Anda di halaman 1dari 18

PENDAHULUAN

Pioderma merupakan penyakit kulit yang


disebabkan oleh Staphylococcus, Streptococcus
atau keduanya.
Hal yang dapat menjadi faktor predisposisi
untuk pioderma di antaranya adanya kurang nya
higiene, menurunnya daya tahan, atau karena
sudah adanya penyakit kulit sebelumnya.

Pioderma dapat dibedakan menjadi 2, yaitu


Pioderma Primer
Infeksi terjadi pada kulit yang normal.

Pioderma Sekunder
Pada kulit telah ada penyakit kulit yang lain.

BENTUK BENTUK PIODERMA


1.Impetigo
2.Folikulitis
3.Furunkel

/ Karbunkel

4.Ektima
5.Pionikia
6.Erisipelas
7.Selulitis
8.Flegmon
9.Ulkus

piogenik
10.Abses multipel kelenjar keringat
11.Hidraadenitis
12.Staphylococcal scalded skin syndrome

SELULITIS
Definisi

Selulitis merupakan infeksi bakterial akut


pada kulit dan subkutis yang cendrung
meluas ke arah samping dan kedalam.

ETIOLOGI

Staphylococcus aureus dan


Streptokokus beta hemolitikus
grup A

EPIDEMIOLOGI

Selulitis dapat terjadi di semua usia, tersering


pada anak - anak dan usia dekade keempat dan
kelima.
Insidensi pada laki-laki > perempuan
Insidensi
iselulitis
ekstremitas
menduduki peringkat pertama

masih

GEJALA KLINIS

Gejala prodormal berupa:


Malaise
Demam
Menggigil dan berkembang dengan cepat,
sebelum menimbulkan gejala-gejala khasnya.

Daerah yang terkena


peradangan:
Rubor (eritema)
Color (hangat)
Dolor (nyeri) dan
Pembengkakan

terdapat

kardinal

Lesi tampak merah gelap, tidak berbatas tegas


pada tepi lesi tidak dapat diraba atau tidak
meninggi. Pada infeksi yang berat dapat
ditemukan pula vesikel, bula, pustul.

Bakteri patogen (streptokokus piogenes,


streptokokus grup A, stapilokokus aureus)
PATOGENESA

Menyerang kulit dan jaringan


subkutan
Meluas ke jaringan yang lebih
dalam

Menyebar secara sistemik

Terjadi peradangan akut

Eritema lokal pada kulit

Edema kemerahan

Lesi

Nyeri tekan

Kerusakan integritas
kulit

Gangguan rasa nyaman


dan nyeri

DIAGNOSIS BANDING

Erisipelas .
Pyoderma Gangrenosum
Flegmon

PEMERIKASAAN LABORATORIUM
Pada pemeriksaan darah lengkap
akan didapatkan leukositosis
Kultur darah
Kultur cairan
Uji resistensi : Hal ini dilakukan
untuk mengetahui kepekaan bakteri
terhadap antibiotik

PENATALAKSANAAN
Terapi sistemik

Golongan penisilin
Amoksisilin
Kloksasiklin
Golongan sefalosporin generasi I
Sefazolin
Sefaleksin
Sefradin
Sefadroksil

Golongan Makolid
Eritromisin
Dosis 30 50 mg/kgBB/hari

Terapi topikal
Kompres dengan antiseptik