Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM

GERAK PARABOLA

Oleh:
Kelompok 5

1. Yufri Endi (A1E014004)


2. Elais Dwi Guinensis (A1E014042)
3. Sandi Abdurrahman (A1E014060)

Dosen Pengampu : Dr. Connie Fransiska, M.Pd

UNIVERSITAS BENGKULU

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSANPENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI......................................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................................................................... 1
B. Perumusan Masalah......................................................................................................... 2
C. Tujuan ............................................................................................................................. 2
D. Manfaat ........................................................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI...............................................................................................3
BAB III METODOLOGI PEMBUATAN
A. 3.1 Cara membuat Alat gerak parabola........................................................................... 6
B. 3.2 Cara Penggunaan Alat praktikum gerak parabola..................................................... 11
BABA IV HASIL PERCOBAAN
A. Deskripsi Data................................................................................................................. 13
B. Analisis Data................................................................................................................... 14
C. Pembahasan1................................................................................................................... 14
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................................................... 14
B. Saran............................................................................................................................... 14
Lampiran

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Fisika adalah ilmu pengetahuan yang paling mendasar, karena berhubungan
dengan perilaku dan struktur benda (Giancoli, 2001: 1). Fisika mempelajari tentang materi
atau zat yang meliputi sifat fisis, komposisi, perubahan, dan energi yang dihasilkan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini tidak lepas dari
Fisika sebagai ilmu dasar. Selain itu, konsep-konsep Fisika akan membantu memahami ilmu
lainnya, seperti Kimia, Ilmu Kedokteran, Teknologi Industri, Teknologi Manufaktur, dan
Teknologi Informasi.
Mengingat begitu pentingnya peranan Fisika, sudah semestinya ilmu ini dipahami
dengan baik oleh peserta didik. Upaya peserta didik dalam menguasai konsep Fisika sering
menemui hambatan-hambatan. Sebagian peserta didik menganggap mata pelajaran Fisika
sebagai mata pelajaran yang sulit. Hal ini disebabkan Fisika banyak tersusun dari konsep-
konsep yang bersifat abstrak yang banyak menuntut intelektualitas yang relatif tinggi.
Menurut beberapa penelitian, apabila konsep-konsep yang bersifat abstrak dapat dibuat
konkret maka proses pembelajaran Fisika akan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
Proses pembelajaran Fisika dapat lebih menarik dan mudah dipahami dengan
mengarahkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan proses. Penguasaan
pengetahuan dan keterampilan proses dalam dunia Fisika dapat diperoleh dengan metode
ilmiah, yaitu melalui praktikum dan pengamatan terhadap gejala-gejala alam. Melalui
praktikum dan pengamatan terhadap gejala- gejala alam dapat menghasilkan hipotesis, teori,
dan hukum-hukum. Sebaliknya praktikum berperan pula dalam menguji teori dan
hukum-hukum Fisika serta memperbaiki praktikum-praktikum terdahulu. Oleh karena itu,
dibuatlah media pembelajaran Fisika yang dapat digunakan untuk praktikum sehingga dapat
menunjukkan gejala-gejala alam yang tidak bisa diamati dari dekat, dan sulit diamati
karena waktunya cepat bagi mata.
Salah satu materi Fisika yang jarang dipraktikumkan adalah Gerak Parabola.
Untuk itu penulis merancang alat untuk praktikum tersebut, dimana pada praktikum variabel
yang dapat diketahui langsung yaitu besar sudut dan jarak jatuh terjauh kemudian dari besar
sudut tersebut dapat dihitung tinggi maksimum dan kecepatan awal bola dan menulis
Makalah ini sebagai sarana atau media pembelajaran Fisika yang digunakan untuk praktikum

1
dan disesuaikan dengan keadaan dan dikontrol dengan sebaik-baiknya sehingga proses dan
hasilnya dapat diamati dan diukur karena dilengkapi dengan Uji Validitas Alat. Hasil
pengukuran itu diolah untuk menarik kesimpulan apakah suatu teori memiliki kebenaran
sesuai atau tidak dengan gejala alam.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah rancangan alat yang digunakan untuk praktikum gerak parabola?


2. Bagaimana cara kerja alat praktikum gerak parabola?
3. Bagaimanakah perhitungan kecepatan awal ( v0 ) dan tinggi maksimum ( h ) dari
percobaan menggunakan alat praktikum gerak parabola?
C. Tujuan
Dari rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan
tujuan sebagai berikut:

1. Merancang suatu alat yang digunakan untuk praktikum gerak parabola.


2. Menjelaskan cara kerja alat praktikum gerak parabola
3. Menjelaskan cara perhitungan kecepatan awal ( v0 ) dan tinggi maksimum ( h ) dari
percobaan menggunakan alat praktikum gerak parabola
D. Manfaat
Manfaat dari perancangan alat praktikum penentuan momen gaya (torsi) adalah:

1. Menambah alat praktikum Fisika Dasar di Laboratorium Fisika Dasar Program Studi
Pendidikan Fisika Universitas Bengkulu
2. Memberikan pengetahuan kepada siswa, guru dan dosen mengenai suatu alat yang
dapat digunakan untuk membuktikan momen gaya (torsi).
3. Mengaplikasikan teori dan konsep Fisika ke dalam kehidupan sehari-hari dalam
bentuk suatu alat.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

Gerak parabola adalah resultan perpindahan suatu benda yang serentak melakukan
gerak lurus beraturan pada arah horizontal dan berubah beraturan pada arah vertikal. Atau
dapat juga diartikan dengan gerak suatu benda yang lintasanmya berbentuk parabola.
Gerak lurus beraturan ( GLB ) terjadi apabila terjadi perpindahan suatu benda yang
serentak melakukan gerak lurus beraturan pada arah horisontal dan gerak lurus berubah
beraturan ( GLBB ) terjadi apabila terjadi perpindahan suatu benda yang serentak melakukan
gerak lurus beraturan pada arah vertikal. Pada gerak parabola selalu akan ada percepatan
yang arahnya vertikal ke bawah dan konstan.
Salah satu contoh gerak parabola adalah gerak proyektil peluru. Gerak peluru adalah
suatu gerak dengan percepatan konstan g yang arahnya ke pusat bumi dan tidak ada
komponen pecepatan dari arah horisontal. Gerak parabola ini dapat dijabarkan sebagai dua
gerak yang terpisah yaitu gerak pada arah vertikal Y dan gerak pada arah horisontal X.
Komponen kecepatan horisontal :
vx = v0x = v0 cos 0
Komponen kecepatan vertikal :
Percepatan vertikal adalah g, maka
vy = v0y gt = vo sin 0 gt
Komponen komponen di atas dapat dijumlahkan yaitu :
V = vx2 + vy2
Posisi peluru pada arah vertikal :
Y = yo + voyt - gt2
= yo + v0 t sin - gt2 . . . ( 1 )
Posisi peluru pada arah horisontal :
X = x0 + v0x t
= x0 + v0 t cos ...(2)
Gerak parabola merupakan resultan dari gerak lurus beraturan pada sumbu X dan
gerak lurus berubah beraturan pada sumbu Y. Gerak parabola merupakan salah satu contoh
gerak pada bidang datar.

3
BAB III

METODOLOGI PEMBUATAN

A. Cara Membuat Alat Praktikum Gerak Parabola


a. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat alat praktikum momen gaya
(torsi) dapat dilihat pada tabel 3.1 di bawah ini.
Tabel 3.1 Alat, Bahan, dan Fungsi Alat Praktikum Gerak Parabola
No. Nama Foto alat/bahan Jumlah Harga
alat/bahan
1. Kayu dan 3 buah @Rp. 100.000,00
upah tukang

2. Engsel 2 buah Rp. 10.000,00

3. Busur 1 buah Rp. 10.000,00

4. Pegas 2 Buah Rp.20.000,00

4
5. Paralon 1 Meter Rp.7.000

6. Kelereng 3 buah

7. Benang Jahit 2 buah

9. Tutup Botol 1 buah

Rp. 147.000,00

b. Desain Alat Praktikum Gerak Parabola

c. Prosedur Pembuatan Alat Praktikum

5
Langkah-langkah pembuatan alat praktikum untuk praktikum gerak parabola
sebagai berikut :
1) Sediakan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan alat praktikum gerak
parabola
2) Sambungkan kayu bagian atas dan bawah menggunakan engsel
3) meubangi kayu bagian bawah sebagai tempat kayu penyanggah jarak setiap 5 cm
4) membuat kayu penyanggah bulat sepanjang 15 cm
5) merangkai pegas ( karbu motor Rx King ) disusun sejajar, diujung pegas diletakkan tutup
botol dan kayu penolak yang berfungsi untuk melontarkan kelereng, kemudian bagian
pangkal dibuat tarikan menggunakan benang
6) memasukkan pegas yang sudah disusun kedalam pipa/paralon
7) memasang busur 900 dipangkal atau di sudut engsel untuk mengukur besar sudut yang
dibentuk ketika praktikum
8) Setelah semuanya terangkai sesuai prosedur, maka alat peraga siap diuji coba
9) Dari langkah diatas akan menghasilkan alat seperti gambar berikut.

Gambar 3.2 Alat Praktikum Gerak Parabola

6
B. Cara Penggunaan Alat Praktikum Gerak Parabola

LEMBAR KERJA SISWA

Nama : 1.
2.
3.
4.
5.
A. Tujuan Percobaan
1. Menentukan tinggi maksimum ( h )
2. Menentukan besarnya kecepatan awal ( V0 )
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana menentukan tinggi maksimum ?
2. Bagaimana menentukan bearnya kecepatan awal ( V0 ) ?
C. Hipotesis
1. ....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
..
2. ....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
..
D. Alat dan Bahan
No Nama Alat / Bahan Jumlah
1 Meriam 1
2 Peluru kaca/kelereng 1
3 Alat ukur jarak / mistar 1

E. Langkah Percobaan
1. Atur alat untuk membentuk sudut elevasi 20o .
2. Tekan batang pelontar sehingga siap untuk ditembakkan !
3. Letakkan peluru / kelereng pada ujung batang pelontar, kemudian tekan tombol
pemicu sehingga peluru terlontar !
4. Tandai dan ukur jarak jatuh peluru terjauh yang dapat dicapai !
5. Catat hasil percobaan pada tabel hasil pengamatan
6. Ulangi percobaan dengan sudut elevasiyang berbeda (lihat tabel) !

Tabel Hasil Pengamatan :

7
No Sudut Jarak jatuh Tinggi Kecepatan
Sin2 0
. elevasi (0) terjauh (R) maksimum (h) awal (v0)
1 25
2 30
3 35
4 40
5 45
6 50
7 55
8 60

F. Kesimpulan
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

8
BAB IV
HASIL PERCOBAAN

A. Deskripsi Data
Dari percobaan yang telah dilakukan, dilakukan dapat ditabulasikan datanya
sebagai berikut:

No Sudut Jarak jatuh Tinggi Kecepatan


Sin2 0
. elevasi (0) terjauh (R) maksimum (h) awal (v0)
2
1 25 Sin 25 86
2 30 Sin230 118
3 35 Sin235 174,5
4 40 Sin240 148
5 45 Sin245 115
6 50 Sin250 79,5
7 55 Sin255 63
8 60 Sin260 30

B. Analisis Data
Mencari Nilai V0
2
1. dik : Xmax = 86 cm = 86 x 10

= 25o

dit : Vo ...?

g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

2
10 (86 x 10 )
Vo2 = sin 2(25)

8,6
Vo2= sin50

8,6
Vo2 = 0,76

Vo2 = 11,3

9
Vo = 11,3

Vo = 3,26 m/s

2. dik : Xmax = 118 cm

= 30o

dit : Vo ...?

g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

2
10 (118 x 10 )
2
Vo = sin 2(30)

118 x 102

Vo2= 10

11,8
Vo2 = 0,87

Vo2 = 13,6

Vo = 13,6

Vo = 3,7 m/s

dik : Xmax = 174,5 cm

= 35o

3. dit : Vo ...?

g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

10
2
10 (174 x 10 )
Vo2 = sin 2(35)

2
10 (174 x 10 )
2
Vo = sin70

17,4
2
Vo = 0,93

Vo2 = 18,7

Vo = 18,7

Vo = 4,3 m/s

4. dik : Xmax = 148 cm

= 40o

dit : Vo ...?

g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

10 (148 x 102)
2
Vo = sin 2(40)

2
10 (148 x 10 )
Vo2= sin 80

14,8
Vo2 = 0,98

Vo2 = 15,1

Vo = 15,1

Vo = 3,9 m/s

11
. 5. dik : Xmax = 115 cm

= 45o

dit : Vo ...?

g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

10 (115 x 102 )
Vo2 = sin 2(45)

2
10 (115 x 10 )
2
Vo = sin 90

11,5
Vo2 = 1

Vo2 = 11,5

Vo = 11,5

Vo = 3,4 m/s

6. dik : Xmax = 79,5 cm

= 50o

dit : Vo ...?

g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

2
10 (79,5 x 10 )
Vo2 = sin 2(50)

2
10 (79,5 x 10 )
Vo2= sin 50

12
7,95
Vo2 = 10

Vo2 = 0,795

Vo = 0,795

Vo = 0,89 m/s

7. dik : Xmax = 63 cm

= 55o

dit : Vo ...?

g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

10 (63 x 102)
Vo2 = sin 2(55)

2
10 (63 x 10 )
Vo2= sin 110

6,3
Vo2 = 0,94

Vo2 = 6,7

Vo = 6,7

Vo = 2,5 m/s

8. dik : Xmax = 30 cm

= 60o

dit : Vo ...?

13
g . Xmax
jawab : Vo = sin 2

10 (30 x 102)
2
Vo = sin 2(60)

2
10 (30 x 10 )
2
Vo = sin 120

3
Vo2 = 0,87

Vo2 = 3,4

Vo = 3,4

Vo = 1,8 m/s

Perhitungan dalam menentukan nilai h

V 2o . sin2 a
Ymaks = 2g

14
1. dik : Vo = 3,26 m/s

g = 10 m/s

sin225

dit = h . . . ?

jawab :

( 3,26 )2 . sin2 25
h= 2.10 m/s

10,6 . 0,017
h= 20

0,1802
h= 20

h = 0.009 m

2. dik : Vo = 3,7 m/s

g = 10 m/s

sin230

dit = h . . . ?

jawab :

( 3,7 )2 . sin2 30
h= 2.10 m/s

13,69 . 0,976
h= 20

13,36
h= 20

h = 0.668 m

3. dik : Vo = 4,3 m/s


g = 10 m/s

sin235

dit = h . . . ?

jawab :

( 4,3 )2 . sin2 35
h= 2.10 m/s

18,49 . 0,183
h= 20

3,38
h= 20

h = 0,169 m

4. dik : Vo = 3,9 m/s

g = 10 m/s

sin240

dit = h . . . ?

jawab :

( 3,9 )2 . sin 2 40
h= 2.10 m/s

15,21 . 0,555
h= 20

8,441
h= 20

h = 0,422 m

5. dik : Vo = 3,4 m/s

g = 10 m/s

sin245
dit = h . . . ?

jawab :

( 3,4 )2 . sin2 45
h= 2.10 m/s

11,56 .0,724
h= 20

8,369
h= 20

h = 0.418 m

6. dik : Vo = 0,89 m/s

g = 10 m/s

sin250

dit = h . . . ?

jawab :

( 0,89 )2 . sin2 50
h= 2.10 m/s

0,792. 0,069
h= 20

0,055
h= 20

h = 0.00275 m

7. dik : Vo = 2,6 m/s

g = 10 m/s

sin255

dit = h . . . ?

jawab :
( 2,6 )2 . sin 2 50
h= 2.10 m/s

6,76 . 0,069
h= 20

0,466
h= 20

h = 0.023 m

8. dik : Vo = 1,8 m/s

g = 10 m/s

sin260

dit = h . . . ?

jawab :

( 1,8 )2 . sin 2 60
h= 2.10 m/s

3,24 .0,092
h= 20

0,298
h = 20

h = 0.0149 m
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa:
1. Desain alat praktikum gerak parabola adalah sebagai berikut:

2. Kita dapat pula langsung menghitung ketinggian benda maksimum

dengan persamaan:

3. Ketinggian maksimum dicapai pada sumbu y, maka kita harus


menggunakan tinjauan komponen sumbu y di atas. Pada ketinggian
maksimum, kecepatan benda pada sumbu y adalah nol (Vy =0).
sehingga diperoleh persamaan :
4.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan Data hasil percbaan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Desain alat yang digunakan untuk menghitung tinggi maksimum dan kecepatan
awal tertentu yaitu dengan mengetahui besar sudut dan jarak jatuh terjauh
2. Untuk mengetahui cara menentukan tinggi maksimum ( h ) dan kecepatan awal
( V0 ) dari data yang diperoleh dari hasil perhitungan dimasukkan ke dalam rumus
berikut:
g . Xmax V 02 sin2 a
Vo = Ymax=
sin 2 2g

3. Percobaan dilakukan dengan variasi sudut, beban yang digunakan berbeda. dan
setelah itu dilakukan perhitungan yang menghasilkan data sebagai berikut:
No Sudut Jarak jatuh
Sin2 0
. elevasi (0) terjauh (R)
2
1 25 Sin 25 86
2 30 Sin230 118
3 35 Sin235 174,5
4 40 Sin240 148
5 45 Sin245 115
6 50 Sin250 79,5
7 55 Sin255 63
8 60 Sin260 30

B. Saran

Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan Praktikum Gerak parabola


maka disarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur besar sudut, jarak jatuh terjauh, tinggi
maksimum, dan kecepatan awal
2. Bagi mahasiswa yang lain dapat membuat alat praktikum gerak parabola yang lain
yang hasilnya dapat lebih akurat.
3. LAMPIRAN I

4. LEMBAR KERJA SISWA


5.
6. Nama : 1.
7. 2.
8. 3.
9. 4.
10. 5.
A. Tujuan Percobaan
1. Menentukan tinggi maksimum ( h )
2. Menentukan besarnya kecepatan awal ( V0 )
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana menentukan tinggi maksimum ?
2. Bagaimana menentukan bearnya kecepatan awal ( V0 ) ?
C. Hipotesis
1. ..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
....................
2. ..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
....................
3. Alat dan Bahan
13.
11. 12. Nama Alat /
J
Bahan
16.
14. 15. Meriam
1
18. Peluru
19.
17. kaca/keleren
1
g
21. Alat ukur 22.
20.
jarak / mistar 1
23.
D. Langkah Percobaan
1. Atur alat untuk membentuk sudut elevasi 20o .
2. Tekan batang pelontar sehingga siap untuk ditembakkan !
3. Letakkan peluru / kelereng pada ujung batang pelontar, kemudian tekan
tombol pemicu sehingga peluru terlontar !
4. Tandai dan ukur jarak jatuh peluru terjauh yang dapat dicapai !
5. Catat hasil percobaan pada tabel hasil pengamatan
6. Ulangi percobaan dengan sudut elevasi yang berbeda (lihat tabel) !
24.
25.
26. Tabel Hasil Pengamatan :
27. 28. S 29. 30. J 31. Tin 32. K
u S a ggi e
d r ma c
u a ksi e
t k mu p
e m a
l j (h) t
e a a
v t n
a u a
s h w
i a
( t l
e (
0) r v
j 0

a )
u
h

(
R
)
35. 36. 8 37. 38.
34. 2
33. S 6
5

41. 42. 1 43. 44.


40. 3
39. S 1
0
8
48. 1 49. 50.
47. 7
46. 3
45. S 4
5
,
5
53. 54. 1 55. 56.
52. 4
51. S 4
0
8
59. 60. 1 61. 62.
58. 4
57. S 1
5
5
66. 7 67. 68.
65.
64. 5 9
63. S
0 ,
5
69. 70. 5 71. 72. 6 73. 74.
5 S 3
77. 78. 3 79. 80.
76. 6
75. S 0
0

81.
82. dik : Xmax = 86 cm = 118 x 10
2


86 x 10
2 97. Vo2= 10

83. = 25o
11,8
98. Vo2 = 0,87
84. dit : Vo ...?

g . Xmax 99. Vo2 = 13,6


85. jawab : Vo = sin 2
100. Vo = 13,6
2
10 (86 x 10 )
86. Vo2 = sin 2(25) 101. Vo = 3,7 m/s

102. 3. dik : Xmax = 174,5 cm


8,6
87. Vo2= sin50
103. = 35o

8,6 104. dit : Vo ...?


2
88. Vo = 0,76
g . Xmax
105. jawab : Vo = sin 2
89. Vo2 = 11,3

106. Vo2 =
90. Vo = 11,3
2
10 (174 x 10 )
91. Vo = 3,26 m/s
sin 2(35)
92. 2. dik : Xmax = 118 cm
107. Vo2=
o
93. = 30
2
10 (174 x 10 )
94. dit : Vo ...?
sin70
g . Xmax
95. jawab : Vo = sin 2 17,4
2
108. Vo = 0,93
2
10 (118 x 10 )
2
96. Vo = sin 2(30) 109. Vo2 = 18,7
110. Vo = 18,7 126. Vo2 =

2
111. Vo = 4,3 m/s 10 (115 x 10 )
sin 2(45)
112. 4. dik : Xmax = 148 cm

o
127. Vo2=
113. = 40

114. dit : Vo ...? 10 (115 x 102 )


sin 90
g . Xmax
115. jawab : Vo = sin 2 11,5
128. Vo2 = 1
116. Vo2 =
129. Vo2 = 11,5
2
10 (148 x 10 )
sin 2(40) 130. Vo = 11,5

117. Vo2= 131. Vo = 3,4 m/s

10 (148 x 102) 132. 6. dik : Xmax = 79,5 cm


sin 80
133. = 50o

14,8 134. dit : Vo ...?


118. Vo2 = 0,98
g . Xmax
135. jawab : Vo = sin 2
119. Vo2 = 15,1

120. Vo = 15,1 136. Vo2 =

121. Vo = 3,9 m/s 10 (79,5 x 102)


sin 2(50)
122. 5. dik : Xmax = 115 cm
137. Vo2=
123. = 45o
2
124. dit : Vo ...? 10 (79,5 x 10 )
sin 50
g . Xmax
125. jawab : Vo = sin 2 7,95
2
138. Vo = 10

139. Vo2 = 0,795


140. Vo = 0,795 151. Vo = 2,5 m/s

152. 8. dik : Xmax = 30 cm


141. Vo = 0,89 m/s
153. = 60o
142. 7. dik : Xmax = 63 cm
154. dit : Vo ...?
143. = 55o
g . Xmax
144. dit : Vo ...? 155. jawab : Vo = sin 2

g . Xmax
145. jawab : Vo = sin 2 156. Vo2 =

2
146. Vo2 = 10 (30 x 10 )
sin 2(60)
2
10 (63 x 10 )
sin 2(55) 157. Vo2=

147. Vo2= 10 (30 x 102)


sin 120

10 (63 x 102)
sin 110 3
158. Vo2 = 0,87

6,3
148. Vo2 = 0,94 159. Vo2 = 3,4

160. Vo = 3,4
149. Vo2 = 6,7

150. Vo = 6,7 161. Vo = 1,8 m/s


162. Perhitungan dalam menentukan nilai h

V 2o . sin2 a
163. Ymaks = 2g

164. 1. dik : Vo = 3,26 m/s 178. h=

165. g = 10 m/s 2
( 3,7 )2 . s 30
2.10 m/s
166. sin225

167. dit = h . . . ?
179. h=
168. jawab :
13,69 . 0,976
169. h= 20

( 3,26 )2 . sin2 25 13,36


2.10 m/s 180. h= 20

170. h= 181. h = 0.668 m

10,6 . 0,017 182.


20
183. 3. dik : Vo = 4,3 m/s
0,1802
171. h= 184. g = 10 m/s
20
185. sin235
172. h = 0.009 m
186. dit = h . . . ?
173. 2. dik : Vo = 3,7 m/s
187.
174. g = 10 m/s
188. h=
2
175. sin 30
( 4,3 )2 . sin 2 35
176. dit = h . . . ? 2.10 m/s

177. jawab :
189. h=

18,49 . 0,183
20
3,38 208. h=
190. h= 20
( 3,4 )2 . sin 2 45
191. h = 0,169 m 2.10 m/s

192. 4. dik : Vo = 3,9 m/s


209. h=

193. g = 10 m/s
11,56 .0,724
20
194. sin240

195. dit = h . . . ? 8,369


210. h= 20
196. jawab :

197. h= 211. h = 0.418 m

212. 6. dik : Vo = 0,89 m/s


( 3,9 )2 . sin2 40
2.10 m/ s 213. g = 10 m/s

198. h= 214. sin250

215. dit = h . . . ?
15,21 . 0,555
20
216.

8,441 217. h=
199. h= 20
( 0,89 )2 . sin2 50
200. h = 0,422 m 2.10 m/s

201.
218. h=

202.
0,792. 0,069
20
203. 5. dik : Vo = 3,4 m/s

204. g = 10 m/s 0,055


219. h= 20
205. sin245

206. dit = h . . . ? 220. h = 0.00275 m

207. jawab : 221.

222.
223. 7. dik : Vo = 2,6 m/s 232. 8. dik : Vo = 1,8 m/s

224. g = 10 m/s 233. g = 10 m/s

225. sin255 234. sin260

226. dit = h . . . ? 235. dit = h . . . ?

227. jawab : 236.


jawab :
228. h=
237. h=
( 2,6 )2 . sin2 50
2.10 m/s ( 1,8 )2 . sin 2 60
2.10 m/s
229. h=
238. h=
6,76 . 0,069
20 3,24 .0,092
20
0,466
230. h= 20 0,298
239. h = 20
231. h = 0.023 m
240. h = 0.0149 m
241.
E. Kesimpulan
242. ..............................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
.............................
243.
244.
245.

246.
247. LAMPIRAN 2

248. UJI VALIDITAS ALAT V0 GERAK PARABOLA DAN V0 PEGAS

249. Epmaks = Ek

1 1
250. 2 k.x2 = 2 mv0
2

k .x
251. Vo2 = m

252.

253. Untuk massa kelereng = 2,02 gram

254. = 2,02 x 10-3

1 1 1
255. ks = 6,25 + 6,25

1 2
256. ks = 6,25

6,25
257. ks = 2

258. ks = 3,125

259.

F
260. ks = x

ma
261. ks = x

2,02. 103 .10


262. 3,125 = x

263. 0,64 102 = x

264. Maka,
6,25 x 0,64 x 102
265. v02 = 2,02 x 103

266. = 19,8

267. v0 = 19,8

268. = 4,4 m/s

269.

270.

271.

272. Untuk massa kelereng = 5,05 gram

1 1 1
273. ks = 6,25 + 6,25

1 2
274. ks = 6,25

6,25
275. ks = 2

276. ks = 3,125

277.

F
278. ks = x

ma
279. ks = x

3
5,05. 10 .10
280. 3,125 = x

2
281. 1,6 10 = x

282. Maka,
2
6,25 x 1,6 x 10
283. v02 = 5,05 x 10
3
284. = 19,8

285. v0 = 19,8

286. = 4,4 m/s

287.

288.

289.

290.

291.

292.

293.

294.

295. Untuk massa kelereng = 21,12 gram

296. = 21,12 x 10- 3 kg

1 1 1
297. ks = 6,25 + 6,25

1 2
298. ks = 6,25

6,25
299. ks = 2

300. ks = 3,125

301.

F
302. ks = x

ma
303. ks = x

21,12. 103 .10


304. 3,125 = x
2
305. 6,75 x 10 = x

306. Maka,

6,25 x 6,75 x 102


2
307. v0 = 21,12 x 103

308. = 19,9

309. v0 = 19,9

310. = 4,4 m/s

311.

312.

313.

314.
315.
316.
317.
318.
319.
320.
321.
322.
323.
324.
325.
326.
327.

328.

329.

330.

331.

332.

333.

334.

335.

336.