Anda di halaman 1dari 2

Evaluasi Restorasi Estetis

Sesuai namanya, restorasi ini harus bersifat estetis (KBBI: 1 mengenai keindahan;
menyangkut apresiasi keindahan; 2 Mempunyai penilaian terhadap keindahan) dimana
hasilnya harus terlihat sesuai sebagai mana umumnya gigi pada pasien atau gigi orang
lain sehingga terlihat estetis. Restorasi ini tentunya berfokus pada warna, outline bentuk
gigi, dan titik kontak serta pada beberapa restorasi dilakukan pembentukan tekstur.
Namun, perhatian restorasi estetis tersebut juga tidaklah tidak memedulikan sifat sifat
yang menguntungkan dari kekuatan, kekerasan, dll.
Oleh karena itu, kita sangat perlu untuk melakukan evaluasi dalam setiap melakukan
restorasi agar hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan yaitu, hasilnya nyaman
dipandang dan tidak menyebabkan risiko penambahan penyakit di kemudian hari. Dalam
melakukan evaluasi, diperlukan evaluasi dengan dua cara, yaitu dengan melihatnya dan
dengan melakukan pengecekkan secara fisik
.
Dengan melihat
Sebagaimana sifat estetis yang disampaikan sebelumnya, restorasi ini sangatlah perlu
dilakukan evaluasi dengan melihatnya dimana evaluasi dengan melihat, dibagi menjadi
dua yaitu evaluasi secara klinisestetis dan evaluasi secara radiografis.
Evaluasi secara klinis, yaitu dengan melihat langsung restorasi tersebut, apakah
warna dan bentuk gigi tersebut sesuai dengan warna dan bentuk gigi sekitarnya ataupun
gigi manusia pada umumnya. Dalam melakukan evaluasi ini tentunya kita harus dapat
mengetahui perkiraan dari warna dan bentuk asli gigi yang hendak direstorasi atau gigi
pada umumnya. Dari evaluasi inilah kita dapat mengetahui restorasi tersebut apakah
restorasi estetik atau tidak.
Sedangkan evaluasi secara radiografis, hal yang pertama kali diperlukan dalam
evaluasi ini ialah mengevaluasi terlebuh dahulu mutu dari radiograf itu sendiri. Karena
akan sulit menginterpretasi bahan restorasi jika mutu radiograf buruk. Evaluasi Restorasi
dengan cara ini dilakukan setelah evaluasi restorasi secara klinis menimbang prinsip
ALARA. Evaluasi secara radiografis ini menitikberatkan pada beberapa poin restorasi,
indirect, yaitu:
Radiodensitas
Restorasi estetik umumnya bersifat radiolusen atau sedikit radioopak, sehingga tidak
semua elemen pada restorasi estetik dapat dievaluasi dengan cara ini
Over/ Under Contouring
Evaluasi pada poin ini ialah apakah restorasi
tersebut membentuk kontur yang sesuai dengan
gigi atau malah membentuk kontur yang berlebih
atau bahkan kurang dari kontur gigi yang
direstorasi tersebut.
Overhanging
Overhanging yaitu kelebihan restorasi yang
menimbulkan step pada sisi proksimal di
perbatasan gigi asli dengan restorasi yang data
mengakibatkan penyakit periodontal
Adaptasi restorasi terhadap kavitas
Hal ini juga perlu dievalauasi karena restorasi yang tidak dapat beradaptasi dengan

kavitas dapat menyisakan ruang untuk bakteri membentuk lagi karies sekunder yang
sangat merugikan pasien.
Negative atau reverse ledges
Adanya titik kontak
Ada tidaknya lining material Radiodensitas dari lining material.
Dan juga evaluasi jaringan dibawah restorasi tersebut, yaitu:
Karies recurrent
Karies Residual
Bayangan radioopak dari pelepasan tin dan ion zinc
Ukuran Pulpa
Resorpsi internal
Ada tidaknya root filling material
Ada tidaknya dan baik tidaknya pin atau post
Dengan melakukan pengecekan secara fisik
Evaluasi dengan cara ini tidak bisa pula dilepaskan dari evaluasi dengan cara
melihat, evaluasi ini dan evaluasi dengan cara melihat merupakan dua hal yang saling
menguatkan hasil dari evaluasi restorasi. Evaluasi dengan melakukan pengecekkan secara
fisik yang dimaksud ialah pengecekkan dengan menggunakan tangan dengan instrumen.
Instrumen yang biasa dipakai dalam evaluasi ini ialah dengan memakai sonde.
Setiap setelah melakukan penumpatan, kita
perlu mengecek:
Tekstur permukaan tumpatan (halus atau
setara dengan gigi sebelahnya)
Perbatasan antara tumpatan dengan gigi asli
(over hanging dan under contour)
Struktur anatomis tumpatan pada gigi
(over/ under contour)
Fokus pada kegagalan yang sering terjadi
pada restorasi Resin Komposit ialah adhesi
pada marginal restorasi yang sering menghilang dan fokus kegagalan yang akan
dievaluasi pada restorasi GIC ialah kegagalan pada waktu dan konsistensi tumpatan yang
kurang tepat ketika pengaplikasiannya sehingga terkadang menghasilkan tumpatan yang
cembung karena sifat lengketnya pada instrumen saat instrumen diangkat.