Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

ANALISIS USAHATANI TOMAT BEEF DI PT. MOMENTA AGRIKULTURA


AMAZING FARM LEMBANG JAWA BARAT

Oleh :

Eka Puspita Sari


13.201020.004

JURUSAN AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Usahatani merupakan suatu organisasi produksi, petani sebagai pelaksana untuk
mengorganisasi tanah (alam), tenaga kerja dan modal yang ditujukan kepada produksi di
lapangan pertanian baik yang didasarkan atas pencaharian laba atau tidak. Usahatani
dikatakan berhasil apabila usahatani tersebut dapat menghasilkan pendapatan untuk
membayar semua biaya dan alat yang diperlukan, dengan kata lain keberhasilan suatu
usahatani berkaitan erat dengan pendapatan dan biaya yang dikeluarkan.
Salah satu komoditas pertanian yang menjadi usaha untuk sekala bisnis perusahaan
adalah komoditas Tomat Beef, dimana tingkat konsumsi masyarakat akan buah-buahan
sangatlah besar sementara disisi lain produksi buah Tomat Beef ini sangat terbatas
dikarena proses budidayanya cukup sulit dan terbatas pada areal tertentu saja.
Tomat merupakan tanaman sayur yang toleran terhadap ketinggian tempat.
Tanah yang gembur dan kaya unsur hara sangat disukai tomat untuk pertumbuhan
yang optimal. Tomat menyukai tanah yang tergolong asam dengan pH 5,0-6,0. Air
merupakan kebutuhan mutlak bagi tomat, namun kelebihan air tidak disukainya.
Tomat memegang peranan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Dalam bua
tomat banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia antara lain
vitamin C, vitamin A, dan mineral (Tugiyono, 1995).
Dewasa ini perkembangan industri semakin maju dengan pesat.
Perkembangan tersebut banyak yang menggeser lahan pertanian, lebih-lebih di
daerah perkotaan. Akibatnya, lahan pertanian semakin sempit. Disisi lain
kebutuhan akan hasil pertanian semakin meningkat seiring dengan meningkatnya
jumlah penduduk. Oleh karena itu perlu dipikirkan jalan keluar untuk mengatasi
kondisi tersebut. Hidroponik merupakan salah satu alternatif yang dapat
digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, terutama pada lahan
sempit.

Menurut Nazaruddin (1998), dengan adanya kemajuan teknologi pertanian


memungkinkan penanaman sayuran di luar musimnya. Untuk itu, digunakan
green house dan umumnya dilakukan dengan sistem hidroponik. Oleh karena itu,
kebutuhan akan sayuran dapat terpenuhi dan kontinyuitasnya dapat lebih terjaga.
Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang cara
bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media pertanamannya
(Lingga, 2002).
Perkembangan hidroponik di Indonesia masih sangat terbatas karena masih
dipandang sebagai suatu teknologi yang memerlukan biaya mahal. Namun hasil
observasi secara umum memberikan gambaran sementara bahwa status pertanian
hidroponik di Indonesia menunjukkan perkembangan cukup baik, walaupun
kontribusi terhadap produksi total buah/sayur relatif masih kecil (Subhan dan
Dimyati, 2002).
Masyarakat mulai menyadari bahwa sayuran dan buah yang beredar di pasar
sekarang ini telah terancam pencemaran residu pestisida, tidak terkecuali tomat.
Berawal dari kesadaran ini orang mulai memilih produk yang berkualitas dan
bebas residu berbahaya walaupun harus membayar sedikit lebih mahal.
Kebutuhan konsumen akan produk yang berkualitas tersebut dapat dipenuhi
dengan membudidayakannya dalam lingkungan terkendali dengan memanfaatkan
teknologi hidroponik. Produksi sayuran dan buah yang diperoleh dengan sistem
hidroponik ini lebih disukai oleh konsumen, karena terbebas dari penggunaan
pestisida anorganik. Penggunaan pestisida anorganik ini dapat mencemari
jaringan tanaman yang akan berakibat pula pada konsumen.
Menurut Suhardiyanto (2002), beberapa kelebihan hidroponik dibandingkan
dengan penanaman di media tanah antara lain adalah kebersihannya lebih mudah
terjaga, tidak ada masalah berat seperti pengolahan tanah dan gulma, penggunaan
pupuk dan air sangat efisien, tanaman dapat diusahakan terus tanpa tergantung
musim, tanaman berproduksi dengan kualitas yang tinggi, produktivitas tanaman
lebih tinggi, tanaman lebih mudah diseleksi dan dikontrol dengan baik dan dapat
diusahakan di lahan yang sempit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pengembangan teknologi hidroponik yang bersifat tepat guna antara lain berkaitan
dengan pemilihan media tanam (substrat) dan pengaturan komposisi nutrisi yang
digunakan. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu diupayakan pengembangan
sistem pemberian larutan nutrisi yang efisien dengan mempertimbangkan jenis
substrat serta komposisi larutan nutrisi yang digunakan.

B. Tujuan
1. Menganalisis tingkat pendapatan usatani tomat Beef sistem hidroponik di PT.
Momenta Agrikultura
2. Menganalisis rasio penerimaan dan biaya (R/C ratio) pada tingkat pendapatan
usahatani tomat Beef di PT. Momenta Agrikultura
3. Mengkaji prospek pasar tomat beef dan kelangsungan usaha PT. Momenta
Agrikultura.
C. Sasaran dan Manfaat
sasaran dan manfaat laporan PKL ini dapat berguna sebagai bahan masukan semua pihak
yang terkait :
1. Bagi universitas , diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk meningkatkan SDM
mahasiswa menjadi pelaku bisnis.
2. Bagi akademis , diharapkan laporan ini menjadi referensi sebagai
3. Bagi mahasiswa dan masyarakat , hasil laporan ini dapat menjadi informasi baru.
4. Bagi penulis laporan memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan kesempatan untuk
belajar lebih banyak lagi. Selain itu laporan ini menjadi saran penerapan ilmu-ilmu
yang telah didapatkan di perkuliahan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Usahatani

Usahatani (Farm) adalah kegiatan ekonomi, Karena ilmu ekonomi berperan


dalam membantu mengembangkannya. Ilmu ekonomi ialah ilmu yang mempelajari
alokasi sumber yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan kehendak manusia
yang tidak terbatas, menurut Rivai (1980 : 7). Usahatani adalah sebagai organisasi
dari alam, kerja, dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian.
Organisasi ini sendiri dan sengaja di usahakan oleh atau sekumpulan orang,
segolongan sosial, baik yang terikat genologis, politis maupun tertorial sebagai
pengelolaannya.
B. Kosep dasar hidroponik
Hidroponik berarti melakukan budidaya tanaman tanpa media tanah. Dalam
bahas asal yaituYunani, hidroponik berasal dari kata hydro (air) dan ponos (kerja)
yang berarti budidaya tanaman dengan air (Lingga, 2002). Hidroponik adalah
teknik budidaya tanaman yang menggunakan media tumbuh selain tanah, dengan
kata lain dapat juga diartikan sebagai budidaya tanpa tanah (soiless culture)
(Untung, 2000). Keuntungan dari sistem hidroponik adalah kemudahan sterilisasi
media, penanganan nutrisi tanaman, menghemat luasan lahan, mudah penanganan
gulma dan serangan hama penyakit, kemudahan hal penyiraman, kualitas produk
bagus, menghemat pupuk, dan panen lebih besar (Resh, 1981).
C. Tomat Beef
Tomat Beef (Solanum lycopersicum termasuk ke dalam jenis tanaman semusim
(annual) yang siklus hidupnya hanya mencapai satu kali fase produksi. Tanaman
Tomat Beef berbentuk herba dan menjalar. Pertanaman Tomat Beef maupun tomat
pada umumnya memerlukan ajir untuk menopangnya, karena setelah tanaman
tumbuh tinggi akan keluar cabang yang menyebar sehingga tanaman tidak dapat
menahan beratnya. Tanaman Tomat Beef termasuk dalam golongan Indeterminate
dengan ketinggian tanaman mencapai 160-200 cm. Tanaman tomat yang termasuk
golongan Indeterminate dapat tumbuh tinggi karena pertumbuhannya tidak diakhiri
dengan pembentukan rangkaian bunga. Umur panen Tomat Beef tergolong relatif
lama dan pertumbuhan batangnya relatif lambat ( Pracaya, 1998).
BAB III
METODE PKL

A. Lokasi dan Waktu PKL


PKL ini dilaksanakan di PT. Momenta Agrikultura yang berlokasi di kebun
cika-2 Cisaroni Lembang Jawa Barat. Penentuan lokasi PKL dilakukan secara
sengaja dengan mempertimbangkan bahwa perusahaan ini sebagai produsen
sayuran hidroponik. Pelaksanaan PKL pada tanggal 27 Juli 2015 hingga 28
Agustus 2015.
B. Jenis dan Sember Data
Data yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah data primer dan
data skunder. Data perimer diperoleh dari wawancara langsung dengan pihak
manajemen dan staf PT. Momenta Agrikultura.
C. Metode Pengelolaan Data
Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif . data kualitatif
disajikan dalam bentuk deskriptif untuk mengetahui gambaran tentang usahatani
sayuran hidroponik. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis
pendapatan dan analisis R/C ratio. Data kuantitatif dihimpun melalui wawancara
serta pengamatan langsung di lapangan.
D. Analisis pendapatan usahatani
Pendapatan usaha tani merupakan selisih jumlah penerimaan produk dengan
seluruh data yang di gunakan dalam proses budidaya. Analisis pendapatan
usahatani dapat dinyatakan dengan perhitungan :
= TR-TC , dengan TR = PXQ

Keterangan :

= pendapatan usaha tani (Rp)

TR = penerimaan total usaha tani (Rp)

TC = biaya produksi total (Rp)

P = harga jual produk per unit (Rp/pcss)

Q = Jumlah Produksi

E. Analisis Rasio Penerimaan atas Biaya (R/C Ratio)


Analisis rasio penerimaan atas biaya merupakan salah satu cara untuk
mengetahui perbandingan antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan.
Analisi rasio terhadap biaya total dengan perhitungan sebagai berukut :
R/C rasio biaya total = penerimaan total / biaya total.
Sementara itu, dalam mengukur tingkat keuntungan usahatani maka terdapat
keriteria penilaian dari hasil perhitungan R/C rasio tersebut yaitu :
a. Apabila nilai R/C > 1, maka usahatani tersebut dikatan menguntungkan
karena setiap satu rupiah data yang dikeluarkan akan menghasilkan
penerimaan lebih besar dari satu rupiah.
b. Apabila R/C = 1, maka usahatani tersebut dikatan impas karena setiap satu
rupiah data yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan satu rupiah
juga.
c. Apabila nilai R/C < 1, maka usahatani tersebut dikatan tidak menguntungkan
karena setiap satu rupiah data yang dikeluarkan akan menghasilkan
penerimaan lebih kecil dari satu rupiah.
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm)

PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) merupakan perusahaan yang bergerak


dibidang agribisnis khususnya budidaya sayuran hortikultura. Pada awalnya
perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang finance
atau pembiayaan, namun dengan adanya krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998
perusahaan ini mulai melakukan kegiatan budidaya sayuran aeroponik agar
perusahaan tersebut tetap bertahan. Amazing Farm berdiri pada 28 Agustus 1998
dengan Bapak Ir.Dani K Rusli sebagai pemilik.Bentuk perusahaan ini adalah
Perseroan Terbatas (PT) dengan modal awal berkisar Rp 500 juta, semua modal
disediakan oleh pemilik.Setelah berdiri perusahaan tidak langsung melakukan
budidaya sayuran melainkan melakukan riset terlebih dahulu. Riset ini bertujuan
untuk menemukan jenis sayuran yang akan dibudidayakan dan formulasi nutrisi yang
tepat agar pertumbuhan sayuran baik dan berkualitas. Kemudian baru pada tahun
2000 perusahaan memfokuskan diri untuk membudidayakan sayuran dengan sistem
aeroponik dan hidroponik.
Kebun pertama PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) pada tahun 1998
berlokasi di Desa Kayu Ambon dengan luas lahan sekitar 3000 m2. Tahun 2000
melakukan perluasan ke Kampung Pojok, dan sekarang kebun Amazing farm
berpindah lokasi ke kampong cisaroni dengan luasan 7 hektar
B. Lokasi Dan Tata Letak Pabrik

PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) merupakan salah satu perusahaan


swasta berbentuk perseroan terbatas.Kantor direksi perusahaan ini tepatnya berada di
Jl. Taman Tekno, Blok A2 No.5 Bumi Serpong Damai (BSD). Tempat pelaksanaan
Praktik Lapangan berada di Kebun Cisaroni, Desa Cikahuripan, kec. Lembang, Kab.
Bandung Barat. PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) berada di dekat
pemukiman dan kebun sayuran penduduk. Akses kendaraan umum seperti angkot
tidak ada, yang ada hanya ojek, namun akses jalan raya untuk mobil bisa di lewati.

C. Struktur Oranisasi Dan Ketenagakerjaan


Perusahaan PT. Momenta Agrikultura (Amazing Farm) dipimpin oleh seorang
direktur, dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang manajer operasional dan
kepala bagian.Pada susunan organisasinya, direktur membawahi beberapa
departemen yaitu bagian HRD dan keuangan, bussines plan, produksi, marketing,
ekspor, dan operasional. Kemudian di lembang yaitu kayu ambon dan cikahuripan 2
terdiri atas bagian PPIC, keuangan, produksi, sanitasi, security,dan sourching. Adapun
Struktur organisasi PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) dapat bisa dilihat di
Lampiran ... Tugas masing-masing bagian adalah sebagai berikut :
a. Direktur bertugas dan bertanggung jawab untuk :

- Menyusun strategis atau garis-garis besar perusahaan untuk mencapai tujuan.

- Mengadakan hubungan keluar dengan mitra kerja maupuun relasi perusahaan

- Mengadakan rotasi untuk posisi staf di perusahaan

- Membuat kebijakan-kebijakan dalam pengambilan keputusan

b. Bussines Plan

- Membuat rancangan produksi baru yang akan di jual

- Mengadakan penelitian serta kajian terhadap kondisi produk baru

- Melakukan riset terhadap kegagalan produk yang telah ada.

- Mencari prospek komoditi sayur yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

c. Bagian HRD dan Keuangan bertugas :

- Menyelesaikan manajemen keuangan sehingga kondisi keuangan tetap berjalan


dengan baik dan mengatur jalannya keuangan agar berjalan seefisien mungkin.

- Menyelesaikan pembukuan keuangan dan akuntansi serta menyusun laporan


keuangan secara periodik.
- Menuyusun rencana pendapatan dan belanja perusahaan.
- Mengontrol sumber daya manusia yang ada

- Melakukan evaluasi terhadap kinerja pekerja dan membuat penilaian khusus untuk
menetukan kenaikan pangkat pekerja.

d. Manajer Produksi bertugas :

- Bertanggung jawab terhadap seluruh proses produksi pada setiap greenhouse mulai
dari awal produksi hingga produk jadi termasuk bila ada klaim dari pembeli.

- Mengatur dan memperlancar proses produksi sehingga menghasilkan produk sesuai


dengan sasaran tanpa menghasilkan resiko yang merugikan.

- Mengevaluasi segala macam bentuk proses produksi.

e. Bagian Ekspor :

- Membuat planning order, serta ketentuan ekspor yang di kehendaki konsumen

- Membuat jadwal pengiriman dan menjamin produk dalam keadaan aman.

- Memastikan proses pengiriman berjalan sesuai jadwal

f. Bagian PPIC :

- Melakukan perencanaan produksi sesuai order yang diberikan oleh manajer


marketing.

- Perencanaan mulai dari stok bahan baku, bahan pembantu, sampai barang siap
kirim.

g. Bagian Marketing
- Membeli dan mengadakan barang-barang kebutuhan perusahaan, seperti bahan
baku, bahan pembantu, bahan teknik, dan lain-lain.

- Mencari pelanggan baru untuk mengadakan kerja sama dengan perusahaan


- Mempromosikan produk-produk PT.Momenta Agrikultura

- Membuat Planning Order untuk tiap hari.

h. Bagian Security :

- Menjaga perusahaan selama 24 jam dan mengisi buku daftar tamu

- Memastikan pabrik dalam kondisi amandan bebas dari pencurian.

- Membuka dan menutup pintu gerbang setiap kali kendaraan keluar-masuk

- Melakukan pengecekan dan keamanan inventory perusahaan.

i. Bagian Sanitasi :

- Mengatur dan menangani bagian pengadaan bahan baku diperolah dari daerah
setempat maupun dari daerah atau kota lain, yang dalam hal ini dibantu oleh bagian
pengadaan bahan baku.

- Mengatur dan menangani bagian pengadaan bahan baku baik Mengatur dan
menangani bagian penggudangan yang dibantu oleh bagian sub penggudangan.

- Mengecek kelengkapan greenhouse dan memastikan tidak ada pipa yang bocor.

j. Bagian Operasional

- Bertanggung jawab terhadap semua sarana dan prasarana serta peralatan yang
mendukung jalannya proses produksi
- Perawatan terhadap mesin dan seluruh peralatan produksi sehingga tidak
mengganggu jalannya proses produksi

- Perawatan terhadap bangunan yang mendukung jalannya proses produksi.

Ketenagakerjaan di PT. Momenta Agrikultura (Amazing Farm) dapat


digolongkan menjadi dua bagian, antara lain :
1. Pekerja Harian Tetap

Pekerja harian tetap yaitu pekerja yang kurun waktu kerjanya sama dengan pekerja
bulana tetap, hanya saja pekerja harian tetap tidak diberikan upah hadir. Adapun nama
dan jabatan pekerja harian tetap di PT. Momenta Agrikultura ada di
Pekerja harian tetap yaitu pekerja yang kurun waktu kerjanya sama dengan pekerja
bulana tetap, hanya saja pekerja harian tetap tidak diberikan upah hadir. Adapun nama
dan jabatan pekerja harian tetap di PT. Momenta Agrikultura ada di table ..
Tabel 1. Nama dan Jabatan Pegawai Harian Tetap di PT. Momenta Agrikulura Amazing
Farm
No. Nama Team/Jabata Jabatan P/L
n
1 Ma Awang Sanitasi Sanitasi P
Umum Umum Kebun
2 Ma Onih Sanitasi Sanitasi P
Umum Umum Kebun
3 Ma Edah Sanitasi Sanitasi P
Umum Umum Kebun
4 Ma Otih Sanitasi Sanitasi P
Umum Umum Kebun
5 Ma Uli/Uliah Sanitasi Sanitasi P
Umum Umum Kebun
6 Ma Rini Sanitasi Sanitasi P
Umum Umum Kebun
7 Ma Sanitasi Sanitasi P
Mimin/Emin Umum Umum Kebun
Tarmini
8 Ruslan ME Mekanik L
9 Nengsih P2,P3,P4,P5,P Tomat, Timun P
19,P21
10 Enung/Sumiat P2,P3,P4,P5,P Tomat, Timun P
i 19,P21
11 Wiwi P2,P3,P4,P5,P Tomat, Timun P
19,P21
12 Heni P2,P3,P4,P5,P Tomat, Timun P
19,P21
13 Erwin P2,P3,P4,P5,P Tomat, Timun L
19,P21
14 Rian P1, P6,P7 NFT L
15 Rudi P1, P6,P7 NFT L
Hardiansyah
16 Yuda P1, P6,P7 NFT L
17 Oneng Jaeni Nursery Nursery P
18 Sriwulan Nursery Nursery P
19 Iis Farida Nursery Nursery P
20 Tia Aprilia P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat P
2,P15
21 Yudi P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
Kurniawan 2,P15
22 Yudi Rusdiana P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
2,P15
23 Rizky P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
Ramdani 2,P15
24 Dedi P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
Suhendar 2,P15
25 Iwan Aja P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
2,P15
26 Diki Andrian P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
2,P15
27 Juheri P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
2,P15
28 Rahmat P8,P9,P10,P1 Sayur Sehat L
Mulyana 2,P15
29 Eni Budiarti P16,P17,P18 Sayur Sehat P
30 Ade Anih/ P16,P17,P18 Sayur Sehat P
Dede
31 Lia Amalia P16,P17,P18 Sayur Sehat P
32 Eeng P16,P17,P18 Sayur Sehat P
33 Mira P16,P17,P18 Sayur Sehat P
34 Usih P16,P17,P18 Sayur Sehat P
35 Agus Tiana P16,P17,P18 Sayur Sehat P
36 Jajang P16,P17,P18 Sayur Sehat L
37 Upep P16,P17,P18 Sayur Sehat L
38 Hendar Aris Helper Organik+Buah L
Packing +Aeroponik
House
39 Yani PH Organik+Buah P
+Aeroponik
40 Widia Sahrani PH Organik+Buah P
+Aeroponik
41 Iis Kurnaesin PH Organik+Buah P
+Aeroponik
42 Sulastri PH Organik+Buah P
+Aeroponik
43 Siti PH Organik+Buah P
Nurholisoh +Aeroponik
44 Shinta PH Organik+Buah P
+Aeroponik
45 Lisna PH Organik+Buah P
+Aeroponik
46 Siti Hartini PH Organik+Buah P
+Aeroponik
47 Faisal Agus PH Organik+Buah L
Maulana +Aeroponik
48 Jajang PH Organik+Buah L
Permana +Aeroponik
49 Fajar Tri PH Organik+Buah L
Ramdani +Aeroponik
50 Ai Atikah PH Organik+Buah P
+Aeroponik
51 Imas Cici PH Organik+Buah P
+Aeroponik
52 Khodijah PH Organik+Buah P
Herawani +Aeroponik
53 Imas Suryati PH Organik+Buah P
+Aeroponik
54 Rani PH Organik+Buah P
Oktapiani +Aeroponik
Rosmiati
55 Titi Rohiyati PH Organik+Buah P
+Aeroponik
56 Cicih Sanitasi PH Organik+Buah P
57 Lim Packing Aeroponik P
58 Santika/Susan Packing Aeroponik P
59 Neni Packing Aeroponik P
60 Sari Packing Aeroponik P
61 Aan Packing Aeroponik P
62 Ika Packing Aeroponik P

1. Pekerja Kontrak
Pekerja kontrak yaitu pekerja yang pekerjaannya dibatasi dalam kurun waktu
tertentu. Pemberian upah dilaksanakan setiap bulan. (Salary)upah berdasarkan
volume kerja atau hasil yang ia peroleh (Price Rate). Adapun nama dan jabatan
tenaga kontrak PT. Momenta Agrikultura Amazing Farm pada Tabel 2. Tabel 2.
Nama dan Jabatan Pegawai Harian Tetap di PT. Momenta Agrikulura Amazing
Farm
No Nama Team/Jabata Jabatan P/L
n
1 Deddy Manager Manager L
Suhariyanto
2 Yulianto Support Support L
Manager Manager
Produksi Produksi
3 Sinung Dwi Kepala Kepala L
Atmoko Produksi Produksi
4 Maman Kepala Kepala L
Wardiman Packing House Packing House
5 Somantri Spv. Blok GH Spv. Blok GH L
(Budidaya (Budidaya
NFT) NFT)
6 Ujang Utama Spv. ME dan Spv. ME dan L
Sanitasi Sanitasi
7 Tubagus Spv. Produksi Spv. Produksi L
Suganda Tomat/Timun Tomat/Timun
8 Wahyu Spv. ME dan Spv. ME dan L
Permana Sanitasi Sanitasi
9 Asep Kurnia Soil Staff Produksi L
Soil
10 Caca Cahyana Security Security L
11 Lita Sri N Spv.Keuangan Spv.Keuangan P
dan ADM dan ADM
12 Okky Yuda Spv.PPIC Spv.PPIC L
Nagarana
13 Luvy Spv.Logistik Spv.Logistik P
Destiarasany
14 Setiadi Spv.Produksi Spv.Produksi L
Tomat/Timun Tomat/Timun
15 Priatna Spv. Budidaya Spv.Bunga L
Bunga/PH
Bunga
16 Agus Budidaya Staff PIC GH L
Rudiansyah Sayur NFT
17 Hengki Organik Spv.Produksi L
Organik
18 Pepen Supendi Spv.Blok GH Mandor Soiles L
19 Iman PH Staff Ph/Panen L
Firmansyah
20 Krisna NFT Staff PIC NFT L
Permadi
21 Nundi ME Staff Helper L
Persiapan
Media
22 Ali Imron Soiles Budidaya L
Soiles
23 Maman Marketing Branch L
Suparman Marketing
Bandung
24 Rukmaya Marketing Spv.Sales L
25 Yuni Wahyuni Packing dan Staff Adm. PH P
Logistik dan Logistik
26 Oky Heru Packing Spv.Packing L
Subarkah
27 Amiril Packing Staff Packing L
Mukminin
28 Jejen Mustopa NFT Staff PIC NFT L
29 Supriyanto Sourcing Spv.Sourcing L
30 Hilman Ade Tomat Staff PIC L
Rahmat Tomat
31 Tulus Hidayat Organik Staff PIC L
Organik
32 Astri Herdianti Keuangan Staff P
Keuangan dan
ADM
33 Bagja Hidayat Marketing Staff L
Marketing
(Kolektor)
34 Beben Beni Driver Staff Driver L
35 Martin Rian NFT Spv.Blok GH LL
Sadewa (Budidaya
NFT)
36 Ende Sutisna Security Security L
37 Ukri Sutarman Security Security L
38 Deni Gunawan Security Security L
39 Diki Fitriyana Security Security L
40 Epiyana Security Security L
41 Jajang Juju Security Security L
(Bram)
42 Doni Tomat Budidaya L
Darmawan Tomat
43 Suryadi Helper ME Staff ME dan L
dan Sanitasi Sanitasi
44 Subhan Logistik Logistik L
Junaedi
45 Supriatna Organik Staff Budidaya L
Organik
46 M.Arief Soiles Spv.Soil L
Yudianto Grown
47 Budi Raharja Packing Staff Packing L
Sayur Sehat
48 Aminudin Organik Staff Budidaya L
Organik
49 Epi Rohendi Tomat Staff Produksi L
Tomat
50 Abdul Rohim Budidaya Staff Budidaya L
Timun Timun
51 Suprianto ME Staff L
Mechanical
dan Electrical
52 Cecep Maman Nursery NFT Staff Budidaya L
NFT
53 Epin Budidaya Staff Budidaya L
Sayur NFT NFT
54 Hardi Sayur NFT Staff Budidaya L
Ardiansyah NFT
55 Iwan Setiawan Security Anggota L
56 Dadan Juanda Security Anggota L
57 Sudisman Security Anggota L
58 Yana Sunarya Nursery NFT Staff NFT- L
Sayur
59 Muh.Amirulla Sayur NFT Staff Budidaya L
h NFT
60 Rani Marketing Adm.LMarketi P
Oktapiani ng
Rosmiaati
61 Asep Roni Timun Staff Budidaya L
Timun
62 Chandra Tim PH Staff PH Cika L
63 Mamat Sayur NFT Staff Budidaya L
Rohimat NFT
64 Cucu L Helper ME Helper ME L
dan Sanitasi dan Sanitasi
65 Cecep Sandi Sayur NFT Staff Budidaya L
Permana NFT

Standar jam kerja karyawan atau pekerja di PT Momenta Agrikultura (Amazing


Farm) yaitu 6 hari dengan durasi waktu bekerja 7 jam per hari dan 1 hari dengan
durasi jam kerja hanya 5 jam untuk pekerja kebun, supervisor kebun, dan pegawai
kantor, sedangkan pekerja di packing house masuk kerja jam 08.00 WIB serta kerja
efektif mulai jam 10.00 WIB dan pulang jam 20.00 WIB, total 9 jam kerja. Bisa
dikatakan, durasi waktu kerja sama dengan 40 jam setiap minggunya. Bila pekerja
melakukan pekerjaan lebih dari jam kerjanya, maka termasuk jam lembur.
Adapun struktur organisasi kepengurusan yang ada di PT momenta agrikultura
amazing farm bisa di lihat pada gambar.

STRUKTUR ORGANISASI PT MOMENTA Amazing Farm cika-2


MANAGER
MANAGER GM
GM
FARM
FARM MARKETING
MARKETING
HO
HO
(DEDDY
(DEDDY S)
S) (HUGO)
(HUGO)
ASISTEN
ASISTEN MANAGER
MANAGER MANAJER
ASISTEN
ASISTEN MANAGER
MANAGER
MANAJER
BDG
BDG
NON
NON PRODUCTION
PRODUCTION DIVISION
DIVISION (MAMAN S)
PRODUCTION
PRODUCTION DIVISION
DIVISION (MAMAN S)
(YULIANTO)
(YULIANTO )
(YULIANTO)
(YULIANTO
SOURCING SPV
SPV
SPV XXXXXX
XXXXXX
SOURCING SPV PH
PH SPV
PERSONALIA
PERSONALIA SPV
SPV PPIC
SPV ME
ME & SECURITY
PPIC
DATA+LOGIS
(YON
(YON (OKY HERU
(OKY HERU & SECURITY DATA+LOGIS
(UJANG)
(UJANG) KEUANGAN TIK (LUVY)
(LUVY)
HERDIONO)
HERDIONO) SUBARKAH)
SUBARKAH) KEUANGAN TIK SALES
TOMAT,
TOMAT, NFT
NFT ORGANIK
ORGANIK SALES
(LITA)
(LITA) LAPANG
TIMUN, (DEDE LAPANG
TIMUN,
HERBS,PARL (DEDE W)
W) (YULIANTO)
(YULIANTO) STAFF 1 STAFF (BAGJA)
HERBS,PARL STAFF 1 STAFF 11 STAFF 1
STAFF 1 STAFF 1
STAFF 1 (BAGJA)
SEY,DLL
SEY,DLL (RUKMAYA) (YUNI) (WAHYU) (SUBHAN)
STAFF 1
1 (RUKMAYA) (YUNI) (WAHYU) (SUBHAN)
(SINUNG) STAFF STAFF
(SINUNG) STAFF 1
1 SALES IN
SALES IN
(( SOMANTRI)
SOMANTRI) STAFF 2 ADMIN
ADMIN (PUTRI)
(SUPRIATNA)
(SUPRIATNA) STAFF 2 STAFF 2 STAFF 2 LOGISTIK (PUTRI)
STAFF 2 STAFF 2 LOGISTIK
STAFF (SUPRIYANT
STAFF 1
1 (SUPRIYANT (YUDI)
(YUDI) (SURYADI)
(SURYADI)
(KHOERUNNI
(KHOERUNNI
STAFF
STAFF 2 2 O)
O) SA) ADMIN
(TUBAGUS)
(TUBAGUS) STAFF 2
STAFF 2 SA) ADMIN
(( JEJEN
JEJEN SALES
SALES
(ADE)
(ADE) ADMIN
MUSTOFA)
MUSTOFA) ADMIN STAFF 3 (RANI)
SOURCING STAFF 3 (RANI)
STAFF
STAFF 2
2 SOURCING (RETNA)
(SELLI)
(SELLI) (RETNA)
(SETIADI) STAFF
(SETIADI) STAFF 3
3
(DIPO)
(DIPO)
STAFF
STAFF 4
4
(IMAN)
(IMAN)

STAFF
STAFF 5
5
(BUDI)
(BUDI)

STAFF 6
STAFF 6
(AMIRIL)
(AMIRIL)

STAFF 7
STAFF 7
(MARTIN
(MARTIN
RIAN)
RIAN)

D. Visi dan Misi perusahaan


Visi dan misi PT Momenta Agrikultura adalah :

VISI
Menjadi perusahaan hortikultura terbesar di Indonesia dengan menyediakan
sayuran yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan pola hidup masyarakat
Indonesia yang lebihsehat
MISI
Berkomitmen menyediakan produk sayuran dan buah-buahan yang sehat
dengan kulaitsa tinggi, sehingga menjadikan konsumen memiliki gaya hidup
untuk mengkonsumsi buah dan sayuran yang sehat, serta memperkenalkan
system budidaya hidroponik dan aeroponik bagi masyarakat yang ingin
memulai usaha di dalam bidang pertanian hidroponik dan aeroponik.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Sistem usahatani tomat beef hidroponik

Berikut hal-hal yang dilakukan dalam budidaya tomat beef dengan system
hindroponik .
1. Budidaya tomat Beef
a. Pewiwilan dan Perompesan
Perompesan ini bertujuan untuk mengurangi respirasi dan cadangan makanan
dapat digunakan oleh buah saja. Yang dirompes adalah daun yang sudah mulai
tua. Perwiwilan dilakukan mulai minggu ke-2, yang diwiwil adalah tunas air yaitu
tunas yang tumbuh diketiak daun. Perwiwilan dilakukan agar tanaman tomat
hanya mempunyai 2 cabang saja yang tumbuh lurus ke atas. Dengan
menggunakan 2 cabang saja dapat memaksimalkan produksi buah. Pada tanaman
yang sudah tua dan tinggi pohon direbahkan di atas polibag.

Gambar 1 Gambar 2
(a) Perompesan daun yang sudah tua (b) Perwiwilan pada tunas

b. Seleksi Buah

Untuk mendapatkan hasil buah yang maksimal maka perlu di adakan


penyeleksian calon buah yang memiliki potensi bagus atau berpotensi masuk
dalam great A. Yang dibiarkan menjadi buah adalah bunga ketiga dan calon buah
yang dibuang yaitu yang kecil-kecil.

Gambar 3. Seleksi buah

c. Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan hama dan penyakit dilakukan penyemprotan pestisida


ke tanaman setiap 3 hari sekali dengan menggunakan merk atau brand yang
berbeda-beda dengan maksud agar hama tidak resisten terhadap pestisida bila
diberikan dengan merk berbeda-beda. Dosis yang digunakan sesuai dengan dosis
masing-masing pestisida. Satu hal perlu diperhatikan pengaruh pestisida terhadap
kesehatan petani, konsumen, dan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut
harus menggunakan pengaman seperti jas/pakain semprot, sarung tangan, masker,
kacamata dan pengaman lainnya.

d. Panen
Panen dilakukan setelah tomat berumur 12 minggu dan dapat di panen 10-15
tandan tomat per pohon, karena tanaman tomat merupakan tanaman intermediet
sehingga masa produksinya lebih lama. Panen dilakukan pada pagi hari dan tomat
yang siap di panen ciri fisik semburat merahnya belum banyak. Dalam 1 pohon
dapat menghasilkan 1,5 3 kg dan masuk kedalam great A dengan berat 140-150
gr/buah

Gambar 4. Panen Tomat Beef

2. Pasca panen dan Pemasaran Tomat Beef Di Pt Momenta Agrikultura


a. Pasca Panen

Penanganan tomat dilakukan untuk tujuan penyimpanan, transportasi dan


kemudian pemasaran. Langkah yang harus dilakukan dalam penanganan buah
setelah dipanen meliputi pemilihan (sorting), pemisahan berdasarkan umuran
(sizing), pemilihan berdasarkan mutu (grading), dan pengepakan (packing).

1. Sorting

Pemilihan yang efisien sangat tergantung pada penanganan yang serius dan
pengawasan serta pemeliharaan peralatan yang terlibat digunakan dalam proses
pemilihan. Fasilitas lainnya adalah berupa cukup luasnya ruangan yang digunakan
dalam proses pemilihan tomat tidak ditumpuk satu sama lainnya. Pemilihan
terhadap tomat dilakukan untuk memisahkan tomat yang berbeda tingkat
kematangan, berbeda bentuk (mallformation), dan juga berbeda warna maupun
tanda-tanda lainnya yang merugikan (cacat) seperti luka, lecet, dan adanya infeksi
penyakit maupun luka akibat hama. Berikut beberapa persyaratan dalam
pelaksanakan pemilihan buah :

a. Ruangan yang cukup luas,

b. Kemampuan mengatur aliran tomat,

c. Tanggung jawab,

d. Kemampuan melihat produk,

e. Menghindari luka pada produk (tomat), dan

f. Pengawasan

Gambar 6. Sorting tomat Beef tomat beef yang telah di sorting


2. Sizing

Pengukuran tomat dimaksudkan untuk memilah-milah tomat berdasarkan


ukuran, berat atau dimensi terhadap tomat yang telah dipilih (proses di atas
sorting). Proses pengukuran tomat dilakukan secara manual maupun mekanik.
Kalau pekerjaan ini dilakukan secara mekanik, maka persyaratan perlatan
seharusnya memiliki kapasitas yang tinggi, memiliki ketepatan (akurasi), dan
tidak menyebabkan luka pada buah.

Gambar 8. Memilih tomat beef sesuai bentuk dan ukuran

3. Grading

Pada tahapan ini, tomat dipilah-pilah berdasarkan tingkatan kualitas pasar


(grade). Tingkatan kualitas dimaksud adalah kualitas yang telah ditetapkan
sebagai patokan penilaian ataupun ditetapkan sendiri oleh produsen.

4. Packing

Pengepakan tomat untuk konsumen sering dilakukan dengan membungkus tomat


dengan plastik ataupun bahan lain yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah
(kontainer) yang lebih besar. Bahan pembungkus lainnya dapat berupa
bahan pulp maupun kertas. tomat dalam wadah disesuaikan dengan kualitas yang
diinginkan. Dalam satu wadah dapat terdiri hanya beberapa tomat atau terdiri dari
banyak tomat.
Gambar 9. Pengemasan tomat beef

Gambar 10. Hasil pengemasan tomat beef

b. Pemasaran Tomat

Kebanyakan produk-produk hasil budidaya secara hidroponik (termasuk tomat


Beef) di pasaran lebih mahal dari produk-produk pertanian secara konvensional.
Tetapi tujuan pasarnya pun berbeda dari produk pertanian biasa. Harga yang
dipatok untuk tanaman hasil teknologi hidroponik yang terbilang mahal, Amazing
farm memasarkan tomat beef ini ke tempat perbelanjaan supermarket dan
hypermarket bandung seperti Yogya Riau, Setiabudi, Yogya Cemara, Papaya,
Griya Buah Batu, Giant Kota Baru, Giant Hiperpoint, Giant Flamboyan, Giant
Istana Plaza, Giant Suci, Giant Cimahi, Giant Purwakarta, Rumah buah, Griya
Setrasari, Yogya Cimbuleuit, Griya Pasteur, Griya Holis, Griya Cinunuk, Eastren
Istana Plaza, Griya Batu Nunggal, dan lain-lain. Adapun Amazing farm
memasarkan tomat beef ini ke kota Jakarta. Tujuan akhir pasarnya adalah
konsumen dengan tingkat kesejahteraan menengah ke atas. Karena seperti kita
ketahui bahwa pada umumnya masyarakat Indonesia yang peduli dan
mengutamakan kualitas produk-produk yang dikonsumsinya hanya yang tingkat
kesejahteraannya menengah ke atas, sedangkan yang menengah ke bawah hanya
berorientasi pada apa yang bisa dimakan, jarang atau bahkan tanpa
memperdulikan kualitasnya.

3. Analisis Usahatani Tomat Beef


a. Rincian biaya tetap dan variabel usahatani tomat beef per musim tanam.

N Biaya input Periode


Input Jumlah Harga Penyusutan(Rp)
o (Rp)
(bulan)
1 Biaya tetap
Grand house 3164 m2 250.000 791.000.000 120 6.591.666
Pompa air 8 1.500.000 12.000.000 48 250.000
Pipa 750 26.000 19.500.000 32 609.375
Dripsting 4.250 1.600 6.800.000 20 340.000
Tali kasur 10 25.000 250.000 10 25.000

Kawat tali 800 4.750 3.800.000 40 95.000

Kawat 5 14.000 70.000 35 2.000


Besi 720 8.500 6.120.000 60 102.000
Polybag 4.500 2.000 9.000.000 12 750.000

Arang sekam 120 10.000 1.200.000 24 50.000

Container box 10 35.000 350.000 50 7000


Fropil 2 2.500.000 5.000.000 50 100.000
Drum 2 150.000 300.000 48 6.250
Selang 200 5.000 1.000.000 20 50.000

Plastik mulsa 3 550.000 1.650.000 12 137.500

Gunting 3 300.000 900.000 6 150.000


Gunting PH 2 50.000 100.000 8 12.500
Timbangan
1 1.950.000 1.950.000 120 16.250
digital besar
Timbangan
1 2.100.000 2.100.000 100 21.000
digital kecil

Mobil 1 150.000.000 150.000.000 200 750.000

Tempat isolasi 1 11.000 11.000 50 220

Total biaya tetap 10.065.761

Total biaya tetap - - - -

Biaya
2
variabel
Tenaga
3 700.000 2.100.000 - -
kerja
Sarung
tangan 155 500 225.000
karet
Koran 5 5000 25.000 - -

Kemasan 10.500 900 9.450.000


Sarung 100 2.000 100.000
tangan
Solasi 30 14.000 168.000
Kardus 150 2.500 125.000
Total
biaya - - - - 12.193.000
variabel
Total
biaya 22.258.761
produksi
Biaya terbesar yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah biaya kemasan produk. Data
perhitungan biaya tetap dan variabel diatas, maka jumlah total biaya tetap dan variabel yang
dikeluarkan dalam sekali musim tanam sebesar Rp. 18.271.035.

b. Rincian jumlah produk dan penerimaan per musim tanam


1. PO Jakarta

Tgl Jenis produk Jumlah Harga Total


1 Tomat Beef 300 23,000 6900000
2 - - - -
3 Tomat Beef 250 23000 -
4 Tomat Beef 76 23000 1748000
5 - - - -
6 Tomat Beef 300 23000 6900000
7 Tomat Beef 25 23000 575000
8 Tomat Beef 130 23000 2990000
9 - - - -
10 Tomat Beef 200 23000 4600000
11 - - - -
12 - - - -
13 Tomat Beef 170 23000 3910000
14 - - - -
15 Tomat Beef 150 23000 3450000
16 - - - -
17 - - - -
18 - - - -
19 - - - -
20 - - - -
21 - - - -
22 Tomat Beef 400 23000 9200000
23 - - - -
24 Tomat Beef 158 23000 3634000
25 - - - -
26 - - - -
27 Tomat Beef 370 23000 8510000
28 - - - -
29 Tomat Beef 330 23000 7590000
30 - 68 23000 1564000
31 Tomat Beef 205 23000 4715000
Total Penerimaan 66.286.000

2. PO Bandung

Tgl Jenis produk Jumlah Harga Total


1 Tomat Beef 10 23000 230.000

2 Tomat Beef 53 23000 1.219.000

3 Tomat Beef 6 23000 138.000

4 Tomat Beef 74 23000 1.702.000

5 Tomat Beef 25 23000 575.000

6 - - -

7 Tomat Beef 74 23000 1.702.000

8 Tomat Beef 45 23000 1.035.000

9 Tomat Beef 102 23000 2.346.000

10 Tomat Beef 13 23000 299.000

11 Tomat Beef 30 23000 690.000

12 Tomat Beef 4 23000 92.000

13 - - - -

14 Tomat Beef 86 23000 1.978.000

15 Tomat Beef 50 23000 1.150.000

16 Tomat Beef 47 23000 1.081.000

17 Tomat Beef - 23000 -

18 Tomat Beef - 23000 -

19 Tomat Beef - 23000 -

20 - - - -

21 Tomat Beef 32 23000 736.000

22 Tomat Beef 35 23000 805.000

23 Tomat Beef 16 23000 368.000

24 Tomat Beef 85 23000 1.955.000

25 Tomat Beef 72 23000 1.656.000

26 Tomat Beef 17 23000 391.000


27 - - - -

28 Tomat Beef 60 23000 1.380.000

29 Tomat Beef 5 23000 115.000

30 Tomat Beef 58 23000 1.334.000

31 Tomat Beef 12 23000 276.000

Jumlah produk

Total penerimaan 23.253.000

C. Analisis pendapatan usaha tani

= TR-TC , dengan TR = PXQ

= pendapatan usaha tani (Rp)

TR = penerimaan total usaha tani (Rp)

TC = biaya produksi total (Rp)

P = harga jual produk per unit (Rp/pcss)

Q = Jumlah Produksi

TR = Rp. 89.539.000

TC = Rp. 22.258.761 -

Rp. 67.280.239

Dari perhitungan tersebut dapat dijelaskan bahwa dalam sekali musim tanam perusahaan
mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 22.258.761, sedangkan dalam sekali musim tanam
perusahaan mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 89.539.000 . dalam satu kali musim tanam
pendapatan perusahaan sebesar Rp. 67.280.239 .

D. Analisis Rasio Penerimaan atas Biaya (R/C Ratio)

Analisi rasio terhadap biaya total dengan perhitungan sebagai berukut :

R/C rasio biaya total = penerimaan total

biaya total.
= RP. 89.539.000 = 6.7
RP. 22.258.761

Berdasarkan perhitungan Analisis Rasio Penerimaan atas Biaya (R/C ratio) menghasilkan
rasio 6.7. itu berarti usahatani Tomat Beef hidroponik menguntungkan dan layak.
Dikarenakan R/C > 1 .
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Usahatani Tomat Beef dalam sekali musim tanam mendapatkan penerimaan lebih
besar dari total biaya produksi sekali musim tanam.
2. Nilai R/C usahatani Tomat Beef yang dihasilkan PT. Momenta Agrikultura yaitu lebih
besar dari satu. Dengan demikin usahatani Tomat Beef dikatan sudah menguntungkan
untuk dilakukan.
B. Saran
1. Dalam memenuhi permintaan pasar, perusahaan sebaiknya menambah luas lahan
produksi agar dapat mengoptimalkan hasil produksi tomat beef ini yang
permintaannya belum dapat terpenuhi.
DAFTAR PUSTAKA

Hernanto, Fadholi. 1989. Ilmu Usahatani. Jakarta : PT Penebar Swadaya

Lingga, P. 2002. Hidroponik: Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Edisi Revisi. Penebar
Swadaya. Jakarta. 80 hal.
Sutiyoso, Y. 2004. Hidroponik ala Yos. Seri Agritekno. Panebar Swadaya. Jakarta
Anonymous, 2007. Teknologi Hidroponik Media Arang Sekam Untuk Budidaya
Hortikultural. (http://warintek.progressio.or.id/.) Diakses tanggal
15 juni 2007
Nutrika, N, Abidan Z, 1997. Budidaya tanaman tomat. Didalam Duriat et all, editor
Teknologi produksi tomat. Lembang. Balai penelitian tanaman sayuran.
Cahyono, B. 1998. Tomat Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta:
Kanisisus