Anda di halaman 1dari 1
NOVI ENIS ROSULIANA Pemeriksaan diagnostik 1. Elektrokardiografi 1206303380 DAFTAR PUSTAKA Sumbu frontal jantung
NOVI ENIS ROSULIANA
Pemeriksaan diagnostik
1. Elektrokardiografi
1206303380
DAFTAR PUSTAKA
Sumbu frontal jantung mengarah ke
kanan dengan sudut QRS
Faktor-faktor Prenatal
antara+90 o -180
Terdapat gam-
1. Wong, Donna L., & Marilyn Hockenberry Eaton. (2009). Wong buku
ajar keperawatan pediatric (Vol.1) (Agus sutarna & Neti
Juniarti, Penerjemah). Jakarta: Buku Kedokteran EGC
baran hipertrofi ventrikel kanan
2. Radiologi
Ventrikel kanan dan atrium kana
membesar
Batang a. pulmonalis membesar
Cabang-cabang arteri pulmonalis
melebar
Penyakit Rubella maternal
selama kehamilan
Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 1
Alkoholisme Maternal
Usia Ibu > 40 tahun
Penyakit/ faktor genetik
2. Wong, Donna L. (2004). Pedoman klinis keperawatan pediatric
(Monica Ester, Penerjemah). Jakarta: Buku Kedokteran
EGC
3. Wahab, A. Samik. (2003). Penyakit jantung anak (Edisi 3). Jakarta:
Buku Kedokteran EGC
3. Ekokardiografi
Tampak lubang patologis pada
sekat atrium dan dapat
dibedakan dari foramen
ovale
Penyakit Jantung Kongenital
(PJB)
4. Wilkinson, Judith M., & Nancy R. Ahern. (2012). Buku saku diagnosis
keperawatan (Edisi 9) (Esti Wahyuningsih, Penerjemah).
Jakarta: Buku Kedokteran EGC
5. Libby, Petter. (2008). Heart disease (8rd.ed). Philadelphia: Saunders
Elsevier
6. Schlant, Robert C., & R. Wayne Alexander. Hurst’s the heart (8rd.ed).
Newyork: Mc Graw Hill, Inc
Sianosis
Asianosis
7. Bialkowski, Jacet, & Blandyna Karwot. (2004). Closure of atrial septal
dfects in children. Texas heart Institute Journal, 31(3), 220-
223. Diakses pada tanggal 15 Februari 2013
Aliran darah pulmonal menurun
Aliran darah bercampur
Aliran darah pulmonalis meningkat
Obstruksi yang menghalangi
aliran darah dan ventrikel
8. Fatema, NN., & Rahman, et al. (2006). Double intervention in single
sitting in a girl with atrial septal defect and paten ductus
arteriosus: A case report. Journal of Bangladesh College of
Phisicians and Surgery, 24 (1), 34-37. Diakses tanggal 22
-Atresia Trikuspidalis
- Tetralogi Fallot
-Transposisi pembuluh arteri besar
-Anomali total aliran darah balik vena pulmonalis
- Trunkus Arteriosus
-Sindrom Jantung hipoplastik kiri
Februari 2013.
http//www.proquest.com
-Defek Septum Ventrikel
-Paten Duktus Arteriosus
-Kanalis Atroventrikularis
-Koartasio (konstriksi Aorta)
-Stenosis aorta
- Stenosis pulmonal
9. Boeck, Kris De & Francois Vermeulen. (2008). Airway clearance
techniquesto treat acute respiratory disorders in previously
healthy children: Where is the evidence?. Eur J. Pediatr,
167, 607-612. Diakses tanggal 22 Februari 2013. http//
www.proquest.com
Defek Sinus Venosus
Defek dibagian superior & posterior sekat,
dekat dengan vena kava superior dan dekat
dengan salah satu muara vena pulmonalis
Defek Septum Atrium
ASD
Kesiapan keluarga atas informasi diagnosa
10. Suharmini, Tin & Arumi Savitri Fatimaningrum. (2009). Pelatihan
karakteristik & tumbuh kembang anak usia dini bagi kader
posyandu plus. Inotek, 3 (1), 85-96
ASD II
M.K
Terdapat Defek antara atrium kanan & atrium kiri
Kecemasan
Defek Sekundum
Terletak ditengah sekat atrium dan terletak di
foramen ovale
11. Kuzin, Julie K., & Jennifer G. Yborra, et al. (2007). Family-member
presence during interventions in intensive care unit: Percep-
tions of pediatric cardiac intensives care providers. Official
Journal of The American Academy of Pediatrics, 120 (4),
e895-e901. Diakses tanggal 24 Februari 2013. http://
Tekanan atrium kiri > tekanan atrium kanan
pediatrics.aappublications.org/content/120/4/e895.full.h
6 mmHg
5 mmHg
ASD I
Defek Sekat Primum
Terletak dibagian bawah sekat
Resistensi sirkulasi sistemik lebih
tinggi disbanding resistensi pulmonal
melalui defek septum
Terjadi kec. aliran yg tinggi
dari atrium kiri ke atrium kanan
kec. aliran yg tinggi dari atrium kiri ke atrium kanan Volume darah di atrium kanan meningkat
kec. aliran yg tinggi dari atrium kiri ke atrium kanan Volume darah di atrium kanan meningkat

Volume darah di atrium kanan meningkat

kiri ke atrium kanan Volume darah di atrium kanan meningkat Volume darah di ventrikel kanan dan

Volume darah di ventrikel kanan dan arteri pulmonalis meningkat

darah di ventrikel kanan dan arteri pulmonalis meningkat Volume darah di atrium kiri meningkat Volume darah

Volume darah di atrium kiri meningkat

pulmonalis meningkat Volume darah di atrium kiri meningkat Volume darah di ventrikel kiri meningkat Curah jantung

Volume darah di ventrikel kiri meningkat

kiri meningkat Volume darah di ventrikel kiri meningkat Curah jantung menurun Kekurangan O 2 & nutrisi

Curah jantung menurun

darah di ventrikel kiri meningkat Curah jantung menurun Kekurangan O 2 & nutrisi ke jaringan seluruh
darah di ventrikel kiri meningkat Curah jantung menurun Kekurangan O 2 & nutrisi ke jaringan seluruh

Kekurangan O 2 & nutrisi ke jaringan seluruh tubuh

Kekurangan O 2 & nutrisi ke jaringan seluruh tubuh Hipoksia jaringan Kelemahan M.K Intoleransi aktivitas

Hipoksia jaringan

& nutrisi ke jaringan seluruh tubuh Hipoksia jaringan Kelemahan M.K Intoleransi aktivitas Peningkatan aliran darah

Kelemahan

ke jaringan seluruh tubuh Hipoksia jaringan Kelemahan M.K Intoleransi aktivitas Peningkatan aliran darah pulmonal

M.K Intoleransi aktivitas

Peningkatan aliran darah pulmonal
Peningkatan aliran darah pulmonal
Peningkatan aliran darah pulmonal

Peningkatan aliran darah pulmonal

Peningkatan aliran darah pulmonal
Peningkatan aliran darah pulmonal
Peningkatan aliran darah pulmonal
Peningkatan aliran darah pulmonal
M.K Intoleransi aktivitas Peningkatan aliran darah pulmonal Penambahan beban pada arteri pulmonalis M.K Penurunan

Penambahan beban pada arteri

pulmonalis

darah pulmonal Penambahan beban pada arteri pulmonalis M.K Penurunan Cardiac output Perubahan tekanan pada valvula

M.K Penurunan Cardiac output

Perubahan tekanan pada valvula trikuspidalis

Cardiac output Perubahan tekanan pada valvula trikuspidalis Stenosis relatif katup trikuspidalis Terdengar bising

Stenosis relatif katup trikuspidalis

valvula trikuspidalis Stenosis relatif katup trikuspidalis Terdengar bising diastolik Resiko endokarditis Tahanan katup

Terdengar bising diastolik

Resiko endokarditis

trikuspidalis Terdengar bising diastolik Resiko endokarditis Tahanan katup pulmonalis meningkat Metabolisme jaringan
trikuspidalis Terdengar bising diastolik Resiko endokarditis Tahanan katup pulmonalis meningkat Metabolisme jaringan

Tahanan katup pulmonalis meningkat

Resiko endokarditis Tahanan katup pulmonalis meningkat Metabolisme jaringan tubuh menurun Pertumbuhan sel dan
Resiko endokarditis Tahanan katup pulmonalis meningkat Metabolisme jaringan tubuh menurun Pertumbuhan sel dan

Metabolisme jaringan tubuh menurun

pulmonalis meningkat Metabolisme jaringan tubuh menurun Pertumbuhan sel dan jaringan terganggu M.K. Gangguan
pulmonalis meningkat Metabolisme jaringan tubuh menurun Pertumbuhan sel dan jaringan terganggu M.K. Gangguan

Pertumbuhan sel dan jaringan terganggu

tubuh menurun Pertumbuhan sel dan jaringan terganggu M.K. Gangguan pertumbuhan & perkembangan Kenaikan

M.K. Gangguan pertumbuhan & perkembangan

Kenaikan tahanan pada arteri pulmonalis Terdapat perbedaan tekanan 15-25 mmHg

Kenaikan tahanan pada arteri pulmonalis

Terdapat perbedaan tekanan 15-25 mmHg

Kenaikan tahanan pada arteri pulmonalis Terdapat perbedaan tekanan 15-25 mmHg
arteri pulmonalis Terdapat perbedaan tekanan 15-25 mmHg Muncul bising sistolik Bising stenosis relative katup

Muncul bising sistolik

Terdapat perbedaan tekanan 15-25 mmHg Muncul bising sistolik Bising stenosis relative katup pulmonal Resiko disritmia

Bising stenosis relative katup pulmonal

bising sistolik Bising stenosis relative katup pulmonal Resiko disritmia atrium Obstruksi vaskuler pulmonalis

Resiko disritmia atrium

stenosis relative katup pulmonal Resiko disritmia atrium Obstruksi vaskuler pulmonalis Pembentukan emboli paru Reflek

Obstruksi vaskuler pulmonalis

Resiko disritmia atrium Obstruksi vaskuler pulmonalis Pembentukan emboli paru Reflek bronkokonstriksi Peningkatan

Pembentukan emboli paru

atrium Obstruksi vaskuler pulmonalis Pembentukan emboli paru Reflek bronkokonstriksi Peningkatan tekanan ventrikel kanan

Reflek bronkokonstriksi

pulmonalis Pembentukan emboli paru Reflek bronkokonstriksi Peningkatan tekanan ventrikel kanan yang permanen Aliran

Peningkatan tekanan ventrikel kanan yang permanen

Peningkatan tekanan ventrikel kanan yang permanen Aliran darah pulmonal meningkat Volume darah pulmonal

Aliran darah pulmonal meningkat

kanan yang permanen Aliran darah pulmonal meningkat Volume darah pulmonal meningkat Edema paru Distensi

Volume darah pulmonal meningkat

Edema paru
Edema paru

Distensi Intrapulmonal meningkat

meningkat Edema paru Distensi Intrapulmonal meningkat Dispnea Hipertrofi otot ventrikel kanan Peningkatan
Dispnea
Dispnea

Hipertrofi otot ventrikel kanan

meningkat Dispnea Hipertrofi otot ventrikel kanan Peningkatan workload Atrium kanan tdk dpt mengimbangi

Peningkatan workload

Hipertrofi otot ventrikel kanan Peningkatan workload Atrium kanan tdk dpt mengimbangi Hipertrofi atrium kanan M.K

Atrium kanan tdk dpt mengimbangi

kanan Peningkatan workload Atrium kanan tdk dpt mengimbangi Hipertrofi atrium kanan M.K Gangguan Pertukaran Gas

Hipertrofi atrium kanan

M.K Gangguan Pertukaran Gas Tujuan: Pertukaran gas baik Kriteria evaluasi: • Dispnea (-) • Laju
M.K Gangguan Pertukaran
Gas
Tujuan: Pertukaran gas baik
Kriteria evaluasi:
• Dispnea (-)
• Laju aliran ekspirasi baik
• Menunjukkan gas-gas darah arteri-
normal
Intervensi: (Mandiri)
1. Anjurkan pada keluarga untuk
melatih batuk efektif pada anak
Kolaborasi
2. Berikan oksigen sesuai metode
nasal, sunkup
3. Berikan bronkodilator yang sesuai
4. Periksa analisa gas darah
Kecemasan Tujuan : Kecemasan anak dan orang tua menurun setelah dilakukan perawa- tan Kriteria Evaluasi
Kecemasan
Tujuan :
Kecemasan anak dan orang tua
menurun setelah dilakukan perawa-
tan
Kriteria Evaluasi :
• Tanda-tanda cemas seperti berkeringat
dingin, gelisah, tidak bisa tidur berkurang
• Dapat berpartisipasi dlm proses perawatan
Intervensi
1.
Orientasikan anak pada lingkungan rumah
sakit
2.
Terapi bermain sesuai usia perkembangan
selama berada di Rumah Sakit
3.
Menilai kemampuan koping anak dan org
tua
4.
Lakukan prosedur diagnostic berdasarkan
karakteristik perkembangan
5.
Diskusikan tentang etiologi, pengobatan ,
dan perjalan penyakit
6.
Berikan motivasi & libatkan keluarga untuk
memberikan dukungan pada anak ketika
menjalani pengobatan (Family centre care)
(jurnal 11)
Difusi oksigen menurun
Difusi oksigen menurun
Difusi oksigen menurun

Difusi oksigen menurun

Difusi oksigen menurun
Difusi oksigen menurun
Difusi oksigen menurun
Difusi oksigen menurun
(Family centre care) (jurnal 11) Difusi oksigen menurun Hipoksia jaringan paru Meningkatnya kerusakan jaringan
(Family centre care) (jurnal 11) Difusi oksigen menurun Hipoksia jaringan paru Meningkatnya kerusakan jaringan

Hipoksia jaringan paru

(jurnal 11) Difusi oksigen menurun Hipoksia jaringan paru Meningkatnya kerusakan jaringan Respon inflamesi jar.paru

Meningkatnya kerusakan jaringan

Respon inflamesi jar.paru

Respon inflamesi jar.paru

Meningkatnya kerusakan jaringan Respon inflamesi jar.paru M.K Gangguan pertukaran gas Hypertensi Pulmonary 10% pd

M.K

Gangguan pertukaran gas

Hypertensi Pulmonary 10% pd usia dibwh 40 thn

Daya isap bayi menurun

Pulmonary 10% pd usia dibwh 40 thn Daya isap bayi menurun M. K Gangguan nutrisi kurang

M. K Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan

Tubuh menstimulasi peningkatan produksi sekret

kebutuhan Tubuh menstimulasi peningkatan produksi sekret M.K Gangguan Bersihan Jalan nafas Insiden ASD merupakan

M.K Gangguan Bersihan Jalan nafas

Insiden ASD merupakan kelainan sekitar 10% dari semua ke- lainan jantung congenital pada neonatus Gejala
Insiden
ASD merupakan kelainan sekitar 10% dari semua ke-
lainan jantung congenital pada neonatus
Gejala pada penderita terlihat cepat pada umur 4 bulan
ASD lebih banyak terjadi pada wanita 56% dengan rasio
perempuan:laki-laki= 2:1, 30-40% pada dewasa
Komplikasi
Gagal jatung kongestif , Endokarditis, Hipertensi
pulmonal , Gangguan tumbang, Gangguan nutrisi
Peradangan Paru
M.K Penurunan Cardiac Output Tujuan : Cardiac out put baik, Status sirkulasi baik Kriteria Evaluasi
M.K Penurunan Cardiac Output
Tujuan : Cardiac out put baik,
Status sirkulasi baik
Kriteria Evaluasi :
• Dispnea tidak ada
• Frekuensi nadi perifer 120-160x/mnt
• TD sistolik 60-80x/mntt, diastolic 40-50x/mnt
• Akral hangat
• Distensi vena jugularis (-)
Intervensi (Mandiri)
1. Ukur TD, RR, Nadi
2. Anjurkan pada keluarga untuk membatasi
aktivitas anak
3. Beri informasi relaksasi
4. Berikan posisi tredlenburg ketika TD rendah
5. Periksa pembesaran vena jugularis
6. Pantau saturasi oksigen anak (Jurnal no. 8)
(Kolaborasi)
6. Berikan oksigen sesuai dosis
7. Medikasi antiaritmia
8. Perikasa lab ECG, Radiologi, serta dilakukan
pembedahan untuk pemasangan teknik tran-
skateter (jurnal No. 8)
M.K Bersihan Jalan Nafas tidak Efektif
Tujuan: Jalan nafas efektif, jalan napas paten setelah dilakukan perawatan
Kriteria evaluasi: - Batuk efektif (+), - Sekret keluar secara efektif, - Suara nafas
jernih, Irama & RR normal 30-60x/mnt, Nafas tambahan (-)
Intervensi: (Mandiri)
1.
Lakukan fisio terapi dada ( Airway clearance technique) (jurnal no.9)
2. Ukur RR
3. Atur posisi pasien setinggi 45 derajat
4. Ubah posisi pasien setiap 2 jam
5. Pertahankan hidrasi
6. Informasikan pada orang tua bahwa batuk sangat baik buat anak
(Kolaborasi)
7. Berikan terapi aerosol, nebulizer
8. Pemeriksaan sputum
M.K Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tujuan: Status Gizi adekuat setelah dilakukan perawatan Kriteria evaluasi:
M.K Gangguan Nutrisi Kurang
dari Kebutuhan
Tujuan: Status Gizi adekuat setelah
dilakukan perawatan
Kriteria evaluasi:
• BB dan Tinggi badan sesuai dengan
perkembangan
• Status gizi baik
• Asupan ASI cukup
• Porsi makan habis
Intervensi: (Mandiri)
1. Anjurkan keluarga untuk men-
yediakan makanan yang bergizi dan
tidak mahal
2. Berikan informasi yang tepat tentang
kebutuhan gizi anak
3. Berikan informasi pada ibu untuk
tetap rileks dalam memberikan ASI
4. Timbang BB anak tiap hari
Kolaborasi
5. Berikan nutrisi melalui selang jika
anak tidak mampu secara peroral
6. Konsultasikan denga ahli gizi terkait
pemberian makanan yang tepat
M.K Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Tujuan: Pertumbuhan dan perkembangan men- galami kemajuan yang normal
M.K Gangguan Pertumbuhan
dan Perkembangan
Tujuan: Pertumbuhan dan
perkembangan men-
galami kemajuan yang
normal
Kriteria evaluasi:
BB&TB sesuai usia, - Ketajaman
penglihatan, penciuman dan
pendengaran dalam batas normal, -
Perkembangan fisik, kognitif,
motorik, psikososial sesuai usia
Intervensi:
1. Bina hubungan terapeutikdan
saling percaya dengan anak dan
keluarga
2. Dorong anak untuk mengekspre-
sikan diri dari beri umpan balik
positif
3. Beri mainan/ benda-benda se-
suai usia
4. Ciptakan lingkungan yang men-
imbulkan kemadirian anak
5. Lakukan pemeriksaan Denver II/
KPSP (Jurnal 10)