Anda di halaman 1dari 19

BAB III

METODE PENYUSUTAN INVESTASI PROYEK

1. Pendahuluan
Untuk menjaga kontinuitas kegiatan usaha dari proyek yang direncana- kan perlu
dihitung besarnya biaya penyusutan pada setiap tahun. Sebuah perusahaan yang sehat pada
umumnya mempunyai cadangan penyusutan / depresiasi untuk menjaga kontinuitas dari
kegiatan usaha di samping menjaga kualitas produk dan memudahkan dalam mengikuti
perubahan asetdengan adanya perubahan teknologi.
Tidak jarang terjadi pada akhir-akhir ini. dengan pesannya telmologi. penggunaan aset
lama kendatipun secara teknis masrh relatif baik tetapi secara ekonomis sudah dianggap tidak
layak lagi karena para pesaing telah menggunakan aset baru dengan teknologi yang lebih
baru. yang dapat memproduksi dengan harga pokok produksi lebih rendah dengan kualitas
produksr yang lebih tinggi.
Dana penyusutan adalah biaya yang dibebankan pada konsumen melalui perhitungan
harga pokok produksi. Dengan demikian. layaknya dan sebuah k studi kelayakan bisnis.
sebenamya telah diperhitungkan dana. penyusutan sebagai dana pengganti dari aset yang
tidak ekonomis lagi. DI pihak lain. biaya penyusutan juga dianggap sebagai laba dalam
perhitungan rugi laba. karena dana yang disisihkan sebenarnya merupakan penerimaan
perusahaan yang dapat digunakan pada berbagai kepentingan.
Kecenderungan untuk mempertahankan aset lama dalam kegiatan Produksi. ada
kalanya kurang menguntungkan karena biaya perawatan di pemeliharaan bertambah lama
benambah besar. di samping kualitas pmd dan kontinuitas usaha yang kurang terjamin.
Jenis investasi yang perlu disusut terdiri dan mesin, bangunan/gedung,
dan peralatan lainnya yang memerlukan penggantian pada suatu masa sebagai
akibat dari pemakaian. Besar kecilnya biaya penyusutan yang dilakukan pada
setiap aset tergantung pada harga aset, umur ekonomis, serta metode yang
digunakan

dalam

penyusutan.

dikelompokkan atas 4 bagian, yaitu:

Metode

penyusutan

pada

umumnya

dapat

1.
2.
3.
4.

Metode rata-rata.
Metode bunga majemuk.
Metode penurunan.
Metode penyusutan gabungan.

Pemilihan salah satu dan metode diatas, sangat tergantung pada penyusun studi
kelayakan bisnis dan jenis aset, di samping keinginan dan pimpinan proyek. Namun
demikian, berdasarkan kebiasaan dan proyek yang dikembangkan, apabila kegiatan
usaha/proyek dalam skala yang relatif kecil dengan umur ekonomis yang relatif singkat
kecenderungan menggunakan metode rata-rata Iebih ralistis dibanding dengan menggunakan
metode bnga inajemuk. Demikian pula halnya dengan proyek-proyek yang berskala besar
seperti pabnk semen, pabnk pupuk, pabrik besi, dan proyek yang berskala besar lainnya.
menggunakan metode bunga majemuk lebih baik daripada menggunakan metode lainnya.
2. Metode Penyusutan
2.1 Metode Rata-rata
Metode rata-rata adalah salah satu cara yang dilakukan dalam penyusutan aset dengan
cara rata-rata. Metode ini dikelompokkan atas 3 bagian, yaitu metode garis lurus, metode jam
kerja

mesin,

dan

metode

yang

didasarkan

pada

jumlah

produksi.

Contoh 1:
Pimpinan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengangkutan membeli sebuah bus
dengan harga 80 juta rupiah. Berdasarkan pada pengalaman sebagai pimpinan perusahaan,
bus ini dapat beroperasi secara ekonomis selama 5 tahun dan pada akhir tahun kelima, masih
dapat dijual dengan harga 25 juta rupiah (scrap value). Berapakah jumlah penyusutan yang
harus dilakukan pada setiap akhir tahun selama 5 tahun dan susunlah jadwal penyusutannya ?
2.1.1

Metode Garis Lurus (Straight Line Method)


Jumlah penyusutan tahunan.

P=

dimana :

BS
n

P = Jumlah penyusutan per tahun.


B = Harga bell aset (original cost)

S = Nilai sisa (scrap value).


n = Umur ekonornis asel.

P=

80.000.000 25.000 .000


5

P = Rp 11.000.000.Penyusutan per tahun sebesar Rp 11 juta dan jumlah dana pada akhir tahun
kelima sebesr Rp 80 juta, termasuk nilai sisa aset (scrap value) sebesar Rp 25 juta.
Berdasarkan pada cadangan dana ini, pimpinan perusahaan pada akhir tahun
kelima telah dapat mengganti bus lama dengan bus baru dengan menggunakan dana
penyusutanldepresiasi sebagai dana pengganti.
Seperti yang telah diuraikan sebeluninya, dana depresiasi merupakan biaya
yang dibebankan pada konsumen melalui harga pokok produksi. Demikian pula
dalain usaha pengangkutan, dana depresiasi dibebankan melalui harga tiket yang
dijual pada konsumen. Jumlah dana depresiasi dalam satu tahun sebesar Rp 11 juta
atau setiap bulan sebesar Rp 916.667- daAl bla dihitung per han adalah sebesar Rp
30.556,-.
Apabila bus ini dalam satu hari dapat mengangkut rata-rata sebanyak 80 orang
niaka beban biay depresiasi pada setiap tiket yang dijual dipertiltungican sebesar Rp
382,- (lihat Tabel 111-1).
2.1.2

Merode Jam Kerja Mesin (Service Hours Method)


Depresiasi yang dihitung berdasarkan jumlaii jam keija mesin, didasarkan
pada jumlah jam kerja yang digunakan dalarn tahun bersangkutan.
Tabel III-1
Jadwal Penyusutan dengan Menggunakan
Metode Garis Lurus
Akhir
Taliun
(Rp)

Penyusutan
Tahunan
(Rp)

Jumlah
Penyusutan
(Rp)

Nilai
Buku
(Rp)

0
1
2
3
4
5

11.000.000
11.000.000
11.000.000
11.000.000
11.000.000

11.000.000
22.000.000
33.000.000
44.000.000
55.000.000

80.000.000
69.000.000
58.000.000
47.000.000
36000.000
25.000.000

Contoh 2:
Harga bei sebuah mesin Rp 20.000.000,- dan diperkirakan scrap value (nilai
sisa) sebesar Rp 2.000.000.-. Mesin mi secara teknis dapat bekerja secara efektif
selama 18.000 jam dengan usia ekonomis selama 5 tahun. Hitunglah jumlah
penyusutan tahunan berdasarkan pada jam kerja mesin dan susun pula jadwal
penyusutan?

Jumlah Penyusutan perjam ( j ) =

BS
j

Di mana : j = Jumlah jam kerja ekonomis.

J=

20.000 .000 2.000 .000


18.000

= Rp. 1000

Jumlah penyusutan tahunan (P) tergantung pada jumlah jam kerja mesin yang
digunakan pada setiap tahun. Besar kccilnya jumlah jam kerja dalam satu tahun
tergantung pada rencana produksi yang direncanakan pada setiap tahun. Di dalam
membuat rencana produksi tahunan ada kecenderungan terhadap produk yang
dihasilkan, apabila produk yang dihasilkan belum dikenal konsumen, rencana
produksi pada tahun pertama relatif lebih kecil dan tanun-tahun berikutnya. Demikian
pula sebaliknya, apabila produk yang dihasilkan telah dikenal oleh konsumen dan
mempunyai pasaran yang luas bisa jadi rencana produksi pada tahun pertama lebih
besar dan tahun-tahum berikutnya karena mesin masih dalam keadaan baru di
samping tingkat kerusakan masih relatif kecil. Berikut merupakan contoh perencanaan
produksi terhadap produk yang belum dikenal :

Rencana Produksi :
Tahun I

10% = 1.800 jam

Tahun II

15% = 2.700 jam

Tahun III

20% = 3.600 jam

Tahun IV

25% = 4.500 jam

Tahun V

30% = 5.400 jam

Jumlah

l00% = 18.000 jam

Penyusutan per tahun:


Tahun I

= 1.800 x Rp. 1000 = Rp 1.800.000,-

Tahun II

= 2.700 x Rp. 1000 = Rp 2.700.000,-

Tahun III

= 3.600 x Rp. 1000 = Rp 3.600.000,-

Tahun IV

= 4.500 x Rp. 1000 = Rp 4.500.000,-

Tahun V

= 5.400 x Rp. 1000 = Rp 5.400.000,-

Tabel III-2
Jadwal Penyusutan dengan Menggunakan
Jam Kerja Mesin (dalam Rp)

Akhir Tahun

Penyusutan
(Rp)

Jumlah
Penyusutan

NiIai
Buku
20.000.000

1.800.000

1.800.000

18.200.000

2.700.000

4.500.000

15.500.000

2.1.3

3.600.000

8.100.000

11.900.000

4.500.000

12.600.000

7.400.000

5.400.000

18.000.000

2.000.000

Metode Jumlah Produk (Product Units Method)


Penyusutan yang dihitung berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan sama
dengan penyusutan yang menggunakan metode jam kerja mesin. Besar kecilnya
jumlah penyusutan pada Setiap tahun tergantung pada jumlah produk yang diproduksi
pada setiap tahun. Jumlahproduksi pada setiap tahun tergantung pada permintaan
pasar serta jenis barang yang dihasilkan. Apabila mesin A dapat memproduksi
sebanyak 100.000 unit selama umur ekonomis mesin 5 tahun, dengan B = 10 juta dan
S = 2 juta, jumlah penyusutan per unit produk dihitung sebagai berikut:

P=

BS
n

Dimana: U = Jumlah unit selama umur ekonomis mesin.

Diketahui :

B = 10.000.000
S = 2.000.000,n =5
U = 100.000 unit

P=

10.000 .0002.000.000
100.000

= Rp. 80

Besar kecilnya jumlah penyusutan pada setiap tahun tergantung pada jumlah
produk yang diproduksi dalam tahun bersangkutan. Untuk menentukan jurnlah
produksi juga tidak terlepas dart permintaan pasar, dikenal atau tidak dikenalnya
produk yang dihasilkan, jenis barang yang diproduksi, dan adanya market space serta
market share yang dikuasai.
Contoh rencana produksi dengan produk yang telah dikenal.
Tahun I

25.000 unit = 25.000 x 80 = Rp 2.000.000.-

Tahun II

25.000 unit = 25.000 x 80 = Rp 2.000.000,-

Tahun III

20.000 unit = 20.000 x 80 = Rp 1.600.000.-

Tahun IV

15.000 unit = 15.000 x 80 = Rp 1.200.000,-

Tahun V

15.000 unit = 15.000 x 80 = Rp 1.200.000,-

Jumlah

100.000 unit

Rp 8.000.000,-

Jadwal penyusutan selama lima tahun dengan mengunakan metode jumlah


produk adalah seperti terlihat dalam Tabel III-3 berikut (lihat halaman 48).
2.2 Metode Bunga Majemuk (Compound Interest Method)
Penyusutan yang dilakukan dengan menggunakan metode bunga majemuk didasarkan
pada tingkat biinga yang berlaku dalam masyarakat atau sering djsebut depan opportunity
cost of capital (0CC) sebagai biaya modal. Apabila tingkat bunga yang berlaku dalam
masyarakat

Tabel III-3
Jadwal Penyusutan dengan Menggunakan
Metode Jumlah Produk (Rp)

Akhir Tahun

Penyusutan
(Rp)

Jumlah
Penyusutan

NiIai
Buku

10.000.000

2.000.000

2.000.000

8.000.000

2.000.000

4.000.000

6.000.000

1.600.000

6.600.000

3.400.000

1.200.000

7.800.000

2.200.000

1.200.000

8.000.000

2.000.000

Jumlah

8.000.000

Sebesar 18% per tahun maka perhitungan penyusutan tahunan didasarkan pada tingkat
bunga yang berlaku. Metode penyusutan yang didasarkan pada bunga majernuk dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan metode anuitas dan metode penyisihan dana yang
sering disebut dengan sinking fund method.
Metode anuitas sebenarnya identik dengan perhitungan annuity yang didasarkan pada
nilai aset atau original cost sebagal present value. Untuk mengatasi harga, balk sebagal akibat
kenaikan tingkat inflasi maupun sebagai perubahan teknologi disediakan dana cadangan
sebesar 18% dan nilal aset pada setiap tahun. Sebaliknya dengan menggunakan metode
penyisihan dana (sinking fund method), sebenamya sama dengan melakukan deposito di bank
pada setiap tahun, dan pada akhir umu ekonomis aset dana im digunakan sebagai dana untuk
membeli aset baru.
2.2.1

Metode Anuitas
Contoh 3:

Harga beli sebuah mesin 50 juta rupiah dengan scrap value diperkirakan sebesar 10
juta rupiah dan umur ekonomis aset selarna 5 tahun. Tingkat bunga efektif
diperhitungkan sebesar 18% per tahun. Berapa besar penyusutan tahunan yang harus
dilakukan dengan menggunakan metode anuitas dan susunlah jadwal penyusutannya ?
Diketahui:

B = Rp 50.000.000

S = Rp 10.000.000

n=5

I = 18%

Untuk menentukan nilai aset yang disusut perlu dihitung present value dan
scrap value dengan menggunakan formula sebagai benkut:
Present value dati scrap value:
P = S (1 + i) -n

.(2-7)

P = 10.000.000 (1 + 0,18) -5
P = 10.000.000 (0,43710922)
P = 4.371.092
Nilai aset yang disusut
An

= B - P = 50.000.000 - 4.371092
= Rp 45.628.908,-

1+i

1
An = R .

... (2-11)

Penyusutan per tahun dihitung sebagai berikut:

1+0.18 5
1

R = 45.628.908
0.18

R = 45.628.908 (0,31977784)

R = Rp 14.591.114,di mana: R = jumlah penyusutan per tahun.


Nilai discount factor daii perhitungan d atas dapat dilihat pada Lampiran 5
dengan n = 5 dan i = 18%. Jurnlah penyusuUrn dalam saw tahun adalah sebcsar Rp
14.59 1.114.- dengan jumlah nilai aset yang dsusut sebesar Rp 45.628.908,- dan nllai
present value dan scrap a1ue seliesar Rp 4.371.092,-. Jadwal penyusutan dengan
mengg unakan metode anuitas adalah sebagai berikut (lihat Tabel III-4).
Seperti terlihat dalarn tabel tersebut, jumlah penyusutan bersih selama 5 tahun
adalah sebesar Rp 40.000.000,- dan 111141 sisa aset sebesar Rp 10.0O0.000sehingga nilai depresiasi ditarnhah nilai sisa pada akhir lahun kelirna sebesar Rp
50.000.000,-. lJntuk mengatas kenaikan harga dalam penggantian aset baru sebagai
akibat tingkat inflasi telah dicadangkan dana sebesar Rp 32.955.570-.

2.2.2

Merode Penyisihan Dana (Sinking Futid Method)


Penyusutan yang dilakukan dcngan metode penyisihan dana, merupakan
deposito yang dilakukan oleh pemilik perusahaan pada setiap
Tabel III-4
Jadwal Penyusutan dengan Men ggunakan
Metode Anuitas (dalam Rp
(2)
Penyusuta
n
Per tahun
(Rp)

(3)
Bunga
18%
(6) x
(18%)

(4)
Penyusutan
Bersih
(2)-(3)

(5)
Jumlah
Penyusuta
n
(4)+(5)

(6)
Nilai
Sisa Aset
(6)-(4)

50.000.000

14.591.114

9.000.000

5.591.144

5.591.114

44.408.886

14.591.114

7.993.599

6.597.515

12.188.629

37.811.371

14.591.114

6.806.047

7.785.067

19.973.696

30.026.304

(1)
Th
n

14.591.114

5.404.735

9.186.378

29.160.074

20.839.925

14.591.114

3.751.188

10.839.926

40.000.000

10.000.000

72.955.570

32.955.570

40.000.000

Akhir tahun pada lembaga keuangan (bank). Besar kecilnya deposito yang
dilakukan tergantung pada besar kecilnya nilai aset, tingkat bunga, dan umur
ekonomis dari aset itu sendiri.
Dengan demikian jumlah dana penyusutan yang disetor pemilik aset
relatif lebih kecil dan jumlah penyusutan yang seharusnya dan sisa dana
penyusutan ditutupi dengan jumlah bunga dan dana yang telah didepositkan.
Perhitungan jumlah penyusutan yang hams dilakukan pada setiap akhir
tahun berdasarkan soal di atas, dihitung dengan menggunakan formula sebagai
berikut

Diketahui: Sn = B - S = 50.000.000 - 10.000.000 = Rp 40.000.000,n = 5 tabun dan i = 18%/tahun

[ ]
i
R = Sn

R = 40.000.000

.. (2-12)

[]
0,18

R = 40.000.000 (0,139777837)
R = Rp. 5.591.113,Nilai compounding factor Untuk {i/(i+1)n-1)} dapat dilihat pada
Lampiran 6 pada n=5 dan i=18%. Jadwal penyusutan yang didasarkan pada

penyisihan dana seperti terlihat dalam Tabel III-5 berikut. Seperti terlihat
dalarn tabel tersebut, jumlah penyusutan pada setiap akhir tahun dilakukan
sebesar Rp 5.591.113,- ditambah dengan bunga uang dan hasil penyetoran
tahun sebelumnya. Berdasarkan pada perhitungan ini, jumlah bunga dan
deposito kumulatif bertambah lama bertambah besar, dengan demikian jumah
depresiasi penyusutan yang dilakukan pada setiap akhir tahun juga bertambah
lama bertambah besar.
Tabel III-5
Jadwal Penyusutan dengan Menggunakan
Metode Penyisihan Dana (dalam Rp)
(2)
Penyusuta
n
Per tahun
(Rp)

(3)
Bunga
18%
(6) x
(18%)

(4)
Penyusutan
Bersih
(2)-(3)

(5)
Jumlah
Penyusuta
n
(4)+(5)

(6)
Nilai
Sisa Aset
(6)-(4)

50.000.000

5.591.113

5.591.113

5.591.113

44.408.887

5.591.113

1.006.400

6.597.513

12.188.626

37.811.374

5.591.113

2.193.954

7.785.066

19.973.692

30.026.308

5.591.113

3.393.267

9.186.380

29.160.073

20.839.928

5.591.113

5.248.814

10.839.927

40.000.000

1.000.000

27.955.564

12.044.436

40.000.000

(1)
Th
n

Jumlah dana yang dsetor selama 5 tahun sebesar Rp 27.955.564,dengan

jumlah

bunga

dan

setoran

selama

tahun

sebesar

Rp 12.044.436,- sehingga jumlah dana pada akhir tahun kelima sebesar


Rp 40.000.000,- dan scrap value dari aset sebesar Rp 10.000.000,Dengani demikian dapat membeli aset baru senilai Rp 50.000.000
2.3 Metode Penurunan
Penyusutan yang dilakukan dengan menggunakan metode penuruflan adalah jurnlah
penyusutan yang dilakukan setiap tahun pada aset yang mengalami penurunan dan tahun ke
tahun sesuai dengan keadaan aset yang makm lama semakin tua. Cara penyusutan dengan
rnenggunakafl metode ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan metode jumlah
angka tahunan yang sering disebut dengan sun of years digit merhod dan dengan
menggunakan angka persentase.
2.3.1

Metode Jumlah Angka Tahunan.


Jumlah dana penyusutan yang harus dikeluarkan pada setiap tahun didasarkan
pada jumlah angka tahunan dan urnur ekonomis aset. Apabila sebuah aset mempuyai
umur ekonornis selama 5 tahun, dengan original cost (harga beli) aset sebesar Rp
10.000.000,- dan scrap value diperhitungkan Rp 2.000.000,. maka bcsarnya jurnlah
pcnyusutan pada setiap tahun dihitung sebagai berikut:
Jumlah angka tahunan :
1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15
Nilai aset yang disusut:
(B-S) = 10.000.000 - 2.000.000 = Rp 8.000.000,Penyusutan setiap tahun
- Tahun I

= 5/15 x Rp 8.000.000 = Rp 2.666.667.-

- Tahun II

= 4/15 x Rp 8.000.000 = Rp 2.133.333-

- Tahun III

= 3/15 x Rp 8.000.000 = Rp 1.600.000.-

- Tahun IV

= 2/15 x Rp 8.000.000 = Rp 1.066.667,-

- Tahun V

= 1/15 x Rp 8.000.000 = Rp

Jumlah

533.333,-

Rp 8.000.000.-

Jadwal penyusutan yang didasarkan pada metode jurnlah angka tahunan seperti
terlihat dalarn Tabel III-6 berikut:

Tabel III-6.
Jadwal Penyusutun Atas Dasar Angka Tahnan
(dalam Rp)

2.3.2

Tahun

Penyusutan
Tahun

Jumlah
Penyusutan

Nilai
Aset

0
1
2
3
4
5

2.666.667
2.133.333
1.600.000
1.066.667
533.333

2.666.667
4.800.000
6.400.000
7.466.667
8.000.000

10.000.000
8.333.333
5.200.000
3.600.000
2.533.333
2.000.000

Metode Presentase
Metode penyusutan yang didasarkan metode persentase terdiri dari metode
pcnyusutan persentase rata-rata dan metode pcnyusutan persentase tetap.
2.3.2.1 Metode Penyusutan Persentase Rata-Rata
Jumlah penyusutan yang didasarkan pada metode penyusut persentase ratarata adalah hasil pembagian dan nilai iset yang dinih dalarn keadaan baru (100%)
dengan umur ekoriomis dan aset. Apabila harga belI aset seharga 10 juta rupiah
dengan umur ekonornis se1ama 5 tahun. maka besamya pcnyusutan tahunan adalah
sebesar l00%. 5 = 20%. Untuk rnembeli aset baru pada masa yang akan datang
dengan harga yang lebih mahal, baik sebagai akibat tingka inflasi maupun akibat
perubahan teknologi maka persentase penyusutan rata-rata ditingkatkan dengan cara
kelipatan dua. Berdasarkan pada penjelasan ini, jurnlah penyusutan setiap tahun
dihitung sebagal berikut.

- Tahun I

= 40% x Rp 10.000.000
Rp 10.000.000 - Rp 4.000.000

= Rp 4.000.000
= Rp 6.000.000.

- Tahun II

= 40% x Rp 6.000.000

= Rp 2.400.000.-

Rp 6.000.000 - Rp 2.400.000
- Tahun Ill

= 40% x Rp 3.600.000

= Rp 1.440.000.-

Rp 3.600.000 - Rp 1.440.000
- Tahun IV

= 40% x Rp. 2.160.000

= Rp.2.160.000.= Rp.

Rp 2.160.000 - Rp 864.000
- Tahun V

= Rp 3.600.000.-

864.000-

= Rp. 1.296.000-

= 40% x Rp 1.296.000
Rp 1.296.000 - Rp 518.400

= Rp.

518.400.-

= Rp.

777.600.-

Tabel III-7
Jadwal Penyusutar den gan Menggunakan
Metode Persentase Rata-Rata (dalam Rp)
Tahun

Penyusutan
Tahun

Jumlah
Penyusutan

Nilai
Aset

0
1
2
3
4
5

2.400.000
1.440.000
864.000
518.400
518.400

4.000.000
6.400.000
7.840.000
8.704.000
9.222.000

10.000.000
6.000.000
3.600.000
2.160.000
1.296.000
777.600

2.3.2.2 Metode Persentase Tetap


Perhitungan yang digunakan untuk menentukan jumlah penyusutan secara
persentase tetap dilakukan dengan menggunakan formula sebagai berikut :

r=1-

S
B

..(3-2)

dimana :

r = Dasar penyusutan dan asset


S = Nilai sisa
n = Jumlah masa usia ekonomis dan aset
B = Harga bell aset (original cost)

Kembali pada contoh sebelumnya, apabila harga beli aset Rp 10.000.000,dengan nilai sisa Rp 2.000.000,- dan umur ekonomis 5 tahun, maka besarnya
persentase penyusutan:

r=1-

2.000 .000
10.000 .000

r = 1 (0,2) 1/5
r = 1 (0,72477966)
r = 0,27522034 = 27,522034 %

Untuk menghitung jumlah penyusutan tahunan:


- Tahun I

- Tahun II

- Tahun III

- Tahun IV

= 10.000.000 x 0,27522034 = Rp 2.752.203,= 10.000.000 - 2.752.203

= Rp 7.247.796.-

= 7.247.796 x 0,27522034

= Rp 1.994.741,-

= 7.247.796 - 1.994.741

= Rp 5.253.055,-

= 5.253.055 x 0,27522034

= Rp 1.445.748,-

= 5.253.055 - 1.445.748

= Rp 3.807.307,-

= 3.807.307 x 0,27522034

= Rp 1.047.848,-

= 3.807.307 - 1.047.848

= Rp 2.759.459,-

- Tahun V

= 2.759.459 x 027522034

= Rp 759.459,-

= 2.759.459 - 759.459

= Rp 2.000.000,-

Tabel III-8
Jadwal Penyusulan yang Didasarkan pada
Metode Persentase Tetap (dalam Rp)
Tahun

Penyusutan
Tahun

Jumlah
Penyusutan

Nilai
Aset

0
1
2
3
4
5

2.752.203
1.994.741
1.445.748
1.047.848
759.459

2.752.203
4.746.944
6.192.692
7.240.540
8.000.000

10.000.000
7.247.787
5.253.056
3.807.308
2.759.460
2.000.000

2.4. Metode Penyusutan Gabungan


Apabila aset yang disusut lebih dan satu, rnempunyai umur ekonomis yang berbeda
dan harga beli serta scrap value yang bc.rbeda pula, biasanya dalam perhitungan penyusutan
dilakukan dengan metode penyusutan gabungan.
Contoh 4 :
Sebuah perusahaan rnempunyai 3 buali mesin, mesin I harga belinya Rp 10.000.000,-,
mesin II Rp 7.000.000,-, dan mesin Ill harga belinya Rp 5.000.000,-. Umur ekonomis mesin
I, II, dan III masing-masing 5 tahun, 4 tahun, dan 10 tahun. Scrap value dar !cetiga mesin
tersebut diduga Rp 2.000.000,-, Rp 1.000.000,-, dan mesin ketiga Rp 400.000,-. Jelasnya
seperti terlihat dalam Tabel III-9 berikut:

Tabel III-9
Harga Beli, Umur Ekonomis, dan Nilai sisa
dari 3 Mesin

Mesin

Harga

Scrap

Jumlah

Umur

Penyusutan

Beli

Value

Penyusutan

Mesin

Tahunan

(Rp)
10.000.000

(Rp)
2.000.000

(Rp)
8.000.000

(Tahun)
5

(Rp)
1.600.000

7.000.000

1.000.000

6.000.000

1.500.000

C
Jml

5.000.000
22.000.000

400.000
3.400.000

4.600.000
18.600.000

10
19

460.000
3.560.000

3. Ringkasan
Depresiasi/penyusutan adalah salah satu kebijakan dalarn pengadaan dana untuk
penggantian aset baru. Cara untuk melakukan depresiasi penyusutan pada umumnya dapat
dilakukan dengan 4 metode, antara lain penyusutan secara rata-rata yang terdiri dari metode
garis lurus, metode yang didasarkan pada jumlah produksi, dan metode yangg didasarkan
pada jumlah jam keja mesin. kedua, metode bunga majemuk yang terdiri dari metode anuitas
(annuity method), dan metode penyisihan dana (sinking fund method). Ketiga, metode
penurunan yang terdiri dari metode jumlah angka tahunan (sum of years digit method), dan
metode persentase. Menggunakan metode persentase dapar dilakukan dengan metode
persentase tetap dan metode persentase rata-rata. Terakhir, metode gabungan sering
digunakan pada usaha/proyek yang mengunakan beberapa aset yang rcrnpunyai harga dan
umur ekonomis yang berbeda.