Anda di halaman 1dari 4

BAB III

KOMPONEN PENYUSUN ENZIM


Struktur enzim yang sempurna dan aktif mengkatalisis bersama-sama dengan
koenzim atau gugus logamnya disebut dengan holoenzim. Holoenzim merupakan
keseluruhan molekul enzim yang meliputi apoenzim dan kofaktor. Penyusun utama suatu
enzim adalah molekul protein yang disebut Apoenzim. Apoenzim adalah suatu
polipeptida yang mempunyai struktur tersier atau kuartener dengan urutan dan komposisi
asam amino tertentu dan rantai polipeptida tersebut distabillkan oleh ikatan sulfida, ikatan
hidrogen, dan ikatan Van der Waals. Apoenzim bersifat labil (mudah berubah) yang
dipengaruhi oleh suhu dan keasaman.
Enzim memerlukan komponen lain yaitu kofaktor agar berfungsi dengan baik.
Kofaktor akan terikat pada gugus aktif pada molekul protein enzim, sehingga kerja enzim
yang ditunjukkan oleh aktivitas meningkat (Lehninger, 1982). Secara ringkas struktur
sebuah enzim dapat dilihat pada bagan di bawah ini :

Gambar 1. Dasar-dasar biokimia (Sukana : 116)

Kofaktor pada beberapa enzim dapat terikat secara lemah atau terikat secara kuat
(permanent). Jika kofaktor terikat kuat dengan protein enzim dinamakan bagian prostetik.
Tidak semua enzim memiliki struktur yang lengkap terdiri dari apoenzim dan kofaktor.
Contoh enzim ribonuklease pankreas hanya terdiri atas polipeptida dan tidak
mengandung gugus kimiawi yang lain. Berdasarkan ikatannya, kofaktor dapat dibagi
menjadi tiga kelompok, yaitu :
a. Gugus prostetik
Tipe kofaktor yang biasanya terikat kuat pada enzim, berperan memberi kekuatan
tambahan terhadap kerja enzim. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi

dua yaitu gugus prostetik yang tersusun dari bahan organik dan gugus prostetik
yang tersusun dari bahan anorganik.Contohnya adalah heme, yaitu molekul
berbentuk cincin pipih yang mengandung besi. Heme merupakan gugus prostetik
sejumlah enzim, antara lain katalase, peroksidase, dan sitokrom oksidase.
b. Koenzim
Bagian dari gugus prostetik bukan protein. Kofaktor yang terdiri atas molekul
organik nonprotein yang terikat renggang dengan enzim. Koenzim berfungsi
untuk memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dari satu enzim ke enzim
yang lain. Contohnya FAD (flavin adenina dinukleotida), tiamin pirofosfat, NAD,
NADP+, dan asam tetrahidrofolat.
c. Ion-ion anorganik
Kofaktor yang terikat dengan enzim atau substrat kompleks sehingga fungsi
enzim lebih efektif. Contohnya, amilase dalam ludah akan bekerja lebih baik
dengan adanya ion klorida dan kalsium. Beberapa kofaktor tidak berubah di akhir
reaksi, tetapi kadang-kadang berubah dan terlibat dalam reaksi yang lain. Ion
anorganik dapat berupa ion logam yang berasosiasi dengan apoenzim dan
diperlukan untuk aktivitas enzim tertentu. Ion logam tersebut berikatan dengan
apoenzim melalui ikatan koordinasi
Beberapa jenis logam sebagai bagian kofaktor dari beberapa enzim dapat dilihat
pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Tabel 1.

Beberapa logam sebagai kofaktor

Koenzim

Senyawa yang dipindahkan

Tabel 2. Beberapa koenzim sebagai kofaktor dan senyawa yang dipindahkan


Contoh reaksi yang menggunakan bagian protein dan bukan protein :

Lehninger. (1982). Dasar-dasar biokimia. Jakarta : Erlangga


Suhara. (2009). Dasar-Dasar Biokimia. Bandung: Prisma Press