Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seperti yang telah diketahui sudah banyak teori yang dikemukakan oleh beberapa ahli tentang teori pembelajaran. Salah satunya adalah teori pembelajaran Bloom. Teori ini adalah salah satu teori aplikatif dalam psikologi belajar kognitif. Bloom dalam Budiningsih (2005) dengan teori taksonomi belajar mengatakan bahwa ada dua faktor utama yang dominan terhadap hasil belajar yaitu karakteristik siswa yang meliputi: kemampuan, minat, hasil belajar sebelumnya, motivasi dan karakter pengajaran yang meliputi: guru dan fasilitas belajar.

B. Rumusan Masalah
Dari teori tersebut dapat ditarik beberapa rumusan masalah yaitu: 1. Apa pengertian tentang teori Bloom? 2. Apa saja macam macam teori Bloom? 3. Metode- metode Bloom ? 4. Apa saja media yang digunakan Bloom ?

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Teori Bloom

Teori belajar Bloom adalah salah satu teori aplikatif dalam psikologi belajar kognitif. Bloom dalam Budiningsih (2005) dengan teori taksonomi belajar mengatakan bahwa ada dua faktor utama yang dominan terhadap hasil belajar yaitu karakteristik siswa yang meliputi: kemampuan, minat, hasil belajar sebelumnya, motivasi dan karakter pengajaran yang meliputi: guru dan fasilitas belajar. Bloom lebih menekakankan perhatiannya pada apa yang mesti dikuasai oleh individu (sebagai tujuan belajar), setelah melalui peristiwa-peristiwa belajar. Tujuan belajar yang dikemukakannya dirangkum ke dalam tiga kawasan yang dikenal dengan sebutan Taksonomi Bloom. Melalui taksonomi Bloom inilah telah berhasil memberikan inspirasi kepada banyak pakar pendidikan dalam mengembangkan teori-teori maupun praktek pembelajaran. Pada tataran praktis, taksonomi Bloom ini telah memudah dipahami. Berpijak pada taksonomi Bloom ini pulalah para praktisi pendidikan dapat merancang program-program pembelajarannya.

2.2.

Macam- macam Teori Bloom

Bloom juga termasuk penganut aliran humanis. Bloom lebih menekakankan perhatiannya pada apa yang mesti dikuasai oleh individu (sebagai tujuan belajar), setelah melalui peristiwaperistiwa belajar. Tujuan belajar yang dikemukakannya dirangkum ke dalam tiga domain yang dikenal dengan sebutan Taksonomi Bloom. Ketiga domain dalam taksonomi Bloom tersebut adalah sebagai berikut : 1. Domain Kognitif, mencakup kemampuan intelektual mengenal lingkungan yang terdiri atas enam macam kemampuan yang disusun secara hierarkis dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Tahapan dalam domain ini terdiri atas 6 tingkatan, yaitu : Pengetahuan (mengingat, menghafal) Mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah dipelajari dan disimpan dalam ingatan. Hal-hal itu dapat meliputi fakta, kaidah dan prinsip, serta metode yang diketahui. Pengetahuan yang disimpan dalam ingatan, digali pada saat dibutuhkan melalui bentuk ingatan mengingat

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

(recall) atau mengenal kembali (recognition). Pemahaman (menginterpretasikan) Mencangkup kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari. Adanya kemampuan ini dinyatakan dalam menguraikan isi pokok dari suatu bacaan; mengubah data yang disajikan dalam bentuk tertentu ke dalam bentuk lain, seperti rumus matematika kedalam bentuk kata-kata; membuat perkiraan tentang kecenderungan yang nampak dalam data tertentu; seperti dalam grafik. Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan masalah) Mencakup kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada suatu kasus / problem yang konkret dan baru. Adanya kemampuan dinyatakan dalam aplikasi suatu rumus pada persoalan yang belum dihadapi atau aplikasi suatu metode kerja pada pemecahan problem baru, karena memahami suatu kaidah belum tentu membawa kemampuan untuk menerapkannya terhadap suatu kasus atau problem baru. Analisis (menjabarkan suatu konsep) Mencakup kemampuan untuk merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian, sehingga terstruktur keseluruhan atau organisasinya dapat dipahami dengan baik. Adanya kemampuan ini dinyatakan dalam penganalisaan bagian-bagian pokok atau komponen-komponen dasar, bersama dengan hubungan / relasi antara semua bagian itu. Karena sekaligus harus ditangkap adanya kesamaan dan adanya perbedaan antara sejumlah hal. Sintesis ( menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi suatu konsep utuh) Mencakup kemampuan untuk membentuk suatu kesatuan atau pola baru. Bagian-bagian dihubungkan satu sama lain, sehingga terciptakan suatu bentuk baru. Evaluasi (membandingkan nilai-nilai, ide, metode, dll) Mencakup kemampuan untuk membentuk suatu pendapat mengenai sesuatu atau beberapa hal, bersama dengan pertanggungjawaban pendapat itu, yang berdasarkan kriteria tertentu. Kemampunan itu dinyatakan dalam memberikan penilaian terhadap sesuatu, seperti penilaian terhadap penggunaan kandungan berdasarkan norma moralitas atau pernyataan pendapat terhadap sesuatu. 2. Domain Afektif, mencakup kemampuan-kemampuan emosional dalam mengalami dan menghayati sesuatu hal. Pada domain ini terdiri atas 5 tingkatan : Pengenalan (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu)

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

Mencakup kepekaan akan adanya suatu perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan rangsangan itu, seperti buku pelajaran atau penjelasan yang diberikan oleh guru. Kesediaan itu dinyatakan dalam memperhatikan sesuatu, seperti memandangi gambar yang dibuat di papan tulis atau mendengarkan jawaban teman sekelas atas pertanyaan guru. Namun, perhatian itu masih pasif. Merespon (aktif berpartisipasi)

Mencakup kerelaan untuk memperhatikan secara aktif dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan. Kesediaan itu dinyatakan dalam memberikan suatu reaksi terhadap rangsangan yang di sajikan, seperti membacakan dengan suara nyaring suatu bacaan yang ditunjuk atau menunjukkan minat dengan membawa pulang buku bacaan yang ditawarkan. Penghargaan (menerima nilai-nilai, setia kepada nilai-nilai tertentu)

Mencakup kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu dan membawa diri sesuai dengan penilaian itu. Mulai dibentuk suatu sikap, menerima, menolak atau mengabaikan, sikap itu dinyatakan dalam tingkah laku yang sesuai dan konsisten dengan sikap batin. Kemampuan itu dinyatakan dalam suatu perkataan atau tindakan, seperti mengungkapkan pendapat positif tentang pameran lukisan modern (apresiasi seni) atau mendatangi ceramah disekolah. Pengorganisasian(menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayainya)

Mencakup kemampuan untuk membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pandangan dalam kehidupan. Nilai-nilai yang diakui dan diterima ditempatkan pada suatu skala nilai, mana yang pokok dan selalu harus diperjuangkan, mana yang tidak begitu penting. Pengamalan ( menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidupnya)

Mencakup kemampuan untuk menghayati nilai-nilai kehidupan sedemikian rupa, sehingga menjadi milik pribadi (internalisasi) dan menjadi pegangan nyata dan jelas dalam mengatur kehidupannya sendiri. 3. Domain Psikomotor, yaitu kemampuan-kemampuan motorik mengkoordinasikan gerakan. Tingkatan dalam domain ini yaitu : Persepsi menggiatkan dan

Mencakup kemampuan untuk mengadakan diskriminasi yang tepat antara dua perangsang atau lebih, berdasarkan pembedaan antara ciri-ciri fisik yang khas pada masingmasing rangsangan. Adanya kemampuan ini dinyatakan dalam suatu reaksi yang menunjukkan kesadaran akan hadirnya rangsangan (stimulasi) dan perbedaan antara seluruh rangsangan yang

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

ada, seperti dalam menyisihkan benda yang berwarna merah dari yang berwarna hijau.

Kesiapan

Mencakup kemampuan untuk menempatkan dirinya dalam keadaan akan memulai suatu gerakan atau rangkaian gerakan. Kemampuan ini dinyatakan dalam bentuk kesiapan jasmani dan mental, seperti dalam mempersiapkan diri untuk menggerakkan kendaraan yang ditumpangi, setelah menunggu beberapa lama di depan lampu lalu lintas yang berwarna merah. Gerakan terbimbing

Mencakup kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian gerak gerik, sesuai dengan contoh yang diberikan (imitasi). Kemampuan ini dinyatakan dalam menggerakkan anggota tubuh, menurut contoh yang diperlihatkan atau diperdengarkan. Gerakan yang terbiasa

Mencakup kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian gerak gerik dengan lancar, karena sudah dilatih secukupnya, tanpa memperhatikan lagi contoh yang diberikan. Gerakan kompleks

Mencakup kemampuan untuk melaksanakan suatu keterampilan, yang terdiri atas beberapa komponen, dengan lancar, tepat dan efisien. Adanya kemampuan itu dinyatakan dalam suatu rangkaian perbuatan keseluruhan gerak gerik yang teratur, seperti dalam membongkar mesin mobil dalam bagian-bagiannya dan memasangkan kembali. Penyesuaian pola gerakan

Mencakup kemampuan untuk mengadakan perubahan dan menyesuaikan pola gerak gerik dengan kondisi setempat atau dengan menunjukkan suatu taraf keterampilan yang telah mencapai kemahiran. Kreativitas

Mencakup kemampuan untuk melahirkan aneka pola gerak gerik yang baru, seluruhnya atas dasar prakarsa dan inisiatif sendiri Tiga klasifikasi oleh Bloom beserta para penerusnya, juga sub-sub kategori atau jabarannya mensyaratkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan capaian tujuan yang diharapkan. Dalam penerapannya, masing-masing kemampuan yang menunjukkan hasil belajar dari setiap kategori dan sub kategorinya hendaknya memperhatikan hirarki atau urutan

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

capaian/kemampuan yang diharapkan. Sehingga dalam penerapannya ke dalam strategi pembelajaran harus mempertimbangkan dari segi hirarki kemampuan atau 3 klasifikasi diatas. Sejumlah penulis/ ahli telah menunjukkan beberapa kelemahan yang melekat pada sistematika ranah kognitif dari Bloom. Beberapa kelemahan ranah kognitif dari Bloom itu antara lain : Rincian lebih lanjut terhadap berbagai jenis perilaku mental seperti pengetahuan, analisis dan sintesis kurang memadai. Terjadi tumpang tindih (over lapping) antara berbagai kategori, dinilai belum terhindar. Struktur hirarkis dalam ranah kognitif tersebut belum terbukti signifikan secara meyakinkan lebih-lebih pada kategori-kategori yang lebih tinggi. Adanya urutan hirarkis antara 6 kategori jenis perilaku kognitif itu belum dapat memberikan ilustrasi yang serba pasti mengenai urutan dikembangkannya kemampuan-kemampuan internal itu melalui penstrukturan suatu kurikulum pembelajaran. Bloom dalam hal itu hanya menekankan pada hasil belajar sedang proses pencapaian hasil belajar (saluran/jalur) yang harus dilewati peserta didik supaya sampai pada hasil (kemampuan internal) tidak di tekankan. Sehingga guru belum memperoleh petunjuk mengenai tindakan-tindakan didaktis yang sebaiknya diambil selama peserta didik terlibat proses belajar (dalam aktivitas pembelajaran). Reproduksi meliputi resepsi berdasarkan pengamatan, mengenal kembali (recognition) dan mengingat (recall). Misalnya, siswa yang menjadi sadar akan perbedaan bentuk antara sigitiga dan kubus (resepsi); siswa yang mengenal kembali letak serta bentuk pulau jawa dan pulau bali pada peta geografi yang tidak diberi nama (recognition); siswa yang menyebutkan huruf-huruf dalam abjad (recall). Produksi meliputi kemampuan untuk tidak hanya mengingat sesuatu, tetapi juga menciptakan jawaban sendiri atas suatu pertanyaan atau menemukan sendiri pemecahan terhadap suatu problem. Kemampuan produktif nampak dalam tiga macam hasil yang dibedakan, antara lain : Hasil proses berfikir konvergen, yaitu jawaban atau pemecahan sudah pasti, kerapkali jalur/ metode untuk sampai pada jawaban atau pemecahan itu, juga sudah ditentukan. Misalnya menyelesaikan soal fisika dengan menerapkan rumus yang sesuai. Hasil proses berpikir divergen, yaitu jawaban atau pemecahan belum pasti, demikian pula jalur/metode untuk sampai pada jawaban atau pemecahan. Dengan kata lain,

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

terdapat beberapa kemungkinan penyelesaian dan beberapa kemungkinan dalam hal jalur/ metode yang digunakan. Hasil berfikir evaluatif, yaitu mengolah dan menilai sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria itu dapat bersifat kriteria intern, seperti organisme penyusunan harmonis, kelengkapan, ketelitian, obyektivitas dan validitas data yang disajikan. Kriteria itu juga bersifat ekstern, seperti kegunaan, efisiensi penggunaan dan lain sebagainya. Misalnya, suatu buku pelajaran dapat dinilai baik berdasarkan kriteria intern maupun esktern. Ketiga kemampuan produktif juga berkaitan satu sama lain. Kebanyakan proses berpikir mengandung aspek berpikir konvergen, divergen, dan evaluatif, sebagaimana yang nampak dari penggunaan jalur / metode pada ketiga macam berpikir itu. Adapun metode/ jalur itu misalnya: Membedakan antara hal-hal pokok dan tambahan Menunjukkan sebab dan akibat Memisahkan fakta dari pengandaian (hipotesis) Memisahkan alasan dari kesimpulan Menemukan kesamaan dan perbedaan Mengatur, mensistematisasikan, mengklasifikasikan Menghubung-hubungkan dan menarik kesimpulan Menerapkan kaidah dan aturan Mendekati dari berbagai sudut pandangan

Yang dimaksudkan dengan informasi ialah materi/bahan pelajaran yang dihadapi. Apersepsi informasi, menemukan data baru dalam materi yang disajikan melalui resepsi berdasarkan pengamatan, dengan membanding bandingkan. Misalnya, melihat atau mendengar persamaan dan perbedaan antara ejaan atau ucapan kata-kata. Mengenal kembali informasi, digali dari ingatan hal yang pernah dihafal dan dipelajari bila disajikan lagi. Misalnya, mengenal kembali bentuk figur geometris pada bangunan atau gambar. Mengingat informasi, digali dari ingatan hal yang pernah dihafal dan dimasukkan dalam ingatan. Misalnya, menyebutkan sejumlah peristiwa historis bersama dengan tahun ketika peristiwa itu terjadi. Produksi informasi secara interpretativ , menjelaskan, mengartikan, meringkas atau merumuskan dalam kata-kata sendiri, sesuatu yang baru saja dipelajari. Misalnya membaca suatu peta geografi dan mengartikan tanda, warna dan bentuk yang terdapat dalam suatu peta itu, meringkas secara tepat isi pokok suatu bacaan.

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

Produksi informasi secara konvergen , menemukan jawabab atau pemecahan tepat satu-satunya, dengan menggunakan data, pengertian (konsep), kaidah dan metode yang pernah dipelajari. Misalnya, menemukan ciri-ciri khas iklim di daerah tertentu, seperti curah hjan, suhu dan arah angina berdasarkan pengetahuan dan pemahaman tentang aneka gejala klimatologis, tentunya keadaan iklim di daerah itu belum pernah dipelajari. Produksi informasi evaluatif, memberikan penilaian terhadap sesuatu, berdasarkan criteria atau eksterrn. Ranah psikologis siswa yang terpenting adalah ranah kognitif. Ranah kejiwaan yang berkedudukan pada otak ini, dalam perspektif psikologi kognitif adalah sumber sekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan lainnya, yakni ranag afektif (rasa) dan ranah psikomotor (karsa). Ranah kognitif, afektif dan psikomotor terdapat dalam teori belajar humanistic, dimana teori ini dianggap lebih dekat dengan filsafat, teori kepribadian dan psikoterapi daripada bidang pendidikan, sehingga sukar menterjemahkan ke dalam langkah-lanngkah yang lebih konkret dan praktis. Namun, karena sifatnya yang ideal, yaitu memanusiakan manusia, maka teori humanistik mampu memberi arah terhadap semua komponen pembelajaran untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut. Teori humanistic akan sangat membantu para pendidik dalam memahami arah belajar pada dimensi yang lebih luas, sehingga upaya pembelajaran apapun dan pada konteks manapun akan selalu diarahkan dan dilakukan untuk mencapai tujuannya. Kegiatan pembelajaran yang dirancang secara sistematis, tahap demi tahap secara ketat, sebagaimana tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dinyatakan secara eksplisit dan dapat diukur, kondisi belajar yang dipilih diatur dan ditentukan, serta pengalaman-pengalaman belajar yang dipilih untuk siswa, mungkin saja berguna bagi guru tetapi tidak berarti bagi siswa.

2.3.

Metode metode Teori Bloom

Metode pembelajaran merupakan cara-cara yang digunakan pengajar atau instruktur untuk menyajikan informasi atau pengalaman baru, menggali pengalaman peserta belajar, menampilkan unjuk kerja serta belajar dan lain-lain. Secara garis besar metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran menurut Bloom adalah metode ceramah, Tanya jawab dan diskusi serta sistem belajar tuntas. Sistem belajar tuntas merupakan suatu pola pengajaran terstruktur yang bertujuan untuk mengadaptasikan pengajaran kepada kelompok siswa yang besar sedemikian rupa, sehingga diberikan perhatian secukupnya pada sejumlah perbedaan yang terdapat diantara siswa, khususnya yang menyangkut laju kemajuan atau kecepatan dalam belajar.

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

Model belajar ini dikembangkan oleh Bloom menjadi pola atau prosedur pengajaran yang dapat diterapkan dalam memberikan pengajaran kepada satuan kelas. Secara operasional guru mengambil langkah-langkah sebagai berikut : Menentukan semu tujuan instruksional yang harus dicapai, baik yang umum maupun yang khusus. Menjabarkan materi pelajaran. Memberikan pelajaran secara klasikal, sesuai dengan unit pelajaran yang dirangkaikan. Memberikan tes kepada siswa pada akhir masing-masing unit pelajaran. Kepada siswa yang belum mencapai tingkat penguasaan yang dituntut, diberikan pertolongan khusus. Paling sedikit hampir semua siswa mencapai tingkat penguasaan pada unit pelajaran bersangkutan. Unit pelajaran yang menyusul itu juga diajarkan secara kelompok dan di akhiri dengan memberikan tes formatif. Prosedur yang sama diikuti pula dalam mengajarkan unit-unit pelkajaran lain.

2.4.

Media yang Digunakan Teori Bloom

Ada beberapa jenis media yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain : Media yang tidak di proyeksikan seperti benda nyata, replica dan model, kit multimedia, simulator, bahan cetakan, foto-foto, gambar, chart, poster. Media yang tidak di proyeksikan ini masih dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu : Media dua dimensi misalnya bahan cetakan yaitu gambar, chart, poster, foto dan grafik. Oleh karena itu yang dimaksud dengan media dua dimensi ialah semua bentuk gambar yang menampilkan suatu objek. Media tiga dimensi misalnya replika, model dan berbagai simulator. Media tiga dimensi ada yang murah karena sangat sederhana sehingga media yang mahal dan canggih karena kerumitan pembuatannya.

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

Media yang di proyeksikan. Jenis media yang di proyeksikan yang sudah sangat kita kenal adalah overhead projector (OHP), film slide dan gambar proyeksi komputer. Media OHP dengan transparansi merupakan salah satu jenis media visual yang paling banyak digunakan dalam aktivitas pembelajaran selain papan tulis, OHP digunakan untuk memvisualisasikan pokok pokok pikiran utama pembelajaran dengan menggunakan 2 macam transparansi, yaitu hitam putih, dan transparansi yang dicetak dengan tinta berwarna. Media OHP transparansi dan film slide menayangkan bermacam-macam teks dan gambar untuk tujuan utama memperjelas substansi konsep yang diajarkan. Media OHP dan film slide juga dapat digunakan dalam proses belajar mengajar baik untuk sekelompok sedang maupun besar. Media audio. Perkembangan teknologi proyektor saat ini telah memungkinkan pengajar atau presenter mempresentasikan output komputer, baik berupa teks, gambar, maupun kombinasi keduanya. Media ini dapat membuat kualitas belajar memiliki dimensi lain yang sangat kaya dan menarik apalagi jika dikerjakan dengan serius. Adapun yang dimaksud dengan media audio adalah audio yang direkam antara lain kaset audio dan disk audio. Jenis media audio disarankan penggunaannya bagi pembelajaran yang berkaitan dengan bunyi, suara atau pelajaran bahasa khususnya. Media video dan film adalah gambar bergerak yang direkam dalam format kaset video, VCD dan DVD. Media video dan film sangat inspiratif untuk mengungkapkan berbagai hal abstrak dalam pembelajaran nilai-nilai misalnya tentang kebenaran dan keadilan. Pembelajaran yang diisi dengan penayangan film dengan gambar dan suara mampu menjelaskan gagasan yang mendalam. Melalui scenario yang ditampilkan dalam film siswa akan lebih mengenal dan merasakan apa itu kebenaran dan keadilan. Masih banyak kegunaan lain media video dan film jika digunakan dalam pembelajaran. Keunggulan itu tidak terlepas dari kemampuan media audio visual untuk menghadirkan berbagai scenario tertentu yang akan sangat memperkaya pengalaman belajar. Komputer. Perkembangan dan kemajuan teknologi komputer telah mengubah komputer sebagai sarana sekedar komputansi dan pengolahan data (word processor) menjadi sarana belajar multimedia yang dapat mendesain ataupun merekayasa sesuatu. Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Kemajuan teknologi computer dewasa ini, khususnya melalui program powerpoint sangat memungkinkan memuat tayangan beragam bentuk gagasan pembelajaran. Tayangan berbagai informasi dan pesan yang dirancang dalam computer membuat pembelajaran menjadi efektif. Kombinasi computer dengan jaringan internet dan web telah menjadikan proses belajar sangat kaya dan tanpa batas ruang dan waktu. Internet membuka akses bagi siapa pun untuk

10

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

memperoleh berbagai macam informasi termasuk tentang perkembangan terkini ilmu pengetahuan akademik. Memanfaatkan internet dan web memberikan kontribusi yang sangat besar manfaatnya bagi aktivitas guru mempersiapkan materi terkini. Oleh karena itu, penelusuran internet dan web memungkinkan guru menggali substansi materi ajarnya secara cepat. Manfaat lain, pembelajaran dengan menggunakan internet dan web, biasanya biasanya bersifat baru dan terjamin kemutakhirannya, sesuai dengan kemampuan dan kecermatan guru mengaksesnya. Multimedia berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilsn dan kompetensi tertentu. Sampai saat ini, media ini secara optimal digunakan untuk berbagai program playstation. Namun, dimasa mendatang bisa juga digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Masing-masing jenis media mempunyai karakteristik yang spesifik. Oleh karena itu, harus digunakan secara tepat untuk pencapaian kompetensi pembelajaran. Ketepatan penggunaan media pembelajaran tidak ditentukan berdasarkan kecanggihannya, melainkan terutama pada aspek kreativitasnya.

11

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Teori ini dinamakan teori Boom karena teori ini dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama B. Bloom dalam sedyaningsih (2005). Teori ini mengungkapkan ada dua faktor utama yang dominan terhadap hasil belajar yaitu karakteristik siswa yang meliputi (kemampuan, minat, hasil belajar sebelumnya, motivasi) dan karakter pengajaran yang meliputi (guru dan fasilitas belajar). Melalui taksonomi Bloom inilah telah berhasil memberikan inspirasi kepada banyak pakar pendidikan dalam mengembangkan teori-teori maupun praktek pembelajaran.

Daftar pustaka
http://www.scribd.com http://nuhamaarif.blogspot.com http://www.duriyat.or.id/artikel/keadilan.htm http://herfis.blogspot.com/2009/07/teori-belajar-bloom.htm

12

Pendidikan IPA di SD| Teori Pembelajaran Bloom