Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS USAHA PAKAN IKAN BUATAN

Disusun oleh :

1.
2.
3.
4.
5.

Mira Ismayanti
Revilarita Arlanda
Triyanto
Ussy Trianty
Wahyu Satriaji

14141110
14141110
14141110
14141110
14141110

JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

PENDAHULUAN

A.Peluang Usaha Pembuatan Pakan Ikan .


Peluang Bisnis ini tentunya bisa dilihat dari besarnya kebutuhan pasar pasokan
ikan untuk mencukupi kebutuhan konsumen masih belum memadai. Dan sudah
pasti bahwa pakan ikan merupakan komponen utama dalam usaha perikanan
menjadi suatu hal yang penting. Saat ini harga pakan ikan mencapai Rp. 7.500 /
kg. Bahkan lebih mahal dari beras. Tingginya harga pakan diakibatkan oleh
ketergantungan bahan baku dari luar negeri. Impor tepung ikan sebagai bahan
baku mencapai 50.000 60.000 ton/ tahun. Atau sekitar 50 % dan total
kebutuhan.
Presentase biaya produksi usaha perikanan 70 % lebih terkosentrasi untuk pakan.
Sehingga peluang usaha pakan ikan cukup menjanjikan. Yang penting, calon
pelaku mesti pintar memilih lokasi usaha. Sebaiknya lokasi produksi dekat sentra
petani ikan, sekaligus tak jauh dari sumber bahan baku. Bahan bakunya
disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya alam setempat. Pakan ikan bisa dari
bahan kaya protein baik hewani maupun nabati, dengan syarat misalnya,
mengandung nutrisi tinggi, mudah diperoleh , gampang diolah.
B.Komposisi Bahan Pembuatan Pakan Buatan.
Bahan yang umum digunakan adalah jagung dedak padi, bungkil keledai, dedak
gandum, tepung ikan, minyak sawit, mineral dan asam amino. Komposisi tiap
bahan diramu sesuai kebutuhan jenis ikan. Dengan memanfaatkan produk lokal,
harga pakan ikan bisa lebih murah 50 % dari harga pakan ikan yang diracik
dengan bahan baku import.
C. Pentingnya FCR
Untuk menjamin kecukupan nutrisi yang dibutuhkan ikan. Pakan mesti diramu
dengan komposisi bahan baku yang tepat. Pakan bermutu tinggi bila memiliki nila
Feed Convertion Ratio (FCR) tinggi. Selain mencerminkan kandungan nutrisi
dalam pakan. Nilai FCR juga mengisyatatkan efisiensi pemanfaatan oleh ikan.
Nilai besarnya FCR bisa ditentukan dengan menghitung jumlah berat pakan yang
dihasilkan lalu dikalikan 100 %. Untung dan rugi yang dituai petani sangat
ditentukan oleh nilai FCR.

PEMBAHASAN
A.KOMPOSISI PAKAN IKAN
Dalam pembuatan pakan ikan di perlukan perhitungan komposisi pakan yang
tepat agar hasil yang di dapatkan optimal dan efisien, berikut adalah contoh
komposisi pakan dalam suatu produksi pakan buatan.
(Dalam %)
No

Bahan

Ikan Mas

Ikan Lele

1.

Jagung kuning

25.59

44.00

2.

Bungkil keledai

25.00

16.00

3.

Daun talas

10.00

4.

Dedak padi

15.00

16.00

5.

Tepung ikan

15.00

16.00

6.

Keong mas

6.61

7.

Minyak kelapa

1.00

8.

Kapur

9.

Premix

1.00

1.00

10.

Antijamur

0.03

0.03

11.

Garam

0.04

0.02

12.

Antioksida

0.0125

0.0125

13.

Vitamin C

40 ppm

40 pmm

14.

Kulit gandum

10.45

15.

Lumpur sawit

5.42

16.

Ampas kecap

11.00

1.00

17.

Minyak ikan

0.0

B.Langkah-langkah Pembuatan Pakan


Secara garis besar proses pembuatan pakan ikan dibagi dalam 5 langkah.

Masing masing bahan dihaluskan dengan bantuan mesin hammer mill

Setelah itu diayak

Bahan yang sudah jadi tepung kemudian ditakar sesuai komposisi masing
masing dan dicampur dalam mesin mixer

Supaya aroma pakan muncul bahan baku dikukus dalam perantil steam

Langkah berikutnya, dicetak jadi butiran pelet menggunakan mesin

Cerak pelet

Proses pendinginan. Pelet dikering-anginkan dengan alat blower

C.ANALISIS USAHA PEMBUATAN PAKAN IKAN


Berikut adalah contoh analisis usaha pembuatan pakan ikan secara sederhana
Periode : 1 bulan
Kapasitas produksi : 2 ton / hari

BIAYA INVESTASI
Hammer mill

Rp. 12.000.000

Mixer

Rp. 5.500.000

Steam
Mesin pelet

Rp. 15.000.000
Rp. 50.000.000

Bagunan

Rp. 15.000.000

Total Biaya Inverstasi

Rp. 97.500.000

BIAYA TETAP
Penyusutan hammer mill 10%

Rp.

100.000

Penyusutan mixer 10%

Rp.

45.000

Penyusutan steam

Rp.

125.000

Perawatan

Rp.

50.000

Promosi & Pemasaran

Rp.

420.000

Asuransi (5% x biaya bangunan)

Rp.

Total Biaya Tetap

750.000

Rp. 1.910.000 / bulan

BIAYA TIDAK TETAP


Listrik

Rp.

46.000

Tepung Jagung

Rp.

36.000

Dedak padi

Rp.

300.000

Bungkil keledai

Rp.

200.000

Tepung ikan

Rp.

135.000

Minyak kelapa

Rp.

210.000

Kapur

Rp.

220.000

Premix

Rp.

220.000

Antijamur

Rp.

230.000

Garam

Rp.

90.000

Antioksida

Rp.

3.800

Vitamin C

Rp.

120.000

Tenaga kerja (2 orang)

Rp.

600.000

Kemasan

Rp.

100.000

Pengangkutan

Rp.

100.000

Lain lain

Rp.

200.000

Total Biaya Tidak Tetap

Rp. 2.810.800 / hari

Rp. 84.324.000 / bulan

BIAYA PRODUKSI
Biaya Tetap + Biaya Tidak Tetap
Rp. 1.910.000 + Rp. 84.324.000

= Rp. 86.234.000

HASIL USAHA
Kapasitas produksi per hari x 30 hari x harga pakan
(2.000 kg x 30 hari x Rp. 2.000) =

Rp. 120.000.000

KEUNTUNGAN
Hasil Usaha Biaya Produksi
(Rp. 120.000.000Rp. 86.234.000)= Rp. 33.766.000

JANGKA WAKTU BALIK MODAL


(Biaya Invertasi + Biaya Produksi) : (Keuntungan x Periode)
(Rp. 97.500.000 + Rp. 86.234.000) : (Rp. 33.766.000 x 1 )
(bulan).

= 5.44 periode

Catatan : pelet ikan Rp. 2.000 per kg.

KESIMPULAN

Berdasarkan data di atas dapat di simpulkan hal-hal sebagai


berikut :
1. Usaha Pakan ikan merupakan usaha yang menjanjikan
2. Bahan-bahan yang di butuhkan dalam produksi pakan
mudah di dapat
3. Komposisi bahan pembuat pakan harus memiliki kadar
protein tinggi
4. Jangka waktu balik modal terhitung cepat
5. Kebutuhan pakan sangat tinggi di pasaran