Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI UMUM
PLASMOLISIS DAN DEPLASMOLISIS

Di susun oleh :
Kelas Fisika Murni

1. Ryan Galih Permana


( 113224021 )
2. Desi Intan Purnamasari
( 113224013 )
3. Dani Fitriani
( 113224008 )
4. Vita Restu Muzkantri
( 113224016 )
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2011

LAPORAN BIOLOGI PLASMOLISIS PADA DAUN


RHOEDISCOLOR
B. Tujuan
1. Untuk mengamati mekanisme plasmolisis
2. Untuk mengetahui pengaruh sukrosa pada
rhoediscolor
C. Dasar Teori
A. Plasmolisis
Plasmolisis adalah lepasnya membran plasma dari dinding sel pada sel
tumbuhan. Plasmolisis terjadi jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam
terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga
tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel
dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan
menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di
suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel,
menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Plasmolisis
hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya
terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan
bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis,
seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang
memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.
B. Deplasmolisis
Deplasmolisis merupakan kebalikan dari plasmolisis, yaitu menyatunya
kembali membran plasma yang telah lepas dari dinding sel. Deplasmolisis
terjadi jika sel tumbuhan diletakkan di larutan hipotonik, sel tumbuhan akan
menyerap air dan juga tekanan turgor meningkat. Banyaknya air yang
masuk ke dalam sel akan menyebabkan terjadinya deplasmolisis.
Membran plasma akan mengembang sehingga akan melekat kembali pada
dinding sel.

D. Hasil Pengamatan

E. Analisis
F. Pembahasan
Berikut ini adalahpembahasan praktikum kami
tentang plasmolisis. Kami menggunakan daun
rhoediscolor karena kemudahaan saat mengambil
selnya. Bagian yang kami ambil untuk diamati yakni
selaput tipis yang ada pada bagian bawah daun
tersebut (yang berwarna ungu).
Jika sel tumbuhan ditetesi larutan sukrosa
terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan
kehilangan air, menyebabkan sel tumbuhan lemah.
Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu.
Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan
terjadinya plasmolisis. Tetapi plasmolisis dapat
dibalikan jika sel ditetesi larutan hipotonik (air murni)
G. Kesimpulan
1. Larutan sukrosa dapat mempengaruhi plasmolisis pada
sel karena sukrosa bersifat hipertonik.
2. Tidak semua sel dapat terdisplasmolisis.