Anda di halaman 1dari 4

DAERAH PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP TROLL LINE (PANCING TONDA)

Tuhpatu Rohmah

Program Studi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran
Korespondensi : rtuhpatur@gmail.com

Abstrak
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan memiliki lebih dari 17 pulau dan
garis pantai sepanjang 81 km dan laut sekitar 1,3 juta km 2. Pancing tonda adalah pancing yang
diberi tali yang panjang dan ditarik oleh perahu atau kapal. Paning tonda merupakan alat tangkap
pancing yang diberi tali yang panjang untuk ditarik oleh kapal atau perahu.. Tujuan tugas ini untuk
mengetahui daerah penangkapan ikan dengan menggunakan pancing tonda. Metode yang digunakan
ada 3 yaitu metode eksperimen, metode deskriptif dan metode survei. Daerah penangkapan ikan
atau fishing ground merupakan daerah dimana operasi penangkapan ikan berlangsung diduga
tempat ikan bergerombo. Pancing tonda juga dioperasikan di daerah tempat-tempat ikan pelagis,
daerah tempat pertemuan antara dua arus yang terjadi, konvergensi, upwelling, dan divegensi yang
merupakan daerah tempat berkumpulnya plankon, perairan yang memiliki salinitas 34 ppt,
temperature optimum berkisar antara 1530oC. Beberapa daerah pengoprasian pancing tonda
diantaranya adalah teluk lampung, banda aceh, pelabuhan ratu dan india.

Kata kunci : Daerah Penangkapan Ikan, Ikan Pelagis, Pancing Tonda

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara kepulauan penangkapan terhadap biota dan perairannya
terbesar di dunia dengan memiliki lebih dari (Arimato et. Al 1999 dalam Nurahya 2014
17 pulau dan garis pantai sepanjang 81 km Semakin bertambahnya jumlah nelayan
dan laut sekitar 1,3 juta km2 (Dahuri dkk 2001 akan menyebabkan persaingan dalam
dalam Wijaya 2007) Dengan luas perairan mengeksploitasi sumberdaya ikan akan
tersebut, potensi lestari produksi perikanan semakin besar. Disisi lain, kondisi sumberdaya
tangkap Indonesia mencapai 4,9 juta ton ikan ikan yang semakin menipis. Pancing yang
dengan tingkat pemanfaatan sektor perikanan merupakan alat tangkap pasif keberadaannya
tangkap baru mencapai 64% (Syaukani, 2004 semakin tersisihkan. Walaupun sebenarnya alat
dalam Nurcahya dan Abdul 2014). tangkap ini mempunyai beberapa kelebihan:
Ikan laut mampu memerbaiki dirinya alat tangkap pancing lebih ramah lingkungan
namun secara terbatas dan dapat diekspoitasi dibandingkan dengan alat tangkap yang lain,
berlebihan. Laut merupakan Sumberdaya alam hasil yang didapkan oleh alat tangkap ini
yang sifatnya umum dan terbuka maka dari itu relatif ikan yang mempunyai nilai
harus diperhatikan bagaimana pengelolaan,, ekonomis yang tinggi (Wahyuni dkk. 2009).
pelestarian dan rehabititasi. Pemanfaatan Paning tonda merupakan alat tangkap
sumbberdaya perikanan pada dasarnya adalah pancing yang diberi tali yang panjang untuk
paduan dari pengolahan dan pemanfaatan yang ditarik oleh kapal atau perahu. Kail diberi ikan
tetap menjaga kelestarian lingkungan segar sebagai paning atau umpan tiruan yang
sumberdaya dalam jagka waktu yang lama bergerak sehingga menarik perhatian ikan
agar generasi yang akan datang bisa target tangkapan (Sudirman dan Mallawa
menikmatinya. 2004). Paning tnda ini ikan targetnya adalah
Teknologi penangkapan ikan bukan ikan pelagis yang hidunya di permukaan da
hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil dari memliki nilai ekonomis yang tinggi
tangkapan yang diperoleh akan tetapi mampu diantaranya dan ikan tenggiri, cakalang,
memperbaiki proses penangkapan untuk tongkol, barakuda (Gunarso 1998
meminimumkan dampak yang dihasilkan dari
Kontruksi alat tangkap ini hanya terdiri air laut. Salinitas ini dapat berpengaruh pada
dari mata pancing yang memiliki umpan hidup distribusi, produksi serta lamanya hidup ikan
atau umpan buatan yang terbuat dari benang dan orientasi migrasi. Salinitas erat kaitannya
warna-warni dan tali nilon monofilament. dengan gejala tekanan osmotik antara
Mata pancing yang digunakan yaitu nomor 7 sitoplasma dari sel-sela dalam tubuh ikan
(tujuh) atau 8 (delapan) yang terbuat dari besi dengan keadaan salinitas di sekitarnya. Ikan
sebanyak tiga buah yang diikat menjadi satu pelagis seperti ikan cendro memilih medium
(Anggraeni 2012) atau tempat hidup dengan kadar salinitas yang
sesuai dengan tekananan osmotik tubuhnya.
METODOLOGI Lapisan air laut sangan ditentukan oleh
Metodelogi dari beberapa sumber yang di kedalaman air laut. Pada kedalaman 5-15
dapat adalah : meter salinitas air laut umumnya 30-31,5 ppt.
1. Metode eksperimen Menurut Nybakken 1992, arus diartikan
2. Metode deskriptif, Metode ini sebagai gerakan air yang menyebabkan
menggambarkan kejadian atau keadaan terjadinya perpindahan massa air secara
pada suatu daerah tertentu. Metode horizontal. Ikan pelagis cenderung menyukai
deskripsi juga adalah metode yang kondisi perairan yang berarus. Massa air
bertujuan untuk memberi gambaran umum, permukaan sering bergerak, gerakan ini
factual, sitematis dan valid mengenai data- ditimbulkan oleh kekuatan angina yang bertiup
data yang berupa fakta-fakta dan sifat melintasi permukaan air dan pasang surut.
populasi tertentu dari suatu kegiatan Angin mendorong bergeraknya air permukaan
(Nurcahya 2014). sehingga menghasilkan suatu gerakan arus
3. Metode survei, metode survei adalah metoe horizontal yang lambat tetapi mampu
yang mengambil sampel dari suatu populasi mengangkat volume air yang besar.
dan menggunakan kuisioner sebagai alat Pergerakan arus mampengaruhi pola
pengumpulan data yang pokok (Nazir 2009 penyebaran organisme laut.
dalam Anggraeni 2012). . Daerah penangkapan ikan atau fishing
ground merupakan daerah dimana operasi
HASIL DAN PEMBAHASAN penangkapan ikan berlangsung diduga tempat
Daerah pengoperasian alat pancing tonda ikan bergerombo. Ikan adalah organisme yang
terdapat beberapa faktor oseanografis perlu bersifat mobile atau berpindah-pindah yang
diperhatikan, antara lain suhu, salinitas dan menyebabkan sulitnya menentukan arah dan
arus. Hal tersebut ditentukan oleh jenis ikan letak dari daerah penangkapan ikan (Hetharuca
yang akan ditangkap menggunakan alat 1983 vide Handriana 2007 dalam Anggraeni
pancing tonda. Ikan yang biasa ditangkap ialah 2012).
ikan pelagis permukaan. Daerah penangkapan ikan dengan
Suhu merupakan salah satu faktor menggunakan alat tangkap pancing tonda
penting yang dibutuhkan oleh mahluk hidup merupakan daerah diman pengoprasiannya
dalam mengatur proses kehidupan serta yang diduga tempat ikan-ikan bergerombol,
pengaruh penyebaran organisme. Perubahan biasanya daerah sasaran tangkapannnya adalah
suhu dapat berpengaruh pada metabolisme, daerah yang dimana terdapat ikan tuna yaitu
sehingga dapat mempengaruhi aktivitas ikan daerah tempat pertemuan antara dua arus yang
dalam mencari makanannya, tumbuh serta terjadi, konvergensi, upwelling, dan divegensi
mempengaruhi massa air laut (Brotowidjoyo yang merupakan daerah tempat berkumpulnya
dkk 1995). Ikan yang hidu pada suhu optimum plankon, perairan yang memiliki salinitas 34
yaitu berkisar 26-30oC yaitu jenis ikan pelagis ppt, temperature optimum berkisar antara 15
seperti ikan cendro. Keberadaan ikan pelagis 30oC. Pancing tonda juga dioperasikan di
pada dipengaruhi oleh faktor-faktor daerah tempat-tempat ikan pelagis. Beberapa
oseanografis yang salah satunya adalah suhu daerah pengoprasian pancing tonda
perairan (Gunarso 1985). diantaranya adalah teluk lampung, banda aceh,
Menurut Gunarso 1985 Salinitas adalah pelabuhan ratu dan india. (Hetharuca dalam
konsentrasi rata-rata garam yang terdapat pada handriana 2007)
Pancing tonda lapisan perairan atas DAFTAR PUSTAKA
hampir terdapat dimana-mana, untuk tonda Anggraeni Juliana. 2012. Efektivitas Pancing
lapisan dalam terutama di sekitar selat Alas, terhadap Hasil Tangkap Tuna disekitar
Muna-Buton dan beberapa daerah perikanan Rumpon yang didaratkan di PPN
Indonesia Timur. Sedangkan untuk lapisan Pelabuhanratu Sukabumi. Skripsi.
permukaan dasar banyak digunakan di daerah Institut Pertanian Bogor.
Jawa Tengah. (Subani dan Barus, 1989).
Selain itu, dalam mengoprasikan pancing Gunarso W. 1989. Tingkah Laku Ikan dalam
tonda relatif mudah untuk menangkap ikan Hubungannya dengan Alat, Metode dan
permukaan. Adapun untuk enangkapan pelagis Teknik Penangkapan Ikan. Departemen
besar alat pancing tonda ini masih belum Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
umum digunakan karena sasaran tangkap jauh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,
lebih dalam dari operasi opancing tonda. Institut Pertanian Bogor.
Walaupun menggunakan siste pemberat,
tabung selam atau papan selam dan Nurcahya D.P dan Abdul M. 2014. Monitoring
dikombinasikan dengan perhitungan keepatan Hasil Perikanan dengan Alat Tangkap
kapal, maka dari operasi kedalaman dari alat Pancing Tonda di Pelabuhan Nusantara
tangkap pancing tonda ini dapat diatur Prigi, Kabupaten Trenggalek, Provinsi
mendekati swimming layer ikan tuna, sehingga Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan
alat tangkap pancing tonda memungkinkan dan Kelautan. Vol. 6. No. 1. 2014.
untuk menangkap ikan tuna (Wijaya 2012).
. Nyabakken, J. 1992. Biologi Laut. Suatu
KESIMPULAN Pendekatan Ekologis. Terjemahan. PT.
Daerah penangkapan ikan atau fishing ground Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 549
merupakan daerah dimana operasi hal.
penangkapan ikan berlangsung diduga tempat
ikan bergerombo. Pancing tonda juga Suabani, Waluyo. H.R. Barus. 1989. Alat
dioperasikan di daerah tempat-tempat ikan Penangkapan Ikan Dan Udang Laut Di
pelagis, daerah tempat pertemuan antara dua Indonesia. Jakarta : Balai Penelitian
arus yang terjadi, konvergensi, upwelling, dan Perikanan Laut.
divegensi yang merupakan daerah tempat
berkumpulnya plankon, perairan yang Wahyuni A, Firman F.M, Aries D.S. 2009.
memiliki salinitas 34 ppt, temperature Limbah Ikan sebagai Alternatif Umpan
optimum berkisar antara 1530oC. Beberapa Buatan untuk Alat tangkap paning
daerah pengoprasian pancing tonda Tonda. Jurnal Kelauta. Vol. 2 No. 1.
diantaranya adalah teluk lampung, banda aceh, 2009.
pelabuhan ratu dan india.