Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK JALAN RAYA

MODUL 3
TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR DENGAN CLEVELAND OPEN CUP

KELOMPOK UBA 04

Alfathur Hadiwiantono 1142004018


Bangun Pamungkas 1142004001
Imam Hanafi Hisbullah 1142004013
Rd M Fathurrahman Imanullah 1142004012

Tanggal Praktikum : 9 April 2017


Asisten Praktikum : Alfisyahrin
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf Asistensi:

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2017
J-03 TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR DENGAN CLEVELAND OPEN CUP
(PA 0303 76 )
(AASHTO T 48 81 )
(ASTM D 92 02)

1. MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan titik nyala dan titik bakar dari
semua jenis hasil minyak bumi kecuali minyak bakar dan bahan lainnya yang mempunyai
titik nyala open cup kurang dari 79C. Titik nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala
singkat pada suatu titik diatas permukaan aspal. Titik bakar adalah suhu pada saat terlihat
nyala sekurang-kurang 5 detik pada suatu titik diatas permukaan aspal.

2. PERALATAN
a. Termometer, sesuai gambar 7
b. Cleveland open cup yaitu cawan kuningan dengan bentuk dan ukuran, seperti gambar
8a.
c. Pelat pemanas, terdiri dari logam , untuk melekatkan cawam Cleveland, gambar 8b
dan bagian atas dilapisi seluruhnya oleh asbes setebal 0,6 cm (1/4)
d. Sumber pemanas,pembakar gas atau tungku listrik, atau pembakar alchohol yang
tidak menimbulkan asap atau menyala disekitar bagian atas cawan.
e. Penahan angina, alat yang menahan angina apabila digunakan nyala sebagai pemanas.
f. Nyala penguji, yang dapat diatur dan memberikan nyala dengan diameter 3,2-4,8 mm
dengan panjang tabung 7,5 cm seperti gambar 8c.

3. BENDA UJI
a. Panaskan contoh aspal diantara 148,9C dan 176C sampai cukup cair
b. Kemudian isilah cawan Cleveland sampai garis dan hilangkan (pecahkan) gelembung
udara yang ada pada permukaan cairan.

4. DASAR TEORI
Terdapat dua metode yang umum dipakai untuk menentukan titik nyala dan bakar
aspal. Yaitu (Cutback) praktikum untuk aspal cair biasanya dilakukan dengan alat
tagliabue Open Cup,sementara untuk bahan aspal dalam bentuk padat biasanya cleve
Open Cup. Kedua metode ini pada prinsipnya sama yaitu pemanasan material aspal
dengan ditingkatkan suhu pada jenjang waktu yang sama.
Aspal merupakan bahan pembentuk lapis permukaan dari perkerasan lentur
maupun perkerasan komposit. Aspal juga digunakan sebagai bahan pengikat dalam
stabilisasi tanah-dasar atau lapis pondasi. Aspal merupakan material untuk perekat, yang
berwarna cokelat gelap sampai hitam,dengan unsur pokok dominan adalah bitumen.
Hidrokarbon merupakan bahan dasar utama dari aspal yang sering disebut bitumen ini.
Pada temperature rendah,aspal merupakan bahan yang padat atau semi-padat.
Pada ketinggian temperature tertentu aspal menjadi lunak (cair). Agar bisa digunakan
untuk pemeliharaan perkerasan dan untuk menyelimuti agregat dengan aspal,maka aspal
harus cukup cair.
Beberapa pengertian dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Titik nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala singkat kurang dari 5 detik
pada suatu titik diatas permukaan aspal
2. Titik Bakar adalah suhu pada saat terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik
pada pada suatu titik pada permukaan aspal.
Penggunaan aspal didalam struktur perkerasan jalan raya harus memperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
1. Suhu saat aspal mulai menyala, hal ini terkait dengan batas pemanasan ijin
dengan menimbulkan bahaya kebakaran.
2. Suhu pada saat aspal mulai meleleh. Hal ini terkait dengan proses
percampuran,penghamparan dan pemadatan.
3. Penetrasi aspal. Hal ini terkait dengan lokasi penggunaan aspal, Jenis struktur
yang ditangani,dan kepadatan lalu lintas.
4. Kehilangan berat akibat pemanasan. Hal ini terkait dengan pencegahan
terhadap kerapuhan aspal.

5. PROSEDUR
a. Letakkan cawan diatas pelat pemanas dan aturlah sumber pemanas sehingga terletak
dibawah titik tengah cawan.
b. Letakkan nyala penguji dengan poros jarak 7,5 cm dari titik tengah cawan.
c. Tempatkan thermometer tegak lurus didalam benda uji dengan jarak 6,4mm diatas
dasar cawan dan terletak pada satu garis yang menghubungkan titik tengah cawandan
titik poros nyala penguji. Kemudian aturlah sehingga poros thermometer terletak pada
jarak diameter awan tepi
d. Tempatkan penahan angina didepan nyala penguji.
e. Nyalakan sumber pemanas dan aturlah pemanas sehingga kenaikan suhu menjadi
(151) C per meneit sampai benda uji mencapai suhu 56C dibawah titik nyala
perkiraan.
f. Kemudian aturlah kecepatan pemanasan 5C per menit sampai 28C dibawah titik
nyala perkiraan.
g. Nyalakan nyala penguji dan aturlah agar diameter nyala penguji tersebut menjadi 3,2
sampai 4,8 mm.
h. Putarlah nyala penguji sehingga melalui permukaan cawan(dari tepi ketepi cawan)
dalam waktu satu detik. Ulang pekerjaan tersebut setiap kenaikan 2C.
i. Lanjutkan pekerjaan (f) dan (h) sampai terlihat nyala singkat pada suatu titik diatas
permukaan benda uji. Bacalah suhu pada thermometer dan catat.
j. Lanjutkan pekerjaan (i) sampai terlihat nyala yang agak lama sekurang-kurangnya 5
detik diatas permukaan benda uji (aspal). Bacalah suhu pada thermometer dan catat.

6. PENGOLAHAN DATA

No Waktu Suhu (C)


1 1 menit 32
2 2 menit 39
3 3 menit 45
4 4 menit 48
5 5 menit 56
6 6 menit 57
7 7 menit 85
8 8 menit 170
9 9 menit 200
10 10 menit 224
11 11 menit 242
12 12 menit 258
13 13 menit 276
14 14 menit 284
15 15 menit 296
16 16 menit 305
17 17 menit 320
18 18 menit 328
19 19 menit 330
Suhu
330
318 320 328
296 305
276 284
258
242
224
200
170

85
48 56 57
39 45
32

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Suhu Li near (Suhu)

Temperatur Pada saat terlihat nyala singkat (TITIK NYALA) : 318C


Temperatur Pada saat terlihat nyala Min 5 Detik (TITIK BAKAR) : 330C

7. ANALISIS
a. Analisis Percobaan
Pada percobaan titik nyala dan bakar ini bertujuan untuk menentukan suhu ter.
Tentu titiknyala dan bakar pada material aspal sehingga tidak membahayakan ketika
dilakukan pemanasan aspal di sebuah proyek,dengan memanaskan aspal kedalam
pemanas (kompor gas) lalu dilakukan pengecekan suhu setiap menitnya yang telah
ditentukan, Pada percobaan ini menggunakan metode cleave Open cup dimana aspal
pada awalnya berbentuk padat lalu dicairkan, pada percobaan kali ini material yang
digunakan sudah siap sehingga tinggal dilakukan percobaan pemanasan.
Percobaan awal adalah pengecekan suhu awal material aspal ini sebesar 32C
bertujuan agar mengetahui suhu aspal pada keadaan suhu ruang,lalu untuk setiap
selang 1menit dilakukan pengecekan suhu, pengukuran suhu dilakukan dengan
menggunakan thermometer, ketika pemasangan thermometer seharusnya dipasang
tegak lurus terhadap cawan dengan jarak 6,4 mm diatas cawan dasar dan dari
diameter cawan hal ini bertujuan agar thermometer tidak terlalu dekat dengan
material aspal dan sumber pemanas sehingga thermometer tidak salah membaca suhu
yang terjadi pada aspal,pemasangan thermometer juga harus dilakukan dengan baik
agar ketika melakukan pembacaan material tidak terhalangi oleh alat penjepit
thermometer.
Diketahui ketika suhu telah mencapai 318C material aspal mengalami percikan
diatas permukaan hal ini dinamakan titik nyala,dan pada suhu 330C aspal telah
mengalami titik bakar dimana ditandai dengan nyala api yang membesar ditambah
material aspal yang mengeluarkan asap tipis. Hanya dalam waktu selang kurang lebih
2 menit aspal mengalami perubahan dari titik nyala menjadi titik bakar.

b. Analisis Hasil
Hasil uji Titik nyala dan bakar ini menghasilkan berupa suhu material aspal untuk
per 1 menitnya. Yaitu sebagai berikut :
No Waktu Suhu (C)
1 1 menit 32
2 2 menit 39
3 3 menit 45
4 4 menit 48
5 5 menit 56
6 6 menit 57
7 7 menit 85
8 8 menit 170
9 9 menit 200
10 10 menit 224
11 11 menit 242
12 12 menit 258
13 13 menit 276
14 14 menit 284
15 15 menit 296
16 16 menit 305
17 17 menit 320
18 18 menit 328
19 19 menit 330

Pada selang menit 1 sampai menit 7 praktikan mengalami hambatan karena


thermometer yang terpasang terhalangi oleh alat penjepit thermometer sehingga suhu
yang tercatat hanya berdasarkan asumsi dan pendekatan ,dan pada menit tersebut juga
alat pemanas yang dugunakan mati sehingga membutuhkan jeda beberapa detik untuk
menyalakannya. Setelah itu pembacaan yang dilakukan praktikan sudah benar.
Pada suhu 318C aspal mengalami nyala singkat sekitar selama kurang dari 5
detik lamanya hal ini disebut dengan titik nyala ,dan pada suhu 330C aspal terjadi
titik bakar yang ditandai aspal yang terlihat menyala selama kurang dari 5 detik
beserta asap putih tipis yang keluar menandakan berhentinya praktikum.
Pada suhu 318C dan 330C aspal mengalami titik nyala dan bakar sesuai dengan
literature Tabel 1.syarat Pemeriksaan Aspal Keras dimana Titik nyala (Cleveland
Open Cup) diatas 232C
c. Analisis Kesalahan
Pada percobaan Titik nyala dan bakar ini kesalahan yang terjadi antara lain :
- Thermnometer yang terhalangi oleh alat penjepit sehingga praktikan tidak
dapat melakukan pembacaan dengan tepat,praktikan melakukan
- Alat pemanas (kompor gas) yang mati karena tertiup angin sehingga suhu
yang tercapat mengalami penurunan sementara
- Kesalahan praktikan dalam pembacaan alat sehingga suhu yang terjadi tidak
tercatat sempurna
- Pemasangan thermometer yang menempel pada material aspal

d. Analisis K3
Dalam melakukan praktikum Titik nyala danbakar ini perlu diperhatikan aspek
Kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu,ketika melakukan praktikum praktikan
dihimbau untuk menggunakan alat-alat keselamatan seperti Jas laboratorium,sepatu
tertutup dan pelindung mata. Sepatu tertutup digunakan untuk mengantisipasi adanya
benda atau material yang cukup berat menimpa dari ketinggian dan menimpa kaki
praktikan, Jas laboratorium digunakan agar praktikan terlindungi oleh percikan
material aspal yang dipanaskan dan menyebabkan luka,pelindung mata digunakan
sebagai pelindung ketika praktikan melakukan pembacaan suhu saat pemanasan
aspal. Pada praktikum titik nyala dan bakar kemungkinan terjadi adalah percikan
aspal panas yang mengenai bagian tubuh praktikan sehingga menyebabkan luka
bakar.

8. APLIKASI
Aspal merupakan bahan pembentuk lapis permukaan dari perkerasaan lentur
maupun perkerasaan komposit, selain itu aspal juga digunakan sebagai bahan pengikat
agregat. Pada temperature rendah,aspal merupakan bahan yang padat atau semi-
padat.pada temperature tertentu aspal menjadi lunak (cair).untuk itu aspal harus
dipanaskan dahulu sebelum melakukan perencanaan perkerasan jalan.
Selain itu pada saat pemanasan aspal harus memperhatikan beberapa factor yaitu
salah satu nya adalah faktor suhu karena jika terlalu lama dipanaskan aspal akan mudah
terbakar dan membahayakan,untuk itu aspal dipanaskan sampai dibawah titik nyala dan
itu telah ditetapkan oleh Bina Marga tentang titik nyala dan bakar aspal.selain titik nyala
dan bakar juga harus memperhatikan massa dari aspal karena jika terlalu lama
pemanasan maka berat dari aspal akan berkurang karena terlepas ke udara sehingga akan
mengeluarkan volume yang lebih banyak.

9. KESIMPULAN
- Aspal mulai menunjukan titik nyala pada suhu 318C,sedangkan ketentuan bina
marga dalam pemeriksaan bahan jalan.Berdasarkan syarat pemeriksaan aspal keras
diketahui titik nyala aspal terlihat pada suhu minimal 232C.
- Aspal menunjukan titik bakar pada suhu 330C.
- Pemanasan aspal sebaik nya dibawah suhu titik nyala dan bakar sebab aspal mudah
terbakar
- Pemanasan aspal tidak boleh dilakukan terlalu lama karena dapat menyebabkan
berkurangnya berat aspal tersebut ke udara sehingga volumenya akan berkurang

10. REFERENSI
- Christady Hary Hardiyanto, 2015 , PERANCANGAN PERKERASAN JALAN &
PENYELIDIKAN TANAH,UGM, Yogyakarta, Indonesia
- sni-06-2433-1991-metode-pengujian-titik-nyala-dan-titik-bakar-dengan-cleve-land-
open-cup
11. LAMPIRAN