Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM EMBRIOLOGI HEWAN

KEGIATAN 1 GAMETOGENESIS

Disusun oleh :
ADITYA WARDANA (K4314001)
Kelompok 1/ Kelas A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017
Nama Kegiatan

Judul : GAMETOGENESIS
Tujuan : untuk mengetahui tingkatan2 spermatogenesis yang terjadi di testis
melalui pengamatan preparat awetan histologis, dan mengetahui tingkatan2 oogenesis
yang terjadi di ovarium melalui pengamatan preparat histologis.
Alat dan Bahan : mikroskop, preparat awetan
Prinsip kerja : diperiksa penampang preparat dengan mikroskop dari perbesaran lemah
ke kuat. Kemudian digambar penampang preparat dai bagian luar ke dalam. Diperhatikan
bagian2 penting seperti folikel primer, sekunder tersier dan matang. Jika pada testis seperti
spermatogonium, spermatosit 1, 2, spermatid dan spermatoid.
Data pengamatan
Gambar Keterangan Gambar Keterangan
OVARIUM
CAVIA 4X
OVARIUM
BUFO 4A
4X

OVARIUM
FOLIKEL DE
OVARIUM GRAFF 4X
COLUMBA
4X 2

SPERMATOZOA
SAPI 4X A
OVARIUM
MAMAL
4X

TESTIS MAMAL
4X a
TEATIS
BUFO 10X
Kesimpulan
- Spermatozoa sapi memiliki bentuk yang sama dengan sperma manusia. Morfologi
spermatozoa terbagi atas bagian kepala dan ekor. Kepala spermatozoa dibagi
menjadi dua daerah akrosom anterior yang dibungkus oleh tudung akrosom dan
daerah post akrosomal posterior. Tudung akrosom berasal dari apparatus golgi
selama tahap awal spermiogenesis. Tudung akrosom mengandung akrosin,
hyaluronidase, dan enzim-enzim hidrolitik lainnya yang terlibat pada proses
fertilisasi. Ekor sperma terbagi atas tiga bagian yaitu bagian tengah, bagian utama,
dan bagian ujung. Bagian tengah spermatozoa adalah bagian yang dimulai dari
distal bagian penghubung sampai annulus yaitu suatu struktur yang membentuk
batas antara bagian tengah dengan bagian utama. Bagian utama ekor sperma
merupakan bagian yang dimulai dari annulus sampai ke bagian akhir dari
aksonema yang meruncing sempurna
- Testis mamalia terletak di dalam skrotum tubulus seminiferus dan dilapisi oleh
epitel berlapis banyak yang mengandung 2 jenis sel darah yaitu sel sertoli dan sel
spermatogenik. Tahap-tahap perkembangan sel germa meliputi 1)
Spermatogonium; 2)Spermatosit I; 3)Spermatosit II ; 4)Spermatid;
5)Spermatozoid
- Testis bufo dibungkus oleh scrotum atau kantung pelir. Bagian dalam testis dibagi
lebih dari 250 kamar berbentuk piramid yang puncaknya berada di mediastium
disebut lobula testis. Antara kamar satu dengan lainya dipisahkan dengan jaringan
ikat septula testis. Dalam setiap lobus testis katak Bufo terdapat tubulus
seminiferus (saluran penghasil sperma) berjumlah sangat banyak. Bagian-bagian
preparat testis Bufo yang teramati di bawah mikroskop diantaranya: 1)Tubulus
seminiferous; 2)Sel sperma; 3)Spermatogonium; 4)Sel leydig; 5)Spermatosit
primer; 6)Spermatosit sekunder
- Ovarium mamalia berada di dalam rongga abdomen, manggantung, dan bertaut
melalui mesentrium ke uterus. Masing-masing ovarium terbungkus dalam kapsul
pelindung yang keras (tunika albuginea) dan mengandung banyak folikel. Bagian-
bagian preparat ovarium mamalia yang teramati di bawah mikroskop diantaranya:
1) Oosit; 2) Folikel Premodial; 3) Zona pelusida; 4) Sel folikular; 5) Folikel
Primer; 6) Sel granulosa; 7) Cumulus oophorus
- Ovarium Bufo sp merupakan alat perkembangbiakan Bufo betina yang berfungsi
untuk menghasilkan sel gamet betina yaitu ovum. Ovarium Bufo disebut juga
kandung telur. Sebuah riset mengenai perkembangan gonad pada kodok lembu
telah dilakukan pada tahun 2011. Hasilnya menunjukkan bahwa proses oogenesis
pada hewan dan manusia hampir sama. Bagian-bagian preparat ovarium Bufo
yang teramati di bawah mikroskop diantaranya: 1) Oosit; 2) Folikel Premodial; 3)
Zona pelusida; 4) Sel folikular; 5) Folikel Primer; 6) Sel granulosa; 7) Cumulus
oophorus; 8) Theca
- Ovarium pada Cavia cobaya terletak di sisi kanan dan sisi kiri uterus (rahim).
Selain menghasilkan ovum, ovari juga merupakan kelenjar endokrin. Bagian-
bagian preparat ovarium Cavia yang teramati di bawah mikroskop diantaranya:
1) Oosit; 2) Cumulus oophorus; 3) Zona pelucida; 4) Folikel primer; 5) Theca; 6)
Folikel primordial; 7) Antrum; 8) Folikel de graaf
- Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan
berukuran kecil tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter.
Ovarium terletak di bagian dorsal rongga abdomen. Bagian-bagian preparat
ovarium Columba yang teramati di bawah mikroskop diantaranya: 1) Oosit; 2)
Folikel Premodial; 3) Zona pelusida; 4) Antrum; 5) Folikel Primer; 6) Folikel de
graff, 7) Cumulus oophorus; 8) Theca
- Folikel de Graff tampak sebagai vesikel transparan yang menonjol pada
permukaan ovarium sebagai akibat penimbunan cairan, folikel makin membesar,
dan oosit melekat pada dinding folikel yang dibentuk oleh sel-sel granulosa.
Lapisan granulosa juga nampak menipis dikarenakan pertambahan volume cairan
tidak seimbang dengan pembelahan sel-sel granulosa. Sel granulosa yang
menyusun lapisan pertama sekitar ovum akan memanjang dan membentuk corona
radiata
DAFTAR PUSTAKA
Adnyane, I. K., Ilham, S. T., & Agil, M. (2011). Profil Gonad Kodok Lembu Betina yang Diberi
Human Chorionik Gonadotropin dan Ekstrak Hipofisis Kodok Lokal. Jurnal
Veteriner, 208-213, vol 12 (3).
Arifiantini, R.I., Wresdiayati,T.,& Retnani, E. F. (2012). Kaji Banding Morfometri Spermatozoa
Sapi Bali (Bos sondaicus) Menggunaican Pewarnaan Williams, Eosin, Eosin
Nigrosin dan Formol-Saline= Comparative Study of Bali Bull Cattle (Bos sondaicus)
Sperm Morphometry. Jurnal Sain Veteriner, 24(1).
Blakely, James and David H. Bade. (1991). Ilmu Peternakan. Edisi ke-4.Gadjah Mada University
Press.Yogyakarta.
Campbell. (1987). Biologi Edisi kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga.Frandson, R.D.1992.Anatomi dan
Fisiologi Ternak.Edisi Keempat.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta
Fawcett, Don W. (2002). Buku Ajar Histologi. Jakarta: EGC 423-501.
Graves JAM, 1994. Mammalia Sex-Determining Genes In the Difference Betwenn the sexes,
short, RV and Balaban E (Ed) Camride University press. London.
Geneser F. 1994. Histologi dan Biologi Sel. (alih bahasa: Arifin Gunawijaya ) Jakarta : Binarupa
Aksara.
Gupta, N., Singh; G., Singh, S. M. & Reddy, K. R. C. (2010). Histological changes in ovaries of
mice exposed to Butea monosperma: preliminary study. Int. J. Morphol.,
28(4):1309-1314,
Gwatkin. R.B.L. 1993. Gene In Mammalian Reproduction. Wiley-Lissa Publication. Ohio.
Hamny, Agungpriyono, Djuwita, Prasetyaningtyas, & Nasution. (2010). Karakteristik Histologi
Perkembangan Folikel Ovarium Fase Luteal pada Kancil (Tragulu javanicus).
Majalah Ilmu Kehewanan Indonesia, 35- 46, vol 2 (1)
Iswara, A. (2009). Pengaruh pemberian antioksidan vitamin C dan E terhadap kualitas
spermatozoa tikus putih terpapar allethrin. Skripsi. Jurusan Biologi Universitas
Negeri Semarang. hlm. 4.
Junqueira, L. C., Jose Carneiro, Robert O. K. (2007). Histologi Dasar edisi ke-8. Jakarta: EGC. Hal
419-432.
Karlina, Y. (2003). SIKLUS ESTRUS DAN STRUKTUR HISTOLOGIS OVARIUM TIKUS PUTIH (Rattus
novergicus) SETELAH PEMBERIAN ALPRAZOLAM (Doctoral dissertation,
Universitas Sebelas Maret).
Kastawi, Yusuf.dkk. 2003. Zoologi Avertebrata. Jica: Malang.
Kimaro, W.H (2011). A Histological and Ultrastructural Study of Gland Cells in the Ovary of the
Sexually Immature Ostrich (Struthio camelus). Asian Journal of Biological
Sciences, 4(2):182-188
Nalbandov. A.V.(1990). Fisiologi Reproduksi Pada Mamalia dan Unggas. Jakarta. UI Press.
Patihardjo. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya
Putu, Ni Luh, Taufiq, Wirdateti (2013). Organ Reproduksi Jantan Sulawesi Giant Rat (Paruromys
dominator). Jurnal Sain Veteriner. 31 (1): 100-109
Saryono. 2008. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press.
Suarsini, Endang, M.Noviar Darkuni, dan Sitoresmi. 2000. Petunjuk Praktikum
Mikrobiologi, Ekologi Hewan, dan Perkembangan Hewan. Malang: UM.
Sugiyanto. (1996). Perkembangan Hewan. Fakulatas Biologi UGM: Yokyakarta.
Sukra, Yuhara. 2000. Wawasan Ilmu Pengetahuan Embrio : Benih Masa Depan. DIRJEN.
Pendidikan Tinggi DEPDIKNAS : Jakarta.
Widayati, D.T, Kustono., Ismaya., S. Bintara.2008.Handout Ilmu Reproduksi Ternak.Fakultas
Peternakan.Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta
Yatim, Wildan. 1990. Reproduksi dan Embriologi. Bandung : Penerbit Tarsito
Yatim, Wildan. (1976). Embriologi. Tarsito : Bandung
Yuwanta, Tri. (2004). Dasar Ternak Unggas. Yogyakarta: Kanisius.
Zikri, Elfira Ashafahani. 2010. Motilitas dan Viabilitas Sepermatozoa Mencit Setelah Pemberian
Ektrak Temu Putih. Jurnal Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Universitas Udayana. 14(1): 2013.

LEMBAR PENGESAHAN

1 lembar dokumentasi
1 lebar laporan sementara (Log Book)

Surakarta, 16 Maret 2017


Asisten Praktikan

_______________ ________________
NIM. NIM. K4314001
Lampiran
OVARIUM CAVIA 4X
Hasil Pengamatan Referensi
1

6
2

Keterangan Keterangan
(Gupta, 2010)
1. Oosit Keterangan :
2. Cumulus oophorus 1. oosit
3. Zona pelucida
2. sel folikel
4. Folikel primer
5. Theca
3. teka externa
6. Folikel primordial 4. teka interna
7. Antrum 5. cumulus oophorus
8. Folikel de graaf 6. corona radiate
7. antrum
Pembahasan
Ovari merupakan organ kecil dengan panjang sekitar 3-4 cm dan tebal 1-1.5
cm, yang terikat di sekat dasar rongga abdominal oleh ligamen-ligamen. Ovari
terletak di sisi kanan dan sisi kiri uterus (rahim). Selain menghasilkan ovum, ovari
juga merupakan kelenjar endokrin.
Bagian-bagian preparat ovarium Cavia yang teramati di bawah mikroskop
diantaranya: 1) Oosit merupakan suatu sel yang berbentuk bulat yang intinya
berukuran besar dengan anak inti di dalamnya; 2) Folikel Premodial merupakan
folikel yang akan tumbuh menjadi folikel primer yang berada pada bagian tepi sel.
Folikel primordial terdiri dari oosit primer yang dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel
pipih; 3) Zona pelusida, lapisan tebal pada bagian luar membrane vitelline yang
membantu melindungi sel telur yang berbasis protein dan juga terlibat dalam
pengikatan sperma selama pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma bisa
memasuki sel telur; 4) Antrum, rongga-rongga yang mengandung cairan folikel yang
bersatu dan akhirnya hanya membentuk satu rongga; 5) Folikel Primer merupakan
folikel yang telah memasuki siklus dan di bawah pengaruh hormon FSH dari hipofisa
terjadi proses pertumbuhan. Pada folikel primer oosit dikelilingi oleh selapis sel-sel
folikel kubus; 6) Folikel de graff tampak sebagai vesikel transparan yang menonjol
pada permukaan ovarium sebagai akibat penimbunan cairan, folikel makin membesar,
dan oosit melekat pada dinding folikel yang dibentuk oleh sel-sel
granulosa.7)Cumulus oophorus, tumpukan sel-sel granulosa yang menyelubungi dan
menunjang oosit; 8) Theca
Pada preparat praktikum, warna ovarium Cavia lebih gelap dan preparat sudah agak
rusak terlihat dari preparat yang tidak rapi tapi masih bisa diamati dengan baik,
dengan perbesaran 4x dan 10x ovarium sudah terlihat bagian-baginnya dengan jelas
akan tetapi tidak semua bagian dapat teramati dengan jelas sehingga lebih lengkap
bagian-bagian yang ditemukan pada gambar hasil searching daripada gambar preparat
yang ada. Menurut Gupta (2010), folikel ovarium tertanam dalam stroma korteks.
Masing-masing folikel tertanam atas oosit yang dikelilingi oleh epitel pipih selapis
dan folikel primordia. Folikel primer terdiri dari oosit primer. Folikel primer muda
dikelilingi epitel pipih selapis dan folikel primordia. Folikel sekunder terdiri dari
epitel banyak lapis dari sel-sel granulosa berbentuk polihedral dan mengitari oosit
primer. Oosit mencapai besar maximal dan letaknya ekstrensik dalam folikel. Sel
granulosa terdiri dari 6-12 lapis sel. Folikel tersier ditandai dengan berkembangnya
rongga sentral dalam folikel yang disebut folikel antrium. Rongga ini berisi cairan
liquar foliculi. Pada daerah tertentu tidak dijumpai adanya epitel dan korteks karena
epitel germinal menyatu dengan mesofil mesovarium tetapi dipisahkan oleh garis
keturunan
Bagian-bagian preparat ovarium Cavia yang teramati:
Oosit merupakan suatu sel yang berbentuk bulat yang intinya berukuran besar
dengan anak inti di dalamnya.
Zona pelusida, lapisan tebal pada bagian luar membrane vitelline yang
membantu melindungi sel telur yang berbasis protein dan juga terlibat dalam
pengikatan sperma selama pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma
bisa memasuki sel telur.
Folikel Premodial merupakan folikel yang akan tumbuh menjadi folikel
primer yang berada pada bagian tepi sel. Folikel primordial terdiri dari oosit
primer yang dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel pipih.
Antrum, rongga-rongga yang mengandung cairan folikel yang bersatu dan
akhirnya hanya membentuk satu rongga.
Folikel Primer merupakan folikel yang telah memasuki siklus dan di bawah
pengaruh hormon FSH dari hipofisa terjadi proses pertumbuhan. Pada folikel
primer oosit dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel kubus.
Folikel de graff merupakan folikel yang matang dan banyak rongga.
Cumulus oophorus, tumpukan sel-sel granulosa yang menyelubungi dan
menunjang oosit
Theca bagian diluar ovum
Folikel ovarium tertanam dalam stroma korteks. Masing-masing folikel tertanam
atas oosit yang dikelilingi oleh epitel pipih selapis dan folikel primordia. Folikel
primer terdiri dari oosit primer. Folikel primer muda dikelilingi epitel pipih
selapis dan folikel primordia. Folikel sekunder terdiri dari epitel banyak lapis dari
sel-sel granulosa berbentuk polihedral dan mengitari oosit primer. Oosit mencapai
besar maximal dan letaknya ekstrensik dalam folikel.
Sel granulosa terdiri dari 6-12 lapis sel. Folikel tersier ditandai dengan
berkembangnya rongga sentral dalam folikel yang disebut folikel antrium. Rongga ini
berisi cairan liquar foliculi. Pada daerah tertentu tidak dijumpai adanya epitel dan
korteks karena epitel germinal menyatu dengan mesofil mesovarium tetapi dipisahkan
oleh garis keturunan (Gupta, 2010).
OVARIUM COLUMBA 4X 2
Hasil Pengamatan Referensi
6
2
3
1

Keterangan Keterangan
1. Oosit
1. Oosit
2. Cumulus oophorus
2. Cumulus oophorus
3. Zona pelucida
3. Zona pelucida
4. Primary foliclle
4. Primary foliclle
5. Theca
5. Theca
6. Folikel primordial
6. Folikel primordial
7. Antrum
antrum
8. Folikel primordial
Pembahasan
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan
berukuran kecil tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter.
Ovarium terletak di bagian dorsal rongga abdomen. Pada awal perkembangan embrio,
terdapat dua ovarium dan dua ovidak. Bagian sebelah kanan mengalami atrofi
sehingga pada saat menetas yang tinggal hanya ovarium dan ovidak bagian kiri.
Sebelum produksi telur ovarium terisi penuh oleh folikel yang mengandung ova.
Beberapa ova cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata, sedangkan yang
lainnya harus menggunakan mikroskop. Beberapa ribu ova terdapat pada setiap
hewan betina. Saat dewasa ova menjadi kuning telur yang berukuran penuh dan
berperan penting untuk produksi telur selama hewan hidup.

Warna preparat ovarium Columba lebih gelap, dengan perbesaran 4x dan 10x
ovarium sudah terlihat bagian-baginnya dengan jelas akan tetapi tidak semua bagian
dapat teramati dengan jelas sehingga lebih lengkap bagian-bagian yang ditemukan
pada gambar hasil searching daripada gambar preparat yang ada. Oosit primer berasal
dari epitel germinal permukaan. Oosit sekunder (II) mengalami perbesaran
maksimum dan terbentuk tepat sebelum ovulasi. Inti oosit mengandung retikulum
endoplasma granuler, aparatus golgi besar dan banyak mitokondria bulat/panjang.
Makula germinal adalah anak inti. Inti makin ke tepi bentuk oval, dinding berkelok.
Sitoplasma terdapat kumpulan granula lipid membentuk yolk platelis berupa
cadangan makanan untuk zygot pada awal pembelahan sel. Zona pelusida tampak
sebagai zona terang yang mengelilingi membran vitelin. Oosit dalam
perkembangannya besarnya maksimum dikelilingi teka radikuli dan sel-sel folikel.
Membran vitelinnya mempunyai bentuk mikrovili yang menyusup ke zona pelusida
yang mengelilinginya.

Bagian-bagian preparat ovarium Columba yang teramati di bawah mikroskop


diantaranya: 1) Oosit merupakan suatu sel yang berbentuk bulat yang intinya
berukuran besar dengan anak inti di dalamnya; 2) Folikel Premodial merupakan
folikel yang akan tumbuh menjadi folikel primer yang berada pada bagian tepi sel.
Folikel primordial terdiri dari oosit primer yang dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel
pipih; 3) Zona pelusida, lapisan tebal pada bagian luar membrane vitelline yang
membantu melindungi sel telur yang berbasis protein dan juga terlibat dalam
pengikatan sperma selama pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma bisa
memasuki sel telur; 4) Antrum, rongga-rongga yang mengandung cairan folikel yang
bersatu dan akhirnya hanya membentuk satu rongga; 5) Folikel Primer merupakan
folikel yang telah memasuki siklus dan di bawah pengaruh hormon FSH dari hipofisa
terjadi proses pertumbuhan. Pada folikel primer oosit dikelilingi oleh selapis sel-sel
folikel kubus; 6) Folikel de graff tampak sebagai vesikel transparan yang menonjol
pada permukaan ovarium sebagai akibat penimbunan cairan, folikel makin membesar,
dan oosit melekat pada dinding folikel yang dibentuk oleh sel-sel granulosa. 7)
Cumulus oophorus, tumpukan sel-sel granulosa yang menyelubungi dan menunjang
oosit; 8) Theca

Bagian-bagian preparat ovarium Columba yang teramati di bawah mikroskop


diantaranya: oosit, cumulus oophorus, zona pelusida, folikel primer, teca, folikel
orimordial, antrum folikuli.
Ovarium Columba hasil pengamatan terlihat jelas jenis folikelnya seperti folikel
primer. Selain itu, juga terlihat kumulus oophorus pada gambar ovarium
Columba hasil pengamatan. Tetapi pada gambar ovarium Columba hasil
pengamatan tidak terlihat jaringan ikat interstitial. Sebaliknya, pada gambar
ovarium Columba hasil searching tidak terlihat jelas jenis folikelnya, namun
terlihat jaringan ikat interstitial.
Pada awal perkembangan embrio pada Columba, terdapat dua ovarium dan dua
ovidak. Bagian sebelah kanan mengalami atrofi sehingga pada saat menetas yang
tinggal hanya ovarium dan ovidak bagian kiri. Sebelum produksi telur ovarium
terisi penuh oleh folikel yang mengandung ova. Beberapa ova cukup besar
sehingga dapat dilihat dengan mata, sedangkan yang lainnya harus menggunakan
mikroskop. Beberapa ribu ova terdapat pada setiap hewan betina. Saat dewasa ova
menjadi kuning telur yang berukuran penuh dan berperan penting untuk produksi
telur selama hewan hidup. Sel telurnya megaleestal, memiliki cangkang,
mempunyai membran vitelin.
Oogonium kecil, terdapat telanjang dalam bentuk korteks dan letaknya ditepi
ovarium. Oosit primer berasal dari epitel germinal permukaan. Oosit sekunder (II)
mengalami perbesaran maksimum dan terbentuk tepat sebelum ovulasi. Inti oosit
mengandung retikulum endoplasma granuler, aparatu golgi besar dan banyak
mitokondria bulat/panjang. Makula germinal adalah anak inti. Inti makin ke tepi
bentuk oval, dinding berkelok. Sitoplasma terdapat kumpulan granula lipid
membentuk yolk platelis berupa cadangan makanan untuk zygot pada awal
pembelahan sel. Zona pelusida tampak sebagai zona terang yang mengelilingi
membran vitelin. Oosit dalam perkembangannya besarnya maksimum dikelilingi
teka radikuli dan sel-sel folikel. Membran vitelinnya mempunyai bentuk mikrovili
yang menyusup ke zona pelusida yang mengelilinginya.
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan
berukuran kecil tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter.
Ovarium terletak di bagian dorsal rongga abdomen. Pada awal perkembangan
embrio, terdapat dua ovarium dan dua ovidak. Bagian sebelah kanan mengalami
atrofi sehingga pada saat menetas yang tinggal hanya ovarium dan ovidak bagian
kiri. Sebelum produksi telur ovarium terisi penuh oleh folikel yang mengandung
ova. Beberapa ova cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata, sedangkan
yang lainnya harus menggunakan mikroskop. Beberapa ribu ova terdapat pada
setiap hewan betina. Saat dewasa ova menjadi kuning telur yang berukuran penuh
dan berperan penting untuk produksi telur selama hewan hidup.
Bagian-bagian preparat ovarium Columba yang teramati di bawah mikroskop
diantaranya: 1) Oosit merupakan suatu sel yang berbentuk bulat yang intinya
berukuran besar dengan anak inti di dalamnya; 2) Folikel Premodial merupakan
folikel yang akan tumbuh menjadi folikel primer yang berada pada bagian tepi sel.
Folikel primordial terdiri dari oosit primer yang dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel
pipih; 3) Zona pelusida, lapisan tebal pada bagian luar membrane vitelline yang
membantu melindungi sel telur yang berbasis protein dan juga terlibat dalam
pengikatan sperma selama pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma bisa
memasuki sel telur; 4) Antrum, rongga-rongga yang mengandung cairan folikel yang
bersatu dan akhirnya hanya membentuk satu rongga; 5) Folikel Primer merupakan
folikel yang telah memasuki siklus dan di bawah pengaruh hormon FSH dari hipofisa
terjadi proses pertumbuhan. Pada folikel primer oosit dikelilingi oleh selapis sel-sel
folikel kubus; 6) Folikel de graff, 7)Cumulus oophorus, tumpukan sel-sel
granulosa yang menyelubungi dan menunjang oosit; 8) Theca
OVARIUM FOLIKEL DE GRAFF 4X
Hasil Pengamatan Referensi
8 7
6
5

4
3

Keterangan Keterangan
1. Ovum
2. Nukleus
3. Zona pelusida
4. Corona radiata
5. Kumulus 1.
oophorus
6. Antrum folikuli
7. Teka interna
8. Teka eksterna
Pembahasan
Folikel adalah struktur berisi cairan yang merupakan tempat pertumbuhan sel-
telur (oocyte). Bagian penutup dari folikel mengandung sel-sel yang memproduksi
hormon betina (estrogen) dinamakan Estradiol 17 beta. Setelah melepaskan sel telur
(ovulasi), sel-sel produsen hormon ini ganti membuat hormon penunjang implantasi
yang dinamakan Progesteron. Struktur ini warnanya kuning dan dinamakan korpus
luteum (Brown, 1992). Folikel berasal dari epitel lembaga karena proses invaginasi.
Dimana secara bertahap folikel akan berpisah dari epitel lembaga dan terpancang di
bawah tunica albuginea di dalam lapisan parenchyma. Di sini folikel akan mengalami
perubahan-perubahan untuk menjadi dewasa, ovulasi dan pembentukan corpus
luteum (Frandson, 1992).
Pada setiap siklus menstruasi, biasanya hanya ada satu folikel yang tumbuh
lebih besar dari folikel lain dan menjadi dominan. Disaat folikel lainnya akan
mengalami atresi, folikel dominan akan mencapai tahap perkembangan folikel
optimal dan dapat mengalami ovulasi. Folikel ini disebut sebagai folikel de Graaf.
Folikel yang mengalami atresia akan mengalami kematian pada sel-sel folikel dan
oositnya. Dimana, sel-sel folikel dan oosit yang mati tersebut akan dihancurkan oleh
sel-sel fagosit. Setelah itu, makrofag memasuki folikel untuk memfagositosis debris.
Saat ovulasi, dinding folikel matang akan pecah dan oosit akan lepas, kemudian tuba
uterina yang melebar akan menangkap oosit tersebut. Proses ini berlangsung pada
pertengahan siklus menstruasi (hari ke-14 dari siklus-28 hari). Jika dalam 24 jam
setelah ovulasi oosit tidak dibuahi, oosit akan berdegenerasi dan difagositosis
(Junqueira & Carneiro, 2007).
Folikel de Graff tampak sebagai vesikel transparan yang menonjol pada permukaan
ovarium sebagai akibat penimbunan cairan, folikel makin membesar, dan oosit
melekat pada dinding folikel yang dibentuk oleh sel-sel granulosa. Lapisan granulosa
juga nampak menipis dikarenakan pertambahan volume cairan tidak seimbang
dengan pembelahan sel-sel granulosa. Sel granulosa yang menyusun lapisan pertama
sekitar ovum akan memanjang dan membentuk corona radiate (Karlina, 2003).
Jalaludin (2014) menambahkan bahwa folikel de Graff berukuran paling besar,
antrum menjadi sebuah rongga besar yang berisi cairan folikel. Oosit dikelilingi oleh
sel granulose yang disebut corona radiate yang berfungsi sebagai pelindung oosit
pada saat ovulasi, saat-saat pembuahan, dan pada saat bergerak di dalam tuba fallopi,
selanjutnya dihubungkan oleh sel-sel granulose tetapi oleh tangkai penghubung yang
disebut Cumulus ooforus. Folikel de graff hanya ada satu rongga besar yang disebut
antrum follikuli yang berisi cairan yang disebut liquor follikuli

Folikel de Graaf merupakan folikel yang mantap yang siap untuk pecah
(ovulasi). Biasanya terdapat dibagian tepi ovarium. Lapisan folikel menipis,
sedangkan antrum tampak sangat besar. Pembesaran ini dicapai karena adanya
proliferasi sel granulosa dan akumulasi cairan di antrum.
Berdasarkan pengamatan gambar ovarium folikel de graaf hasil searching terlihat
jelas dengan bagian-bagiannya yang dapat dibedakan.
Bagian-bagian preparat ovarium folikel de graff yang teramati di bawah
mikroskop diantaranya: ovum, nukleus (inti sel), zona pelusida, corona radiata,
kumulus oophorus, antrhum folikuli, teka interna dan teka eksterna. Kontras
warna yang dihasilkan pada gambar juga memperjelas bagian-bagian dari gambar
ovarium folikel de graaf.
Ova (telur), yang bisa dibuahi oleh spermatozoa pejantan akan menjadi embrio.
Meski jumlah ova diperkirakan sebanyak 75.000 pada 2 ova, hanya sedikit saja
yaitu sekitar 20 sampai 30 yang dilepaskan selama hidup seekor sapi, dalam
kondisi alamiah normal (Blakely and Bade 1998). Ovarium (ovary) berjumlah
sepasang yang berada di dalam rongga abdomen, manggantung, dan bertaut
melalui mesentrium ke uterus. Masing-masing ovarium terbungkus dalam kapsul
pelindung yang keras (tunika albuginea) dan mengandung banyak folikel.
Folikel adalah struktur berisi cairan yang merupakan tempat pertumbuhan sel-
telur (oocyte).
Folikel matang (folikel de Graff) berukuran paling besar, antrum menjadi sebuah
rongga besar yang berisi cairan folikel. Tunika albuginea dan teka folikuli
menipis untuk kemudian terjadi ovulasi. Oosit dikelilingi oleh sel granulose yang
disebut corona radiate yang berfungsi sebagai pelindung oosit pada saat ovulasi,
saat-saat pembuahan, dan pada saat bergerak di dalam tuba fallopi, selanjutnya
dihubungkan oleh sel-sel granulose tetapi oleh tangkai penghubung yang disebut
Cumulus ooforus. Folikel de graff hanya ada satu rongga besar yang disebut
antrum follikuli yang berisi cairan yang disebut liquor follikuli.
a. Folikel atresia merupakan folikel yang gagal berkembang (degenerasi) sel-sel
folikel digantikan oleh massa jaringan ikat
b. Korpus luteum dinding kempis dan tampak terlipat-lipat, sel folikel membesar
(sel granulose lutein)
Folikel de Graaf atau disebut juga folikel vesikuler atau folikel stadium pra
ovulasi. Folikel de Graff yang matang terdiri atas:
a. Ovum, yakni suatu sel besar dengan diameter 0,1 mm, yang mempunyai
nukleus (inti sel) dengan anyaman kromatin yang jelas sekali dan satu
nukleolus pula dan dilindungi oleh zona pelusida. Zona pelusida, lapisan
tebal pada bagian luar membrane vitelline yang membantu melindungi sel
telur yang berbasis protein dan juga terlibat dalam pengikatan sperma selama
pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma bisa memasuki sel telur.
b. Stratum granulosum yang terdiri atas sel-sel granulosa, yakni sel-sel bulat
kecil dengan inti yang jelas pada pewarnaan dan mengelilingi ovum ; pada
perkembangan lebih lanjut terdapat ditengahnya suatu rongga terisi likuor
follikuli;
c. Teka interna, suatu lapisan yang melingkari stratum granulosum dengan sel-
sel yang lebih kecil daripada sel granulosa;
d. Teka eksterna, terbentuk oleh stroma ovarium yang terdesak.

Oosit diikat di salah satu kutub oleh sel-sel granulosa yang disebut kumulus
oophorus. Sebelum ovulasi yaitu pengeluaran ovum yang sudah matang folikel de
graaf di dahului dengan adanya lonjakan LH yang proses ovulasinya di awali
dengan perkembangan dan pematangan sel-sel folikel dalam ovarium di bawah
pengaruh FSH. Kemudian folikel de graaf akan mensekresi estrogen yang
menyebabkan kadar estrogen dalam darah meningkat sehingga menekan sekresi
FSH, sebaliknya estrogen yang tinggi akan memacu sekresi LH sehingga terjadi
ovulasi, setelah itu kadar estrogen dalam darah kembali menurun.
Pada ovulasi, folikel yang yang matang (folikel de graff) dan yang mendekati
permukaan ovarium pecah dan melepaskan ovum ke rongga perut. Sel-sel granulosa
yang melekat pada ovum dan yang membentuk korona radiata bersama-sama ovum
ikut dilepas. Sebelum dilepas, ovum mulai mengalami pematangan dalam dua tahap
sebagai persiapan untuk dapat dibuahi. Setelah ovulasi, sel-sel stratum granulosum di
ovarium mulai berproliferasi dan masuk ke ruangan bekas tempat ovum dan likuor
follikuli. Demikian pula jaringan ikat dan pembuluh-pembuluh darah kecil yang ada
di situ. Biasanya timbul perdarahan sedikit, yang menyebabkan bekas folikel diberi
nama korpus rubrum. Umur korpus rubrum ini hanya sebentar. Di dalam sel-selnya
timbul pigmen kuning, dan korpus rubrum menjadi korpus luteum. Sel-selnya
membesar dan mengandung lutein dengan banyak kapiler dan jaringan ikat
diantaranya. Di tengah-tengah masih terdapat bekas perdarahan. Jika tidak ada
pembuahan ovum, sel-sel yang besar serta mengandung lutein mengecil dan menjadi
atrofik, sedangkan jaringan ikatnya bertambah. Korpus luteum lambat laun menjadi
korpus albikans. Jika pembuahan terjadi, korpus luteum tetap ada, malahan menjadi
lebih besar, sehingga mempunyai diameter 2.5 cm pada kehamilan 4 bulan
SPERMATOZOA SAPI 4X A
Hasil Pengamatan Referensi

3
1

Keterangan Keterangan

1. Kepala spermatozoa 1. Kepala spermatozoa


2. Bagian tengah spermatozoa 2. Bagian tengah spermatozoa
3. Ekor spermatozoa 3. Ekor spermatozoa
4. Spermatozoa 4. Spermatozoa

Pembahasan
Kepala mengandung inti ditutupi oleh akrosom berisi enzim untuk menembus, akrosom inti
mengandung bahan genetik. Akrosom mengandung berbagai enzim lisis. Akrosom adalah
lisosom sperma protozoa untuk melisis lendir penghalang saluran kelamin betina dan selaput
ovum. Badan dengan fibria sentral, sembilan serabut pekat dan mitokondria yang
mengitarinya. Ekor utama dengan fibril sentral berlanjut dikelilingi oleh selubung fibrosa.
Ekor untuk pergerakan menuju tempat pembuahan dan untuk mendorong kepala menerobos
selaput ovum. Ekor berporoskan flagelum. Flagelum ini memiliki rangka dasar yng disebut
axonem dibagi atas 9 duplet dan 2 singlet mikrotubul. Ekor mengandung sepasang sentriol
mitokondria dan serat fibrosa. Ujung ekor membentuk fibril sentral.
Spermatozoa: pada mikroskop berupa garis-garis panjang bergerombol dan terletak di dalam
lumen.
Spermatozoa merupakan sel hasil maturasi dari sel epitel germinal yang disebut
spermatogonia. Spermatozoa merupakan sel yang dihasilkan oleh alat reproduksi
jantan yang mempunyai kepala, leher dan ekor. Spermatogonia terletak dalam
dua sampai tiga lapisan sepanjang batas luar epitel tubulus. Proses perkembangan
spermatogonia menjadi spermatozoa disebut spermatogenesis.
Berdasarkan hasil pengamatan terlihat warna merah keunguan pada preparat
spermatozoa sapi. Bagian spermatozoa satu dengan yang lainnya saling menyatu
namun dapat dibedakan antara bagian kepala, badan dan ekor. Secara keseluruhan
hasil praktikum sesuai dengan teori dimana spermatozoa yang normal memiliki
kepala bulat lonjong (oval), leher, dan ekor tunggal
(Geneser, 1994).
a. Kepala mengandung inti ditutupi oleh akrosom berisi enzim untuk menembus,
akrosom inti mengandung bahan genetik. Akrosom adalah suatu struktur yang
berbentuk topi yang menutupi dua pertigaan bagian anterior kepala dan
melindungi beberapa enzim hidrolitik. Bahan kandungan akrosom adalah
setengah padat yang dikelilingi oleh membran akrosom yang terdiri dari dua
lapis. Membran akrosom luar bersatu dengan plasma membran pada saat
terjadinya reaksi akrosom sedangkan membran akrosom dalam menghilang.
Akrosom mengandung berbagai enzim lisis. Akrosom adalah lisosom
spermaprotozoa untuk melisis lendir penghalang saluran kelamin betina
danselaput ovum. Badan dengan fibria sentral, sembilan serabut pekat dan
mitokondria yang mengitarinya. Kepala spermatozoa berbentuk bulat telur
dengan panjang 5 mikron,diameter 3 mikron dan tebal 2 mikron yang
terutama di bentuk oleh nukleus.
b. Bagian tengah sperma (midpiece) dikemas dengan mitokondria. Pada bagian
tengah spermatozoa terdapat sentriol proksimal, mitokondria dan sentriol
distal. Sperma menggunakan energi dalam midpiece untuk bergerak sebab
terdapat mitokondria dimana merupakan organel dalam sel yang
menghasilkan energi.
c. Ekor utama dengan fibril sentral berlanjut dikelilingi oleh selubung fibrosa.
Ekor untuk pergerakan menuju tempat pembuahan dan untuk mendorong
kepala menerobos selaput ovum. Ekor berporoskan flagelum. Flagelum ini
memiliki rangka dasar yng disebut axonem dibagi atas 9 duplet dan 2 singlet
mikrotubul. Ekor mengandung sepasang sentriol mitokondria dan serat
fibrosa.
Perbedaan gambar spermatozoa sapi hasil praktikum dengan hasil searching :
Bagian-bagian hasil pengamatan menggunakan mikroskop kurang jelas jika
dibandingkan dengan hasil searching, sebab perbesaran yang digunakan hanya
10x. Spermatozoa sapi hasil searching terlihat ekor, kepala, leher/bagian tengah
spermatozoa. Sedangkan pada gambar spermatozoa sapi hasil pengamatan hanya
terlihat seperti serabut-serabut yang tak beraturan dan menggerombol.
Spermatogonia primitif berkumpul di tepi membrane basal. Spermatogonia
bermigrasi ke arah sentral di antara sel-sel Sertoli. Sel-sel sertoli mempunyai
membran yang kuat berlekatan satu sama lain pada bagian dasar dan sisi,
sehingga dapat membentuk lapisan pertahanan yang mencegah peneterasi dari
kapiler-kapiler yang mengelilingi tubulus. Spermatogonia yang akan menjadi
spermatozoa dapat menembus lapisan pertahanan (Ollero M, dkk 2001).
Letak spermatozoa muda melekat secara bergerombol pada sel sertoli, yang muda
terdapat didalam lumen (Ni Luh Putu, 2013).
Proses perkembangan spermatogonia menjadi spermatozoa disebut
spermatogenesis. Tahapan proses spermatogenesis :
a. Spermatositogenesis (spermatocytogenesis) tahap awal dari
spermatogenesis, yaitu peristiwa pembelahan spermatogonium menjadi
spermatosit primer (mitosis), selanjutnya spermatosit melanjutkan
pembelahan secara meiosis menjadi spermatosit sekunder dan spermatid.
b. Spermiogenesis (spermiogensis) peristiwa perubahan spermatid menjadi
sperma yang dewasa.
c. Spermiasi (Spermiation) peristiwa pelepasan sperma matur dari sel sertoli
ke lumen tubulus seminiferus selanjutnya ke epididimidis.
Semua proses spermatogenesis dikontrol oleh sistem endokrin, yaitu oleh hormon
gonadothropin seperti hormon FSH, ICGSH dan androgen.
Menurut Fawcett (2002) rangkaian kejadian pengendalian hormon
terhadap spermatogenesis pada sapi jantan adalah
- Sapi jantan pada waktu pubertas dicapai hormon FSH mempengaruhi
sel Leydig untuk menghasilkan hormon androgen (hormon jantan).
- Androgen membuat epitel germinalis dari tubulus seminifrus bereaksi
terhadap FSH yang menyebabkan dimulainya spermatogenesis
- Spermatogenesis diatur oleh FSH, LH dan androgen serta estrogen.
- Androgen terhadap seluruh organ kelamin jantan membantu mempertahankan
kondisi yang optimum terhadap spermatogenesis, transportasi spermatozoa
dan penempatannya di daerah yang terjadi pembuahan.
Dua macam spermatozoa yaitu:
Spermatozoa X : mempunyai kepala besar, gerakan lambat, kemampuan
bertahan hidup 48 jam, tahan terhadap kondisi dengan pH yang relatif
rendah (asam).
Spermatozoa Y : mempunyai kepala kecil, gerakan lebih cepat, kemampuan
bertahan hidup rendah ( 36 jam), kurang tahan dalam kondisi asam dan
cenderung bertahan hanya pada kondisi basa.
Pada hasil pengamatan kurang dapat dibedakan antara spermatozoa X atau
pun Y sebab perbesarannya kurang tepat, sehingga gambar juga kurang jelas.
TESTIS MAMAL 4X a
1
Hasil Pengamatan 1 Referensi

1
1
1
1

Keterangan Keterangan
1. Tubulus seminiferus 1. Tubulus seminiferus
2. Sel sperma 2. Sel sperma
3. Spermatogonium 3. Spermatogonium
4. Sel leydig 4. Sel leydig
5. Spermatosit primer 5. Spermatosit primer
6. Spermatosit sekunder 6. Spermatosit sekunder
7. Lumen 7. Lumen
a. Basement membran a. Basement membran
b. Sel leydig b. Sel leydig
c. Spermatogonia c. Spermatogonia
d. Spermatogonia d. Spermatogonia
Pembahasan
Testis merupakan kelenjar ganda karena secara fungsional bersifat endokrin dan eksokrin.
Testis terletak di dalam skrotum tubulus seminiferus merupakan penyusun utama testis yang
dibalut oleh epitel banyak lapis yang mengandung 2 jenis sel darah yaitu sel sertoli dan sel
spermatogenik. Kedalaman testis terbagi atas sekitar 250 kamar bentuk piramid yang
puncaknya berada di mediastinum. Kamar-kamar tersebut dinamakan lobula testis. Di dalam
setiap lobus terdapat 1-3 tubuli seminiferus (saluran penghasil mani) yang tergulung banyak
sekali. Diantaranya terkandung jaringan ikat. Sel sertoli berkembang dari sel penunjang yang
tidak mengalami diferensiasi dari gobad prapubertas. Sel ini bersifat interaktif mengandung
banyak RER. Spermatosit primer berada di pinggir dan berhubungan langsung dengan
membran basalis sementara spermatosit sekunder berada di tengah. Lumen berfungsi sebagi
ruang untuk berkontraksi dan otot-otot yang berada pada lapisan otot sehingga dapat
menimbulkan kegiatan-kegiatan yang berguna bagi organ tersebut.

Testis merupakan organ reproduksi jantan yang mempunyai dua peranan penting,
yaitu menghasilkan spermatozoa dan menghasilkan hormon testosterone. Testis
merupakan kelenjar ganda karena secara fungsional bersifat endokrin dan eksokrin.
Testis berjumlah sepasang dan memiliki kapsul yang terdiri dari 2 lapisan yaitu: a)
Tunika vaginalis, merupakan lapisan terluar kapsul membentuk kantung testis terdiri
dari selapis sel mesotelium; b) Tunika albugenia, terdiri dari jaringan ikat dan sel-
sel otot polos.

Testis mamalia terletak di dalam skrotum tubulus seminiferus dan dilapisi oleh
epitel berlapis banyak yang mengandung 2 jenis sel darah yaitu sel sertoli dan sel
spermatogenik. Kedalaman testis terbagi atas sekitar 250 kamar bentuk piramid yang
puncaknya berada di mediastinum. Kamar-kamar tersebut dinamakan lobula testis. Di
dalam setiap lobus terdapat 1-3 tubuli seminiferus (saluran penghasil mani) yang
tergulung banyak sekali. Diantaranya terkandung jaringan ikat. Sel sertoli
berkembang dari sel penunjang yang tidak mengalami diferensiasi dari gonad pra-
pubertas. Sel ini bersifat interaktif mengandung banyak RER. Spermatosit primer
berada di pinggir dan berhubungan langsung dengan membran basalis sementara
spermatosit sekunder berada di tengah. Lumen berfungsi sebagai ruang untuk
berkontraksi dan otot-otot yang berada pada lapisan otot sehingga dapat menimbulkan
kegiatan-kegiatan yang berguna bagi organ tersebut (Iswara,2009).

Perkembangan sel germa terjadi di dalam tubulus seminiferous. Adapun tahap-


tahap perkembangannya adalah sbb:

1. Spermatogonium : Ukuran relative kecil, bentuk agak oval, inti berwarna kurang
terang, terletak berderet didekat/melekat membran basalis.

2. Spermatosit I (spermatosit primer): Ukuran paling besar, bentuk ulat, inti


berwarna kuat, letak agak menjauh dari membran basalis.

3. Spermatosit II (spermatosit sekunder): Ukuran agak kecil ( x spermatosit I),


bentuk bulat, warna inti lebih kuat, letak makin menjauhi membran basalis
(mendekati lumen).

4. Spermatid : Ukuran kecil, bentuk agak oval, warna inti kuat, kadang-kadang
pignotis, letak didekat lumen.

5. Spermatozoid : Spermatozoa muda melekat secara bergerombol pada sel sertoli,


yang muda terdapat di dalam lumen

Sel sertoli dan sel leydig bukan termasuk sel kelamin tetapi turut berperan dalam
proses spermatogenesis. Sel sertoli terdapat dalam tubulus seminiferus, umumnya
dikelilingi oleh spermatozoid, berfungsi sebagai pemberi makan sperma yang sedang
berkembang. Sel leydig merupakan sel endokrin penghasil hormone testosterone,
terdapat didaerah interstitial testis.

Berdasarkan pengamatan preparat histologis testis mamalia perbesaran 40x


terlihat bagian tubulus seminiferus yang berwarna merah cerah. Bagian-bagian
lain yang terlihat pada pengamatan testis mamalia adalah sel sperma,
spermatogonium, sel leydig, spermatosit primer, spermatosit sekunder dan lumen.
Menurut Ni Luh Putu (2013) bagian utama yaitu tubulus seminiferus yang
diamati bagian lumen, sel-sel spermatosit dan sperma. Testis binalut epitel banyak
lapis yang mengandung 2 jenis sel dasar yaitu sel sertoli dan sel
spermatognenesis. Testis merupakan kelenjar ganda yang berfungsi secara
fungsional dan bersifat eksokrin dan endokrin. Spermatogenesis berlangsung di
dalam testis tepatnya pada dinding tubulus seminiferus. Proses spermatogenesis
berlangsung dari tepi ke bagian dalam (lumen). Dua peranan penting testis yaitu
menghasilkan spermatozoa dan menghasilkan hormon testosteron
Menurut Frandson (1992) testis dari sapi dan domba jantan (mamalia) berlokasi
di sebelah crania fleksura sigmoid penis (yang berbentuk huruf S). Sumbu
longitudinal dari masing-masing testis hampir vertikal, sehingga skrotum
memanjang arah dorso ventral.
Testis merupakan kelenjar ganda karena secara fungsional bersifat endokrin dan
eksokrin. Kebanyakan testis mamalia berada didalam scrotum tubulus
seminiferus. Kedalaman testis mamalia terbagi atas sekitar 250 kamar bentuk
piramid yang puncaknya berada di mediastinum. Kamar-kamar tersebut
dinamakan lobula testis. Di dalam setiap lobus terdapat 1-3 tubuli seminiferus
(saluran penghasil mani) yang tergulung banyak sekali.
Tubulus seminiferus terbungkus oleh lapisan fibroblas yang kemudian pada
lapisan lebih dalam terdapat sel mioid pipih yang merupakan bentukan otot
polos. Semakin ke arah lumen terdapat sel Sertoli dan sel spermatogenik.
Lumen berfungsi sebagi ruang untuk berkontraksi dan otot-otot yang berada pada
lapisan otot sehingga dapat menimbulkan kegiatan-kegiatan yang berguna bagi
organ tersebut.
Gambar testis mamalia hasil pengamatan dengan hasil searching menunjukkan
sedikit
perbedaan. Bagian-bagian gambar hasil pengamatan ada yang kurang jelas sebab
hanya menggunakan mikroskop cahaya. Apabila gambar di perbesar dengan
perbesaran kuat maka sangat jelas terlihat tahapan-tahapan spermatogenesis.
Adapun tahapan proses tersebut adalah sebagai berikut:
a) Spermatogonium: Ukuran relatif kecil, bentuk agak oval, inti berwarna
kurang terang, terletak berderet di dekat/melekat pada membran basalis.
b) Spermatosit I: Ukuran paling besar, bentuk bulat, inti berwarna kuat, letak
agak menjauh dari membrane basalis.
c) Spermatosit II: Ukuran agak kecil (setengah kali dari spermatosit I),
bentuk bulat, warna inti lebih kuat, letak makin menjauhi membrane
basalis (mendekati lumen).
d) Spermatid: Ukuran kecil, bentuk agak oval, warna inti kuat, kadang-
kadang piknotis, letak di dekat lumen.
e) Spermatozoid: Spermatozoa muda melekat secara bergerombol pada sel
sertoli, yang muda terdapat di dalam lumen.
Di dalam testis terdapat pula sel lain yang bukan sel kelamin tetapi turut berperan
dalam proses spermatogenesis:
Sel sertoli: terdapat dalam tubulus seminiferus, umumnya dikelilingi oleh
spermatozoid, berfungsi sebagai pemberi makan sperma yang sedang
berkembang. Berperan dalam menyusun dinding tubulus seminiferus dan
berfungsi nutritive, proteksi, dan regulator.
Sel interstitial: terleak di antara tubulus seminiferus dengan komponen seluler
utamanya adalah sel leydig yang berfungsi untuk mensintesis hormon androgen,
misalnya testosteron. Menurut (Saryono, 2008) sel leydig merupakan sel endokrin
penghasil hormone testosterone, terdapat didaerah interstitial testis.