Anda di halaman 1dari 7

Nama

= Ny. W

Umur

= 26 th

Alamat

= pagelaran

Jenis kelamin = perempuan


MRS

= 30 November 2011 jam 07:30

Dx Medis

= Combustio Grade II 45%, Post debridement


Assesment

Data Dasar

Diagnosa Gizi (PES)


Identifikasi
Masalah

1. Antropometri
- BB: 54 kg
-

NI.Peningkatan
Kebutuhan
Metabolisme

TB: 168 cm

IMT: 19,13
(Normal)
2. Biokimia
Hb : 15 (11,5-17,4

g/dL)
Alb : 3,23 (4-5,2

Problem

Alb: rendah
()
AL:
tinggi()

Etiologi

Intervensi

Monev

Signs &
Symtomps

Disebabkan karena Ditandai dengan


adanya luka bakar bagian tubuh
terkena luka
bakar sebesar
45%

ND. 2.1 Enteral


Nutrition
NGT (Naso
Gastric Tube)
E : 2170,6 kcal
Karbohidrat =
325,6 g
Protein = 135,7 g
Lemak = 36,2 g
Pasien diberikan
protein tinggi pada

FH 1.3.1 Enteral
Nutrition Intake
Pemenuhan
kebutuhan energi
yang sesuai
dipantau setiap
hari
Apabila sudah
mampu untuk

g/dL)

K: rendah()

makanan enteral
digunakan untuk
peningkatan kadar
albumin pada
tubuhnya.
RC-1 :
Kolaborasi dengan
perawat mengenai
waktu makan dan
pemeuhan cairan
infud.

TP : 4,56 (6,6-8,7
%)
GDS: (80-140
mg/dL)
Cr : - (0,7-1,5
mg/dL)
AL : 12 (5-10 rb/mL)
AT : 202 (150NI.Peningkatan
kebututuhan
vitamin A

400ribu/mL)
HMT : (40-48%)
Na :135 (135-

Disebabkan karena
meningkatnya
kebutuhan
imunitas

Ditandai dengan
post-op
pengangkatan
luka

147mmol/L)
K

: 3 (135-

NI.Peningkatan
kebutuhan
vitamin C

147mmol/L)
Cl : 104,9 (100106mmol/L)
3. Fisik/klinis
- Kesadaran : CM
- Tekanan Darah :
110/70 mmHg
- Nadi : 92x/menit
-

Ditandai dengan
kulit yang
mengelupas dan
kemerahan

RC-1
Kolaborasi dengan
dokter mengenai
pemberian
suplementasi
vitamin A dan C

Protein profile
(BD-1.11)
Pemantauan
serum albumin
untuk mengetahui
peningkatan
kadar albumin
BD-1.2 Elektrolit
dan profil ginjal
Pemantauan K
dan AL untuk
mengetahui kadar
yang sesuai
dengan
kebutuhannya
BD-1.13 Profil
Vitamin
Pengukuran
vitamin melalui
tes laboratorium

Pernafasan :
18x/menit

Disebabkan karena
kebutuhan
perbaikan kolagen
yang meningkat

RC-1 :
Kolaborasi dengan
dokter untuk tes
laboratorium (K,
AL, Albumin)

berganti makanan
yang lebih padat
maka dipindah
dengan makanan
saring

Kedalaman

Suhu : 36,50C

luka bakar

NE 1

Kedalaman luka

derajat II A

Edukasi kepada
pasien mengenai
motivasi untuk
sembuh

bakar derajat II A
4. Dietary
Riwayat gizi sekarang:
Saat MRS, mendapatkan
Asupan Enteral
Energi 1425 (kcal) =
50,08 % (kurang)
Protein 47,3 (g) =
26,60% (kurang)
Lemak 22,63 (g) =
47,72% (kurang)
KH 157,1 (g) = 36,81%
(kurang)
Infus NaCl (tidak
berenergi)
Riwayat gizi dahulu:
Nasi 3x/hari @ 2
centong
Sayur: kangkung,
bayam, wortel, buncis
3x/hari @ 1 sendok

Pengetahuan dan
motivasi pasien
meningkat

sayur
Lauk hewani: ayam,
telur 1x/minggu
Lauk nabati: tempe, tahu
2-3x/hari

Combustio
grade
II
Teh setiap pagi
45%, Post
5. Riwayat Penyakit
Debridement
dan Keluarga
Sebelumnya
Riwayat Penyakit
pasien telah
Riwayat sekarang
Combustio grade II menjalani
45%, Post Debridement operasi
Riwayat
Penyakit curettage.
Dahulu
Sebelumnya pasien telah
menjalani
operasi
curettage.
Data sosial ekonomi
Pekerjaan : Ibu Rumah
Tangga
Status : Menikah
Pendidikan : SMA
PRESKRIPSI DIET
TUJUAN:
1. Mempercepat Penyembuhan

2. Mencegah terjadinya gangguan metabolic


3. Mempertahankan status gizi secara optimal selama proses penyembuhan
4. Mengusahakan dan mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak
5. Mencegah terjadinya keseimbangan nitrogen yang negative, memperkecil terjadinya hiperglikemia dan hipertrigliseridemia
6. Mencegah terjadinya gejala-gejala kekurangan zat mikro
PRINSIP

Makanan enteral (cair)

NGT

SYARAT

Kebutuhan energy dihitung dengan pertimbangan dengan kedalam dan luas luka bakar:
Protein : 25% untuk meningkatkan kebutuhan albumin pasien
Lemak 15% untuk menyeimbangkan energi
Karbohidrat : 60% untuk kebutuhan energy dan glukosa tubuh

Vitamin diberikan 2 x AKG untuk membantu mempercepat penyembuhan dan menangkal radikal bebas, yaitu
vitamin A 2 x 500 = 1000 mcg
vitamin C 2 x 75 = 150 mcg
vitamin E 200 SI

Mineral diberikan tinggi terutama Zat besi 26 mg, Seng 10 mg, Fosfat 700 mg, dan Magnesium 310 mg

Kebutuhan cairan tinggi, akibat luka bakar yang luas sebesar 45% sehingga menyebabkan terjadi kehilangan cairan dan
elektrolit secara intensif. Resusitasi 48 jam pertama pemberian cairan ditujukan untuk menganti cairan yang hilang agar tidak
terjadi hipovolemik syok
Perhitungan cairan= 4 ml x 45 x 54 = 9720 ml
Pasein membutuhkan energy 2170,6 kkal
Cairan untuk pembilas bolus (30-60 ml)= 5 x 50 ml = 250 ml
Pemenuhan cairan yang lain melalui infus

Bahan makanan yang tidak dianjurkan adalah bahan makanan yang mengandung hiperalergik

KEBUTUHAN ENERGI DAN ZAT GIZI


Energi
BBI = (168-100)-(10%x(168-100)= 61,2 kg
Haris Benedict
BMR =655 + (19,6xBB)+(1,8 x TB)-(4,7xUmur)
655 + (19,6 x 61,2) +(1,8 x 168) (4,7x26) = 1422,72 kkal
Kebutuhan pasien 2 x BMR = 2 X 1422,72 = 2845,44 kkal
TEE = 1422,72 x 1,2 x 1,7 = 2902,35 kkal
Currerri = (25xBB) + (40x %TBSA)
(25x 54)+(40x45)= 3150 kkal

Toronto= {(-4343)1-(10,5x%TBSA)+(0,23xKkal)+(0,84xHB)+(114xT)-(4,5xday)xFA}
{(-4343)+(10,5x45)+(0,23x1425)+(0,84x1422,7)+(114x36,5)-4,5x1,2}
2170,6 kkal
Penghitungan energy menggunakan Toronto yaitu 2170,6 kkal

Pembagian zat makro dalam sehari :


Karbohidrat 60% = 325,6 g
Protein 25% = 135,7 g
Lemak 15% = 36,2 g
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, Sunita. 2004. Penuntun Diet Edisi Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Wahyuningsih, Retno. 2013. Penatalaksanaan Diet pada Pasien. Yogyakarta: Graha Ilmu.