
%

KA

RH
Kulkas
D
B

KA

RHKulk
as
D
B

KA

41,12 0
%
%

49,43 0
%
%

32,69
%

34,47 0

33,10 0

31,73

100
%

28,20 81,25 38,14 75%


%
%
%

17,42 68,75 31,38 0


%
%
%
%

30,65 0
%
%

35,08
%

40%

36,13 33%
%

31,63 47%
%

73,86 33%
%

26,50 0
%
%

33,40 0
%
%

46,38
%

12,50 34,60 0%
%
%

34,00 6,25
%
%

32,00 50%
%

34,80 0
%
%

35,20 0
%
%

28,70
%

20%

32,47 26,60 42,88 13,30 26,32 0


%
%
%
%
%
%

30,60 0
%
%

31,78
%

Rat
arata

33,89 20%
%

31,65
57% %

38%

35,41
%

67%

43,70
%

53%

30,69
%

0 35,39
% %

0 34,33
% %

Tabel 3.Kadar air dan daya tumbuh benih rambutan dengan perlakuan RHdan RH (suhu
kamar, kulkas dan ac) dengan lama penyimpanan 4 minggu
Kel

RH SR

RH AC

RH
KULKAS

RHSR

DB

KA

DB

D
B

KA

DB

KA

80%

19,62 80% 35,90 0


%
%
%

30,19
%

93%

37,33 13%
%

35,66 0
%
%

34,88
%

68,75 31,73 62,5


%
%
%

34,70 0
%
%

33,10
%

62,5
%

36,16 75%
%

34,47 0
%
%

31,73
%

73,3
%

34,91 86,6
%
%

34,03 0
%
%

31,04
%

53,3
%

31,20 53,3
%
%

39,03 0
%
%

30,98
%

34,7
%

37,7
%

34,04 0
%
%

35,18
%

24,5
%

31,1
%

26,0
%

34,61 0
%
%

40,3
%

0%

34,56 80% 33,37 0


%
%
%

93%

80%

32,61 80%
%

34,23 0
%
%

35,87
%

33,3
%

34,67 46,7
%
%

32,14 0
%

26,7%

40,0
%

36,60 40,0
%
%

33,83 0
%
%

31,81
%

Rat
a-

48,34 32,19 64,7


%
%
%

34,03 0
%
%

58,83
%%

47,90 34,16 47,90 35,31 0


%
%
%
%
%

34,26
%

32,5
%

KA

RH AC

RH
KULKAS

DB

D
B

KA

KA

rata

Table 4. kadar air dan daya tumbuh benih rambutan dengan perlakuan RH dan RH (kamar,
kulkas dan ac) dengan lama penyimpanan 8 minggu
kel

RH SR

RH
KULKAS

RH AC

RH SR

RH
KULKAS

RH AC

DB

KA

D
B

DB

DB

D
B

DB

46,7
%

33,94 0
%
%

28,06 53,3
%
%

31,63 0%
%

45,77 0
%
%

26,48 05
%

36,13
%

73,3
%

47,56 0
%
%

32,88 5,86
%
%

42,25 13,3
%
%

37,31 0
%
%

33,76 0%
%

46,36
%

26,6
%

37,91 0
%
%

32,04 13,3
%
%

39,24 0%
%

40,23 0
%
%

31,98 0%
%

46,03
%

0%

33,60 0
%
%

32,80 0%
%

36,87 6,67
%
%

34,11 0
%
%

33,57 13,3
%
%

35,45
%

73,3
%

40,81 0
%
%

16,03 26,7
%
%

36,71 33,3
%
%

53,16 0
%
%

33,65 20%
%

36,54
%

66,7
%

33,02 0
%
%

31,98 80%
%

37,19 40%
%

31,10 0
%
%

31,87 73,3
%
%

34,80
%

Rat
arata

47,76 37,81 0
%
%
%

KA

KA

KA

28,97 29,86 37,32 15,54 40,28 0


%
%
%
%
%
%

KA

KA

31,89 17,76 39,22


%
%
%