Anda di halaman 1dari 21

DEPARTEMEN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

PUSAT PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN





PANDUAN PENGUJIAN INDIVIDUAL
KEBARUAN, KEUNIKAN, KESERAGAMAN DAN KESTABILAN

GUI DELI NES FOR THE CONDUCT OF TEST
FOR DISTINCTNESS, HOMOGENEITY AND STABILITY











nama lain
alternative names

Botanical name English Indonesia
Vigna unguiculata var. sesquipedalis. Yardlongbean Kacang Panjang


PVT/PPI/19/1
Tanggal: 13 Desember 2006
Dengan Adendum Baru : Tidak

Panduan Pengujian ini harus dibaca bersamaan dengan dokumen Panduan Umum
Pengujian BUSS, yang berisi penjelasan mengenai prinsip umum mengenai panduan
yang telah diterbitkan

These test guidelines should be read in conjunction with Panduan Umum Pengujian
BUSS document, which contains explanatory notes on the general principles on which
the guidelines have been established.
KACANG PANJANG
YARDLONGBEAN
(Vigna unguiculata var. sesquipedalis.)
Kata Pengantar
Dok. PVT/PPI/19/1

Buku Panduan Pengujian Individual (PPI) untuk spesies Kacang Panjang disusun
dalam rangka memberikan pedoman pelaksanaan pengujian Kebaruan, Keunikan,
Keseragaman dan Kestabilan (BUSS) bagi para penguji dan para pemeriksa PVT serta
para pihak yang memerlukan informasi ini.

Penggunaan dan penerapan buku panduan ini mengacu kepada Buku Panduan Umum
Pengujian BUSS yang dikeluarkan oleh Pusat PVT dengan nomor dokumen:
Dok.PVT/PP/1/2. Kepada para penguji dan para pemeriksa diwajibkan untuk mengacu
pada Buku Pandum tersebut dan PPI spesies Kacang Panjang dalam melakukan
tugasnya untuk menguji BUSS spesies Kacang Panjang.

Penyusunan PPI spesies Kacang Panjang tersebut dilakukan oleh Komisi PVT dan Tim
Teknis ahli di bidang tanaman Kacang Panjang. PPI spesies Kacang Panjang disusun
berdasarkan koleksi dan kondisi tanaman kacang panjang di Indonesia, disesuaikan
dengan sumber acuan dari kelembagaan lain serta draf naskah Guidelines for The
Conduct of Test of DUS (GCT) untuk spesies Vigna unguiculata (L.) Walp No.
Dokumen UPOV/ASIA/06/COWPEA tertanggal 13 Oktober 2006 dari UPOV. Pada
kesempatan ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para penyusun.

Kritik dan saran perbaikan sebagai umpan balik dari penerbitan buku panduan ini
sangat kami harapkan terutama dari para pengguna buku panduan ini, sehingga akan
memberikan kemudahan bagi para pengguna maupun pembaca lainnya dalam
melakukan pengujian dan pemeriksaan BUSS spesies Kacang Panjang.

Pusat Perlindungan Varietas Tanaman
Kepala,


Ir. Hindarwati. MSc.
NIP. 080 037 383
1
DAFTAR ISI

TABLE OF CONTENTS

[Indonesia]
Halaman

I. Subjek Panduan

1
II. Bahan yang Dibutuhkan

1
III. Pelaksanaan Pemeriksaan

2
IV. Metoda dan Pengamatan

3
V. Pengelompokan Varietas

4
VI. Penilaian Keunikan, Keseragaman dan Kestabilan

4
VII. Karakteristik dan Simbol

6
VIII. Tabel Karakteristik

9


[English]
Page

I. Subject of these Test Guidelines

1
II. Material Required

1
III. Conduct of Examination

2
IV. Methods and Observations

3
V. Grouping of Varieties

4
VI. Assessment of Distinctness, Uniformity and Stability

4
VII. Characteristics and Symbols

6
VIII. Table of Characteristics

9





2
PANDUAN PENGUJIAN INDIVIDUAL (PPI)
TANAMAN KACANG PANJANG

GUI DELI NES FOR THE CONDUCT OF TESTS (GCT/PPI )
YARDLONGBEAN



I. Subjek Panduan
Subject of these Test Guidelines

Panduan pengujian ini digunakan untuk semua varietas Vigna unguiculata var.
sesquipedalis.

These Test Guidelines apply to all varieties of Vigna unguiculata var.
sesquipedalis.



II. Bahan yang Dibutuhkan
Material Required


1. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) memutuskan kapan, dimana,
kualitas dan kuantitas kebutuhan benih untuk pengujian varietas yang
harus diberikan. Pemohon yang menyerahkan material pengujian dari
negara lain di luar negara tempat pelaksanaan pengujian, harus menjamin
semua formalitas pabean dilengkapi dan dilampirkan fitosanitari dari
negara asal.

The PPVT decide on the quantity and quality of the plant material
required for testing the variety and when and where it is to be delivered.
Applicants submitting material from a state other than that in which the
testing takes place must ensure that all customs formalities and
phytosanitary requirements are complied with.

Pemohon menyerahkan bahan/materi tanaman untuk diuji berupa benih
sebanyak 500 gram. Contoh benih tersebut berasal dari benih penjenis
dengan daya kecambah minimum 90%, berkadar air 10% dan
kemurniannya 100%.

The applicant should be supplied 500 gram seeds as quantity of plant
material. The material derived from Breeder seed with 90%
germination capacity, 10 % moisture content and 100% purity.

2. Bahan tanaman yang disediakan harus sehat, vigor dan tidak terserang
hama penyakit tanaman.

The plant material supplied should be visibly healthy, not lacking in vigor,
nor affected by any pest or disease.
3
3. Bahan untuk pengujian tidak mendapatkan perlakukan apapun, kecuali
dibolehkan atau diminta oleh PPVT. Jika materi tanaman telah diberi
perlakuan, maka perlakuan yang telah diberikan harus dijelaskan secara
terinci.

The plant material should not have undergone any treatment which would
affect the expression of the characteristics of the variety, unless the PPVT
allow or request such treatment. If it has been treated, full details of the
treatment must be given.



III. Pelaksanaan Pemeriksaan
Conduct of Examination

1. Lama pengujian paling sedikit dua periode tumbuh dengan kondisi yang
relatif sama (satu lokasi dalam dua musim/siklus tanaman).

The minimum duration of tests should normally be two independent
growing cycles. With same conditions (one location for two
seasons/growing cycles).

2. Pengujian dilaksanakan di suatu lokasi yang sesuai untuk pertanaman
kacang panjang. Jika karakteristik-karakteristik penting suatu varietas
tidak muncul pada lokasi tersebut, maka pengujian tambahan dapat
dilakukan pada lokasi lainnya.

The tests are normally conducted at one place that suitable for long beans
crop. In the case of tests must conduct at more than one place, an
additional test may be performed at different location.

3. Pengujian harus dilakukan di bawah kondisi yang memungkinkan tanaman
kacang panjang dapat tumbuh normal.

The tests should be carried out under conditions ensuring satisfactory
growth for the yardlongbeans plant.

i. Ukuran petak sebaiknya memungkinkan tanaman atau bagian tanaman
diambil untuk pengukuran atau penghitungan tanpa mempengaruhi
pengamatan selanjutnya yang dilakukan pada periode akhir
pertumbuhan.

The design of the tests should be such that plant or parts of plants may
be removed for measurement or counting without prejudice to the
observations which must be made up to the end of the growing cycle.

ii. Ukuran petak minimum dalam pengujian harus dapat menampung 60
tanaman yang terbagi ke dalam dua (2) ulangan atau lebih. Petak
terpisah untuk pengamatan dan untuk pengukuran hanya dapat
4
digunakan jika petak-petak tersebut memiliki kondisi lingkungan yang
serupa.

Each test should be designed to result in a total of at least 60 plants
that spilt in two (2) or more replication. The split plots only can be
used for observations and measuring if that plots have identical
environment conditions.

4. Tambahan pengujian untuk tujuan tertentu dapat dilakukan. Varietas yang
diuji harus mendapat perlakuan pemupukan, aplikasi insektisida/fungisida,
pengairan dan cara budidaya yang sama.

Additional tests, for examining relevant characteristics, may be
established.



IV. Metode dan Pengamatan
Methods and Observations

1. Semua pengamatan ditentukan cara pengukuran atau penghitungan yang
harus dilakukan pada tanaman atau bagian tanaman contoh sebanyak 20
tanaman.

Unless otherwise indicated, all observations should be made on 20 plants
or parts taken from each of 20 sample plants.

2. Untuk penilaian keseragaman berdasarkan pada populasi standar sebesar
2% dengan peluang penerimaan 95%. Pada kondisi tersebut, jumlah
tanaman tipe simpang yang dapat ditenggang adalah tiga (3) tanaman.

For the assessment of uniformity, a population standard of 2% and
acceptance probability of at least 95% should be applied. In the case of
that condition three (3) off-types are allowed.

3. Semua pengamatan perilaku pertumbuhan dan karakteristik daun harus
dilakukan pada saat tanaman berbunga merata. Pengamatan karakteristik
polong dilakukan pada saat panen polong segar siap dijual. Semua
pengamatan karakteristik biji dilakukan pada biji kering yang dipanen dari
polong. Berat biji ditimbang pada empat contoh biji yang diambil dari 100
biji.

All observation on growth and leaf characteristics should be performed at
the peak of blooming stage. Observation on pods should be performed at
the stage of market maturity. All observation on seed characteristics
should be performed on dry seeds taken from dry pods. Seed weight should
be measured on four (4) seeds taken as samples from 100 seeds.


5
4. Jika karakteristik ketahanan digunakan untuk menilai keunikan,
keseragaman dan stabilitas, maka pencatatannya harus dilakukan pada
kondisi infeksi terkendali pada sedikitnya 20 tanaman contoh.

In the case of resistant characteristics will be used as criteria for
measuring distincntness, homogeneity and stability, the measurement
should be performed in a controlled environment on at least 20 plant
samples.



V. Pengelompokan Varietas
Grouping of Varieties

1. Seleksi varietas dari varietas yang dikenal umum sebaiknya ditanam
dengan menggunakan varietas kandidat, kemudian dibagi kedalam
kelompok-kelompok untuk memudahkan penilaian keunikan dibantu
dengan cara pengelompokan karakteristik.

The selection of varieties of common knowledge to be grown in the trial
with the candidate varieties and the way in which these varieties are
divided into groups to facilitate the assessment of distinctness are aided by
the use of grouping characteristics.

2. Pengelompokkan karakteristik yang terdaftar, baik dari lokasi yang
berbeda sekalipun dihasilkan dari lokasi berlainan dapat digunakan baik
secara individu atau gabungan dengan karakteristik lain: (a) memilih
varietas yang dikenal umum yang dapat dikeluarkan dari petak
percobaan untuk pemeriksaan keunikan; dan (b) untuk mengatur petak
percobaan sehingga varietas yang mirip dapat dikelompokkan dalam
kelompok yang sama.

Grouping characteristics are those in which the documented states of
expression, even where produced at different locations, can be used, either
individually or in combination with other such characteristics: (a) to select
varieties of common knowledge that can be excluded from the growing
trial used for examination of distinctness; and (b) to organize the growing
trial so that similar varieties are grouped together.



VI. Penilaian Keunikan, Keseragaman dan Kestabilan
Assessment of Distinctness, Uniformity and Stability


1. Kebaruan
Pemeriksanaan kebaruan dilakukan secara administratif.



6
2. Keunikan
Distinctness

Untuk menentukan perbedaan yang jelas antara dua varietas tergantung
banyak faktor, yang harus dipertimbangkan adalah tipe ekspresi dari
karakteristik yang diuji yaitu karakteristik kualitatif, kuantitatif, atau
pseudo-kualitatif. Oleh karena itu pengguna PPI ini harus paham dengan
rekomendasi yang terdapat dalam Pandum sebelum memutuskan adanya
perbedaan.

Determining whether a difference between two varieties is clear depends
on many factors, and should consider, in particular, the type of expression
of the characteristic being examined, i.e. whether it is expressed in a
qualitative, quantitative, or pseudo-qualitative manner. Therefore, it is
important that users of these Test Guidelines are familiar with the
recommendation contained in the General Introduction prior to making
decisions regarding distinctness.


3. Keseragaman

Untuk penilaian keseragaman pada populasi standar sebesar 2 %
dengan peluang penerimaan 95%. Pada kondisi tersebut, jumlah
tanaman tipe simpang yang dapat ditenggang adalah tiga (3) tanaman.

For the assessment of uniformity, a population standard of 2% and
acceptance probability of at least 95% should be applied. In the case
of that condition three off-types are allowed.

(a). Tanaman tipe simpang
Off-types

Tipe simpang muncul pada satu tanaman utuh (bukan pada bagian
tanaman) sehingga penampilanya berbeda dengan tanaman yang
lainnya pada varietas yang sama. Pada populasi standar sebesar 0.2
% dengan peluang penerimaan minimal 95%, maka dari 60
tanaman contoh jumlah maksimum tanaman tipe simpang yang
diperbolehkan adalah tiga tanaman.

Off time came in full shape of plant (not part of plants) that makes
significantly different from other plants that derived from same
varieties. For the assessment of uniformity, a population standard
of 0.2 % and acceptance probability of at least 95% should be
applied. In the case of a sample size of 60 plants, three off-types
are allowed.





7
1. Barisan Tunggal
Single Row

Pemeriksaan keseragaman karakteristik melalui pemeriksaan
pertanaman dalam Barisan tunggal harus dilakukan satu populasi
standar sebesar 2 % dengan peluang penerimaan minimal 95%.
Untuk ukuran contoh 60 tanaman, jumlah tanaman tipe simpang
tidak boleh lebih dari tiga (3) tanaman. Pada setiap barisan tunggal
sedikitnya terdapat 20 tanaman, atau tiga (3) petak berupa baris
tunggal dengan 20 tanaman/barisnya.

The examination for characteristic uniformity through single row
plants assessment should be done in a population standard of 1%
and acceptance probability of at least 95% should be applied. In
the case of 60 plants sample size, three off-types are allowed. The
maximum number of single rows should be 20 plants or three plots
with 20 plots per row.


4. Kestabilan
Stability

Dalam praktek, tidak biasa melakukan pengujian kestabilan yang
memberikan hasil sama seperti pengujian keunikan dan keseragaman.
Hal ini didasarkan pada pengalaman bahwa pada banyak tipe varietas,
jika satu varietas telah menunjukkan keseragaman, maka telah dapat
dianggap stabil.

In practice, it is not usual to perform tests of stability that produce
results as certain as those of the testing of distinctness and uniformity.
However, experience has demonstrated that, for many types of variety,
when a variety has been shown to be uniform, it can also be considered
to be stable.

Jika diragukan dan memang diperlukan, pengujian kestabilan dapat
dilakukan dengan penanaman ulang pada tahun atau musim
berikutnya, atau menguji ulang dengan menggunakan benih baru atau
cadangan tanaman untuk menjamin bahwa materi tersebut
menampilkan karakteristik yang sama seperti materi tanaman
sebelumnya.

Where appropriate, or in case of doubt, stability may be tested, either
by growing a further generation, or by testing anew plant stock to
ensure that it exhibits the same characteristics as those shown by the
previous material supplied.





8
VII. Karakteristik dan Simbol
Characteristics and Symbols

1. Penilaian keunikan, kebaruan, keseragaman dan stabilitas serta
karakteristik dan sifat yang ditentukan diberikan dalam Panduan Umum
(Pandum) BUSS dan PPI mawar.

The assessment of distinctness, homogeneity and stability, the
characteristics and their states as given in Pandum BUSS and this PPI.

2. Notasi (1-9), untuk tujuan proses data elektronik, diberikan disamping
sifat-sifat untuk karakteristik yang berbeda.

Notes (1 to 9), for the purpose of electronic data processing, are given
together with the states of the different characteristics:

3. Legenda
Legend

(*) Karakteristik * harus selalu dinilai untuk setiap periode tumbuh dan
digunakan untuk deskripsi varietas, kecuali ekspresinya tidak muncul
karena pengaruh kondisi lingkungan.

Characteristics * that should be used every growing period for the
examinations of all varieties and should always be included in the
description of the variety, except when the state of expression of a
preceding characteristics or regional environmental conditions render
this impossible.

(+) Karakteristik + adalah karakteristik yang dijelaskan pada tabel
karakteristik dengan gambar atau keterangan

Characteristic + explained by picture or in explanations.

(-) Karakteristik - adalah karakteristik yang harus memperhatikan gambar.

Characteristic - must consider the picture.



* * * * * * * * * * *









9
VIII. Tabel Karakteristik/Table of Characteristics


No. Karakteristik / Charakteristics Indonesia English
Contoh Varietas
Example varieties
Notasi/
Notes
1. Tanaman:Pewarnaan antosianin pada hipokotil umur 10 hari setelah
tanam
Anthocyanin coloration hypocotyl (10 days after emergence)

tidak ada
ada
absent
present

Semua tidak ada
-
1
9

2. Tanaman:Pola percabangan
Branching habit
mengerucut
silindris

conikal
cylindrical



1
2

3. Tanaman: Jumlah hari hingga panen pertama
Maturity number of days to 1
st
harvets
genjah
sedang
dalam

early
medium
late

LV 1956, MLG 15147, MLG 15243
KP-7, Purbalingga
Libra, Galah, 77

3
5
7
4. Tanaman: Jumlah hari hingga 50% tanaman berbunga
Number of days to 50% flowering

genjah
sedang
dalam

early
medium
late

LV 1956, MLG 15147, MLG 15243
KP-7, Purbalingga
Libra, Galah, 77

3
5
7
5. Tanaman:Tinggi tanaman hingga buku polong pertama
First pod bearing node*
rendah
sedang
tinggi
low
medium
high

KP-3
Lumut hijau
KP-4, KP-7, Galah, Purbalingga

3
5
7
6. Tanaman:Tinggi tanaman saat berbuah pertama (cm)*. Rata-rata dari
5 tanaman contoh
Height (cm) of the first fruiting (*) node, average of 5 plant

rendah
sedang
tinggi
low
medium
high
KP-6
Lumut hijau
Purbalingga
3
5
7
7. Daun: Warna daun
Leaf color
hijau muda
hijau
hijau gelap
ungu kehijauan
hijau kekungingan
selainnya
light green
green
dark green
greenish purple
yellowish green
others
LV 137
KP-7, KP-4, 77, Hijasu super
-
-
LV 219
-
1
2
3
4
5
9

8. Daun: Warna tangkai daun
Petiole color
hijau muda
ungu
ungu kehijauan
ungu gelap
light green
purple
greenish purple
dark purple
KP4. KP5, KP6, KP7,
Usus hijau, 77
-
-
-
1
2
3
4
9. Daun: Warna pangkal tangkai daun
Basal petiole color

hijau
ungu
ungu gelap

green
purple
ungu gelap

KP4. KP5, KP6, KP7,
Usus hijau, 77
GL 25, GL 57

-
1
2
3
10
10. Daun: Panjang tangkai daun pada saat 50% berbunga
Petiole length at 50% flowering (-)







kecil <15 cm
sedang 15,1-18 cm
besar > 18,1 cm

small <15 cm
medium 15,1-18 cm
large > 18,1 cm
Semua varietas 3
5
7
11. Daun: Bentuk daun
Leaflet shape (+)(-)



2 3 4

deltoid
ovate
ovate-lanceolate
lenceolate
long lanceolate

deltoid
ovate
ovate-lanceolate
lenceolate
long lanceolate

-
KP4. KP6, KP7, 77, Purbalingga, Hijau super
Libra
KP-3, KP-5, Galah, Lumut hijau
-

1
2
3
4
5
12. Daun: Bentuk ujung daun
Shape of leaf apex

(+)(-)

1 2

runcing
meruncing

berekor
berbulu

acute
acuminate

caudate
aristate

KP-3, KP-5, KP-6, Galah, Libra
KP-4, KP-5, KP-7, Lumut hijau, Hijau super,
Purbalingga
-
-
1
2

3
4
11
13. Daun: Bentuk pangkal daun
Shape leaf base (+)(-)







runcing
meruncing
tumpul

acute
cuneate
truncate

KP4. KP5, KP6, KP7, 77
-
KP-3, KP-5, KP-6, KP-7, Lumut hijau, Hijau
super, Purbalingga
1
2
3
14. Daun: Bentuk tepi daun
Shape of leaf margin










rata
mengombak

entire
undulate


Semua varietas
1
2


15. Daun: Tulang daun pada helai daun
Venation of the leaf blade (+)(-)












sejajar
pinnata
palmat a

parallel
pinnate
palmate

Semua varietas
-
-

1
2
3






16. Bunga (Flower): Warna kelopak bunga
Color of calyx











hijau
ungu kehijauan

green
greenish purple

Semua varietas
-
1
2








12
17. Bunga: Warna sayap bunga pada saat mekar penuh
Color of wing, at full bloom


putih
ungu muda
biru

ungu gelap

white
light purple
blue

dark purple

-
KP-3, KP4, KP6, KP7, 77, Libra, Galah, Hijau
super, Purbalingga
-
KP-5
1
2

3
4
18. Bunga: Warna standar bunga pada saat mekar penuh
Color of standard at full bloom



putih
ungu muda
biru
ungu gelap

white
light purple
blue
dark purple

-
KP-3, Galah
-
KP4. KP5, KP6, KP7, 77, Libra,
Hijau super, Purbalingga

1
2
3
4
19. Bunga: Warna perahu bunga pada saat mekar penuh
Color of keel at full bloom



putih
ungu muda
biru
ungu gelap

white
light purple
blue
dark purple

Semua varietas
-
-
-

1
2
3
4
20. Polong (Pod): Panjang tangkai polong saat panen pertama
Length of peduncle at first harvest


pendek <20 cm)
sedang 20-27 cm
panjang >27 cm
short <20 cm)
medium 20-27
long >27 cm
KP-3, Libra
KP-7, Hijau super, Galah, Lumut hijau
KP-4, KP-5, KP-6, 77, Purbalingga
1
5
9
21. Polong: Rata-rata panjang 10 polong saat panen kedua
Pod length , mean of 10 pods at second harvest
sangat pendek <29 cm
pendek (29-39) cm
sedang >39 -49 cm
panjang >49-59 cm
sangat panjang >59 cm
very short <29 cm
short (29-39) cm
medium >39 -49 cm
long >49-59 cm
very long >59 cm
MLG 15240
MLG 15124, MLG 15140
MLG 15122, MLG 15106
MLG 15148, MLG 15069
KP3.KP-4, KP5, KP6, KP7, 77, Libra, Lumut
hijau, Hijau super, Purbalingga, Galah

1
3
5
7
9
22. Polong: Rata-rata lebar 10 polong saat panen kedua
Width, mean of 10 pods at second harvest
sempit
sedang
lebar
narrow
medium
broad

Galah
KP-3, KP-4, KP-7, 77
KP-5, Purbalingga
3
5
7
13
23. Polong: Bentuk irisan melintang polong
Pod shape of cross section










sangat datar
bentuk pear
bulat elip
bentuk angka delapan
very flat
pear shape
round elliptic
eight shape
-
Semua varietas
-
-
1
2
3
4
24. Polong: Warna dasar polong segar stadia masak
Ground color at mature stage, fresh pod








hijau muda
hijau gelap
hijau
hijau muda semburat
ungu
ungu
light green
dark green
green
light green with
purple shade
ungu purple
KP-3, KP-6, KP7
KP-4, Purbalingga, 77, Lumut hijau, Galah, Libra
Hijau Super
-

No.146
1
2
3
4

5

25. Polong: Serat dinding polong pada polong masak kering (-)
wall fiber, taken at dry pod maturity






lembut
alot/ liat

sangat getas
fleshy type fiber
leathery podded

excessive shattering
KP-3, KP-6, KP-7
KP-4, KP-5, 77, Hijau super, Purbalingga, Galah,
Libra
-
1
2

3
14
26. Polong: Posisi paruh
Beak position (+) (-)



pinggiran
bukan pinggiran

marginal
non marginal

Semua varietas
-
1
2
27. Polong: Arah paruh
Beak orientation (+) (-)




1 3 2

ke atas

lurus
ke bawah

upward

straight
downward

KP-4, KP-5, KP-6, KP-7, Purbalingga, Hijau
super, Lumut hijau
-
KP-3, 77, Galah, Libra
1

2
3
28. Warna polong
Pod color



hijau
merah
ungu
selainnya

green
red
purple
others

KP-4, Purbalingga, 77, Lumut hijau, Galah, Libra
-
LV 1104
-

1
2
3
4
29. Warna polong sekunder
Secondary pod color
tidak ada
ada

absent
present

KP3.KP-4, KP5, KP6, KP7, 77, Libra, Lumut
hijau, Hijau super, Purbalingga, Galah
MLG 15031

1
9
15
30. Polong: Warna sekunder
Hue of secundary seed color
krem
violet

cream
violet

-
MLG 15031, MLG 15122
1
9
31. Polong: Serat
Stringiness (+) (-)






tidak ada
ada

absent
present

-
77
1
9
32. Polong: Bentuk polong pada bagian pangkal (-)
Shape of distal part


runcing
runcing - tumpul

tumpul
acute
acute-truncate

truncate
-
KP3.KP-4, KP5, KP6, KP7, 77, Libra, Lumut
hijau, Hijau super, Purbalingga, Galah
-
1
2

3
33. Panjang paruh polong (cm)
Length of beak
pendek
sedang
panjang

short
medium
long
KP-5, KP-6, KP-7
KP-3, KP4, KP-5, Galah, Libra
Lumut hijau
3
5
7
34. Tekstur permukaan polong (-)
Surface texture of pod




halus
agak kasar
kasar
smooth
medium
rough
-
KP-3, KP-6, KP-7, 77, Libra
KP-4, KP_5, Galah, Lumut hijau, Hijau super,
Purbalingga
3
5
7
16
35. Pinggang polong muda
Constrictions of pod, immature stage
tidak ada
sedang
berpinggang

absent
medium
pronounced

KP-3, KP-6, KP-7, 77, Lumut hijau
KP-4, KP-5, Galah, Libra, Purbalingga
-
3
5
7
36. Polong: Umur polong
Shelf life
pendek
sedang
panjang

short
medium
long
-
KP-7
Galah
3
5
7
37. Bobot 100 Biji
100 seed Weight (g)
kecil <13
sedang 13,1-17,9
besar >18

small <13
medium 13,1-17,9
large >18
LV 266, MLG 15272
KP-4, KP-7
LV 1674, MLG 15122
3
5
7
38. Bentuk irisan memanjang pada bagian tengah biji (+)
Seed shape of median longitudinal section




bulat
agak lonjong
lonjong
ginjal
circular
circular to elliptical
elliptical
kidney shaped
-
LV 2064
LV 1848
LV 1215


1
2
3
4

39. Bentuk irisan melintang pada bagian tengah biji
Seed shape of median cross section





bulat
agak lonjong
lonjong

circular
circular to elliptical
elliptical

LV 2010
LV 753
LV 1357


1
2
3
*40. Derajat kelengkungan (kurvature) hanya untuk biji berbentuk ginjal
Seed degree of curvature for kidney shaped only




lemah
sedang
kuat
weak
medium
strong
LV 220
LV 1243
-


1
2
3
17
41. Lebar irisan melintang biji
Seed width in cross section
sempit
sedang
luas

narrow
medium
broad

GL 88
KP7
-

3
5
7
42. Panjang biji
Seed length median (*)

pendek
sedang
panjang
short
medium
long
GL 97
KP7
Hijau Super, Purbalingga
3
5
7

43. Jumlah warna pada biji
Seed number of colors




satu
dua
lebih dari dua

one
two
more than two

KP-7
77, KP-4
-
1
2
3
44. Warna utama biji
Seed main color



putih
coklat
hitam
marun
white
brown
black
maroon
LV 1294
KP-4
LV 566
LV 1544
1
2
3
4
45. Warna sekunder pada biji
Seed predominant secondary color



putih
coklat
hitam
white
brown
black

KP-4
LV 249
LV 1215

1
2
3
46. Distribusi warna sekunder pada biji
Seed distribution of predominant secondary color







sekitar hilum
pada streak
pada separuh biji
pada ujung biji
around hilum
in streaks
on half of grain
in patches at tip
LV 249
Lumut Hijau
77
KP-4
1
2
3
4
18
47. Warna biji pada lingkaran hilum
Seed color of hilus ring


serupa dengan warna
biji
tidak serupa dengan
warna biji

same color of seed
not the same

LV 219
KP-7
1
2
48. Guratan Biji
Seed veining



lemah
sedang
kuat
weak
medium
strong
LV 1299
LV 427
KP-7
1
2
3
49. Tekstur permukaan biji
Seed surface texture
licin
berkerut
smooth
wrinkled
LV 1299
KP-7
1
2
50. Jumlah biji per polong
Seed number per pod
rendah <13
sedang 14-17
tinggi > 18
low <13
medium 14-17
many > 18
LV 3119
77, Libra, Hujau super, lumut hijau
KP3, KP4, KP5, KP6, KP7, Galah
-
3
5
7
51 Ketahanan terhadap penyakit
Resistance to disease

51.1 Ketahanan terhadap nematode
Resistance to nematode
tidak ada
ada
absent
present
1
9
51.2 Ketahanan terhadap penyakit karat
Resistance to rust deseases
tidak ada
ada

absent
present
1
9
51.3 Ketahanan terhadap virus mosaik
Resistance to Pole sitao mosaic virus
tidak ada
ada

absent
present
1
9
5.1.4 Ketahanan terhadap layu Fusarium
Resistance to Furasium wilt

tidak ada
ada

absent
present
1
9
52 ketahanan terhadap hama
Resistance to pests

52.1 Ketahanan t erhadap penggerek polong
Resistance to Pod borer H. armigera
tidak ada
ada

absent
present
1
9
19
52.2 Ketahanan terhadap Maruca testualis
Resistance to Maruca testualis

tidak ada
ada

absent
present
1
9
52.3 Ketahanan t erhadap aphis hitam
Resistance to Black aphis
tidak ada
ada

absent
present
1
9
52.4 Ketahanan terhadap Weevils
Resistance to Weevils
tidak ada
ada

absent
present
1
9
52.4 Ketahanan terhadap lalat kacang
Resistance to Bean fly
tidak ada
ada
absent
present
1
9
53 Toleransi terhadap cekaman abiotik
Tolerance to abiotic stresses

53.1 Toleransi terhadap genangan
Tolerance to Water logging
tidak ada
ada

absent
present
1
9
53.2 Toleransi terhadap kekeringan
Tolerance to drought

tidak ada
ada

absent
present
1
9