Anda di halaman 1dari 8

KRISTAL DAN KRISTALOGRAFI I

A. Kristal
Kristal merupakan susunan kimia antara dua atom yang biasanya tembus
cahaya serta dihasilkan dengan penyusunan ulang elektron serta memiliki jumlah
dan kedudukan bidang kristal yang selalu teratur. Hal ini terlihat pada permukaan
suatu yang berbentuk bidang datar serta menyerupai ataupun mengikuti pola-pola
tertentu dan teratur. Suatu bidang datar dalam kristal biasa disebut dengan bidang
muka kristal. Bidang muka ini arah dan letaknya ditentukan oleh suatu perpotongan
yang terjadi dengan sumbu-sumbu kristal.

Sumber : Geneeskrachtigestenen.com

Foto 1
Kristal

B. Proses Pembentukan Kristal


Kristal memiliki beberapa proses didalam tahap pembentukannya. Terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan dari suatu kristal, yaitu
faktor lingkungan dimana kristal terbentuk. Faktor ini dapat mempengaruhi sifat dari
kristal-kristal yang terbentuk.
Berikut adalah fase-fase yang dapat terjadi dari proses terbentuknya kristal :
1. Fase gas ke padat

Fase gas ke padat biasa disebut dengan fase sublimasi. Pada fase ini bentuk
kristal biasanya berukuran kecil dan terkadang berbentuk rangka. Fase kristal ini
dibentuk langsung dari uap tanpa melalui fase cair. Gas-gas yang memadat karena
perubahan lingkungan..Fase ini merupakan perubahan bentuk dari tetesan atau
lelehan pembentuk kristal yang akan memadat membentuk kristal padat, hal ini
disebabkan oleh faktor lingkungannya.
2. Fase cair ke padat
Pada fase ini cairan pembentuk kristal akan membeku dan memadat serta
membentuk kristal. Fase ini biasanya dipengaruhi oleh perubahan suatu lingkungan.
3. Fase padat ke padat
Pada fase proses pembentukan terjadi akibat dari perubahan suhu dan tekanan
yang mempengaruhi suatu kristal. Pada fase ini tidak ada perubahan dalam
komposisi kimianya namun terjadi perubahan fisik yang signifikan.

C. Pengertian Kristalografi
Kristalografi merupakan suatu ilmu kristal yang mempelajari perkembangan dan
pertumbuhan kristal, termasuk struktur, bentuk, dan sifat fisiknya. Kristalografi
merupakan cabang dari ilmu geologi yang mempelajari sistem dari suatu kristal.
Kristalografi sendiri awalnya merupakan bagian dari mineralogi, namun karena
bentuk-bentuk kristalnya cukup rumit dan bersifat tetap untuk setiap mineral yang
dibentuknya maka kristalografi dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan tersendiri.
Kata kristalografi berasal dari bahasa Yunani dari kata Crystallon yang berarti
tetesan beku serta Graphien yang berarti menulis. Pada kristalografi sendiri terdapat
sistem kristal yang telah dikelompokkan berdasar pada perbandingan panjang,
posisi, serta sumbu simetri dari kristal tersebut. Bentuk kristal ini dibedakan
berdasarkan sifat-sifat simetrinya dan dibagi menjadi tujuh sistem, yaitu : Isometrik,
Tetragonal, Hexagonal, Trigonal, Orthorhombik, Monoklin dan Triklin.
1. Sistem Isometrik
Sistem ini biasa disebut dengan kristal kubik. Sistem ini terbagi menjadi lima
kelas yaitu tetoidal, diploid, giroidal, hextetrahedral, hexoctahedral. Jumlah
sumbunya ada tiga dan panjang setiap sumbu masing-masing ukurannya sama dan

saling tegak lurus dengan yang lainnya atau bersudut 90 derajat. Contoh mineral
dengan sistem ini adalah emas, pirit, halite dan galena.

Sumber : Fireflyforest.net

Foto 2
Galena

2. Sistem Tetragonal
Sistem ini dibagi menjadi tujuh kelas, yaitu Piramid, Bipiramid, Bisfenoid,
Trapezohedral, Ditetragonal Piramid, Skalenohedral, dan Ditetragonal Bipiramid.
memiliki tiga buah sumbu simetri yang saling tegak lurus, sumbu yang terletak
secara vertikal memiliki panjang yang berbeda namun untuk yang horizontal
mmemiliki panjang yang sama. Contoh mineral yang memiliki sistem tetragonal
adalah zirkon, autunite, pirolusit, leusit.

Sumber : Zivedrahokamy.com

Foto 3
Zirkon

3. Sistem Hexagonal

Sistem ini dibagi kedalam tujuh sistem, yaitu hexagonal piramid, hexagonal
bipiramid, dihexagonal piramid, dihexagonal bipiramid, trigonal piramid, ditrigonal
bipiramid, dan hexagonal trapezohedral. Sistem ini memiliki empat buah sumbu
simetri dengan enam kali putaran simetri. Contoh mineral dengan sistem ini adalah
Beril, dolomit, apatit.

Sumber :Metafysica.com

Gambar 1
Sistem Hexagonal

4. Sistem Orthorombik
Sistem ini memiliki sumbu simetri yang saling tegak lurus antara satu dengan
yang lainnya, serta memiliki tiga kelas yang berbeda yaitu bisfenoid, piramid, dan
bipiramid. Contoh mineral dengan sistem orthorombik ini adalah topaz, stibnite,
chrysoberyl, aragonit.

Sumber : Google.com

Gambar 2
Sistem Orthorombik

5. Sistem Trigonal

Pada sistem ini terbagi ke dalam lima kelas, yaitu trigonal piramid, trigonal
trapezohedral, ditrigonal piramid, ditrigonal skalenohedral, dan rombohedral. sistem
trigonal ini memiliki empat buah sumbu simetri dan tiga kali putaran simetri. Contoh
mineral dengan sistem ini adalah cinnabar, turmalin.

Sumber : Google.com

Gambar 3
Sistem Trigonal

6. Sistem Monoklin
Pada sistem monoklin ini terdapat tiga buah sumbu yang berbeda panjangnya.
Satu sumbu pada sistem monoklin ini terdapat dalam keadaan miring, sementara
dua sumbu yang lain saling tegak lurus. Sistem ini terbagi kedalam tiga kelas, yaitu
prima, sfenoid, dan doma. Contoh mineralnya adalah Ortoklas dan Gipsum.

Sumber : Aiyizyuz.blogspot.com

Gambar 4
Sistem Monoklin

7. Sistem Triklin

Sistem ini memiliki tiga sumbu simetri yang tidak sama panjangnya serta tidak
saling tegak lurus dengan yang lainnya. Sistem ini dibagi atas dua kelas, yaitu pedial
dan penakodial. Contoh mineral dari sistem triklin ini adalah plagioklas.

Sumber : furqanwera.blogspot.com

Gambar 5
Ilustrasi Sistem Triklin

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari materi kali ini yaitu, kristal merupakan bahan
padat homogen yang biasanya tembus cahaya serta memiliki jumlah dan kedudukan
bidang kristal yang selalu teratur yang dapat terbentuk karena akibat adanya faktor
dari lingkungan. Sedangkan Kristalografi merupakan suatu ilmu kristal yang
mempelajari perkembangan dan pertumbuhan kristal, termasuk struktur, bentuk, dan
sifat fisiknya. Kristalografi memiliki sistem kristal yang terbagi kedalam 7 bagian,
yaitu Isometrik, Tetragonal, Hexagonal, Trigonal, Orthorhombik, Monoklin dan Triklin.
Dengan mempelajari kristalografi praktikan dapat mengetahui berbagai macam
bahan-bahan dasar pembentuk Bumi dari yang ada disekitar hingga jauh didasar
Bumi.

DAFTAR PUSTAKA

Luthfi, Radika, 2012, MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI, apikimia.blogspot.


com/2012/06/mineralogi-dan-kristalografi.html. Diakses pada 24 September
2014.
Lus,

Tulus,

2012,

DEFINISI

KRISTALOGRAFI,

krismintpunpar.blogspot.com/2012/06/definisi -kristalografi.html. Diakses pada 24


September 2014.
Bamshep,

2013

KRISTAL

TUNGGAL

DAN

PROSES

TERBENTUKNYA,

http://chemistryinorganic.blogspot.com/2012/09/kristal-tunggal-dan-prosesterbentuknya_17.html. diakses pada 24 September 2014.


Prakoso,

Teguh

Wage,

2011,

PENGENALAN

KRISTALOGRAFI

DAN

MINERALOGI, teguhgeost.blogspot.com/2011/12/pengenalan-kristalografi-danmineralogi. html. Diakses tanggal 24 September 2014.