Anda di halaman 1dari 47

PENGORGANISASIAN KOPERASI

Manajemen Koperasi

Pengertian
1. Organisasi sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional. 2. Pengorganisasian sebagai suatu cara dimana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki dan lingkungan dimana organisasi tersebut berada.

Proses Pengorganisasian
1. Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. 2. Membagi seluruh pekerjaan menjadi kegiatan-kegiatan yang sekiranya dapat dilaksanakan oleh satu orang. 3. Membuat dan mengembangkan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi suatu kesatuan yang terpadu dan harmonis.

Aspek Penting Pengorganisasian


1. Pembagian kerja 2. Departementasi 3. Bagan organisasi 4. Rantai perintah 5. Kesatuan perintah 6. Tingkat hierarki manajemen 7. Saluran komunikasi

Pembagian Kerja
Organisasi pasti terdiri dari lebih dari 1 orang yang bersamasama untuk mencapai tujuan, agar lebih efisien maka tiap orang harus melaksanakan kerjanya masing-masing (job deskription).

Bagan Organisasi Henry G. Hodges


1. Bentuk Piramid 2. Bentuk Vertikal 3. Bentuk Horisontal 4. Bentuk Lingkaran

Bentuk Piramid
Bentuk yang paling banyak digunakan karena sederhana dan mudah dimengerti.

Bentuk Vertikal
Bentuk yang menyerupai bentuk piramid yaitu pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah.

Bentuk Horisontal
Bentuk yang dgambar secara mendatar sehingga aliran wewenang dari kiri ke kanan.

Bentuk Lingkaran
Bentuk yang jarang digunakan dalam prakteknya.

Departementasi
Departementasi merupakan proses penentuan cara mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Efisiensi penyelesaian suatu pekerjaan tergantung pada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacammacam, dalam organisasi pembagian kerja dan kombinasi tugas seharusnya mengarah kepada tercapainya struktur-struktur departemen dan satuansatuan kerja.

Departementasi Fungsional
Departementasi fungsional mengelompokkan fungsifungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Semua individu yang melaksanakan fungsi yang dama dikelompokkan seperti personalia, pemasaran, akuntansi, produksi, keuangan, dan sebagainya.

Departementasi Fungsional
Organisasi fungsional merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan merupakan bentuk dasar departementasi.

Kebaikan Fungsional
Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui adanya spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pengawasan oleh manajemen puncak yang lebih ketat terhadap fungsi-fungsinya.

Kelemahan Fungsional
1. Struktur organisasi fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi. 2. Dapat menyebabkan kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan. 3. Memberikan tanggapan yang lebih lamban terhadap suatu perubahan. 4. Masing-masing bagian hanya memusatkan perhatian pada kepentingan tugasnya sendiri-sendiri yang dapat menyebabkan para anggota berpandangan sempit.

Departementasi Divisional
Departementasi divisional biasanya digunakan oleh organisasi yang besar dengan departemen yang terlalu kompleks. Departementasi divisional dapat dibagi berdasarkan produk, wilayah, langganan, dan proses atau peralatan.

Divisional Produk
Struktur organisasi divisional atas dasar produk yaitu setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan.

Divisional Wilayah
Pertimbangannya adalah sumber bahan baku, pasar, dan tenaga kerja.

Divisional Langganan
Struktur organisasi divisional atas dasar produk yaitu pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu.

Divisional Proses / Peralatan


Struktur organisasi divisional atas dasar produk yaitu pengelompokkan kegiatan atas dasar proses produksi atau peralatan produksi.

Organisasi Proyek
Departemen proyek dapat membentuk tim yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dengan mengambil anggota dari departemen lain.

Organisasi Matriks
Departemen proyek dapat membentuk tim yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dengan mengambil anggota dari departemen lain namun masih berada di departemen tersebut.

STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI


Manajemen Koperasi

Organisasi = perkumpulan Organisasi = merinci kewajiban dan tanggung jawab personil Koontz & ODonnel : Fungsi organisasi seorang manajer meliputi penentuan dan penyebutan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan, penggolongan kegiatan, penyerahan kegiatan ke departemen atau bagian tertentu, dan delegasi kekuasaan untuk melaksanakannya.

Keterbatasan Kemampuan
Batasan kemampuan manusia untuk berurusan dengan sejumlah orang lain. Keterbatasan waktu. Keterbatasan kemampuan pengurus dalam memperhatikan semua peristiwa dalam perusahaan. Pengetahuan manusia sangat terbatas.

Delegation of Authority
Berikan kesempatan untuk mengeluarkan gagasan. Berikan kesempatan membuat keputusan sendiri. Berikan toleransi atas kesalahan. Berikan kepercayaan. Lakukan pengawasan secara luas.

PENGARAHAN

Manajemen Koperasi

Pengertian Pengarahan
Pengarahan = menuntun dan mengawasi bawahan dalam tanggung jawab agar dapat diarahkan untuk pencapaian tujuan.

Motivasi
Prestasi kerja seseorang dipengaruhi oleh motivasi dan persepsi peranan (kemampuan individu dan pemahaman perilaku). Motivasi = kebutuhan = desakan = keinginan = dorongan Motivasi = suatu keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan untuk melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan.

Model Tradisional Motivasi


Manajer harus menentukan bagaimana pekerjaan harus dilakukan dan digunakan sistem pengupahan insentif untuk memotivasi agar giat bekerja.

Model Hubungan Manusiawi


Bawahan bebas untuk menyelesaikan dengan metode yang mereka miliki, hal ini untuk mencegah kebosanan karena mengerjakan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang.

Model Sumber Daya Manusia


Banyak faktor yang memotivasi bawahan seperti uang, kepuasan, kebutuhan berprestasi, status, dll. Bila bawahan mengerjakan suatu pekerjaan dengan baik belum tentu ia menganggap pekerjaan tersebut menyenangkan bisa jadi karena motivasi yang lain.

Komunikasi dalam Organisasi


Fungsi komunikasi dalam organisasi sangat menentukan berjalannya manajemen dalam organisasi. Komunikasi dapat dilakukan secara tertulis dan secara lisan. Jalur komunikasi dalam organisasi yaitu atasan bawahan, sesama bawahan, dengan pihak luar (suplayer, pelanggan, dll) Komunikasi = suatu proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lain.

Pengarahan
Pengarahan sangat diperlukan agar semua pihak yang terlibat dalam organisasi dapat beekrja dengan baik.
Kemampuan + Motivasi + Pengarahan

Kepemimpinan
Seorang pemimpin harus dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja, keamanan, kualitas hidup, kerja, dan prestasi suatu organisasi. Hal-hal yang dimiliki seorang pemimpin : - Kharisma - Percaya Diri - Berpendangan ke depan

MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

Manajemen Koperasi

Definisi
Manajemen kepegawaian adalah suatu bidang pengetahuan manajemen yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian dalam pelaksanaan kegiatan kepegawaian agar tercapai pembinaan pegawai sesuai kebutuhan organisasi, penggunaan pegawai secara efisien, dan hubungan kerja yang serasi dalam organisasi.

Manajemen Kepegawaian
1. Mendapatkanpegawai yang mampu bekerja sesuai dengan kebutuhan. 2. Membina dan mendayagunakan pegawai. 3. Meningkatkan kemampuan pegawai. 4. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang serasi antar pegawai.

Tugas Manajer kepegawiaan


Manajer kepegawaian bertugas : Merumuskan kebijakan pokok dibidang kepegawaian (penggajian, program latihan kerja, menseleksi dan merekrut pegawai, promosi, mutasi, dll). Membuat dan mengajukan program dalam bidang kepegawaian. Mengkoordinir pelaksanaan program kepegawaian. Melakukan pengawasan atas kebijakan, program, dan peraturan dalam kepegawaian

Hak Pegawai
Memperoleh gaji secara teratur (harian, mingguan, bulanan) Memperoleh insentif Memperoleh jasa tahunan berdasrkan persentase tertentu.

Kewajiban Pegawai
Melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan. Melaksanakan pekerjaan yang menjadi job deskripsi nya. Tambahan bagi manajer : Menjalankan adminstrasi secara teratur dan tertib sesuai dengan petunjuk. Membuat rencana kerja serta anggaran belanja kepegawaian secara menyeluruh Memperhatikan ketentuan dan peraturan pemerintah. Membuat laporan mengenai kepegawaian Mengadakan pertemuan berkala dengan seluruh pegawai

Cara Memperoleh Pegawai


Cara memperoleh pegawai dibagi manajdi dua yaitu Dari dalam organisasi Dari luar organisasi

Dari dalam
Mutasi Promosi Transfer

Dari Luar
Melalui iklan dimedia massa. Melalui rekomendasi pegawai Melalui Lembaga penyalur tenaga kerja Melalui serikat kerja

Seleksi Pegawai
Wawancara pendahuluan Formulir Lamaran Wawancara lanjutan Testing Penelitian pengalaman dan surat keterangan lainnya. Pemeriksaan kesehatan Rekomendasi Wawancara akhir Percobaan kerja kontrak kerja

Syarat Pegawai
Mempunyai keterampilan sesuai bidangnya. Rajin serta efisien dalam bekerja Mempunyai rasa senasib dan sepenanggungan Mempunyai dedikasi dan motivasi kerja Mempunyai rasa tanggung jawab Mempunyai tingkat pendidikan yang cukup

Perberhentian Pegawai
Pemberhatian pegawai bisa dengan cara terhormat maupun dengan cara tidak terhormat. Bila pegawai meninggal dunia, mengundurkan diri, atau habis masa kontraknya akan diberhentikan dengan hormat. Bila pegawai tidak melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan kontrak dan membuat kerugian bagi koperasi akan diberhentikan dengan tidak hormat.