Anda di halaman 1dari 26

SOLIHIN, M.

Pd

198504052010011012

S1 Pendidikan Kimia

S2 Penelitian Evaluasi
Pendidikan

BAHAN AJAR
PENYETARAAN REAKSI REDOKS DAN
SEL ELEKTROKIMIA (SEL VOLTA)

2
Reaksi redoks merupakan reaksi kimia yang
0
disertai perubahan bilangan oksidasi.

1
Elektrokimia merupakan salah satu dari
cabang ilmu kimia yang melibatkan reaksi
redoks. Proses transfer elektron akan
menghasilkan sejumlah energi listrik.
Aplikasi elektrokimia dapat diterapkan
dalam dua jenis sel, yaitu sel volta dan sel
elektrolisis
1 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta 5
I. Identitas

Satuan Pendidikan : SMA

Kelas/semester : Kelas XII/ Semeter Ganjil

Meta pelajaran : Kimia

Topik : Sel Volta

Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

II. Tujuan Pembelajaran


1. Siswa dapat mengaitkan adanya keteraturan pada reaksi sel elektrokimia
sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, setelah mengamati fenomena
reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari dengan teliti
2. Dengan kegiatan diskusi dengan bimbingan guru siswa dapat menyetrakan
pesamaan reaksi redoks dengan metode bilngan biloks
3. Dengan kegiatan diskusi dngan bimbingan guru siswa dapat menyetarakan
persamaan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi dalam suasana asam
maupun basa
4. Dengan kegiatan percobaan dan diskusi tentang sel volta, diharapkan siswa
dapat menjelaskan definisi anoda dan katoda
5. Dengan kegiatan percobaan, dan diskusi diharapkan siswa dapat menuliskan
dan menjelaskan reaksi yang terjadi pada sel volta
6. Dengan kegiatan percobaan diharapkan siswa dapat menjelaskan fungsi dari
jembatan garam dan definisi sel volta
7. Dengan kegiatan percobaan dan diskusi dengan bimbingan guru siswa dapat
menghitung harga potensial sel (Eosel) pada katoda dan anoda dalam reaksi sel
volta
8. Dengan kegiatan percobaan, dan diskusi diharapkan siswa dapat menjelaskan
kespontanan suatu reaksi redoks

2 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta


9. Dengan kegiatan diskusi dengan bimbingan guru, diharapkan siswa mampu
menjelaskan kecenderungan kereaktifan logam-logam dari kiri kekanan dalam
deret volta
10. Dengan kegiatan percobaan dan diskusi siswa diharapkan dapat mengusulkan
contoh sel volta (reaksi redoks spontan yang dapat menghasilkan energi
listrik) dalam kehidupan sehari-hari

III. Petunjuk Menggunakan Bahan Ajar


1. Gunakan bahan ajr ini ketika menggunakan informasi singkat tentang materi,
dan urutan yang ada pada mata pelajaran ini
2. Bahan ajar ini perlu dilengkapi dengan media iteraktif tiga dimensi
3. Jika kondisi tidak memungkinkan perlu dilengkapi LKS dll)

PENDAHULUAN

Kalian sering kali menggunakan batu baterai bukan


dirumah?? Misalnya untuk menghidupkan jam dinding,
remote tv dll. Apakah kalian tau bagaimana prinsip kerja
IV. Materi Ajar batu baterai sehingga dapat menghasilkan energi listrik,
dimana batu baterai, aki mobil merupakan contoh dari sel
volta. Kemudian bagaimana dengan energi kimia yang dapat
menghasilkan energi listrik seperti penyepuhan logam yang
merupakan contoh dari sel elektrokimia ? jadi bagaimanakah
semua itu dapat terjadi?

Untuk mempermudah mempelajari materi ini, maka


perhatikan rangkaian (epitome) berikut ini!

3 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta


ELEKTROKIMIA

Berdasarkan
Mencakup Mencakup

Reaksi redoks Sel volta Sel elektrolisis

Disetarakan dengan

Cara setengahreaksi
Cara bilangan oksidasi

Terdiri atas Mempunyai Merupakan

Elektroda Potensial sel Sel primer Sel sekunder

Berupa EPITOME (RANGKAIAN)


Bergantung pada

katoda Anoda
Potensial sel standar
Potensial elektroda

Tempat terjadi

Reduksi Oksidasi
Potensial elektroda standar

Berupa

4 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta


Potesial reduksi/oksidasi standar
URAIAN MATERI,,,,,,

SEL VOLTA

Proses elektrokimia berlangsung dalam suatu sel elektrokimia. Ada dua jenis sel
elektrokimia,yaitu sel Volta dan sel elektrolisis. Dan pada pemebelajaran ini akan
dibahas tentang sel volta.

5 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta


Sel Volta merupakan jenis sel elektrokimia yang dapat menghasilkan energi
listrik dari reaksi redoks yang berlangsung spontan. Sel Volta juga disebut
dengan sel Galvani. Penamaan sel Volta dan sel Galvani diberikan untuk
menghargai jasa penemu kedua sel ini,yaitu Alexander Volta dan Luigi Galvani.

Pada sel Volta,anoda adalah kutup negatif dan katoda adalah kutup postif. Anoda
dan katoda yang berupa logam dicelupkan kedalam larutan elektrolit yang
mengandung masing-masing ion logamnya. Kedua larutan dihubungkan dengan
jembatan garam, sedangkan kedua elektroda dihubungkan dengan kawat. Listrik
yang dihasilkan diukur dengan Voltmeter yang dipasang pada kawat.
Contoh reaksi redoks spontan dalam sel Volta yang menghasilkan energi listrik
adalah reaksi anatara seng dan tembaga.

Dalam rangkaian tersebut, logam seng dicelupkan dalam larutan ZnSO4


(mengandung Zn2+) dan logam tembaga dicelupkan dalam larutan CuSO4
(mengandung Cu2+). Logam seng akan semakin keropos karena larut menjadi
Zn2+ yang disertai pelepasan elektron.
Reaksi : Zn(s) Zn2+ + 2e
Elektron yang dilepaskan oleh logam seng mengalir melalui kawat
penghantar menuju tembaga, selanjutnya diterima oleh ion Cu2+ yang

6 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta


kemudian mengendap sebagai logam tembaga.
Reaksi : Cu2+(aq) + 2 e Cu (s)

Selama reaksi dalam rangkaian tersebut berlangsung, aliran elektron (arus listrik)
terus terjadi. Agar pertambahan ion Zn2+ dan kelebihan ion SO42- karena
berkurangnya Cu2+ maka ion tersebut dinetralkan dengan ion-ion dari jembatan
garam. Pada rangkaian tersebut logam seng dan tembaga menjadi kutub-kutub
listrik yang disebut elektroda. Pada logamyang mana terjadi reaksi reduksi dan
pada logam yang mana terjadi oksidasi? Elektroda tempat terjadinya oksidasi
disebut anoda sedangkan elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi disebut
katoda. Elektroda mana yang merupakan kutub positif dan mana yang merupakan
kutub negatif? Pada logam seng terjadi pelepasan elektron (oksidasi) sehingga
logam seng disebut sebagai anoda yang juga merupakan elektroda negatif,
sedangkan pada logam tembaga terjadi reduksi Cu2+, sehingga logam tembaga
disebut katoda yang juga merupakan elektroda positif.
a. Notasi sel volta
Rangkaian sel volta dapat ditulis dalam bentuk notasi atau diagram sel. Dalam
menuliskan diagram sel, anoda dituliskan di sebelah kiri dan katoda di sebelah
kanan yang dipisahkan oleh jembatan garam. Jembatan garam dilambangkan
dengan dua garis sejajar (||). Secara umum, notasi sel dituliskan sebagai
berikut:
anoda | Larutan | | Larutan | katoda

sehingga pada sel volta di atas dituliskan dalam bentuk notasi sel :
Zn | Zn2+ | | Cu2+ | Cu
Notasi tersebut menyatakan bahwa pada anoda terjadi reaksi oksidasi Zn
menjadi
Zn2+ , sedangkan di katoda terjadi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu.

b. Potensial Elektroda Standar

7 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta


Pada sel volta yang tersusun dari Pada sel volta yang tersusun dari elektroda
Zn dan Cu, ternyata elektroda Zn mengalami oksidasi. Hal ini menunjukkan
bahwa logam Zn lebih cenderung mengalami oksidasi dibandi kan logam Cu.
Untuk membandingkan kecenderungan logam-logam mengalami oksidasi
digunakan elektroda hydrogen sebagai pembanding yang potensial
elektrodanya adalah 0 volt. Potensial sel yang dihasilkan oleh elektroda logam
dengan elektroda hidrogen pada kondisi standar, yaitu pada suhu 25C,
tekanan gas 1 atmosfer dan konsentrasi ion-ion 1M disebut potensial elektroda
standar logam tersebut dan diberi lambang E.
Potensial elektrode berkaitan dengan reaksi redoks sehingga ada dua jenis
potensial elektrode, yaitu potensial reduksi dan potensial oksidasi . potensial
oksidasi merupakan nilai yang sama dengan potensial reduksi dengan tanda
berlawanan.
E oksidasi = - E reduksi
Contoh :
Reaksi reduksi : Zn2+ + 2e Zn E = -0,76 volt
Reaksi oksidasi : Zn Zn2+ + 2e E = +0,76 volt

8 Penyetaraan reaksi redoks dan sel volta


Beberapa nilai potensial elektrode standar dicantumkan dalam tabel dibawah
ini. Selisih potensial reduksi antara dua reaksi reduksi zat yang berbeda
disebut potensial sel

c. Potensial Sel
perbedaan potensial dari kedua elektroda (katoda dan anoda) disebut beda
potensial atau potensial sel standar yang diberi lambar Esel.
Esel = E katoda Eanoda
Katoda merupakan tempat terjadi reaksi reduksi sehingga mempunyai E lebih
besar, sedangkan anoda merupakan tempat terjadi reaksi oksidasi sehingga
mempunyai harga E lebih kecil.
Potensial sel dapat digunakan untuk memperkirakan spontan tidaknya suatu
reaksi redoks. Reaksi redoks berlangsung spontan bila Esel > 0 (positif) dan
tidak spontan bila Esel < 0 (negatif).

d. Deret Volta

Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt
Pada Deret Volta, unsur logam dengan potensial elektrode lebih negatif
ditempatkan di bagian kiri, sedangkan unsur dengan potensial elektrode yang
lebih positif ditempatkan di bagian kanan.

Semakin ke kiri kedudukan suatu logam dalam deret tersebut, maka

Logam semakin reaktif (semakin mudah melepas elektron)


Logam merupakan reduktor yang semakin kuat (semakin mudah
mengalami oksidasi)
Sebaliknya, semakin ke kanan kedudukan suatu logam dalam deret tersebut,
maka
Logam semakin kurang reaktif (semakin sulit melepas elektron)
Logam merupakan oksidator yang semakin kuat (semakin mudah
mengalami reduksi

e. Aplikasi Sel Volta


Sel volta dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Sel Volta Primer, Sel Volta
Sekunder, Sel Bahan Bakar. Ketiga bagian tersebut juga memiliki contoh
masing-masing lagi. Oleh karena itu marilah kita lihat pembahasan mengenai
macam-macam dari sel volta berikut ini.
1. Sel Volta Primer
Sel Kering Seng Karbon
Sel kering juga dapat disebut sel Lenchanche atau baterai. Baterai
kering ini mendapatkan hak paten penemuan di tahun 1866. Sel
Lanchache ini terdiri atas suatu silinder zink berisi pasta dari campuran
batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C), dan sedikit air.
Dengan adanya air jadi baterai kering ini tidak 100% kering.
Sel ini biasanya digunakan sebagai sumber tenaga atau energi pada
lampu, senter, radio, jam dinding, dan masih banyak lagi. Penggunaan
logam seng adalah sebagai anoda sedangkan katoda digunakan
elektrode inert, yaitu grafit, yang dicelupkan ditengah-tengah pasta.
Pasta ini bertujuan sebagai oksidator. Seng tersebut akan dioksidasi
sesuai dengan persamaan reaksi di bawah ini:
Zn(s) Zn2+(aq) + 2e- (anoda)
Sedangkan katoda terdiri atas campuran dari MnO2 dan NH4Cl. Reaksi
yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut:
2MnO2(s) + 2NH4+(aq) 2e- Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l) (katoda)
Katoda akan menghasilkan ammonia, ammonia ini akan bereaksi
dengan Zn2+ yang dihasilkan di anode. Reaksi tersebut akan
membentuk ion yang kompleks [Zn(NH3)4]2+. Sel kering ini tidak dapat
digunakan berulang kali dan memiliki daya tahan yang tidak lama.
Dan harganya di pasaran sangatlah murah
Baterai Merkuri
Baterai merkuri ini merupakan satu dari baterai kecil yang
dikembangkan untuk usaha perdagangan atau komersial. Anoda seng
dan katoda merkuri (II) oksida (HgO) adalah penyusun dari baterai
merkuri ini yang dihubungkan dengan larutan elektrolit kalium
hidroksida (KOH). Sel ini mempunyai beda potensial 1,4V. Reaksi
yang terjadi pada baterai ini adalah:
Zn(s) + 2OH-(aq) ZnO(s) + H2O + 2e- (anoda)
HgO(s) + H2O + 2e- Hg(l) + 2OH-(aq) (katoda)
Reaksi dari keseluruhan atau disebut reaksi bersih adalah:
Zn(s) + HgO(s) ZnO(s) + Hg(l)
Baterai Perak Oksida
Baterai perak oksida tergolong tipis dan harganya yang relatif lebih
mahal dari baterai-baterai yang lainnya. Baterai ini sangat populer
digunakan pada jam, kamera, dan kalkulator elektronik. Perak oksida
(Ag2O) sebagai katoda dan seng sebagai anodanya. Reaksi
elektrodenya terjadi dalam elektrolit yang bersifat basa dan
mempunyai beda potensial sama seperti pada baterai alkaline sebesar
1,5V. Reaksi yang terjadi adalah:
Zn(s) + 2OH-(aq) Zn(OH)2(s) + 2e- (anoda)
Ag2O(s) + H2O + 2e- 2Ag(s) + 2OH-(aq) (katoda)
Baterai Litium
Terdiri atas litium sebagai anoda dan MnO2 sebagai oksidator (seperti
pada baterai alkaline). Baterai Litium ini dapat menghasilkan arus
listrik yang lebih besar dan daya tahannya lebih lama dibandingkan
baterai kering yang berukuran sama. Berikut notasi dari baterai Litium:
LiLi+ (pelarut non-air)KOH (pasta)MnO2, Mn(OH)3, C

2. Sel Volta Sekunder


Aki Timbal
Aki merupakan jenis baterai yang dapat digunakan untuk kendaran
bermotor atau automobil. Aki timbal mempunyai tegangan 6V atau
12V, tergantung jumlah sel yang digunakan dalam konstruksi aki
timbal tersebut. Aki timbal ini terdiri atas katoda PbO 2 (timbel(IV)
oksida) dan anodanya Pb (timbel=timah hitam). Kedua zat sel ini
merupakan zat padat, yang dicelupkan kedalam larutan H 2SO4. Reaksi
yang terjadi dalam aki adalah:
Pb(s) + SO42-(aq) PbSO4(s) + 2e- (anoda)
PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) + 2e- PbSO4(s) + 2H2O (katoda)
Aki ini dapat diisi ulang dengan mengalirkan lagi arus listrik ke
dalamnya. Pengisian aki dilakukan dengan membalik arah aliran
elektron pada kedua elektrode. Pada pengosongan aki, anoda (Pb)
mengirim elektron ke katoda (PbO2). Sementara itu pada pengisian aki,
elektrode timbal dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus
sehingga Pb2SO4 yang terdapat pada elektrode timbal itu direduksi.
Berikut reaksi pengisian aki:
PbSO4(s) + H+(aq) +2e- Pb(s) + HSO4-(aq) (elektrode Pb sebagai
katoda)
PbSO4(s) + 2H2O(l) PbO2(s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e- (elektrode
PbO2 sebagai anoda).

Baterai Nikel Kadmium


Baterai nikel-kadmium merupakan baterai kering yang dapat diisi
ulang. Sel ini biasanya disebut nicad atau bateray nickel-cadmium.
Reaksi yang terjadi pada baterai nikel-kadmium adalah:
Cd(s) + 2OH-(aq) Cd(OH)2(s) + 2e- (anoda)
NiO2(s) + 2H2O + 2e- Ni(OH)2(s) + 2OH-(aq) (katoda)
Reaksi keseluruhan adalah:
Cd(s) + NiO(aq) + 2H2O(l) Cd(OH)2(s) + Ni(OH)2(s)
Baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat pada kedua
elektrodenya. Baterai nikel-kadmium memiliki tegangan sekitar 1,4V.
Dengan membalik arah aliran elektron, zat-zat tersebut dapat diubah
kembali seperti zat semula.

Sel Perak Seng


Sel ini mempunyai kuat arus (I) yang besar dan banyak digunakan
pada kendaran-kendaraan balap. Sel perak seng dibuat lebih ringan
dibandingkan dengan sel timbal seng. KOH adalah elektrolit yang
digunakan dan elektrodenya berupa logam Zn (seng) dan Ag (perak).

Sel Natrium Belerang


Sel natrium belerang ini dapat menghasilkan energi listrik yang lebih
besar dari sel perak seng. Elektrodenya adalah Na (natrium) dan S
(sulfur).
Sel Bahan Bakar
Sel bahan bakar adalah sel yang menggunakan bahan bakar seperti
campuran hidrogen dengan oksigen atau campuran gas alam dengan
oksigen. Sel bahan bakar ini biasanya digunakan untuk sumber energi
listrik pesawat ulang-alik, pesawat Challenger dan Columbia. Yang
berperan sebagai katode adalah gas oksigen dan anodanya gas
hidrogen. Masing-masing elektrode dimasukkan kedalam elektrode
karbon yang berpori-pori dan masing-masingnya elelktrode digunakan
katalis dari serbuk platina.
Katoda: menghasilkan ion OH-
O2(g) + 2H2O(l) + 4e- 4OH-(aq)
Anoda: dari katode bereaksi dengan gas H2
H2(g) + 2OH-(aq) 2H2O(l) + 2e-
Reaksi selnya adalah: O2(g) + 2H2(g) 2H2O(l)
Untuk dapat memahami prinsip kerja sel dilakukanlah percobaan berikut ini!
Berikut prosedur percobaan yang dapat dilakukan:

ALAT DAN BAHAN


1. Alat yang digunakan
a. Gelas kimia 100 ml 2 buah
b. Voltmeter 1 unit
c. Labu ukur 100ml 1 buah
d. Pipit tetes 1 buah

2. Bahan yang digunakan


a. Larutan MgSO4 1M 50 ml
b. Larutan CuSO4 1M 50 ml
c. Logam Mg 1 lempeng
d. Logam Cu 1 lempeng
e. Larutan NaCl 2 ml
f. Kertas saring secukupnya

PROSEDUR PERCOBAAN
1. Masukkan laruatan MgSO4 1 M ke dalam gelas kimia 100 ml ( gelas
kimia A ) sebanyak 50 mL kemudian masukkan larutan CuSO4 1 M ke
dalam gelas kimia 100 ml ( gelas kimia B ) sebanyak 50 mL.
2. Jepit logam Mg dan logam Cu dengan penjepit yang dihubungkan
dengan voltmeter
3. Sebagai jembatan garam, ambil selembar kertas saring gulung dan
rekatkan dengan mengunakan selotip kemudian teteskan larutan NaCl 0,1
M.
4. Masukkan logam Mg ke dalam larutan MgSO4 1 M sebagai anoda dan
logam Cu ke dalam larutan CuSO4 1 M sebagai katoda secara bersama-
sama.
5. Hubungkan kedua larutan dengan jembatan garam yang telah dibuat dan
memastikan bahwa ujung jembatan garam tercelup kedalam larutan.
6. Amati perubahan yang terjadi ketika saat dihubungkan dengan jembatan
garam dan tidak dihubungkan dengan jembatan garam
7. Catat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan

Tabel Hasil Pengamatan

Perubahan yang Perubahan Voltmeter (V)


terjadi di yang terjadi di
elektroda negatif elektroda positif
Tidak menggunakan .......................... .......................... ........................
Jembatan .......................... .......................... ........................
garam .......................... .......................... ........................
Menggunakan .......................... .......................... ........................
jembatan garam .......................... .......................... ........................
.......................... .......................... ........................
Penyetaraan Reaksi Redoks

Reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan reduksi-oksidasi atau reaksi


redoks. Reduksi yaitu penurunan bilangan oksidasi atau penyerapan elektron,
sedangkan oksidasi yaitu kenaikan bilangan oksidasi atau pelepasan elektron.
Reaksi redoks ada yang dapat berlangsung spontan, ada juga yang tidak spontan.
Reaksi redoks spontan dapat diguakan sebagai sumber arus, yaitu dalam sel volta
seperti baterai dan aki. Deperti yang telah dikemukakan, banyak reaksi redoks
yang sukar disetarakan dengan cara menebak. Untuk menetarakan persamaan
reaksi redoks, diperlukan cara-cara khusus, yaitu dengan metode bilangan
oksidasi dan metode setengah reaksi
1. Metode bilangan oksidasi
Metode ini didasarkan pada pengertian bahwa jumlah pertambahan bilangan
oksidasi dari reduktor sama dengan jumlah penurunan bilangan oksidasi dari
oksidator. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penyetaraan reaksi
adalah sebagai berikut:
a. Tulislah kerangka dasar reaksi, yaitu reuktor dan hasil oksidasinya serta
oksidator dan hasil reduksinya.
Contoh:
Dari reaksi redoks berikut setarakanlah dengan metode bilangan oksidasi
MnO4-(aq) + H2C2O4(aq) + H+(aq) Mn2+(aq) + CO2(aq) +H2O(l)
Jawab:

+ 4-(aq) + H+3
MnO 2C2O4(aq) + 2+(aq) + CO
Mn + 2(aq)
7 2 4
b. Setarakan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi dengan
memberi koefisien yang sesuai (biasanya adalah unsur selain hidrogen dan
oksigen)

+ +3 + +
MnO4-(aq) + H2C2O4(aq) Mn2+(aq) + 2CO2(aq)
7 2 4
c. Tentukan jumlah penurunan bilangan oksidasi dari oksidator dan jumlah
pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor. Dalam hal ini yang
dimaksud dengan jumlah penurunan bilangan oksidasi atau jumlah
pertambahan bilangan oksidasi adalah hasil kali antara jumlah atom yang
terlibat dengan perubahan bilangan oksidasinya.

+7 +3 +2 +4
- 2+
MnO4 (aq) + H2C2O4(aq) Mn (aq) + CO2(aq)
(turun 5)

(naik 2)
d. Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi tersebut dengan memberi
koefisien yang sesuai
MnO4-(aq) + H2C2O4(aq) Mn2+(aq) + 2CO2(aq)

(turun 5)(x2)

+7 +2

Hasilnya:
+6 (naik 2)(x5) +8
2MnO4-(aq) + 5H2C2O4(aq) 2Mn2+(aq) + 10CO2(aq)

e. Setarakan muatan denagan menambah ion H+ (dalam suasana asam) atau


ion OH- (dalam suasana basa)
2MnO4-(aq) + 5H2C2O4(aq) + 6H+(aq) 2Mn2+(aq) + 10CO2(aq)
(muatan setara)
f. Setarakan atom H dengan penambahkan H2O
2MnO4-(aq) + 5H2C2O4(aq) + 6H+(aq)
2Mn2+(aq) + 10CO2(aq) + 8H2O
(setara)

1. Metode setengah reaksi


Metode ini didasarkan pada pengertian bahwa jumlah elektron yang
dilepaskan pada setengah reaksi oksidasi sama dengan jumlah elektron yang
diserap pada setengah reaksi reduksi. Penyetaraan dalam suasana basa
berbeda dengan larutan bersuasana asam.
a. Suasana larutan asam
Adapun lanhgkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Tulislah kerangka dasar setengah reaksi reduksi dan setengah
reaksi oksidasi
Reduksi : Cr2O72-(aq) Cr3+(aq)
-
Oksidasi : Cl (aq) Cl2(g)
Langkah 2 : masing-masing setengah reaksi disetarakan dengan urutan
sebagai berikut:
Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
(biasanya ialah unsur oksigen dan hidrogen)
Setarakan oksigen dengan menambahkan molekul air (H2O)
Setarakan atom hidrogen dengan menambahkan ion H+
Setarakan muatan dengan menambahkan elektron

Reduksi

Cr2O72-(aq) 2Cr3+(aq)
Cr2O72-(aq) 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)
Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)
Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6e 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)

Oksidasi

2Cl-(aq) Cl2(g)
2Cl-(aq) Cl2(g)
2Cl-(aq) Cl2(g)
2Cl-(aq) Cl2(g) + 2e

Langkah 3 : samakan jumlah elektron yang diserap pada setengah reaksi
reduksi dengan jumlah elektron yang dibebaskan pada setengah reaksi
oksidasi, kemudian jumlahkan.

Reduksi: Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6e 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)


Oksidasi: 6Cl-(aq) 3Cl2(g) + 6e

Redoks: Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6Cl-(aq) 2Cr3+(aq) + 3Cl2(g) + 7H2O(l)

b. Susana larutan basa


Penyetaraan setengah-reaksi dalam suasana basa atau netral dilakukan
dengan menambahkan basa (ion OH), untuk menyetarakan atom O atau
H. Tinjaulah reaksi berikut yang dilakukan dalam suasana basa.
MnO4 + SO32 MnO2 + SO42

Caranya sama seperti dalam suasana asam. Akan tetapi, setelah reaksi
digabungkan, untuk menyetarakan atom O dan H ditambahkan OH pada
kedua ruas persamaan.

Tahap 1
MnO4 MnO2 (reaksi reduksi)
SO32 SO42 (reaksi oksidasi)

Tahap 2
MnO4 + 4H+ MnO2 + 2H2O
SO32 + H2O SO42 + 2H+

Tahap 3
MnO4 + 4H+ + 3e MnO2 + 2H2O
SO32 + H2O SO42 + 2H+ + 2e
Tahap 4

MnO4 + 4H+ + 3e MnO2 + 2H2O (x2)

SO32 + H2O SO42 + 2H+ + 2e (x3)

2MnO4 + 2H+ + 3SO32 2MnO2 + H2O + 3SO42

Pada persamaan di atas terdapat 2H+. Untuk menetralkannya tambahkan


2OH pada kedua ruas persamaan. Persamaan menjadi:
2MnO4 + (2H+ + 2OH) + 3SO32 2MnO2 + H2O + 3SO42 + 2OH

Penambahan OH akan menetralkan H+ menjadi H2O. Oleh karena di ruas


kanan ada H2O maka terjadi penghilangan H2O pada salah satu ruas
sehingga persamaan menjadi:
2MnO4 + H2O + 3SO32 2MnO2 + 3SO42 + 2OH

PEMBAHASAN
Penyetaraan Reaksi Redoks dan Sel Volta
1. Apakah sel volta dapat menghasilkan energi listrik? Bagaimana kita dapat
mengetahui ada energi listrik pada sel Volta?
2. Bagaimana energi Listrik Tersebut dapat Terjadi pada sel Volta (aliran
elektron melalui kawat)? jelaskan!
3. Reaksi apa yang sedang berlangsung pada anode ?
4. Reaksi apa yang sedang berlangsung pada katode ?
5. Apakah yang terjadi bila kedua elektrode dipertukarkan?mengapa
demikian? Jelaskan!
6. Apakah fungsi adanya jembatan garam? Bagaimana jika jembatan garam
ditiadakan? Apakah masih dapat menghasilkan energi listrik ? jelaskan!
7. Tuliskan Reaksi kimia yang terjadi pada sel Volta menggunakan diagram
sel!
8. Tuliskan penyetaraan reaksi rdoks dengan metode bilangan oksidasi
9. Tuliskan penyetaraan reaksi redok dengan metode setengan reaksi dalam
suasana asam maupun basa
Rangkumann,,,,,

1. Sel Volta adalah merupakan jenis sel elektrokimia yang dapat menghasilkan
energi listrik dari reaksi redoks yang berlangsung secara spontan
2. Dalam sel volta ada dua elektrode, yaitu:
a. Katode : Elektrode di mana terjadi reaksi reduksi.
b. Anode : Elektrode di mana terjadi reaksi oksidasi Fungsi jembatan
garam dalam sel volta adalah menyetarakan kation dan anion dalam
larutan.
3. Notasi sel Volta
anoda | Larutan | | Larutan | katoda
4. Elektrode standar digunakan elektrode hidrogen. Elektrode ini terdiri atas
gas hidrogen murni dengan tekanan 1 atm pada suhu 25 C yang dialirkan
melalui sepotong platina yang tercelup dalam suatu larutan yang
mengandung ion H+ sebesar 1 mol/liter
5. perbedaan potensial dari kedua elektroda (katoda dan anoda) disebut beda
potensial atau potensial sel standar yang diberi lambar Esel.
Esel = E katoda Eanoda
6. sel elektrolisis merupakan jenis sel elektrokimia yang dapat menghasilkan
energi kimia dengan bantuan arus listrik
7. katode : reduksi
anode : oksidasi
8. Reaksi yang disertai perubahan bilangan biloks disebut reaksi redoks
9. Penyetaraan reaksi redoks dapat dilakukan dengan metode bilangan
oksidasi atau metode setengah reaksi
10. Metode setengah reaksi didasarkan padan prinsip bahwa pertambahan
bilangan oksidasi reduktor sama dengan penurunan bilangan oksidasi
oksidator
11. Metode setengah reaksi didasarkan pada pengertian bahwa jumlah elektron
yang dilepas pada setengah reaksi oksidasi sama dengan jumlah elektron
yang diserap pada seengah reaksi reduksi
LATIHAN...

Penyetaraan Reaksi Redoks dan Sel Volta


1. Diberikan data beberapa potensial standar sebagai berikut:
(I) Ag+ + e Ag E = + 0,80 V
(II) Mg2+ + 2e Mg E = 2,37 V
(III) Cu2+ + 2e Cu E = + 0,34 V
(IV) Zn2+ + 2e Zn E = 0,76 V
Tentukan:
a. Potensial sel yang diperoleh jika digunakan elektrode I dan II
b. Potensial sel yang diperoleh jika digunakan elektrode I dan III
Pembahasan
a. Ag+ + e Ag E = + 0,80 V
Mg2+ + 2e Mg E = 2,37 V
Esel = +0,80 (2,37) = +3,17 V

b. Ag+ + e Ag E = + 0,80 V
Cu2+ + 2e Cu E = + 0,34 V
Esel = +0,80 0,34 = 0,46 V

2. Diketahui:
Ni2+ + 2e Ni E = 0,25 V
Pb2+ + 2e Pb E = 0,13 V
Potensial standar sel volta yang terdiri dari elektrode Ni dan Pb adalah...
A. 0,38 V
B. 0,12 V
C. + 12 V
D. + 0,25 V
E. + 0,38 V
Pembahasan
E sel = Ereduksi Eoksidasi
E sel = 0,13 (0,25) = +0,12 Volt

3. Dari data potensial elektrode standar berikut:


Cu2+ + 2e Cu E = 0,3 V
Ag+ + e Ag E = 0,80 V
maka reaksi :
Cu2+ + 2Ag+ Cu2+ + 2Ag
memiliki potensial sel...
A. 0,06 V
B. 0,46 V
C. 0,57 V
D. 1,14 V
E. 0,80 V
Pembahasan
E reaksi = Ereduksi Eoksidasi
E reaksi = 0,80 0,34 = +0,46 Volt

4. Mg2+ (aq) + 2e Mg (s) Eo = 2,38 volt


Al3+ (aq) + 3e Al (s) Eo = 1,66 volt
Notasi sel reaksi yang dapat berlangsung adalah....
A. Mg | Mg2+ || Al3+ | Al
B. Al | Al3+ || Mg2+ | Mg
C. Mg2+ | Mg || Al | AlMg3+
D. Al3+ | Al || Mg2+ | Mg
E. Mg | Mg2+ || Al | Al3+

Pembahasan
Eo sel dari Mg lebih kecil dari Eo sel Al, sehingga Mg dijadikan sebagai anoda
dan Al dijadikan katodanya
Mg | Mg 2+ (mengalami oksidasi)
Al3+ | Al (mengalami reduksi)

5. Mg2+ (aq) + 2e Mg (s) Eo = 2,38 volt


Al3+ (aq) + 3e Al (s) Eo = 1,66 volt
Harga Eo sel persamaan reaksi tersebut adalah...
A. +4,04 volt
B. +0,76 volt
C. +0,72 volt
D. 0,72 volt
E. 4,04 volt
Pembahasan
Eo sel = 1,66 ( 2,38)
Eo sel = 1,66 + 2,38 = +0,72 volt

6. Setarakan reaksi berikut dengan metode bilangan oksidasi


MnO(s)+PbO2(s) MnO4-(aq)+Pb2+(aq)
Pembahasan

+ (s)+PbO
MnO + 2(s) MnO
+ 4-(aq)+Pb
+2+(aq)
MnO(s) + PbO2(s) MnO4-(aq)+ Pb2+(aq)

+2 Naik 5 (x2)
+2 +7
Hasilnya
+4 Turun 2 (x5) +2
2MnO(s) + 5PbO2(s) 2MnO4-(aq)+ 5Pb2+(aq)
2MnO(s) + 5PbO2(s) + 10H+ MnO4-(aq)+ 5Pb2+(aq) + 8H2O(l)
7. Setarakan reaksi berikut dengan menggnakan metode setengah reaksi
a. CuS(s) + NO3-(aq) Cu2+(aq) + S(s) + NO(g) (Dalam suasana asam)
b. Zn(s) + NO3-(aq) ZnO22-(aq) + NH3(g) (dalam suasana basa)
Pembahasan
a. Reduksi
NO3-(aq) NO(g)
NO3-(aq) + 6H+ NO(g) + 3H2O (l)
NO3-(aq) + 6H+ + 5e- NO(g) + 3H2O (l)
Oksidasi
CuS(s) Cu2+(aq)
CuS(s) Cu2+(aq) + 2e
Reaksi keseluruhan
Red: NO3-(aq) + 6H+ + 5e- NO(g) + 3H2O (l) x 2
Oks: CuS(s) Cu2+(aq) + 2e x5
- + -
Red: 2NO3 (aq) + 12H + 10e 2NO(g) + 6H2O (l)
Oks: 5CuS(s) 5Cu2+(aq) + 10e
Redoks: 2NO3-(aq) + 12H+ + 5CuS(s) 2NO(g) + 6H2O(l) + 5Cu2+(aq)

b. Reduksi
NO3-(aq) NH3(g)
NO3-(aq) + 6H+ NH3(g) + 3H2O
NO3-(aq) + 6H+ + 5e NH3(g) + 3H2O
Oksidasi
Zn(s) ZnO22-(aq)
Zn(s) + 2H2O ZnO22-(aq) + 4H+
Zn(s) + 2H2O ZnO22-(aq) + 4H+ + 4e
Reaksi keseluruhan
Red: NO3-(aq) + 6H+ + 5e NH3(g) + 3H2O x4
Oks: Zn(s) + 2H2O ZnO22-(aq) + 4H+ + 4e x5
- +
Red: 4NO3 (aq) + 24H + 20e 4NH3(g) + 12H2O
Oks: 5Zn(s) + 10H2O 5ZnO22-(aq) + 20H+ + 20e
Redoks: 4NO3-(aq) + 4H+ + 5Zn(s) 4NH3(g) + 2H2O + 5ZnO22-(aq)
4NO3-(aq) + 4H+ + 5Zn(s) + 4OH- 4NH3(g) + 2H2O+5ZnO22-(aq)+4OH-
4NO3-(aq) +5Zn(s) + 2H2O 4NH3(g) + 5ZnO22-(aq) + 4OH-

RUJUKAN

Justiana,Sandria.2009. Kimia 3. Jakarta : Yudhistira


Purba, Michael .2007. Kimia untuk SMU/MA kelas XII.Jakarta : Erlangga