Anda di halaman 1dari 26

METODE DAN TEKNIK

ANALISIS MASALAH
SOSIAL
Oleh :
Arif Pujianto NRP. 08.04.139
Syamsurijal NRP. 08.04.190
Andi Fachriani P. NRP. 08.04.233
M. Salman Pratama NRP. 08.04.021
Definisi Metode (Method)
 Menurut Departemen Sosial RI
Metode adalah cara yang teratur yang digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan agar tercapai hasil sesuai dengan yang
diharapkan.

 Menurut Hebert Bisno (1969)


Metode adalah teknik-teknik yang digeneralisasikan dengan baik
agar dapat diterima atau digunakan secara sama dalam satu disiplin,
praktek, atau bidang disiplin dan praktek.

 Menurut Max Siporin (1975)


Metode adalah sebuah orientasi aktifitas yang mengarah kepada
persyaratan tugas-tugas dan tujuan-tujuan yang nyata.
Metode Pekerjaan Sosial
 Metode pekerjaan sosial adalah tanggung
jawab secara sadar, tertib dalam menjalin
hubungan diri dengan individu atau
kelompok, kemudian hubungan tersebut
memudahkan interaksi antara individu dan
lingkungan sosialnya yang selanjutnya akan
menimbulkan efek timbal balik satu sama
lain.
Dalam bukunya “ Consepts and Methods of Social
Work ”, Walter A. Friedlander membagi metode
pekerjaan social menjadi:
 Metode-metode pokok, yang terdiri atas social case
work, social group work, dan community
organization.
 Metode-metode penunjang, yang terdiri atas
administrasi kesejahteraan sosial, penelitian
pekerjaan sosial, dan aksi sosial.
1. Metode pekerjaan sosial dengan
individu (social casework)
 Social casework terdiri dari proses-proses yang
mengembangkan kepribadian seseorang melalui
penyesuaian sadar antara individu dengan
individu dan diantara orang-orang dengan
lingkungan sosialnya. (Mary Richmond, 1992)
 Metode pekerjaan sosial dengan perorangan
adalah seni untuk membvantu individu dalam
mengembangkan dan menggunakan kemampuan
pribadinya untuk mengatasi masalah-masalah
yang dihadapinya di dalam lingkungan sosialnya
(Swithun Bower,1950)
Metode casework bertujuan untuk:
 Membantu individu dan keluarga dalam
mengidentifikasi, memecahkan atau mengurangi
masalah-masalah yang muncul akibat adanya
kondisi ketidaksesuaian antara dirinya.
 Mengidentifikasi bidang-bidang potensial
munculnya ketidaksesuaian antara individu,
keluarga dan lingkungannya dengan tujuan untuk
mencegah terjadinya ketidaksesuaian tersebut.
 Mengidentifikasi, menemukan dan memperkuat
potensi individu, kelompok dan masyarakat
semaksimal mungkin.
Teknik dasar pekerjaan sosial dengan
individu atau casework, terdiri atas:
 Small talk
 Ventilation
 Support
 Reassurance
 Advice giving and conselling
 Reward and punishment
Proses casework yaitu:
1. Studi
2. Assesmen
3. Terminasi
4. Intervensi
2. Metode pekerjaan sosial dengan
kelompok (social groupwork)
• Metode pekerjaan sosial dengan kelompok adalah suatu pendekatan
yang dilaksanakan secara sadar dan ditujukan guna mencapai
pengembangan sebesar-besarnya kapasitas individu dengan cara
menghubungkan dengan kelompok dan belajar memahami kapan ia
harusmemberikan sumbangan (partisipasi) dan kapan harus menerima.
(Gisela Konopka, 1960)

• Metode pekerjaan sosial dengan kelompok adalah suatu metode diman


individu-individu di dalam suatu kelompok dari suatu lembaga social
dibantu seorang petugas yang membimbing interaksi mereka dalam
program-program kegiatan sehingga meraaka dapat menghubungkan
diri satu sama lainnya dan kesempatan untuk mengembangkan
pengalamannya selaras dengan kebutuhan dan kemempuan mereka
untuk tujuan mengembnagkan individu, kelompok, dan masyarakat.
(Harleigeh B. Tracker, 1970)
Ciri-ciri social groupwork :
 Membutuhkan kerja sama yang terintegrasi
diantara individu dan kelompok untuk
merumuskan tujuan bersama dengan dibantu
oleh pekerja sosial.
Tujuan social groupwork :
 Sebagai perbaikan kalau permasalahannya terletak
pada diri anggota-anggota kelompok atau dalam
situasi sosial atau keduanya
 Sebagai pencegahan kalau anggota kelompok
mengalami perasaan terancam kemempuannya
untuk berfungsi
 Untuk pertumbuhan pada masa perkembnagan yang
kritis
 Untuk pengembangan kemampuan orang
 Untuk peningkatan tanggung jawab sosial dan
partisipasi sebagai warga masyarakat.
Proses social groupwork :
 Intake
 Selection of Members
 Assesmen and Planning
 Group development and Intervention
 Evaluation and Termination
3. Metode pekerjaan sosial dengan Masyarakat
(community organization/community development
(CO/CD))

 CO/CD merupakan suatu proses untuk mewujudkan


dan membina suatu penyesuaian yang bertambah
lama bertambah efektif diantara sumber-sumber
kesejahteraan sosial dan kebutuhan-kebutuhan
kesejahteraan social di lingkuan suatu daerah
geografis atau bidang funsional tertentu. Tujuannya
sesuai dengan tujuan pekerjaan social yaitu
difocuskan pada kebutuhan-kebutuha orang serta
penyediaan sarana-sarana untuko memenuhi
kebutuhan-kebutuhan ini dengan cara yang sesuai
dengan dasar kehidupan demokratis (C. F. Mc. Neil,
1951)
Asumsi dasar CO/CD :

 Masyarakat mengembangkan kapasitas untuk mengatasi masalahnya.


 Masyarakat ingin dapat berubah
 Masyarakat sebaiknya berpartisipasi dalam membuat, menyesuaikan,
atau mengendalikan perubahan-perubahan penting dalam masyarakat.
 Perubahan-perubahan dalam kehidupan di masyrakat yang ditentukan
dan dikembangkan oleh meraka sendiri lebih berarti dan
berkesinambungan.
 Suatu pendekatan yang menyeluruh lebih dapat menmgatasi masalah
daripada pendekatan yang parsial.
 Demokrasi mempersyaratkan partisipasi dan kerja sama. Masyarakat
harus mempelajari keterampilan-keterampilan yang membuatnya
mungkin melekukan hal tersebut.
 Masyarakat sering membutuhkan pertolongan dalam mengorganisir
pemenuhan kebutuhan mereka.
Proses CO/CD :
 Persiapan
 Assessment
 Perencanaan program
 Pelaksanaan program
 Monitoring dan evaluasi
 Pengakhiran dan rujukan
Teknik CO/CD :
 Teknik assesmen partisipatif pembuatan peta
(sumber)
 Teknik membangun consensus
 Teknik perencanaan partisipatif
 Teknik penguatan institusi
 Teknik pengembangan jaringan kerjasama
 Teknik monitoring dan evaluasi partisipatif
 Teknik pencatatan dan pelaporan
Metode Penunjang Pekerjaan Sosial
1. Administrasi pekerjaan sosial (Social
administration)
2. Penelitian pekerjaan sosial
3. Aksi sosial (social action)
1. Administrasi pekerjaan sosial
(Social administration)
 Administrasi pekerjaan sosial dapat diartikan
sebagai tindakan dari staf atau anggota yang
menggunakan proses social untuk merubah
kebijakan social lembaga kedalam pemberian
pelayanan sosial, (Skidmore).
 Prinsip dasar :
Suatu tingkatan harus peran, tidak terkecuali
apakah para pemimpin, supervisor,
konsultan, caseworkers, groupworkers,
community organizera, dsb.
Konsepsi Administrasi pekerjaan sosial :
 Supervisi, merupakan hal yang utama dalam
administrasi pekerjaan sosial, supervisor merupakan
orang yang memberikan dorongan, motivasi, pemberi
informasi, dan sebagai pendengar yang baik.
 Konsultasi, merupakan interaksi antara professional
yang menguasai sebuah masalah untuk mencari
pemecahannya dalam memenuhi kebutuhan klien
dengan baik.
 Kolaborasi, merupakan aspek pelengkap dalam
pemberian bantuan atau pelayanan agar lebih
maksimal dan efektrif dalam pemanfaat sumber-
sumber secara luas dan mengkombinasikan
kompetensi professional.
2. Penelitian pekerjaan sosial
 Penelitian pekerja sosial marupakan
penelitian yang sistematis dan kritis terhadap
permasalahan pekerjaan sosial.

 Tujuan:
Memperoleh jawaban dari permasalahan
yang ditemukan, memperluas dan
mengeneralisasikan pengetahuan dan
konsep pekerjaan sosial.
Hakeket penelitian pekerjaan sosial :

 Suatu penelitian yang dipraktekan dari member


sumbangan dan praktek pekerjaan sosial.
 Penelitian pekerjaan sosial dapat diterapkan dan
dilaksanakan terhadap permasalahan yang dihadapi
oleh individu, keluarga, kelompok, organisasi dan
masyarakat.
 Selain diarahkan pada persoalan secara praktis,
penelitian pekerjaan sosial juga diarahkan pada
pengembangan pengetahuan yang diharapkan dapat
mendorong praktik pekerjaan sosial kearah kemajuan
terutama dalam hal metodologi, teknik intervensi,
model pendekatan dan prosedur pertolongan.
Teknik yang digunakan :

 Interview (wawancara), digunakan untuk


mendapatkan data dan informasi dari klien
dengan mengajukan pertanyaan secara
langsung kepada responden.
 Observasi, pengamatan langsung.
 Study dokumentasi atau referensi
 Sensus
 Analisis sosial
 Uji statik
3. Aksi sosial (social action)
 Aksi sosial adalah suatu kegiatan yang
terkoordinasikan untuk mencapai tujuan
perubahan kelembagaan dalam rangka
memenuhi kebutuhan, memecahkan
masalah, mengoreksi ketidakadilan atau
meningkatkan kualitas hidup manusia.
 Tujuan :
Untuk memecahkan persoalan umum dan
mempengaruhi perbaikan lembaga social dan
perubahan sosial.
Teknik Aksi sosial (social action):
 Aksi legal (legal action), misalnya demontrasi dalam
menegakkan HAM masyarakat yang tertindas,
dimana tindakan ini menghasilkan kekuatan untuk
mendidik masyarakat mengetahui permasalahan, hak
serta kewajiban yang sebenarnya.
 Aksi melawan hukum (illegal action), misalnya
ketidakpatuhan warga masyarakat terhadap suatu
peraturan yang membebani masyarakat setempat.
 Aksi pembelaan hukum (class action lawsuits),
misalnya terhadap warga masyarakat yang tidak
cukup mampu dari financial dan informasi hukum
yang diperlukan dalam suatu pengadilan.
Teknik-teknik Pekerjaan Sosial
1. Small talk
2. Ventilation
3. Support
4. Reassurance
5. Confrontation
6. Conflict
7. Manipulation
8. Universalization
9. Advice giving and Counseling
10. Activities and Programs
11. Logical discussion
12. Reward and punishment
13. Role rehearsal and Demonstration
14. Group dynamic, Group games, Literary, and Audiovisual materials
15. counciousness raising
16. Andragogy
TERIMA KASIH