Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Pembuatan VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

Laboratorium Bioproses
Semester IV 2012/2013

Laporan Praktikum

VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

Pembimbing
Kelompok
Tgl. Praktikum
Nama
NIM
Kelas

: Dr. Pirman, Msi


: III
: 19 Maret 2013
: Winona T.E. Lappy
: 331 11 025
: 2B

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2013

VIRGIN COCONUT OIL (VCO)


I. TUJUAN
Mengetahui cara pembuatan minyak tanak
Mempelajari proses pembuatan minyak kelapa murni
Mempelajari manfaat Virgin Coconut Oil
II. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan:

Baskom plastik
Kain penyaring
Gelas kimia
Gelas ukur
Erlenmeyer
Sendok
Corong kaca
Kapas
Aluminium foil
Inkubator Shake
Autoklaf

Bahan yang digunakan:


Kelapa parut
Gula pasir
Urea
Ragi Fermipan (Saccharomyces Cereviceae)
III. DASAR TEORI
Kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat
digunakan dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa
banyak

digunakan

Pembuatan

minyak

pemanasan

pada

masyarakat
kelapa

suhu

sebagai

secara

tinggi.

minyak

tradisional

Pembuatan

goreng.

dilakukan

minyak

dengan

kelapa

secara

tradisional ini banyak menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, pemanasan


yang tinggi dapat mengubah struktur minyak serta menghasilkan warna
minyak

kurang

baik.

Dewasa

ini

telah

ditemukan

suatu

metode

pembuatan minyak kelapa yang dapat mengurangi kerugian-kerugian


tersebut diatas. Metode ini didasarkan pada penemuan biotekhnologi
sederhana, yaitu penggunaan Saccharomyces sp untuk memisahkan
minyak dari karbohidrat dan protein yang terdapat dalam sel-sel
endosperm biji kelapa. Metode ini lebih dikenal dengan pembuatan
minyak kelapa dengan menggunakan ragi atau pembuatan minyak kelapa
secara fermentasi (virgin oil).
Pada

pembuatan

diperlukan

minyak

adalah

secara

enzim-enzim

fermentasi
yang

ini

sebenarnya

dihasilkan

oleh

yang
jamur

saccharomyces sp. Enzim yang diproduksi oleh Saccharomyces sp ini


dilepaskan ke lingkungan sekiatr jamur untuk menghancurkan subtract
tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organic dapat larut.
Subtrat yang dihancurkan ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat
didalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya dapat berikatan dengan
karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim
yang dihasilkan Saccharomyces sp, maka minyak maupun protein masingmasing akan terlepas. Minyak akan berada di permukaan karena memiliki
BJ yang lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap. Protein
yang mengendap inilah yang selanjutnya oleh orang sunda disebut
sebagai galendo.
Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi memiliki banyak keuntungan
dibandingkan dengan cara tradisional. Pada cara tradisional rendeman
minyak yang diproleh sekitar 15 -17%, sedangkan dengan cara fermentasi
rendeman yang diproleh sekitar 22-24%. Selain itu, pembuatan minyak
kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat menghemat
bahan bakar, dan mengahasilkan minyak yang berwarna jernih dengan
kualitas memenuhi standar minyak Indonesia. Namun demikian, perlu
diperhatikan bahwa keberhasilan pembuatan minyak dengan metode ini
sangat dipengaruhi oleh jenis subtract, kenis ragi, dan factor lingkungan
yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp
Minyak
Minyak adalah istilah umum untuk semua cariran yang tidak larut/bercampur dengan
air(hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Ada sifat tambahan lain yang dikenal
awam: terasa licin apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke
minyak bumi (petroleum) atau produk olahannya: minyak tanan (kerosena). Namun
demikian, kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu
makanan (misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai
pelumas (misalnya minyak rem), sebagai medium pemindahan energi, maupun sebagai
wangui-wangian(misalnya minyak nilam).
Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa
organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik
non-polar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), kloroform (CHCl3), benzena dan hidrokarbon
lainnya yang polaritasnya sama.
Minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti triester dari
gliserol. Jadi minyak juga merupakan senyawaan ester. Hasil hidrolisis minyak adalah asam

karboksilat dan gliserol. Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai
rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.
Jenis-jenis minyak
Dilihat dari asalnya terdapat dua golongan besar minyak: minyak yang dihasilkan
tumbuh-tumbuhan (minyak nabati) dan hewan (minyak hewani), dan minyak yang
diperoleh dari kegiatan penambangan (minyak bumi).
Minyak tumbuhan dan hewan
Minyak tumbuhan dan hewan semuanya merupakan lipid. Dari sudut pandang kimia,
minyak kelompok ini sama saja dengan lemak. Minyak dibedakan dari lemak berdasarkan
sifat fisiknya pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak berwujud padat<.
Penyusunnya bermacam-macam, tetapi yang banyak dimanfaatkan orang hanya yang
tersusun dari dua golongan saja:

Gliserida dan atau asam lemak, yang mencakup minyak makanan (minyak
masak atau minyak sayur serta minyak ikan), bahan baku industri sabun, bahan campuran
minyak pelumas, dan bahan baku biodiesel. Golongan ini biasanya berwujud padat atau cair
pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.

Terpena dan terpenoid, yang dikenal sebagai minyak atsiri, atau minyak eteris,
atau minyak esensial (bukan asam lemak esensial!) dan merupakan bahan dasar wangiwangian (parfum) dan minyak gosok. Golongan ini praktis semuanya berasal dari tumbuhan,
dan dianggap memiliki khasiat penyembuhan (aromaterapi).. Kelompok minyak ini memiliki
aroma yang kuat karena sifatnya yang mudah menguap pada suhu ruang (sehingga disebut
juga minyak "aromatik").
Beberapa minyak tumbuhan lainnya yang banyak digunakan:

Minyak ikan, kaya DHA, baik untuk kerja otak

Margarin, bentuk padat karena perubahan cis menjadi trans

Biodiesel, bahan akar ramah lingkungan


Pengolahan minyak
Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah
larutan/campuran. Proses pengolahan minyak murni (penyulingan / kilang minyak) biasanya
mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi).
Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan
setelahnya.
Dalam pembentukkan minyak, enzim denaturase akan membantu memasukkan ikatan
rangkap pada posisi tertentu di rantai asam lemak. Enzim akan terus bekerja berurutan hingga
menghasilkan produk akhir yaitu minyak.
VIRGIN COCONUT OIL
Virgin Coconut Oil atau biasa disingkat dengan VCO adalah minyak murni yang dibuat
dari bahan kelapa segar dengan proses tanpa pemanasan. Proses pembuatan yang tepat akan
menghasilkan minyak VCO yang berkualitas. Minyak VCO memiliki sebutan yang
bermacam-macam.
Minyak kelapa murni (Inggris: virgin coconut oil) adalah minyak kelapa yang dibuat
dari bahan baku kelapasegar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan
sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB.

Dikalangan masyarakat umum ada yang menyebut dengan nama minyak perawan,
minyak murni, minyak kelapa murni, bahkan ada yang menyebut dengan nama minyak ajaib.
Dilihat dari manfaatnya yang sangat banyak memang pantas bila minyak ini disebut sebagai
minyak ajaib, hal ini karena kemampuannya minyak VCO dalam menyembuhkan dan
membantu
mengobati
berbagai
macam
penyakit.
Monolaurin dari Virgin Coconut Oil mampu menyembuhkan AIDS. Senyawa yang berasal
dari asam laurat itu mampu menyusup melewati membran lemak virus dan
menghancurkannya. "VCO" bakal menjadi pendukung utama kesehatan dunia.
Seseorang dapat dikatakan berada pada stadium AIDS jika minimal memiliki 2
penyakit ikutan, misal gangguan diare, batuk, infeksi candida, dan sarcoma yang tidak
kunjung sembuh dengan nilai CD-4 di bawah 200. Nilai CD-4 menunjukkan derajat daya
tahan tubuh manusia. Semakin rendah angka itu, bibit penyakit mudah masuk ke tubuh
karena daya tahan melemah. Pada orang sehat nilai CD-4 di atas angka 1000. VCO terbukti
anti virus yang sangat handal. Berdasar- kan penelitian pada 15 pasien AIDS di Philipina
selama 6 bulan, terbukti VCO melumpuhkan virus penyebab AIDS. Asam laurat di dalam
tubuh diubah menjadi monolaurin yang akan menghambat proses pematangan HIV.
Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa
esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama
asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteridan jamur.
Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO),
merupakan merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan
produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau
harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
4.
5.

IV. CARA KERJA


Membuat Starter (penumbuhan mikroba)
Memeras kelapa dan mengambil santannya sebanyak 10 ml, dan kemudian dimasukkan
kedalam erlenmeyer 250 ml.
Memasukkan gula pasir sebanyak 1 gram kedalam erlenmeyer tsb.
Menambahkan urea sebanyak 0,5 gram
Kemudian memasukkan aquades sampai batas 100 ml.
Setelah itu, erlenmeyer ditutup rapat dan dimasukkan kedalam autoklaf dan disterilisasi
selama 15 menit pada suhu 121 0C. Kemudian didinginkan.
Masukkan Ragi
Kemudian masukkan kedalam inkubator shake, selama 2 hari.
Membuat VCO
Siapkan santan didalam gelas kimia kemudian di pasteriusasi.
Keluarkan erlenmeyer dari dalam inkubator shake dan kemudian menuangkan starter
kedalam gelas kimia yang telah berisi santan.
Diamkan selama 2 hari
Setelah itu, saring dengan menggunakan corong kaca yang telah dilapisi kapas.
Ambil minyaknya letakkan kedalam botol bening yang telah disterilkan.

V. DATA PENGAMATAN

Suhu Inkubasi
Fermipan yang digunakan

: 30 0C
: 2 sendok makan

Lapisan yang dihasilkan :


Lapisan atas
: berupa minyak murni
Lapisan tengah
: berupa krim/skim (warna putih)
Lapisan bawah
: berupa air
Krim yang dihasilkan
VCO yang dihasilkan
Warna VCO

: 600 ml
: 200 ml
: bening dan berbau khas kelapa

VI. PEMBAHASAN
Pada praktikum Bioproses kali ini kami telah membuat VCO (Virgin
Coconut Oil) dengan proses pembuatan VCO secara fermentasi. Pada
proses fermentasi ini dapat menggunakan mikroba penghasil enzim
tertentu untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak atau
karbohidrat

sehingga

minyak

dapat

terpisah

secara

baik.

Proses

fermentasi oleh bakteri asam laktat terbukti mampu mengekstraksi


minyak dari emulsi krim santan kelapa. Selama proses fermentasi terjadi
pemecahan senyawa-senyawa penyusun emulsi krim santan. Senyawa
karbohidrat dalam krim santan merupakan sumber karbon bagi bakteri
asam laktat yang digunakan sebagai sumber energi dalam metabolisme
sel. Pembentukan asam laktat dari karbohidrat menyebabkan penurunan
pH substrat, sehingga dapat menyebabkan protein yang juga sebagai
emulsifier pada krim santan mengalami denaturasidan penggumpalan.
Penguraian protein juga berlangsung secara enzimatis oleh enzim
aminpeptidase yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat yang digunakan
sebagai bakteri starter.Aminopeptidase merupakan eksopeptidase yang
menguraikan peptide menjadi asam amino. Dengan terurainya karbohidrat
dan protein dalam emulsi krim santan, maka molekul minyak akan
dibebaskan dan membentuk lapisan tersendiri yang dapat dipisahkan dari
bagian lainnya.
Adapun pada percobaan kali ini kami menggunakan Mikroba yang biasa
digunakan yaitu Sacacharomycea cerevisiae yang terdapat dalam ragi roti
(fermipan). Fermipan merupakn ragi roti yang dibuat dengan cara modern
dari inokulum khamir yang berasal dari kultur murni. Populasi mikroba

fermipan terdiri dari khamir Sacacharomycea cerevisiae serta sedikit dari


golongan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus aceti. Pada pembuatan
VCO

secara

fermentasi,

Sacacharomycea

cerevisiae

menggunakan

karbohidrat yang terkandung dalam krim santan sebagai sumber energi


utama sehingga ikatan karbohidrat, lemak dan proteinnya menjadi
longgar yang akhirnya akan terlepas. Minyak akan berada dipermukaan
karena memiliki berat jenis yang lebih ringan, sedangkan protein (blondo)
dan air berada di bawah.
Pemisahan krim santan yang telah diinkubasi pada proses pembuatan
VCO

secara

fermentasi

menggunakan

ragi

roti

(fermipan)

yang

mengandung Sacacharomycea cerevisiae memperlihatkan hasil yang


sesuai harapan, dimana terbukti 3 lapisan yaitu lapisan atas berupa
minyak murni (VCO), lapisan tengah berupa krim (warna putih) dan lapisan
bawah berupa air. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan volume
VCO (ml) hasil fermentasi menunjukkan hasil. Pada perlakuan antara suhu
inkubasi dan konsentrasi fermipan, diperoleh hasil pada suhu 30OC dan
konsentrasi fermipan 2 sendok makan per 100 ml starter yaitu menghasilkan 200 ml VCO.
Dari percobaan ini dapat menunjukkan bahwa suhu merupakan salah satu
faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan dan pertumbuhan
mikroorganisme. Saccharomyces cereviciae optimal pertumbuhannya
pada suhu 25-30OC, sedangkan enzim lipase yang dihasilkannya mmapu
bekerja optimal pada substratnya pada kisaran suhu 30-40OC.
Semakin tinggi kadar air dalam VCO menyebabkan terjadinya reaksi
hidrolisis yang dapat mengubah minyak menjadi asam lemak bebas dan
gliserol yang dilakukan oleh enzim lipase. Enzim ini dihasilkan oleh
mikroba yang tumbuh pada bahan pangan dengan kadar air tinggi. Reaksi
hidrolisi ini mengakibatkan ketengikan yang menghasilkan cita rasa dan
bau tengik pada minyak tersebut.
Hasil penelitian menunnjukkan bahwa kondisi fisik VCO menghasilkan
minyak yang berwarna bening (color less/white water) dan berbau harum
khas kelapa. Sesuai dengan pendapat Alamsyah (2005) yang mengatakan
perbedaan utama VCO dengan minyak kelapa biasa terletak pada warna,
rasa (taste) dan bau (scent). Minyak kelapa murni memilik sifat bening
seperti air basah, tidak berbau (color less), mempertahankan bau dan

rasa khas kelapa segar. Warna minyak yang terbentuk disebabkan karena
tidak

adanya

menyebabkan

pemanasan,
komponen

karena

karbohidrat,

selama
protein

proses
dan

pemanasan
minyak

akan

mengalami hidrolisis dan oksidasi yang akan berpengaruh pada warna


minyak.
Berikut merupakan foto hasil pembuatan VCO kami :

VII.KESIMPULAN
VCO merupakan minyak kelapa murni yang terbuat dari kelapa tua
segar sebagai bahan baku dan diproses tanpa pemanasan atau dengan
pemanasan terbatas,bergizi tinggi dan mengandung 50-53% asam laurat.
VCO diproses dengan meniru cara alam sehingga tidak merusak
kandunganessensial dari lemak kelapa.
Perlakuan fermentasi pada kombinasi suhu inkubasi 30 OC dan konsentrasi
fermipan 2 sendok makan per 100 ml starter, mengahasilkan produk VCO optimum
dengan volume sebesar 200 ml.
Dalam percobaan ini dapat terlihat bahwa kesterilan pada proses

pembuatan dan suhu berpengaruh terhadap keberhasilan pembuatan VCO


ini
VIII. DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah,N.A.2005.Pengenalan Virgin Coconut Oil.Jakarta.Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian
Jekti,D.S.D.,A. Sukarso, dan D.A.C.Rasmi.2005.Penuntun Praktikum Mikrobiologi

2.FKIP.Universitas Mataram
Penuntun praktikum Teknologi Bioproses. Laboratorium Teknologi Bioproses. Universitas

Sriwijaya
Syamsuri, Istamar, dkk.2003.Biologi 2000. Erlangga .JakartaVolk dan Wheeler,

http://www.google.com/url?
q=http://parkyongyoo.files.wordpress.com/2012/04/pembuatan-virgin-oil-vco.doc