Anda di halaman 1dari 24

HASIL SMALL GROUP DISCUSSION

MOBILISASI DAN IMOBILISASI

KELOMPOK II SGD
1. Ni Komang Atika Adi Wulandari
2. Komang Noviantari
3. Ni Putu Intan Parama Asti
4. Ni Kadek Amara Dewi
5. Ni Putu Juliadewi Eka Gunawati
6. G. A. Devi Maswiningrum
7. Ni Luh Diah Pradnya Kerthiari
8. I Ketut Dian Lanang Triana
9. I Gusti Ayu Angga Sukmaniti
10. Ni Pande Made Wahyu Diantari
11. Dewa Ayu Lydia Citra Dewi

(1302105005)
(1302105006)
(1302105007)
(1302105008)
(1302105033)
(1302105035)
(1302105036)
(1302105074)
(1302105081)
(1302105082)
(1302105089)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

2014
HASIL DISKUSI
TOPIK : MOBILISASI DAN IMOBILISASI
RABU, 15 JANUARI 2014

1. Jelaskan pengertian mobilisasi dalam konteks kesehatan!
Jawaban :
a. Mobilisasi adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal
dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan
kesejajaran tubuh selama mengankat, membungkuk, bergerak dan
melakukan aktifitas sehari-hari. (potter &perry)
b. Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas
mudah teratur dan mempunyai tujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
hidup sehat dan untuk kemandirian. (Barbara, 1991)
c. Mobilisasi adalah suatu kondisi dimana seseorang dapat bergerak dengan
bebas dan mobilitas dibagi menjadi dua bagian yaitu mobilitas aktif dan
pasif.
2. Sebutkan tujuan mobilisasi!
Jawaban :
Beberapa tujuan dari mobilisasi menurut Susan J. Garrison (2004),
antara lain :
a.

Mempertahankan fungsi tubuh

b.

Memperlancar

peredaran

darah

sehingga

mempercepat

penyembuhan luka
c.

Membantu pernafasan menjadi lebih baik

d.

Mempertahankan tonus otot

e.

Memperlancar eliminasi Alvi dan Urin

f.

Mengembalikan aktivitas tertentu sehingga pasien dapat kembali
normal dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.

g.

Memberi kesempatan perawat dan pasien untuk berinteraksi atau
berkomunikasi

Tujuan mobilisasi yang lainnya antara lain :
a.

Memenuhi kebutuhan dasar manusia

b.

Mencegah terjadinya trauma

c.

Mempertahankan tingkat kesehatan

d.

Mempertahankan interaksi sosial dan peran sehari - hari

otot skelet merupakan elemen kerja dari pergerakan. hidung dan telinga. Ligamen adalah ikatan jaringan fibrosa yang berwarna putih. Sistem skeletal Skelet adalah rangka pendukung tubuh yang terdiri dari empat tipe tulang yaitu tulang panjang. otot skelet. Skelet merupakan tempat melekatnya otot dan ligamen. ligamen. Otot yang penting dalam pergerakan melekat di regio skelet tempat pergerakan itu ditimbulkan oleh pengungkitan. yang terletak biasanya di sendi dan toraks. tulang pipih dan tulang ireguler. mengilat. mengilat. Tendon adalah jaringan ikat fibrosa berwarna putih. Otot yang penting dalam membentuk postur/kesejajaran tubuh berbentuk pendek. Karena kemampuannya untuk berkontraksi dan berelaksasi. Mencegah hilangnya kemampuan fungsi tubuh 3. b. dan kartilago. Katan ini menyebabkan gerakan dari bagian skelet seperti membuka dan menutup atau melurusakan lengan atau kaki.e. Sebutkan dan uraikan sistem tubuh yang berperan dalam proses mobilisasi! Jawaban : Koordinasi gerakan tubuh merupakan fungsi yang terintegrasi dari sistem skeletal. Selain itu. Elemen kontraktil otot skelet dicapai oleh struktur anatomis dan ikatannya pada skelet. Sendi merupakan hubungan di antara tulang dimana ada yang dapat terjadi gerakan dan tidak terjadi gerakan sama sekali. Otot skelet Gerakan tulang dan sendi merupakan proses aktif yang harus terintegrasi secara hati-hati untuk mencapai koordinasi. menyerupai kulit karena membungkus tendon dengan arah miring dan berkumpul secara yidak lansung pada tendon. Kartilago adlah jaringan penyambung yang tidak mempunyai vaskuler. tendon. . trakhea. yang menghubungkan otot dengan tulang. fleksibel mengikat sendi menjadi satu dan menghubungkan tulang dengan kartilago. dalam sistem skeletal juga terdapat sendi. laring. dan sistem saraf : a. tulang pendek.

Sistem tubuh yang berperan dalam mobilitas adalah sistem musculoskeletal. tulang pada kaki . Area motorik volunter utama berada di korteks serebral yaitu di girus prasetral atau jalur motorik. dimana sendi tersebut mempunyai struktur. 1) Sendi Sendi merupakan hubungan antartulang. yang terdiri dari sendi.c.Serat atau ligamennya fleksibel dan dapat diregangkan. fungsi dan tingkat mobilisasi yang berbeda-beda. Sehingga serabut motorik dari jalur motorik kanan mengawali gerakan volunter untuk tubuh bagian kiri dan serabut motorik dari jalur kiri mengawali gerakan volunter untuk tubuh bagian kanan. otot. Impuls keluar dari medula spinalis melalui saraf motorik eferen dan berjalan melalui saraf ke otot sehingga terjadi gerakan. propriosepsi. sacrum pada sendi vertebra. Selama gerakan volunter impuls turun dari jalur motorik ke medula spinalis. tendon. yaitu sendi yang permukaaan tulang disatukan dengan ligamet atau membran. - Sendi fibrosa disebut juga sendi sindesmodial. system syaraf. kartilago. Misalnya. - Sendi Kartilaginus disebut juga sendi sinkondrodial. sendi kostosternal antara sternum dan iga. Misalnya. namun tidak ada pergerakan dan jaringan tulang yang dibentuk di antara tulang mendukung kekuatan dan stabilitas. yaitu: - Sendi Sinostotik yaitu sendi yang mengacu pada ikatan tulang dengan tulang. Umumnya serabut motorik turun dari jalur motorik dan bersilangan pada tingkat medula. yaitu sendi yang permukaannya disatukan dengan kartilago dan memiliki sedikit pergerakan serta elastis. Berdasarkan strukturnya sendi diklasifikan menjadi 4 sendi. bursa. dan dapat bergerak dengan jumlah terbatas. Misalnya. bawah yaitu tibia dan fibula. Sistem saraf Pergerakan dan postur tubuh diatur oleh sistem saraf.

 Sinkondrosis yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Sendi Amfiartosis adalah sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. yang menjadi bantalan sendidan memungkinkan terjadi sedikit gerakan.  Sindesmosis yaitu sendi yang terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatandihubungkan dengan serat-seratjaringan ikat kolagen. sutura sagital dan parietal. dimana sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. Misalnya. berdasarkan fungsinya sendi diklasifikasikan ke dalam 3 bagian.- Sendi synovial atau sendi yang sebenarnya adalah sendiyang dapat digerakkan secara bebas karena permukaan tulang yang berdekatan dilapisi oleh kartilago artikular dan dihubungkan oleh ligament sejajar dengan membrane synovial. Misalnya. sendi yang terapat pada humerus yang dihubungkan dengan radius dan ulna dihubugkan oleh kartilago dan ligamen menbentuk sendi putar. seperti radius dan ulna. seperti pada gigi yang tertanam pada tulang rahang.  Gomposis yaitu sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan tepat di dalam kantong tulang. Sendi Sinartosis merupakan sendi mati. - Sendi Amfiartosis. Misalnya. Yang terdiri atas :  Simfisis yaitu sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago.Misalnya. ditemukan pada tulang yang bersisihan. simpisis pubisb.Sendi Sinartrosis terdiri atas:  Sutura yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Misalnya. lempeng epifisissementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. . Sedangkan. yaitu : - Sendi Sinartrosis. serta tibia dan fibula.

Kontraksi otot dirangsang oleh impuls elektrokimia yang berjalan melalui sambungan mioneural. kemudian otot berkontraksi. sendi  panggul dan bahub. Yang terdiri atas :  Sendi sferoidal terdiri dari sebuah tulang yang masuk ke dalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain.- Sendi Diartosis. sehinggamemungkinkan  gerakan kesatu arah.sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu.Kontraksi otot terdiri dari kontraksi isotonik. Sendi pelana yaitu sendi dimana permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. Misalnya. Misalnya. sendi antara tulang radius dan tulang karpale. Sendi engsel terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. Sendi Diartosis adalah sendi yang pergerakannya bebas. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. Sendi peluru adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. kontraksi isomerik menyebabkan peningkatan tekanan otot atau kerja otot tetapi tidak ada .  Misalnya. yang akan menyebabkan aktin tipis yang mengandung filamen menjadi memendek. 2) Otot Otot merupakan yang menimbulkan pergerakan pada tubuh manusia. merupakan sendi biaksial. Sendi kondiloid. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap  tulang. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. Satu-satunya sendi pelana sejati adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu  jari. Adanya stimulus menghasilkan otot relaksasi.Sedangkan. Sendi kisar yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk tepat pada cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemuaarah. tulang atas.Otot melekat pada rangka manusia. persendian bagian kepalad. sendi lutut dan siku. dimana disini terjadi peningkatan tekanan otot yang dapat menyebabkan otot memendek. Misalnya.

. dan tidak elastis. 4) Tendon Tendon adalah jaringan ikat fibrosa berwarna putih. serta mempunyai panjang dan ketebalan yang bervariasi. laring.Sistem saraf meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. trakhea.mengkilat. yang menghubungkan otot dengan tulang. menganjurkan klien untuk latihan kuadrisep. 3) Sistem Syaraf Pergerakan dan sistem tubuh diatur oleh sistem saraf. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan Sistem saraf perifer terdiri dari somatik dan sistem saraf otonom. hidung. Tendon bersifat kuat. fleksibel.Sistem saraf merupakan jaringan kompleks saraf dan sel-sel yang membawa pesan dari dan ke otak dan sumsum tulang belakang ke berbagai bagian tubuh. terutama berada di sendi dan toraks. misalnya. 5) Kartilago Kartilago adalah jaringan penyambung yang tidak mempunyai vaskuler.pemendekan atau gerakan aktif dari otot.

dan saraf dalam mengendalikan gerakan (mobilisasi). seperti osteoarthritis. 7) Propriosepsi Propriosepsiadalah sensasi yang dicapai melalui stimulasi dari bagian tubuh tertentu dan aktifitas otot.Selain itu. b. mengkilat. ligamennonelastis. Misalnya seorang anak desa yang sehari-hari bersekolah dengan berjalan kaki akan berbeda mobilitasnya dengan anak kota yang bersekolah dengan mobil. Kartilago permanen tidak mengalami osifikasi kecuali pada usia lanjut dan penyakit. d.Proprioseptor memonitor aktifitas otot dan posisi tubuh secara berkesinambungan. Ketidakmampuan : yaitu sistem – sistem tubuh yang berperan dalam mobilisasi tidak mampu dalam mengoordinasikan pergerakan. 6) Ligamen Ligamen adalah ikatan jaringan fibrosa yang berwarna putih. Selain itu. orang yang senang berolahraga cenderung lebih banyak melakukan mobilisasi.Misalnya. ligament antarvertebra. Gaya hidup : gaya hidup seseorang dalam mobilisasi misalnya seorang ABRI akan berjalan dengan gaya yang berbeda dengan seorang pramugari atau orang yang sedang mabuk. dan ligament flavum mencegah kerusakan medulla spinalis (tulang belakang) saat punggung bergerak. mengikat sendi menjadi satu dan menghubungkan tulang dengan kartilago. Kebudayaan : kebudayaan dapat mempengaruhi pola dan sikap dalam melakukan aktivitas. Misalnya:proprioseptor pada telapak kakberkontribusi untuk memberi postur yang benar ketika berdiri atau berjalan.Bayi mempunyai sejumlah besar kartilago temporer. 4. Sistem neuromuskular : yaitu kemampuan otot. c. . Ligamen bersifat elastic sehingga membantu fleksibilitas sendi dan mendukung sendi. Sebutkan dan uraikan faktor-faktor yang mempengaruhi mobilisasi klien! Jawaban : a.fleksibel. tulang. beberapa ligament memiliki fungsi protektif.dan telinga.

Koordinasi yang lebih baik memungkinkan anak melakukan tugas-tugas yang membutuhkan keterampilan motorik yang baik. lemak disimpan di lengan atas. dan tungkai atas. Ekstremitas lentur dan persendian memiliki ROM lengkap. paha. - Dewasa: postur dan kesegarisan tubuh lebih baik. berakibat pada perkembangan postur dan peningkatan kekuatan otot. - Perubahan laki-laki pada bentuk biasanya menghasilkan pertumbuhan tulang panjang dan meningkatnya massa otot. bahu. Dia biasanya mengeluh sakit punggung. Tingkat energi : dalam mobilisasi setiap orang pasti memerlukan energi. ligamen. Tingkat perkembangan - Bayi: sistem muskuloskeletal bayi bersifat fleksibel. dan tendon menjadi lebih kuat. garis pada tulang belakang servikal dan lumbal lebih nyata. Perkembangan otot meningkat di dada. Perubahan normal pada tubuh dan kesegarisan tubuh pada orang dewasa terjadi terutama pada wanita hamil. Tungkai menjadi lebih panjang dan pinggul menjadi lebih sempit. - Batita: kekakuan postur tampak berkurang. f. Pusat gravitasi berpindah ke bagian depan. - Lansia: kehilangan progresif pada massa tulang total terjadi pada orangtua. Perubahan ini akibat dari respon adaptif tubuh terhadap penambahan berat dan pertumbuhan fetus. - Remaja: remaja putri biasanya tumbuh dan berkembang lebih dulu dibanding yang laki-laki. Pinggul membesar. lengan. Otot. Posturnya kaku karena kepala dan tubuh bagian atas dibawa ke depan dan tidak seimbang sehingga mudah terjatuh. Orang yang sedang sakit tentu saja akan berbeda mobilitasnya dengan orang biasa apalagi dengan seorang atlet. Wanita hamil bersandar ke belakang dan agak berpunggung lengkung. . - Balita dan anak sekolah: tulang-tulang panjang pada lengan dan tungkai tumbuh.e.

47 tahun. Kondisi patologik - Postur abnormal:  Tortikolis: kepala miring pada satu sisi. terjadi karena gangguan yang disebabkan oleh degenerasi serat otot skeletal - Kerusakan sistem saraf pusat - Trauma langsung pada sistem muskuloskeletal: kontusio. tidak samanya tinggi hip/ pinggul dan bahu. b.  Lordosis: kurva spinal lumbal yang terlalu cembung ke depan/ anterior. Tindakan Untuk mengatasi maslah Tn Adi : . Kasus : Tn Adi.  Skolioasis: kurva spinal yang miring ke samping. Kasus Tn Adi termasuk dalam mobilitas permanen.  Kiposkoliosis: tidak normalnya kurva spinal anteroposterior dan lateral. mengalami kelumpuhan pada seluruh anggota gerak tubuhnya pasca serangan stroke seminggu yang lalu.  Kipolordosis: kombinasi dari kifosis dan lordosis. seperti distropsi muskular.g. Hal tersebut disebabkan oleh rusaknya system saraf yang reversible. Sebagai seorang perawat. 5. dan fraktur.  Kifosis: peningkatan kurva spinal torakal. ketidakmampuan menekuk kaki karena kerusakan saraf peroneal - Gangguan perkembangan otot. karena kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap. uraikan tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah fisik dan risiko yang dapat muncul pada Tn Adi! Jawaban : a.  Footdrop: plantar fleksi. di mana adanya kontraktur pada otot sternoklei domanstoid. salah urat.

Melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri juga dilakukan untuk melatih kekuatan. dan lainlain. - Latihan isotonik dan isometrik Latihan ini juga dapat dilakukan untuk melatih kekuatan dan ketahanan otot dengan cara mengangkat beban ringan. lalu beban yang berat. Posisi-posisi tersebut. ketahanan. kemampuan sendi agar mudah bergerak. Tindakan ini bisa dilakukan dengan cara melatih posisi duduk di tempat tidur.- Pengaturan Posisi Tubuh sesuai Kebutuhan Pasien Pengaturan posisi dalam mengatasi masalah kebutuhan mobilitas.. Latihan-latihan itu. yaitu : -  Posisi fowler  Posisi sim  Posisi trendelenburg  Posisi Dorsal Recumbent  Posisi lithotomi  Posisi genu pectoral Ambulasi dini Cara ini adalah salah satu tindakan yang dapat meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot serta meningkatkan fungsi kardiovaskular. serta meningkatkan fungsi kardiovaskular. yaitu :  Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan . - Latihan ROM Pasif dan Aktif Latihan ini baik ROM aktif maupun pasif merupakan tindakan pelatihan untuk mengurangi kekakuan pada sendi dan kelemahan otot. turun dari tempat tidur. digunakan untuk meningkatkan kekuatan. Latihan isotonik (dynamic exercise) dapat dilakukan dengan rentang gerak (ROM) secara aktif. ketahanan otot. bergerak ke kursi roda. dan fleksibilitas sendi. sedangkan latihan isometrik (static exercise) dapat dilakukan dengan meningkatkan curah jantung dan denyut nadi.

c. postural drainase lebih efektif bila diikuti dengan perkusi dan vibrasi dada. membantu pasien untuk mengekspresikan kecemasannya. dan lain-lain.-  Fleksi dan ekstensi siku  Pronasi dan supinasi lengan bawah  Pronasi fleksi bahu  Abduksi dan adduksi  Rotasi bahu  Fleksi dan ekstensi jari-jari  Infersi dan efersi kaki  Fleksi dan ekstensi pergelangan kaki  Fleksi dan ekstensi lutut  Rotasi pangkal paha  Abduksi dan adduksi pangkal paha Latihan Napas Dalam dan Batuk Efektif Latihan ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi respirasi sebagai dampak terjadinya imobilitas. Pada penderita dengan produksi sputum yang banyak. Postural drainase dilakukan untuk mencegah terkumpulnya sekret dalam saluran napas tetapi juga mempercepat pengeluaran sekret sehingga tidak terjadi atelektasis. - Melakukan komunikasi terapeutik Cara ini dilakukan untuk memperbaiki gangguan psikologis yaitu dengan cara berbagi perasaan dengan pasien.Adanya luka akibat nyeri tekan.Masalah psikologi contohnya rasa cemas . - Melakukan Postural Drainase Postural drainase merupakan cara klasik untuk mengeluarkan sekret dari paru dengan menggunakan gaya berat (gravitasi) dari sekret itu sendiri.Atrofi Otot . . Risiko yang mungkin terjadi pada Tn Adi : . sehingga dapat meningkatkan fungsi respirasi. memberikan dukungan moril.

penyempitan. atau pecahnya pembuluh darah. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengankematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Carilah 1 jurnal atau artikel ilmiah mengenai intervensi keperawatan pada pasien dengan hambatan mobilisasi dan buatlah hasil review kelompok terhadap content jurnal tersebut! Jawaban : REVIEW JURNAL EFEKTIFITAS ROM PASIF DALAM MENGATASI KONSTIPASI PADA PASIEN STROKE DI RUANG NEURO BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) RSU DR. dan rehabilitative (pemulihan). preventif (pencegahan). Stroke menyerang siapa saja. Salah satu penyakit yang membutuhkan upaya tersebut adalah stroke.M DTJNDAKABUPATEN GORONTALO Mira Astri Koniyo PENDAHULUAN Salah satu tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam Undang- Undang Dasar (UUD) 1945 adalah mewujudkan dan memajukan kesejahteraan umum yakni mewujudkan masyarakat makmur dan berkeadilan sosial yang mencerminkan kesejahteraan lahir dan batin.- Masalah social menarik diri 6. dari muda sampai lansia dan dari yang kaya sampai miskin. Upaya yang ditempuh dalam merealisasikan tujuan itu dengan kuratif (penyembuhan). Stroke adalah kematian sel otak yang mendadak karena gangguan sirkulasi darah ke otak. Ini disebabkan karena adanya sumbatan. Salah satu indikasi keberhasilan dari hal-hal tersebut adalah bila derajat kesehatan telah tercapai secara optimal. M. promotif (pendidikan). Akibatnya terjadi ketidaknormalan fungsi otak. .

Dengan pemulihan secara terpadu dan sedini mungkin maka semakin besar kemungkinan pengembalian fungsi.M Dunda Limboto. Dari data pasien mayoritas mengalami konstipasi dini yakni konstipasi.M Dunda Kab. Komplikasi lebih lanjut terjadi setelah fase akut stroke terlampaui. Komplikasi yang terjadi biasanya imobilisasi. TINJAUAN UMUM TENTANG STROKE 1. 234 stroke merupakan kelainan fungsi otak yang timbul mendadak yang disebabkan terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Perlu diteliti apakah efektif tindakan ROM pasif dilakukan pada pasien stroke untuk mengatasi masalah konstipasi di Ruang Neuro BLUD RSU DR. kabupaten Gorontalo. Gorontalo tahun 2008 pasien neuro sebanyak 138 orang. Pencegahan terhadap komplikasi ini dengan ROM yang teratur secara tepat waktu dan sesuai kondisi pasien. Data yang diperoleh dari BLUD RSU DR. Marilyn E. Dan bulan Januari tahun 2010 sebanyak 24 orang. ROM adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot baik aktif maupun pasif. 2008. M. 1997 stroke adalah salah satu gangguan fungsional yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinik baik lokal maupun global yang berlangsung dengan cepat. disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak. Doengoes (2A02). Tahun 2009 sebanyak 201 orang. M. Menurut WHO. berlangsung lebih dari 24 jam atau berakhir dengan kematian. menyebutkan bahwa stroke/penyakit sercbrovashtler menunjukan adanya beberapa kelainan otak baik secara . PENGERTIAN STROKE Menurut Muttaqin. inkontinensia alvi (konstipasi). Salah satu bentuk tindakan keperawatan adalah pasien dibantu untuk bergerak atau ROM (Range Of Motion).

Arteritis b. Stroke Non Hemoragik (SNH) . Vasokontriksi arteri otak disertai sakit kepala migren 3. Hipoksia lokal 1. Spasme arteri serebri yang disertai perdarahan subarachnoid 2. b. Stroke Hemoragik (SH) b. KLASIFIKASI STROKE a. Trombosis serebri 1. Emboli c.fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral atau dari seluruh sistema perrbuluh darah otak. PATOFISIOLOGI a. Malformasi artreriovena 3. Ruptur arteriol serebri d. Adanya perubahan komponen intracranial yarg tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan Tekanan Intra Kranial (fIK) yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. Aneurisma 2. PENYEBAB STROKE a. Hiperterai yang parah 2. Stroke Non Hemoragik (SNH) 4. Curah jantung turun akibat oritmia e. Hiperkoagulasi pada polisitemia 3. Henti jantung paru 3. Hemoragik 1. Stroke Hemoragik (SH) Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subar achnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. Aterosklerosis 2. 2. Hipoksio umum 1.

sehingga arteri menjadi tersumbat aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang. Vertigo (pusing) I sinkape 3. Parestesla satu sisitubuh b. MANIFESTASI KLINIK a. aneurisma pembuluh darah cerebral. Kehilangan bicara 3. Nyeri kepala hebat (di belakang leher) 2. Kejang 4. Hemiparesis 2. Stroke Hemoragik 1.Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah. Demam 6. Epistaksis 6. . Penemuan SecaraUmum 1. Perdarahanretina c. Nyerikepala 2. periyakit jantung. 1994). FAKTOR RESIKO STROKE Faktor resiko yang kuat terjadi stroke yaitu hipertensi. Muntah 3. merokok. menyebabkan iskemia kemuadian menjadei kompleks iskemia dan akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. 5. Paralisis 5. obesitas. Stroke Non Hemoragik (SNH) 1. Sedang factor resiko yang lemah terjadinya stroke antara lain adanya kadar lemak darah yang tinggi. Parestesla (sensasi abnormal) 4. Perubahan mental 5. sudah adanya manifestasi artero sklerotik secara klinis. Perubahan Elektro Kardio Grafi 6. diabetes melitus. kurang gerak atau olalraga (Lunrbantobing. kalesterol.

serta kadang kala disertai kesulitan mmpri rasa sakit saat BAB. posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat posisi miring j ika muntah b. PENGERTIAN Konstipasi merupakan suatu keluhan. imobilitas. PENYEBAB Konstipasi disebabkan oleh berubahnya makanan atau berkurangnya aktivitas fisik. biasanya kurang dari 3 kali per minggu dengan feses yang kecil-kecil dan keras. inkontinansia urine dan dekubitus 8. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat. 2. . Boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil c. keletihan. PENATALAKSANAAN MEDIS a. Konstipasi sering diartikan sebagai kurangnya frekuensi buang air besar (BAB). h. dan lain-lain. Faktor penyebab lainnya mencakup kelemahan. bukan panyakit. bila d. e. Konstipasi juga disebabkan oleh obat-obatan ntertentu. kecacatan. gangguan rektal/anal. neurologis. KOMPLIKASI Berbagai komplikasi lanjut stroke akibat imobilisasi adalah konstipasi. f. perlu diberikan oksigen sesuai kebutuhan Tanda-tanda vital diusahakan stabil Bedrest Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia Pertahankan keseimbangan cairan dan elektuolit Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik TINJAUAN UMUM TENTANG KONSTIPASI 1.7. g. kondisi metabolis.

PATOFISIOLOGI Pada penderita dengan gangguan mobilitas fisik. ROM Pasif c. Kolaborasi pemberian terapi TINJAUAN UMUM TENTANG ROM PASIF . c. meliputi paling sedikit 2 dari keluhan dibawah ini: a. Konsistensi feses yang keras Mengejan dengan keras saat BAB Rasa tidak tuntas saat BAB Frekuensi BAB 2 kali seminggu atau kurang. stroke ataupun penyakit lain yang menghanrskan pasien bedrest dalam jangka waktu yang lama hal ini dapat mempengaruhi kontraksi otot abdomen. 3. 5. Berikan cairan yang cukup d. b.dan ketidakmampuan untuk meningkatkan tekanan intra-abdomen untuk mempermudah pengeluaran feses. auskultasi bisisng usus b. Pengisian rektum yang tidak sempuma terjadi bila peristaltik kolon tidak efektif (misalnya pada kasus immobilisasi). seperti fraktur. d. sehingga kontaktilitas usus kurang bahan tidak ada konstipasi dapat timbul dari adanya defek pengisian maupun pengosongan rektum. INTERVENSI KEPERAWATAN a. DIAGNOSIS Konstipasi menurut Holson. 4.

JENIS ROM a. Aduksi 5. Supinasi g. Mencegah kontaktur dan kekakuan sendi 3. PENGERTIAN ROM ROM atau biasa dikenal dengan rentang gerak adalah latihan gemkan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot dimana klien menggerakan masing -masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif (Anonimity.1. Meningkatkan dan mempertahankan fleksibelitas dan kekuatan otot b. Pronasi h. SENDI YANG DIGERAKAN a. JENIS GERAKAN a. ROM Aktif : seluruh tubuh b.2010) 2. TUJUAN ROM a. ROM Pasif : pergerakan dibantu oleh perawat 4. Rotasi e. Fleksi b. Hiperekstensi d. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan c. JENIS. ROM Aktif : pasien bergerak mandiri b. Sirkumduksi f. Stroke atau penurunan tingkat kesadaran . ROM Pasif : hanya pada ekstremitas yang terganggu 6. Ekstensi c. Abduksi i. INDIKASI a.

Memutar ibu jari 6. selanjutnya intervensi ROM pasif setelah itu pengukuran dan post test. Klien dengan tirah baring yang lama 7. 24 pasien stroke. Menekuk dan meluruskan jari tangan b. Sebelumnya melakukan pretest terhadap responden. M. EFEKTIFITAS ROM PASIF Sebelum intervensi. Menekuk dan meluruskan siku 3. pasien stroke dilakukan pretest apakah mereka merasakan konstipasi.b. Fase rehabilitasi fisik d. 1. Menekuk dan meluruskan sendi bahu 2. Memutar pergelangan tangan 4. Latihan fisik anggota gerak atas 1. POPULASI Seluruh pasien stroke di ruang neuro BLUD RSUD DR. Setelah itu dilakukan ROM Pasif setiap hari dan rutin. Menekuk dan meluruskan pergelangan tangan 5. Setelah 5 hari. . Latihan fisik anggota gerak bawah Menekuk dan meluruskan pangkal paha METODE Jenis penelitian “Quasi Eksperimen”. CARA ROM PASIF a. 8. dilakukan post test (wawancara).M Dunda Limboto Gorontalo. Kelemahan otot c.

M. Data primer Didapat langsung dari responden dan pengumpulan data di ruang neuro BLUD RSUD DR.M Dunda Limboto Gorontalo 2. 1.2.M. KESIMPULAN . HASIL DAN PEMBAHASAN Keefektifan ROM Pasif dalam mengatasi konstipasi pada pasien Stroke Non Hemoragik di BLUD RSU DR. M. Dunda Kabupaten Gorontalo Hasil Bisa BAB Ada rasa ingin BAB Jumlah Responden 6 2 8 Persentase 75 25 100 Dari hasil penelitian terbukti bahwa tindakan ROM pasif cukup efektif mengatasi masalah konstipasi pada pasien stroke. Data Sekunder Didapat dari pengumpulan dokumen-dokumen dari medical record. M.M Dunda Limboto Gorontalo yang mengalami konstipasi 3. SAMPLING Digunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan mempertimbangkan criteria inklusi dan eksklusi. SAMPEL Pasien stroke di ruang neuro BLUD RSUD DR. SIMPULAN DAN SARAN 1.

Institusi pendidikan Memotivasi mahasiswa agar mengembangkan penelitian lagi d. M. SARAN a. Peneliti selanjutnya Menjadi data awal yang membantu penelitian selanjutnya .M. peneliti menyimpulkan bahwa didapatkan 75 % keefektifanROM Pasif dalam mengatasi konstipasi pada pasien Stroke Non Hemoragik di BLUD RSU DR. Bagi Rumah sakit Penerapan ROM pasif dimaksimalkan c. Dunda Kabupaten Gorontalo dengan kategori "cukup". 2. Bagi keluarga Selalu memotovasi dan membantu aktivit5as pasein b.Dari hasil penelitian dan pembahasan.

Beberapa tujuan dari mobilisasi menurut Susan J.KESIMPULAN Mobilisasi adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan. membantu pernafasan menjadi lebih baik. memperlancar eliminasi Alvi dan Urin. membungkuk. memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat penyembuhan luka. Garrison (2004). memberi kesempatan perawat dan pasien untuk berinteraksi atau berkomunikasi . (potter &perry). antara lain : Mempertahankan fungsi tubuh. bergerak dan melakukan aktifitas sehari-hari. postur dan kesejajaran tubuh selama mengankat. mengembalikan aktivitas tertentu sehingga pasien dapat kembali normal dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian. mempertahankan tonus otot.

com/doc/./23/Faktor-Faktor-Yang-Mempengaruhi-Mobilisasi . 2006. Jakarta.scribd.com/doc/56501234/Mobilisasi  ml. Fundamental Keperawatan edisi 4..scribd.DAFTAR PUSTAKA  Potter & Perry. Penerbit Buku Kedokteran  ml..