Anda di halaman 1dari 3

TEXTBOOK READING BLOK KESEIMBANGAN CAIRAN, ELEKTROLIT DAN ASAM BASA

KELOMPOK B-12 Ketua Sekretaris : Muhammad Azmi Hakim : Tiara Windasari Agustin Tri Andini Lestari Mutiara Sandia Oktoviana Pungki Dio Azzawahani Rendy Muttaqien Sinaga Revi Yunarni Syaray Rizky Alamsyah Martani Ulima Rahmagita Zafira Alfani 1102012170 1102011279 1102011284 1102012186 1102012213 1102012236 1102012239 1102012253 1102012301 1102012315

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI 2012 JL.Letjen Suprapto,Cempaka Putih,Jakarta Pusat 10510 Tlp. 65 21 4244574 Fax. 62 21 4244574

Keseimbangan Cairan Asam Basa


Kunci bagi keseimbangan H+ adalah pemeliharaan alkalinitas, harus terdapat mekanisme untuk memkompensasi secara cepat dimana CES menjadi terlalu basa. Tiga Lini Pertahanan terhadap Perubahan [H+] 1. Sistem dapar kimiwi Dapar kimiawi sebagai lini pertahanan pertama, masing-masing terdiri dari sepasang zat kimia yang terlibat dalam suatu reaksi reversibel, satu yang dapat membebaskan ion H+ dan yang lain dapat mengikat H+. Dengan bekerja sesuai hukum aksi massa, pasangan dapar dapat segera bekerja untuk meminimalkan perubahan pH. Sistem dapar kimiawi meminimalkan perubahan pH dengan berikatan atau menghasilkan H+ bebas Sistem dapar kimiawi adalah campuran larutan untuk menimbulkan perubahan pH ketika asam/basa. Terdapat 4 sistem dapar : SISTEM DAPAR Sistem dapar asam karbonat: bikarbonat Sistem dapar protein Sistem dapar hemeglobin Sistem dapar fosfat FUNGSI UTAMA Dapar CES utama terhadap perubahan non-asam karbonat Dapar CIS utama: juga menyangga CES Dapar utama terhadap perubahan asam karbonat Dapar urin yang penting; juga menyangga CES

2. Kontrol respirasi atas pH Sistem pernapasan, lini kedua pertahanan, normalnya mengeliminasi CO2 yang diproduksi secara metabolis sehingga H2CO3 tidak menumpuk di cairan tubuh. Jika dapar kimiawi saja tidak mampu segera memperkecil perubahan pH maka sistem respirasi berespons dalam beberapa menit dengan mengubah kecepatan pengeluaran CO2- nya. Peningkatan [H+] dari sumber-sumber diluar asam karbonat akan merangsang pernapasan sehingga terjadi peningkatan pembuangan CO2 penghasil H2CO3 mengkompensasi asidosis dengan mengurangi pembentukan H+ dari H2CO3. Sebalikanya, penurunan H+ menekan aktivitas pernapasan sehingga CO2 dan karenanya H2CO3 penghasil asam dapat meningkat di cairan tubuh untuk mengkompensasi alkalosis.

3. Kontrol ginjal atas pH Ginjal adalah lini pertahanan ketiga dan paling kuat. Ginajal memerlukan beberapa jam untuk mengkompensasi penyimpangan pH cairan tubuh. Namun, organ ini tidak saja mengeleminasi dalam jumlah normal H+ yang berasal dari sumber non-H2CO3 tetapi juga dapat mengubah laju pengeluaran H+ sebagai respons terhadap perubahan asam non-H2CO3. Sebaliknya, paru hanya dapat menyesusaikan H+ yang dihasilkan dari H2CO3. Selain itu ginjal juga dapat mengatur [HCO3-] di cairan tubuh. Ginjal mengkompensasi asidosis dengan mengeluarkan kelebihan H+ di urin sembari menambahkan HCO3- baru ke plasma untuk menambah jumlah dapar HCO3-, selama alkalosis, ginjal menahan H+ dengan mengurangi sekresinya di urin. Ginjal juga mengeliminasi HCO3-, yang berlebihan karena jumlah HCO3yang diperlukan mengangga H+ berkurang akibat berkurangnya H+, H+ yang disekresikan harus di dapar di cairan tubulus untuk mencegah peningkatan gradien konsentrasi H+ yang dapat menghambat sekresi H+ lebih lanjut. Dalam keadaan normal, H+ disangga oleh pasangan dapar fosfat urin, yang banyak di cairan tubulus karena kelebihan fosfat daro makanan tumpah ke dalam urin untuk diekskresikan dari tubuh.

Ginjal Menyimpan Air Apabila cairan tambahan masuk ke dalam tubuh, volume cairan dalam tubuh tetap normal karena cairan yang berlbih dibuang oleh ginjal melalui urin. Jika cairan hilang dari tubuh maka cairan yang hilang harus diganti dari sumber di luar tubuh. Selama tubuh kehilangan cairan, reabsorpsi air di ginjal tidak membantu meningkatkan cairan tubuh. Konsentrasi Urin Dibuat di Lengkung Henle dan Duktus Pengumpul Diuresis adalah pengeluaran air yang berlebih sehingga urin menjadi sangat encer. Obat-abatan yang menyebakan diuresis disebut diuretik. Jika urin menjadi lebih pekat peitel tubulus menjadi permeabel terhadap air. Ketika membran duktus kolektus menjadi permeabel terhadap air osmosis menarik air keluar dari lumen menuju cairan interstisiil. Pada permeabilitas air maksimal, hilangnya air dar tubulus membuat urin pekat dengan osmoralitas 1200mOsm .