Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini terutama mikroskop sebagai
alat untuk mengamati struktur benda-benda yang berukuran sangat kecil, semakin membuka
jalan para peneliti untuk mengamati dan mempelajari bahan-bahan penyusun tubuh makhluk
hidup, baik itu tumbuhan, hewan ataupun manusia sendiri. Salah satu yang diteliti adalah
jaringan yang terdapat hampir diseluruh bagian tubuh, baik itu tubuh bagian luar ataupun
bagian dalam yaitu jaringan otot.
Jaringan otot, sekitar 40% berat tubuh terbentuk atas otot. Otot melakukan semua gerakan
tubuh. Otot mempunyai sel-sel yang tipis dan panjang, yang mengubah energi yang tersimpan
dalam lemak dan gula darah (glukosa) menjadi gerakan dan panas. Tubuh hewan dan
termasuk juga manusia lain memiliki struktur yang sangat unik karena tersusun dari jaringan-
jaringan dasar yang berbeda dan memiliki perannya masing-masing. Ketiga tipe jaringan
dasar itu adalah jaringan epitel, jaringan ikat, otot, dan juga jaringan saraf. Jaringan otot
sangat banyak ditemukan pada tubuh manusia. Dimana jaringan ini berperan dalam
pergerakan, baik itu gerakan yang sadar ataupun gerakan tak sadar yang tidak dapat dikontrol
oleh manusia. Jenis-jenis otot dan fungsinya yang sangat penting dalam kehidupan manusia,
membuat kita semakin ingin tahu tentang struktur otot-otot.
Gerak manusia dihasilkan oleh kontraksi otot yang menghasilkan gaya untuk
menggerakkan anggota badan. Pada gerak sadar, sinyal perintah dari pusat sistem syaraf
ditransmisikan melalui syaraf tulang belakang (spinal cord) lalu ke otot untuk menghasilkan
gaya. Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama.
Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot
menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme
tersebut. Jaringan otot bertanggungjawab untuk pergerakan tubuh, terdiri atas sel-sel otot
yang terspesialisasi untuk melaksanakan konstraksi dan berkonduksi (menghantarkan
impuls).
Maka dalam praktikum ini kita dapat mengamati lebih jelas mengenai struktur histologi
jaringan otot pada hewan ataupun manusia yang meliputi otot lurik, otot polos, otot jantung,
paru-paru dan saraf. Ketiga jenis otot ini memiliki perbedaan baik dari segi bentuk dan
letaknya, jumlah sel (inti selnya), ciri-ciri, reaksi terhadap rangsang, serta persamaan dan
perbedaannya. Dan untuk mengetahui lebih jauh mengenai ketiga jenis jaringan otot dan juga
paru-paru dan saraf maka dilakukanlah percobaan ini dengan tujuan untuk mengamati
struktur histologi jaringan otot yang meliputi otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam laporan ini, hanya sebatas membahas tentang otot pada manusia,
untuk lebih mengetahui detail tentang otot pada manusia. Kemudian timbul pertanyaan di
benak kami:
Bagaimana cara dapat mengamati lebih jelas mengenai struktur histologi jaringan
otot pada hewan ataupun manusia yang meliputi otot lurik, otot polos, otot jantung,
otot vena dan saraf?
Dengan modal pertanyaan di atas, kami berharap akan menemukan jawaban yang tepat
supaya kita dapat mengetahui labih jauh tentang otot manusia.

C. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum tentang otot ini yaitu:
1. Mengetahui jenis-jenis otot.
2. Letak pada organ dalam tubuh manusia.
3. Mengetahui letak dan jumlah inti sel dari setiap otot.
4. Mengetahui ciri-ciri dari otot-otot tersebut.
5. Mengetahui bentuk dari otot-otot tersebut.
6. Mengetahui persamaan dan perbedaan dari setip otot-otot tersebut.
7. Mengetahui gangguan pada otot tersebut.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Jaringan Otot
Menurut Wikipedia otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang
berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot diklasifikasikan menjadi
tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu
organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut.
Jaringan otot adalah daging tubuh dan tersusun dari banyak dinding organ berongga
dan pembuluh-pembuluh tubuh. Jaringan otot atau biasa disebut otot telah dijumpai mulai
dari invertebrata sampai vertebrata. Otot merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia.
Hampir setengah dari keseluruan berat tubuh manusia disumbang oleh otot. Jaringat otot
seperti jaringan yang lain memiliki sifat peka terhadap rangsangan (sifat iritabilitas), mampu
merambatkan impuls (sifat konduktivitas), mampu melaksanakan metabolism dan mampu
membelah diri. Sifat jaringan otot yang khas adalah kemampuannya untuk berkontraksi (sifat
kontraktilitas) yang tinggi. Sifat kontraktilitas disebabkan sel-sel otot memiliki protein
kontraktil, yaitu aktin danmyosin. Jaringan otot (muscle tissue) terdiri atas sel-sel yang
disebut serabut otot, yang mampu berkontraksi ketika dirangsang oleh implus saraf.
Tersusun dalam susunan paralel didalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar
mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan myosin. Otot adalah jaringan
yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan
bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif.
Otot mempunyai 4 fungsi utama, yaitu :
1. Melaksanakan gerakan, memelihara fostur tubuh dan memproduksi panas. Gerakan yang
dihasilkan oleh otot pada dasarnya ada dua, yaitu gerakan tubuh yang mudah diamati dan
gerakan tubuh yang tidak mudah diamati. Gerakan tubuh yang mudah diamati meliputi gerak
berpindah tempat (misalnya berjalan, berlari) dan gerakan bagian tubuh tertentuh (misalnya
menggeelengkan kepala, melambaikan tangan), sedangkan gerakan yang tidak mudah diamati
adalah adalah gerakan organ-organ didalam tubuh, misalnya gerak peristaltic alat-alat
pencernaan, denyut jantung, mengembang dan menyempitnya pembuluh darah, gerakan
pengosongan kantung kencing, dsb.
2. Otot-otot dinding perut berguna untuk menahan rongga perut.
3. Menghasilkan panas untuk memelihara suhu tubuh, contoh pada saat kedinginan, otot
menggigil untuk menghasilkan panas.
4. Otot-otot pembuluh darah berguna untuk menahan tekanan darah.

B. Bagian Otot
Bagian-bagian otot terdiri dari:
1. Kepala otot (muskulus kaput)
2. Empal otot (muskulus venter)
3. Ekor otot (muskulus kaudal)
4. Fasia (selaput pembungkus otot)
5. Origo (muskulus kaput melekat pada tulang)
6. Insersi (muskulus kaudal lekt pada tulang)
7. Tendo (jaringan ikat yang keras dan liat)

C. Jenis-jenis Otot
Dalam tubuh kita terdiri dari macam-macam jenis otot serta mempunyai sifat dan cara
kerja sendiri-sendiri , untuk saling menunjang agar kita dapat bergerak. Otot dapat
diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu : otot polos, otot lurik, otot jantung serta paru-paru dan
syaraf
a. Otot polos, terdiri dari kumpulan sel fusiformis, yang didalam mikroskop cahaya tidak
memperlihatkan lempeng-lempeng terang dan gelap. Proses pengendalian mereka lambat dan
tidak dibawa pengendalian kemampuan sadar. Otot polos dikenal dengan otot tak sadar dan
bertanggung jawab untuk gerakan gerakan ototmatis di dalam tubuh. Otot polos memiliki
struktur berbentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing dengan inti
berjumlah satu terletak dibagian tengah.
b. Otot rangka, terdiri dari berkas-berkas sel selindris sangat panjang yang berinti banyak
yang memperlihatkan lempeng-lempeng terang dan gelap. Kontraksi mereka cepat, kuat, dan
dibawa pengendalian kemauan yang disadari. Otot lurik, atau nama lain otot rangka (karena
pada umumnya otot ini melekat pada kerangka), struktur otot ini berserabut panjang,
berwarna/lurik dengan garis terang gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak
dipinggir. Otot ini dapat bergerak/berkontraksi menurut kehendak kita (dibawah kehendak
sistem syaraf pusat).
c. Otot jantung, juga memperlihatkan lempeng-lempeng terang dan gelap dan terdiri dari sel
individual yang panjang atau bercabang-cabang,memanjang,silindris,berjalan sejajar satu
sama lain dan memiliki satu inti sel yang terletak ditengah. Pada tempat perhubungan ujung
ke ujung terdapat diskus interkalaris, struktur yang hanya ditemukan dalam otot jantung.
Kontraksi otot jantung tidak dibawa pengaruh kemauan secara sadar, kontraksinya kuat, dan
berirama. Otot jantung disebut juga myocardium atau musculus cardiata. Hanya di temukan
di jantung, otot ini seperti otot sadar.
d. Otot vena, Otot vena yang ditemukan dalam pembuluh darah vena bekerja dengan
pengaturan dari sistem saraf tak sadar, yaitu saraf otonom. Otot ini dibangun oleh sel sel
otot yang terbentuk gelombang dengan kedua ujung meruncing, serta mempunyai satu inti,
yang berfungsi membantu mendorong dan membawa darah dalam pembuluh.
e. Otot syaraf, yang berada di jaringan saraf. Disebut juga nerve muscle. Strukturnya memilih
inti banyak. Cara kerja adanya dibawah kesadaran dan adanya yang diluar kesadaran kita.























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Praktikum
No Morfologi Otot Polos Otot Lurik Otot Jantung Syaraf Vena
1. Letak
pada
organ
Pada dinding
pembuluh
darah,
dinding
limfe,
dinding
saluran
pencernaan
Melekat
pada tulang
(kerangka)
juga ada
yang di
Kulit
Hanya ada
pada
dinding
jantung
Pada organ
syaraf
(SSP)
Pada
pembuluh
darah
2. Inti sel Hanya ada
satu terletak
di tengah
Banyak
terletak
dipinggir
Banyak,
terletak
ditengah
Banyak,
letaknya
tersebar
Hanya ada
satu di
tengah
3. Ciri -Ciri Bentuknya
gelondong,
ujungnya
merucing
tengah
melendung,
polos tidak
ada garis
bekerja
secara tidak
sadar.
Bentuk
silindris
memanjang,
banyak inti
sel di
pinggir,
bekerja
menurut
kesadaran
Bentuk
menyerupai
otot lurik
tapi
bercabang,
banyak
memiliki
inti sel
ditengah,
bekerja
secara tak
sadar
Bentuknya
silindris, inti
sel banya
menyebar,
inti sel
berwarna
hitam,
bekerja
secara tak
sadar
Jarinagn
otot
menumpuk,
inti sel
hanya satu
di tengah,
bekerja
secara tak
sadar
4. Gambar


5. Persamaan Persamaan: Persamaan: Persamaan: Persamaan: Persamaan:
B. Pembahasan
Dari tabel di atas dapat kita lihat ciri-ciri dari masing-masing otot yang ada di dalam tubuh
manusia :
1. Otot Polos, dalam teori otot ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Memiliki 1 inti di tengah.
b. Berbentuk gelendong.
c. Menanggapi rangsangan secara lambat.
d. Bekerja diluar kesadaran kita / involunteer.
e. Tidak memiliki daerah gelap terang, karena tersusun dari serabut aktin dan miosin.
f. Contoh: otot pada dinding saluran pernapasan, pencernaan, pembuluh darah, saluran
kelamin, dinding rahim, lambung, dan usus.

&
Perbedaan
Mekanisme
kerja sama
dengan otot
syaraf &
jantung



Perbedaan:
Inti sel
hanya 1 di
tengah
Inti selnya
sama
dengan otot
jantung
karena inti
sel banyak.

Perbedaan:
Otot lurik
bekerja atas
kesadaran
tetapi otot
jantung dan
otot polos
bekerja di
luar
kesadaran
Mekanisme
kerja sama
dengan
otot polos




Perbedaan:
Intisel = otot
lurik banyak
tapi di
tengah,
struktur =
otot lurik
bergaris
tetapi
bercabang
Mekanisme
kerja = otot
polos &
jantung




Perbedaan:
intisel
banyak dan
menyebar
Mekanisme
kerja = otot
polos





Perbedaan:
jaringannya
menumpuk
sehingga
sulit
menemukan
inti sel



Setelah dilakukan pengamatan/percobaan praktikum di bawah mikroskop ternyata
memang sama antara teori dan hasil dari praktikum, diantaranya otot polos memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
Memiliki satu inti sel saja dan letaknya berada di tengah sel.
Berbentuk gelendong dan ujungnya meruncing.

Otot polos memiliki struktur yang paling sederhana diantara ketiga jesin otot yang ada
pada tubuh. Otot polos terdiri dari serabut-serabut otot yang memiliki inti tunggal dan terletak
ditengah. Menyusun alat-alat tubuh bagian dalam, seperti saluran pencernaan, pembuluh
darah, saluran kelamin, dan dinding rahim. Kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak
kita sehingga sering disebut otot tak sadar. Ujung otot polos berbentuk lancip. Serabut otot
polos tersusun dalam tumpukan helaian yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
melalui gap junction.
Kontraksi otot polos bersifat ritmis karena mendapat pengaruh atau inervasi dari saraf
autonom. Ketika inervasi saraf autonom datang, molekul yang menyampaikan stimulus ke sel
otot adalah asetilkolin. Asetilkolin akan menyebabkan otot polos berkontraksi. Pada saat otot
polos telah berkontraksi, senyawa norephineprine akan dihantarkan dari akson sel saraf, pada
saat itulah otot polos berelaksasi. Karena inervasi yang dilakukan saraf bergantian, supaya
tetap dalam homeostatis, maka kontraksi dan relaksasi akan berlangsung secara ritmik dan
tetap dibawah pengaruh saraf autonom, simpatis dan parasimpatis. Kontraksi akan dipicu
dengan kehadiran asetilkolin dan relaksasi akan dipicu dengan kehadiran senyawa
norepinephrine.

2. Otot Lurik, dalam teori otot ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Disebut otot rangka.
b. Memiliki banyak inti di tepi.
c. Berbentuk silindris.
d. Menanggapi rangsangan dengan cepat
e. Bekerja menurut kesadaran/volunteer.
f. Memiliki daerah gelap terang yang tersusun rapi/lurik.
g. Sel otot lurik lebih panjang dibandingkan dengan sel otot polos dan jantung.
h. Contoh: otot pada tulang.

Setelah dilakukan pengamatan/percobaan praktikum di bawah mikroskop ternyata
memang sama antara teori dan hasil dari praktikum, dianataranya otot lurik memiliki ciri-ciri
sebagai berikuti :
Memiliki banyak inti sel dan letaknya berada di tepi sel.
Berbentuk silindris.

Struktur otot rangka, Otot rangka merupakan otot yang memiliki ciri khas memiliki lurik
didalam serabutnya, sehingga sering disebut juga sebagai otot lurik. Satu bundle otot yang
besar terdiri atas fasikulus yang didalamnya terkandung sel-sel serabut otot. Serabut otot
memiliki inti yang banyak, lebih dari satu dan terdiri dari myofibril-miofibril yang
terbungkus oleh membran sel otot, sarkolema. Masing-masing myofibril terdiri dari dua tipe
miofilamen, yaitu aktin dan myosin. Filament aktin lebih tipis dari pada myosin, sehingga
sering dinamakan sebagai filament tipis. Kedua macam filament tersebut tersusun atas
protein. Filament tipis menyambung dan membentuk struktur menebal yang dinamakan
sebagai garis Z. Unit fungsional dari otot, sarkomer, terletak di antara dua garis Z.
Seperti yang telah disinggung diatas, filament tebal (miosin) tersusun dari molekul
myosin dan terbungkus dalam satu bundle yang panjang. Myosin tersusun atas dua rantai
polipeptida dan tiap satu rantai memiliki kepala yang berbentuk seperti pentung/pemukul.
Kepala berada pada kedua ujung dan menghadap ke arah luar dari filament. Kepala akan
menjadi molekul yang menjembatani interaksi dengan filament tipis sewaktu otot
berkontraksi.
Filament tipis memiliki struktur yang lebih kompleks karena terdiri dari tiga macam protein
yang berbeda. Punggung dari filamen tersusun dari protein aktin yang tersusun secara double-
helix. Tropomiosin merupakan protein kedua yang berada didekat filament aktin dan
memanjang pada celah sepanjang filamen. Protein tropomiosin juga memiliki struktur
double-helix. Protein ketiga adalah troponin, sebuah kompleks yang tersusun atas tiga protein
globular bebrlokasi secara intervalistik dalam filamen. Troponin adalah molekul yang
konformasinya sangat tergantung oleh keberadaan ion Ca
++
yang merupakan pusat kontrol
dari proses kontraksi otot. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi
kerangka dari benturan keras.

3. Otot Jantung, dalam teori otot ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Memiliki banyak inti di tengah.
b. Berbentuk seperti otot lurik, silindris, namun bercabang membentuk anyaman.
c. Bekerja seperti otot polos, yakni tidak sadar/involunteer.
d. Contoh: otot pada jantung.

Setelah dilakukan pengamatan/percobaan praktikum di bawah mikroskop tentang
memang sama antara teori dan hasil dari praktikum diantaranya otot jantung memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
Memiliki banyak inti sel dan terletak di tengah.
Berbentuk kumparan dengan bagian tengahnya menggelembung, bercabang dan
berserabut.

Struktur otot jantung mirip dengan otot rangka karena sama-sama memiliki lurik. Otot
jantung memiliki keunikan dibandingkan dengan otot rangka karena otot jantung memiliki
percabangan, sedangkan otot rangka tidak punya percabangan, otot jantung memiliki banyak
inti sel yang terletak ditengah, dan bekerja secara tak sadar. Percabangan otot jantung
tersebut dinamakan sinsitium. Pada otot jantung terdapat struktur khusus yang
menghubungkan serabut otot satu dengan yang lain dan berbentuk seperti cakram. Struktur
tersebut dinamakan discus interkalaris.Jantung mamalia yang terdiri dari empat ruangan
merupakan salah satu sistem otot yang terdapat di dalam tubuh. Struktur otot yang terdapat
dalam jantung adalah otot lurik yang bercabang. Pembuluh darah yang berhubungan dengan
jantung memiliki struktur yang berbeda dengan struktur otot jantung. Pembuluh darah arteri
(artery). Arteri memiliki struktur yang bagian tunika medianya terdiri dari otot polos yang
tebal. Inervasi berasal dari sistem saraf autonom. Arteri memiliki struktur otot polos yang
tebal karena berfungsi dalam membawa darah yang bertekanan tinggi.
Otot yang menyusun bagian jantung ketebalannya tergantung dari letak otot itu sendiri.
Bagian otot jantung yang tebal terdapat pada ventrikel. Hal tersebut dikarenakan fungsi
ventrikel yang berkaitan dengan pemompaan darah. Ventrikel sering berkontraksi sehingga
otot berstruktur tebal dan menghasilkan tekanan darah yang tinggi saat dialirkan. Otot yang
bekerja pada ventrikel kiri memiliki struktur yang paling kuat dan tebal. Ventrikel kanan juga
memiliki struktur yang tebal, namun tidak setebal otot ventrikel kiri. Atrium memiliki otot
jantung yang relatif tipis karena fungsinya hanya meruoakan tempat penerimaan darah dan
kerja yang dilakukan tidak seberat yang dilakuakn oleh ventrikel, baik atrium kanan maupun
atrium kiri. Sementara itu, katup jantung merupakan struktur yang tidak terlalu tebal, karena
fungsinya hanya mencegah darah agar tidak kembali ke dalam ruangan sebelumnya saat
mengalir. Serabut Purkinje merupakan suatu serabut neuromuscular, berfungsi untuk
menghantarkan rangsang berupa denyut jantung ke bagian lain dari bagian AV-node. Sel
serabut Purkinje umumnya berukuran lebih besar dibandingkan dengan sel otot jantung biasa.
Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.

4. Otot Syaraf, dalam teori otot ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Memiliki banyak inti.
b. Bentuk Silindir.
c. Bekerja secara tidak sadar.
d. Contoh: otot pada syaraf.

Setelah dilakukan pengamatan/percobaan praktikum di bawah mikroskop tentang
memang sama antara teori dan hasil dari praktikum diantaranya otot jantung memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
Memiliki banyak inti sel dan menyebar.
Berbentuk kumparan silindir, dan bekerja secara tidak sadar.

Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara
embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf
pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel,
yaitu sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus,
dan penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan
dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel
saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel
ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang dari otak
sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Transmisi sinyal dari
neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain neuron, ditemukan juga
sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi
neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson
dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal.
Sistem syaraf anda terdiri dari susunan syaraf tulang belakang dan susunan syaraf di
kepala, dimana keduanya dihubungkan langsung dengan impuls syaraf ke otak untuk
mengendalikan dan mengkoordinir hampir seluruhnya dari bagian tubuh anda. Struktur
jaringan otot yang menghubungkan otak dengan semua bagian tubuh, yang membawa
perasaan tertentu ke otak dan mengirimkan berita dari otak ke bagian tubuh yang lain. Otot
syaraf terletak pada organ sistem syaraf pusat, inti sel banyak dan tersebar, bekerja secara
tidak sadar. Fungsi yang utama seperti daya ingat dan pendengaran juga berhubungan dengan
otak.

5. Otot Vena, dalam teori otot ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Inti sel hanya satu.
b. Jaringan otot menumpuk.
c. Bekerja secara tidak sadar.
d. Contoh: pada pembuluh darah.

Setelah dilakukan pengamatan/percobaan praktikum di bawah mikroskop tentang
memang sama antara teori dan hasil dari praktikum diantaranya otot jantung memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
Memiliki satu inti sel yang terletak ditengah.
Bekerja secara tidak sadar.

Otot vena teletak pada pembuluh darah, memiliki jaringan yang menumpuk sehingga sulit
menemukan inti sel. Otot vena hanya memiliki satu inti sel teletak di tengah. Sel sel nya
tipis bekerja secara tidak sadar. Vena berfungsi mengembalikan darah dari organ-organ yang
lain ke jantung.
Otot adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi.
Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh.
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh.
Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot
dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat
memanjang dan memendek.
Struktur otot tersusun atas berkas berkas sel panjang (Miofiber). Setiap Miofiber
mengandung ribuan serat serat yang lebih halus (Miofibril). Seutas miofibril tersusun atas
filamen filamen yang terbuat dari dua macam protein yaitu Myosin dan aktin, yang saling
tumpang tindih. Miosin membentuk filamen yang lebih tebal dari aktin.
Mekanisne kerja otot terdiri dari, otot sadar dan tak sadar. Otot sadar bekerja berdasarkan
kemauan atau kehendak otak yang akan memberikan kontraksi dan menghasilkan gerakan.
Sedangkan otot tak sadar bekerja dibawah kesadaran.

C. Mekanisme Otot Saat Berkontraksi dan Relaksasi
Mekanisme kerja otot ketika hendak berkontraksi:
1. Muscular junction melepas asetilkolin ke motorik dan plate sehingga membangkitkan
potensial aksi pada membrane plasma sel otot. Asetilkolin membuat ion Na dapat
masuk ke membrane plasma sel otot sehingga terjadi perubahan muatan
(depolarisasi).
2. Impuls elektrik disebarkan pada membrane plasma sel otot dan pada serabbut sel otot
melalui tubulus transverses. Ion Na bersifat impermeable terhadap membrane plasma
sel otot sedangkan ion K bersifat permeable terhadap membrane plasma sel otot.
Sehingga dalam hal ini asetilkolin sangat diperlukan.
3. Ion Ca
++
dilepaskan oleh reticulum sarkoplasma melalui terminal sisterna.
4. Ion Ca
++
berikatan dengan troponnin (tnc). Tropomiosin bergeser binding site
bergeser membuka kepala myosin dan aktin.
5. Cross bridge terjadi.
6. Energi yang digunakan dari hidrolisis ATP ADP, digunakan untuk menggerakkan
aktin ke pusat sarkomer.
7. Kontraksi terjadi.

Mekanisme saat otot mengalami relaksasi
Relaksasi terjadi jika ion-ion Ca
++
dipompa lagi masuk kedalam reticulum
sarkoplasma secara transport aktif dengan bantuan ATP, sehingga binding site aktin
kembali tertutupi oleh tropomiosin, cross bridge tidak dapat terjadi.relaksasi terjadi.

D. Gangguan Kesehatan Otot
Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang
terdapat pada tubuh yaitu :
a. Kelelahan Otot adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi
sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.
b. Astrofi Otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan
fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.
c. Distrofi Otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya
penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.
d. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang
radang/peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher
serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.
e. Hipotrofit Otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih
besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya
karena kerja dan olahraga berlebih.
f. Hernis Abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit
hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.


























BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat kami ambil dari tujuan praktikum dan dari hasil praktikum yang
telah kami lakukan adalah tidak dipungkiri bahwa tubuh manusia itu dapat bergerak karena
memiliki rangka dan otot yang kuat. Otot (Musculus) adalah sebuah jaringan konektif dalam
tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-
bagian tubuh & substansi dalam tubuh. Otot yang dimiliki oleh manusia terbagi menjadi tiga
kelompok besar yaitu otot polos, lurik dan jantung, ketiga otot ini memiliki letak yang
berbeda pada organ manusia, tetapi walupun memiliki letak yang berbeda ketiga otot ini
memiliki persamaan dan perbedaan yang sangat identik. Selain dari ketiga otot ini ada juga
otot yang berada di saraf yaitu otot syaraf yang memiliki struktur jaringan otot yang
menghubungkan otak dengan semua bagian tubuh, yang membawa perasaan tertentu ke otak
dan mengirimkan berita dari otak ke bagian tubuh yang lain. Otot syaraf terletak pada organ
sistem syaraf pusat, inti sel banyak dan tersebar, bekerja secara tidak sadar dan terdapat juga
otot vena yang teletak pada pembuluh darah, memiliki jaringan yang menumpuk sehingga
sulit menemukan inti sel. Otot vena hanya memiliki satu inti sel teletak di tengah. Sel sel
nya tipis bekerja secara tidak sadar. Fungsi otot adalah melakukan gerakan bersama tulang,
mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan mengerakan jantung. Masalah atau
gangguan pada otot yaitu Kelelahan otot, Astrofi otot, Distrofi otot, Kaku leher, Hipotrofit
otot, Hernis abdominal.













DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Otot (di akses pada hari Rabu tanggal 21 Mei 2014)
2. Pierce, Evelyn. C,. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta, 1979.
3. Sherwood, Lauralee, Fisiologi Manusia : Dari Sel Ke Sistem, Edisi kedua, Penerbit
Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1996.
4. Ganong, W.F., Fisiologi Kedokteran, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Edisi 14,
Jakarta, 1983.