Anda di halaman 1dari 6

Nama : OKI MITRA

Nim

: 088 13 1907
FENOMENA BAHASA
(Al-Musytarak Al-Lafzhi, At-Taraduf, Dan At-Tudhad)

A. Al-Musytarak Al-Lafzhi
Al-musytarak al-lafzhi disebut juga dengan al-isytirak.
Secara bahasa merupakan isim maful dari kata ,
mashdar-nya . Di dalam bahasa indonesia bermakna
homonim. Dalam bahasa inggris disebut dengan homonyme.
Menurut istilah, ada banyak defenisi al-musytarak al-lafzhi
dari para pakar bahasa, di antaranya:
a. Al-Jurjani
b. Ibnu Faris ),( )

( ) ,(
c. Defenisi lain
d. As-Suyuthi

e. Subhi Shalih
Defenisi di atas hampir sama maknanya. Namun, dapat kita
simpulkan yang dimaksud dengan al-musytarak al-lafdzhi adalah
setiap kata yang mempunyai banyak makna.
Contoh-Contoh Al-Musytarak al-lafzhi
Adapun beberapa contoh tentang al-musytarak al-lafzhi
dalam Al-Quran sebagai berikut :
1. Kata mempunyai dua makna, yaitu :
a) dengan makna yang dijanjikan Allah bagi orangorang yang bertakwa, seperti pada QS. Al-Hadid : 21




Artinya:

Berlomba-lombalah
kamu
kepada
(mendapatkan) ampunan dari Tuhan mu dan
syurga yang luasnya seluas langit dan bumi,

yang disediakan bagi orang-orang yang beriman


kepada Allah dan rasul-rasul Nya. Itulah karunia
Allah,
diberikannya
kepada
siapa
yang
dikehendakinya, dan Allah mempunyai karunia
yang besar.
b) dengan makna taman yang di dalamnya ada
pohon-pohon seperti dalam QS. Al-Baqarah: 35



Artinya: Dan kami berfirman: hai Adam, diamilah oleh
kamu dan istrimu syurga ini, dan makanlah
makanan-makanannya yang banyak lagi baik
dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah
kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu
termasuk orang-orang yang zalim.
2. Kata mempunyai makna yang berbeda-beda di dalam
Al-Quran di antaranya:
a) Pada QS. Al-Maidah: 55 bermakna shalat lima waktu.


b) Pada QS. Al-Maidah: 106 bermakna shalat ashar.


c) Pada QS. Al-Jumuah: 9 bermakna shalat jumat.


d) Pada QS. At-Taubah: 103 bermakna doa.


Sebab-sebab munculnya Al-Musytarak al-lafzhi
a. Perbedaan dialek bangsa Arab masa kuno, merupakan hasil
dari perbedaan kabilah-kabilah dalam menggunakan sutu
kata. Satu kata digunakan oleh suatu kabilah untuk makna
tertentu, dan kabilah lainnya menggunakan untuk makna
yang lain. Maka, terdapat banyak makna dari satu kata
tersebut.
b. Perkembangan bunyi yang mempengaruhi lafaz huruf-huruf
asli, baik dengan cara menghapus (hadzaf), menambah
(ziyadah), dan mengganti (ibdal) salah satu huruf yang ada
dalam lafaz tersebut, sehingga lafaz tersebut menyatu

dengan lafaz lain, tetapi berbeda makna. Contohnya : kata


berubah menjadi , dengan cara menukar
dengan ( hamzah), kerana dekatnya makhraj kedua huruf
tersebut. Tetapi, makna keduanya tetap sama, yaitu .
Contoh lainnya adalah kata menjadi , maknanya
tetap sama, yaitu .

Atau, ada kata

menjadi

yang bermakna .
c. Perpindahan sebagian kata dari makna asli kepada makna
majazi karena alasan tertentu, kemudian banyak yang
menggunakan lafaz tersebut. Contohnya kata makna ,
kata ini dimaknai dengan , ,
, .
d. Peristiwa perubahan bentuk kata dalam dua lafaz yang
berdekatan dalam sighat. Contohnya kata menjadi
bermakna dan bermakna .
Sedangkan bermakna .
Al-Musytarak al-lafzhi muncul dari keragaman bahasa
Arab yang dimiliki oleh kabilah-kabilah Arab. Al-Musytarak allafzhi ini terbukti semakin berkembang di kalangan bangsa
Arab terutama karena bahasa merupakan alat sosial yang
hidup dan terus berkembang selagi masyarakat masih
berinteraksi. Pada akhirnya, Al-Musytarak al-lafzhi semakin
banyak ditemukan karena perbedaan dialek antar kabilah.
Beberapa di antara kabilah tersebut ingin mempermudah
pengucapan dan memperingan bahasa. Ada
yang
menghapus, mengganti, menambah, mengurangi, seperti
contoh-contoh yang telah dikemukakan di atas.
B. Al-Mutardif
Al-Mutardif disebut juga dengan At-Taraduf atau AlMuradif. Secara bahasa, Al-Mutardif berasal dari huruf -- ,
artinya yang menyerupai sesuatu. Al-Mutardif dalam bahasa
Inggris disebut juga dengan synonime. Sedangkan dalam
bahasa Indonesia, Al-Mutaradf dikenal dengan sinonim.
Secara istilah, Al-Mutardif ditulis oleh Al-Jurjani dalam
bukunya, yaitu :

a.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa AlMutardif adalah beberapa kata yang berbeda lafaznya, tetapi
memiliki makna yang sama, atau satu makna.
Contoh-contoh Al-Mutardif
a. - , semua kata ini memiliki makna
yang sama.
b. - - - , makna kata-kata ini juga sama.
c. - - ,
sejumlah kata ini juga hanya mempunyai satu makna.
Sebab-sebab Adanya Al-Mutardif
a. Perpindahan kosa kata dialek Arab pada dialek Quraisy. Hal ini
disebabkan karena banyaknya kosa kata Arab yang tidak ada
di dalam dialek Quraisy dan membuat orang Quraisy merasa
butuh terhadap sejumlah kosa kata ini. Maka mereka
menggunakan kosa kata tersebut dalam lahjah mereka.
b. Para pengarang mujam atau kamus, mengambil dialek dari
kabilah-kabilah Arab yang sangat beragam.
c. Pembukuan oleh pengarang mujam terhadap kata-kata yang
mengalami perubahan dan pemindahan terhadap mufradat
lain dalam penggunaannya.
d. Tidak adanya pembeda oleh pengarang mujam antara makna
hakiki dan makna majazi.
e. Perpindahan makna sifat kepada makna isim yang disifatinya.
f. Banyaknya lembaran-lembaran dalam bahasa Arab kuno
khususnya ketika tulisan Arab belum diberi tanda titik dan
baris.
C. Al-Mutadhad atau At-Tudhad
Al-mutadhad adalah satu bagian dari al-musytarak. Disebut
juga dengan al-adhdhad dan at-tudhad. Berasal dari kata -
mashdarnya bermakna satu kata yang menunjukkan
satu makna dan juga makna sebaliknya yang berlawanan.
Sedangkan menurut istilah ada beberapa defenisi attudhad yaitu:

a.
b.
c.
4

Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa at-tudhad


adalah suatu lafaz atau kata yang mempunyai satu makna dan
juga makna yang berlawanan.

Contoh-contoh at-tudhad
Ada beberapa contoh tentang at-tudhad di dalam Al-Quran,
seperti :
1. Kata bermakna
Kata sering dimaknai dengan prasangka, di dalam AlQuran kata tersebut memiliki makna yang berbeda dan
berlawana. Pada QS. Al-Baqarah : 45-46 kata bermakna
karena arah pembicaraan tertuju kepada orang-orang
yang beriman, yang tidak ragu lagi bahwa mereka akan
menemui Tuhannya. Pada QS. Al-Jatsiyah : 32 kata
bermakna karena arah pembicaraan tertuju kepada
orang-orang kafir.
2. Kata bermakna
Pada QS. Hud : 71 kata bermakna karena Yaqub
adalah putera nabi Ishaq, sedangkan pada QS. Al-Kahfi : 79
kata bermakna karena tujuan Khaidir merusak kapal
disebabkan ada raja yang zalim yang akan merampas kapalkapal yang lewat.
3. kata pada QS. Al-Baqarah : 228 bermakna
.
Sebab-sebab adanya at-tudhad
a. Dilalah lafaz terhadap makna yang umum yang terdapat di
dalamnya dua kata yang berlawanan, seperti kata
dalam lafaz .
makna asalnya ,
dikatakan karena

.
b. Perpindahan lafaz dari makna yang asli kepada makna yang
majazi, seperti pemakaian lafaz-lafaz berikut ini :
c. Adanya kesamaan antara dua kata dalam sighat sharfiyah,
seperti kesamaan sighat (sama-sama idgham) isim fail dan
isim maful dengan contoh-contoh sebagai berikut :

d. Pebedaan kabilah-kabilah arab dalam menggunakan kata


yang sama antara dua kata dalam sighat sharfiyah, seperti
pemakaian lafaz-lafaz sebagai berikut :
e. Adanya kesatuan antara satu lafaz dengan lafaz yang
berlawanan dengan kaidah perkembangan suara.