Anda di halaman 1dari 4

Modul Pelatihan: Happy Camp Untuk Memenuhi Tugas Intervensi Psikologi Klinis

Disusun Oleh: Andy Sulitiono Istina Puji Rahayu Ni Wayan Desy R. Yulia Putri S. Puspa Prabarini Rian Indriani Dhanika P Anais Kurnianya Anisa Fitriani Qomariyah (110911038) (110911115) (110911140) (110911141) (110911206) (110911228) (111011125) (110911178) (110911150) (110911232)

Kelas A Fakultas Psikologi Universitas Airlangga 2012

Judul Modul Tujuan Modul Waktu Tempat Jumlah Peserta Kegiatan

: Happy Camp : Mengurangi kecemasan dan phobia sosial : Minggu 1 (Senin-Rabu); Minggu 2 (Kamis-Sabtu) : Asrama Ekanita Psikologi Unair : 10-15 orang :

1. Interaksi Sosial Indikator: Klien dapat kembali berinteraksi dengan tetangga atau orang-orang yang berada di lingkungan sekitarnya a. Tujuan : Meningkatkan interaksi sosial pada klien. Terutama di lingkungan tempat klien tinggal. b. Materi c. Metode : Kegiatan outdoor : Pelatihan memasak, menjahit, dan membuat handy craft. Lalu hasil dari

pelatihan tersebut dipromosikan dan dijual pada tetangga tempat klien tinggal. d. Material e. Waktu f. Evaluasi : Peralatan memasak, menjahit, dan handy craft. : Minggu pertama (hari Senin dan Selasa) : Barang yang dihasilkan belum tentu laku dijual dan memperbaiki

hubungan klien dengan tetangga. Membutuhkan waktu yang lama untuk belajar dan mengaplikasikan materi pelatihan. Fokus klien pada hasil keterampilan bukan tujuan dari pelatihan.

2. Spiritualitas Indikator: Klien menjadi lebih dekat dengan Tuhan dan dapat mengikhlaskan kejadiankejadian buruk yang terjadi dalam kehidupannya seperti kematian anak serta menantunya. Klien juga dapat bersyukur dengan keadaan hidupnya saat ini. a. Tujuan : Meningkatkan spiritualitas klien agar lebih bisa menerima kematian anak

dan menantunya. b. Materi c. Metode d. Material e. Waktu f. Evaluasi : kegiatan keagamaan : meditasi, ceramah agama, dan kegiatan keagamaan lainnya. : matras, musik klasik, sound system, penceramah agama. : minggu pertama (hari Rabu); minggu kedua (hari Sabtu) : Kegiatan keagamaan terkesan membosankan sehingga tidak semua klien

tertarik mengikuti kegiatan keagamaan.

3. Berpikir Positif Indikator: Klien tidak lagi memiliki kecemasan yang berlebihan serta pikiran negatif tanpa alasan yang jelas a. Tujuan : Mengurangi kecemasan dan pikiran-pikiran negatif

b. Materi c. Metode d. Material e. Waktu f. Evaluasi

: kegiatan kelompok : games, out bond, relaksasi, dan diskusi kelompok. : peralatan out bond dan games. : Minggu kedua (hari Kamis dan Jumat) : Tidak semua anggota pelatihan mempunyai pemikiran yang sama.

Kondisi fisik klien yang tidak bisa diprediksi.

Evaluasi -

Kelebihan dan kekurangan masing-masing metode Jumlah trainer Tidak semua tujuan pelatihan tercapai secara penuh Kesulitan self-monitoring masing-masing subjek untuk mengetahui keberhasilan training

KASUS C Indikator Klien a. Fisik/Kesehatan Sakit lambung dan ulu hati, linu-linu dan kesemutan. b. Emosi 1. Sedih (ketika teringat kematian anak dan menantu) 2. Marah dan kesal terhadap tetangga c. Intelektual Rata-rata d. Sosial 1. Kurangnya interaksi sosial sehingga hubungan dengan tetangga kurang baik. 2. Selalu menutup rumah karena klien cemas ada orang yang akan membawakan berita buruk lain padanya. e. Psikologis 1. Berprasangka buruk kepada tetangga akibat kematian anak serta menantunya 2. Ketakutan saat ada tamu yang berkunjung 3. Selalu berprasangka jika suaminya berselingkuh dengan tetangga depan rumah klien. 4. Keinginan untuk menjual rumah dan pindah rumah.